
Tiba lah hari yang sangat bersejarah bagi Yuli di mana hari ini dia akan bergelar sebagai seorang istri.
Dengan satu tarikan napas nya, Zaki mampu melapaskan ijab kabul nya dengan Yuli dengan lancar.
Semua tamu undangan hadir memberikan selamat kepada kedua mempelai.
Tak ketinggalan Diya dan Ivan. Ferdi serta Sonia pun ikut hadir di acara itu.
Ferdi memperkenal kan dan memperlihat kan berbagai tempat nya bermain semasa kecil kepada putra sulung nya Junior.
Sedang asyik-asyik nya menikmati acara, tiba-tiba Diya merasa pusing. Diya memegang kepala nya yang terasa berat.
"Diy, kamu kenapa?" Tanya Ivan melihat sang istri berwajah pucat seperti itu.
"Gak tahu ni, tiba-tiba kepala ku pusing" Ujar nya lagi.
"Ya sudah jika begitu kita istirahat saja di rumah ya" Ajak Ivan.
"Buk, kami pulang dulu ya, tiba-tiba Diya merasa pusing" U
Bisik Ivan di telinga mertua nya.
"Diya pusing? Ya sudah ibu ikut pulang juga ya. Sebentar ibu pamitan dulu dengan Rahayu dan Joko" Ujar Mirna.
***
"Pelan-pelan Diy" Ujar Ivan membantu istri nya untuk berbaring di tempat tidur nya.
"Aduh bu, kenapa aku tiba-tiba pusing seperti ini? Akhir-akhir ini aku merasa gak enak badan buk. Mual-mual mulu rasa nya. Hanya saja bisa di tahan dan gak sekuat seperti sekarang rasanya. Tapi ini kok semakin kuat ya?" Ujar Diya.
"Mungkin aku masuk angin atau kecapean kali ya buk?" Tambah nya lagi.
"Apa mungkin kamu lagi berisi?" Tebak Mirna.
__ADS_1
"Berisi apa sih buk masud nya?" Tanya Ivan tidak. Mengerti.
"Hamil maksud nya. Kamu sudah periksa belom?" Tanya Mirna.
"Hamil? Belum periksa sih buk" Ujar Diya lagi.
"Halangan kamu bagaimana?"
"Emang bulan ini aku belum datang bulan sih buk. Soal nya tamu bulanan ku gak teratur" Ujar Diya lagi.
"Ya sudah, Van lebih baik kamu bawa istri kamu periksa sana. Siapa tahu ada rejeki di dalam rahim nya" Ujar Mirna lagi tampak senang.
"Iya buk" Ujar Ivan.
"Ayo sayang kita pergi periksa ke klinik"
Mereka pun pergi memeriksa keadaan Diya di klinik yang ada di desa itu.
***
"Hamil? Istri saya hamil buk bidan?" Ulang Ivan tampak tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.
"Iya pak, selamat ya"
"Alhamdulillah, terima kasih sayang. Akhirnya kita telah berhasil menjadi calon seorang bapak dan ibu" Ujar Ivan senang memeluk istri tercinta nya.
"Iya sayang. Alhamdulillah Allah telah mempercayai kita dengan menitip seorang malaikat di dalam rahim ku" Ujar Diya mengelus lembut perut nya.
"Buk, harap kandungan nya di jaga ya. Jangan terlalu capek, dan mengangkat yang berat-berat. Usia kehamilan nya masih sangat muda Dan masih rentan jadi harap di perhatikan dan di jaga ya" Jelas bidan itu lagi.
"Baik buk, pasti, pasti akan kami jaga dengan baik" Ujar Ivan.
"Ini, obat vitamin dan penambah darah nya ya buk. Apa masih ada keluhan lain?"
__ADS_1
"Untuk saat ini sih belum ada ya buk, hanya merasa gak enak badan dan mual biasa saja. Tapi gak terlalu parah sih" Ujar Diya lagi.
"Iya sudah, nanti jika mual nya parah, akan saya kasih obat untuk mual nya ya. Untuk saat ini ibu rutin saja minum obat Vitamin dan penambah darah nya" Jelas bidan itu lagi.
"Baik, terima kasih ya buk" Ujar kedua pasangan suami istri itu lalu pergi dari klinik itu.
***
"Diy, Van bagaimana hasil nya?"
"Alhamdulillah buk, Diya hamil" Ujar Ivan dengan sangat senang.
"Alhamdulillah, akhir nya ibu akan menjadi seorang nenek" Ucap Mirna penuh dengan rasa bersyukur.
"Iya sudah, kamu istirahat saja di kamar dulu ya. Oh ya kamu mau makan apa? Biar aku cariin" Ujar Ivan lagi.
"Hmm" Diya tampak berpikir.
"Untuk saat ini sih, aku belum kepingin makan apa-apa sih" Ujar Diya.
"Ya sudah kamu istirahat saja. Nanti jika kepengen sesuatu, bilang saja sama aku. Aku akan memenuhi semua yang kamu mau" Jawab Ivan mantap.
***
"Vir, Ini adalah perusahaan yang aku beli untuk kamu dan anak kita. Aku harap kamu bisa mengelola perusahaan ini dengan baik. Lima puluh persen saham nya sudah di atas nama kan kamu" Jelas Bram memberikan sebuah dokumen saham perusahaan yang ia beli untuk Virda
"Sayang terima kasih banyak atas kebaikan kamu untuk ku dan anak kita. Aku sangat bersyukur karena kamu memikirkan masa depan aku dan anak kita" Ujar Virda senang.
***
Selama masa kehamilan Diya selalu di manja dan di jaga dengan baik oleh Mirna dan Ivan. Hingga persalinan itu tiba. Diya telah melahirkan seorang anak laki-laki yang sehat dan juga tampan sama seperti ayah nya. Dan anak itu di beri nama Azka Raffasya Putra.
Kebahagiaan terpancar dari keluarga kecil mereka begitu pun dengan Herman dan Ajeng, sangat bahagia mendapatkan cucu laki-laki yang sangat mereka dambakan karena anak itu kelak akan menjadi penerus garis keturunan mereka.
__ADS_1