Kau, Aku Dan Kenangan Kita

Kau, Aku Dan Kenangan Kita
Mengaku


__ADS_3

"Bagus, bearti lo mengaku kesalahan lo dan harus berani bertanggung jawab"


"Tapi Fer.....Gue..." Tio tidak jadi meneruskan kata-katanya karena pak Siombing keburu datang bersama Kethrine yang pucat.


"Ada apa ini?" Tegur pak Siombing sedikit kaget melihat kedua murid didiknya berantakan.


"Gak ada apa-apa pak" Jawab Ferdi melepaskan kerah baju Tio yang sempat ia tarik.


"Kalian ikut bapak ke kantor. Kamu juga" Kata pak Siombing kepada Kethrine yang gelisah.


*****


"Bapak benar-benar tidak menyangka kalau kalian bisa melakukan tindakan bodoh itu" Kata kepala sekolah marah.


"Tapi pak, dia tidak punya bukti untuk menuduh kami pak" Bola mata Kethrine menjeling ke Ferdi.


"Oh.....Jadi apa yang gue dengar barusan itu belum cukup?" Geram Ferdi menantang.


"Itu tidak bisa membuktikan jika kami bersalah"


"Lo jangan mengelak lagi Keth. Gue sudah tahu siapa lo sebenarnya"


"Apa? Siapa gue? Itu sekarang tidak penting. Sekarang yang penting lo tidak punya bukti untuk menuduh kami sembarangan" Tantang Kethrine mencibir.

__ADS_1


"Lo..."


"Sudah...Sudah jangan bertengkar lagi" Cegah kepala sekolah melerai.


"Tio, apakah benar apa yang dikatakan Ferdi barusan?" Tanya kepala sekolah kepada Tio yang dari tadi gelisah.


"Hmmm......mmm" Tio tergagap. Ia jadi bingung.


"Bilang Yo...Kalau kita tidak melakukannya" Timpal Kethrine dengan nada mengancam.


"Lo harus mengaku Yo, kalau lo benar sobat gue"


"Jangan Yo"


"Sebenarnya pak...Sebenarnya...Sa...Saya...,"


"Ngomong Yo...Jangan takut. Gue selalu mendukung lo" Seru Ferdi.


"Iya...Iya pak...Apa yang dikatakan Ferdi barusan benar adanya pak" Kata Tio akhirnya mantap.


"Tio...Lo..." Kethrine geram, ia benar-benar tidak percaya kalau Tio mengakui semuanya dan menghianatinya.


"Lo kejam Yo...Gue benci lo....Benci..." teriak Kethrine memukul Tio dengan kedua tangannya.

__ADS_1


"Maafkan gue Keth," Ujar Tio pelan.


"Gue harus mengakuinya karena itu menyangkut harga diri dan nama baik seseorang" Tambahnya lagi membiarkan Kethrine melempiaskan kemarahannya.


"Gue...Benci...Lo...Penghianat...." Teriak Kethrine geram.


"Sudah...Bapak tidak menyangka jika kalian sanggup melakukan perbuatan yang tidak terpuji seperti itu. Bapak benar-benar kecewa dengan sikap kalian. Mulai sekarang Kethrine dan Tio bapak skors 1 bulan" Kata kepala sekolah dengan tegas. Tio dan Kethrine sama-sama kaget dan tidak menyangka jika hukuman dari kepala sekolah seberat itu.


"Tapi pak...Saya..."


"Jangan mau menambah lagi. Kalian berdua sudah banyak membuat kesalahan. Keputusan bapak tidak boleh diganggu gugat lagi sesuai dengan perjanjian kalian. Sekarang kalian boleh keluar" Kethrine buru-buru keluar dengan ketus. Sedangkan Tio tampak sedih dengan keputusan kepala sekolah tadi.


"Maafkan gue Yo..." Ucap Ferdi prihatin.


"Gak apa-apa Fer...Mungkin ini lah jalan terbaik untuk menebus semua kesalahan gue. Gue ikhlas menerimanya"


"Makasih Yo...Lo memang teman yang baik" Kata Ferdi lagi merangkul leher pemuda itu beriringan. Tio mengangguk.


*****


"Ada apa kak? Kok Tio kelihatan sedih?" Tanya Diya saat Ferdi menemuinya.


"Semua sudah berakhir. Tio dan Kethrine lah yang melakukannya untuk mencemarkan nama baik keluargamu"

__ADS_1


"Apa? Tio? Aku gak percaya" Diya kaget. Gadis itu tidak menyangka kalau Tio yang periang dan kalem itu bisa melakukan hal seperti itu.


__ADS_2