
"Kenapa? Kan kaki mu belum sembuh"
"Udah kok...Tu lihat tinggal bekas nya aja kan?" Jawab Diya memperlihatkan bekas luka pada lututnya ke Yuli.
"Iya...Tapi kok buru-buru? Apa kamu cemburu soal kemarin ya?" Goda Yuli tersenyum.
"Cemburu apaan? Jangan ngaco kamu ya" Diya jadi kesal.
"Terus kenapa?" Yuli jadi penasaran berat.
"Ceritain dong...Biar aku nya tenang" Rengek nya. Diya menjeling sebel kepada Yuli.
"Please" Mohon Yuli lagi.
"Aku cuma gak mau kak Ferdi di repotin dengan terus-terusan nganterin aku. Faham?"
"Oh...Begitu ya?" Yuli mengangguk.
"Aku fikir kamu cemburu kak Ferdi boncengin pacarnya" Goda Yuli lagi.
Diya memandang sebal ke Yuli. Malah yang di mandang cengar-cengir.
"Aduh...." Tiba-tiba Yuli merintih sakit sambil memegangi perutnya.
"Kenapa Yul" Gadis manis itu tak jadi marah melihat perubahan sobatnya itu.
"Temani aku ke toilet ya...Sepertinya aku mau nabung ni" Katanya lagi memegang perutnya yang mules.
"Sialan kamu Yul, Aku fikir ada apa nya" Diya kesal.
__ADS_1
"Gak ah...Kamu aja sendiri. Masa mau nyetor minta di temani" Katanya lagi.
"Please Diy...Kalau gak ada yang temani, aku jadi gak khusuk nyetor nya. Buruan dong...Gak tahan ni..." Diya menarik tangan sahabatnya. Diya mengalah.
*****
"Nah...Kau tunggu disini ya..."
"Eh....Emangnya aku bodyguard mu? Presiden aja beol nya gak ada yang nemani" Diya mengomel. Yuli tidak peduli. Sesampainya di pintu wc, ia langsung menyerbu kedalam. Diya masih kesal dengan sikap sahabatnya itu. Sementara menunggu, ia menyibukkan diri dengan membaca buku. Untung dia sempat menyambar buku pelajaran saat Yuli menyeretnya tadi.
Sedang asyiknya membolak-balik buku, tiba-tiba datang tiga orang gadis yang tidak dikenalinya.
"Hei...lo yang namanya Diya kan?" Sergah salah satu gadis yang mungkin bosnya berlaku kasar terhadap Diya. Diya kaget.
"Iya..." Jawabnya heran.
"Ada apa ya?"
"Ingat itu" Katanya lagi memetik jarinya meremehkan Diya yang masih terbengong tak mengerti.
"Ayo pergi" kata gadis itu lagi mengajak kedua temannya pergi.
"Ingat itu kalau lo gak mau celaka" Tambah temannya yang sedikit judes dengan gaya mengancam.
Diya mengerut keningnya. Gadis itu benar-benar tidak mengerti atas ancaman tiga gadis yang sok jagoan itu.
"Ada apa ya?" fikir nya.
Yuli keluar dari toilet sambil membetulkan roknya.
__ADS_1
"Ada apa sih Diy? Kok tadi kedengaran ada suara ribut-ribut?" Tanya nya.
"Gak ada apa-apa" Jawab Diya santai bersikap biasa saja seperti tidak terjadi apa-apa.
"Benar gak ada apa-apa?" Tanya Yuli lagi tidak percaya.
"Iya...Kok kamu cerewet banget sih?" Jawab dia ketus.
"Itu Kethrine kan?" Tanya Yuli bila melihat tiga orang gadis memandang sinis kearah mereka.
"Yang di tengah-tengah kan?" Tebak Diya langsung.
"Iya...Kamu sudah kenal ya?"
"Iya....Barusan aja kenal"
"Barusan?" Ulang Yuli.
"Iya"
"Kenapa?" Yuli penasaran.
"Gak ada apa-apa. Cuma pingin kenal aja"
"Yang benar"
"Iya...Cerewet banget sih" Diya sebal.
"Kenapa mereka sinis begitu sih melihat kita? Emang ada apa sih?" Tanya Yuli saat mata mereka beradu pandang.
__ADS_1