Kau, Aku Dan Kenangan Kita

Kau, Aku Dan Kenangan Kita
Kaget


__ADS_3

"Hari ini aku mumpung aku cuti kerja, aku akan pergi ke kantor Ivan. Aku mau kasih kejutan untuk dia. Pasti dia seneng aku datang" Ujar Virda berdandan cantik di depan kaca apartemen nya.


"Melihat aku cantik seperti ini, pasti Ivan akan terpesona. Dan dia akan kembali ke pelukan ku" Ujar nya lagi sambil menyisir rambutnya yang sedikit berantakan.


"Dan semoga saja gadis kampung itu tidak ada di sana. Semenjak kehadiran nya, waktu Ivan jadi terbagi. Harus nya Ivan menjadi milik ku. Terserah dia mau cinta pertama atau apa pun lah itu yang jelas Ivan hanya untuk ku. Milik ku." Kata gadis indobel itu penuh percaya diri.


"Udah, sekarang aku sudah cantik, sudah wangi juga. Aku akan berangkat sekarang. Ivan sayang tunggu aku datang yah" Ujar nya lagi sambil membayangkan kenangan indah saat Ivan menyambut nya datang ke kantor nya.


"Oh iya, sebelum itu, lebih baik aku membeli kue kesukaan Ivan. Biar nanti ketika kami sedang berdua di ruangan nya Ivan, kami bisa suap-suapan deh selayak nya pasangan" Tambah nya lagi tersenyum senang penuh dengan harapan


***


"Selamat pagi istri mu tersayang" Ujar Ivan lembut mengelus rambut Diya penuh dengan kehangatan.

__ADS_1


Diya berusaha membuka mata nya yang terasa sedikit berat karena masih mengantuk.


"Bangun, sudah jam berapa ini" Ujar Ivan lagi.


"Ivan, kamu ngapain di sini?" Ujar Diya sedikit kaget dan berusaha menutupi tubuh nya dengan selimut.


"Kamu sembarangan masuk ke kamar ku. Nanti jika ibu lihat bagaimana? Pasti dia pikir kita melakukan hal yang tidak-tidak" Celoteh nya lagi.


"Lo, kenapa Diy, ibu tidak akan marah jika kita melakukan hal yang bukan-bukan. Lagian kita sah kok melakukan hal itu" Jawab Ivan.


"Diya sayang, gimana sih kamu? Apa kamu lupa kalau kita sudah menikah? Kamu lupa jika sekarang aku sudah menjadi suami mu dan kamu menjadi istri ku" Jelas Ivan.


Seketika ingatan Diya kembali pada momen sakral yang mereka lalui bersama tempo hari.

__ADS_1


Diya tersenyum kecut ketika sudah mengingat momen itu. Maklum baru bangun tidur, nyawa nya belum menyambung dan masih nyangkut di pepohonan sekitaran rumah. Jadi belum bisa mengingat dengan benar bahwa sekarang dia sudah menjadi istri orang.


"Tadi malam, kamu tidur di mana?" Tanya Diya.


"Tidur di ranjang sama kamu" Jawab Ivan santai.


"Ha?" Diya kaget.


"Tapi kamu gak ngapa-ngapain aku kan?" Ujar Diya lagi.


"Kamu kenapa sih Diy, takut banget aku ngapa-ngapain. Lagian jika kita melakukan itu kamu juga pasti akan ketagihan" Ujar Ivan santai.


"Tapi kan, tapi" Jawab Diya terbata-bata.

__ADS_1


"Iya aku tahu kamu belum siap. Aku tidak akan memaksa mu kok Diy. Seperti yang ku bilang, aku akan melakukan itu ketika kamu sudah siap. Karena aku tidak mau memaksa mu, jika aku memaksa mu, nanti kamu nya yang akan trauma. Bukan nya nikmat jadi sakit lagi kamu nya" Jelas Ivan lagi.


Diya sedikit lega mendengar perkataan Ivan. Sejujurnya Diya tidak enak hati menolak, namun ya bagaimana Diya tidak ingin melakukan itu karena akat nikah secara hukum belum terlaksana dan acara resepsi nya pun masih beberapa minggu lagi. Setelah itu selesai, maka Diya akan pasrah Ivan melakukan hal itu kepada nya.


__ADS_2