Kau, Aku Dan Kenangan Kita

Kau, Aku Dan Kenangan Kita
Menentang


__ADS_3

"Tidak ma....Ferdi tidak setuju dengan hubungan ini. Kalau mama memaksa, Oke, Ferdi akan tinggalkan pesta ini bahkan rumah ini juga" Ujar pemuda itu meninggalkan mamanya yang tidak menyangka jika Ferdi tega memalukan nama baiknya.


"Ayo Diy, kita pergi dari sini" Ajaknya lagi menarik tangan gadis itu, Diya terperangah. Gadis itu tidak mengerti, kejadian nya begitu cepat sehingga ia tidak sempat berfikir.


Mira kaget dan sadar.


"Ferdi....Ferdi...." Teriak Mira sambil mengejar. Tapi terlambat, pemuda itu sudah melaju dengan sepeda motor milik nya. Agus datang menghampiri istrinya.


"Sudah lah ma....Ntar dia juga kembali" Hibur Agus menyentuh bahu istrinya yang mulai menangis.


Mira tidak dapat menahan malu di antara para tamunya. Ia pun berlari masuk kekamar nya mengurung diri. Agus kaget begitu juga dengan tamu-tamu yang hadir. Mereka saling pandang.

__ADS_1


"Maaf" Katanya pada para tamu.


"Acara kita lanjutkan. Silahkan menikmati menunya" Ujarnya sok bersikap ramah. Padahal hati dan perasaannya begitu cemas atas kejadian yang baru saja terjadi.


Setelah tamu-tamunya sibuk dengan urusan nya masing-masing, barulah Agus masuk ke kamar di mana istrinya sedang menangis menyesali apa yang terjadi. Wanita paruh baya itu tidak menyangka kalau Ferdi anak satu-satu nya berani melawan dan membuat dirinya malu di depan para tamu-tamu penting di desa Sejangat itu.


Agus duduk di samping Mira yang tertunduk sedih. Setelah lama menangis dan merenungi barulah Mira berujar.


"Mama tidak menyangka, kalau Ferdi berani membantah apa yang kita katakan pa. Dia sanggup membuat mama begitu terhina di depan para tamu kita" Kata Mira di sela isak tangis nya.


"Sudah lah ma...Sudah....Semua telah terjadi. Kita harus sabar dan tabah menghadapi semua ini" Kata Agus menasehati.

__ADS_1


"Mama kan tahu gimana Ferdi. Anak itu benar-benar keras kepala. Besok atau lusa, dia pasti akan kembali dan meminta maaf atas apa yang tejadi"


"Tapi pa....Dia sudah membuat mama malu pa..."Mira melepaskan pelukan nya dan menatap wajah lelaki yang ada di hadapan nya meminta agar suaminya mengerti perasaan nya saat ini.


"Iya...Iya...Papa ngerti...Kasih dia kesempatan untuk berpikir atas apa yang telah ia lakukan kepada kita orang tua nya" Kata Agus lagi.


"Lagian mama juga sih, kenapa tidak memberi tahu Ferdi terlebih dahulu jika mama telah menetapkan hari pertunangan nya. Yah....Mungkin dia kaget, tidak siap menerima semua ini. Dan bukan kah mama sudah tahu kalau Ferdi sudah mempunyai pacar. Mana mungkin dia mau di jodohkan begitu saja"


"Tapi mama tidak setuju kalau Ferdi anak kita satu-satunya berhubungan dengan gadis kampung itu pa..." Ujar Mira sedikit emosi yang tidak tahu asal usulnya. Agus diam.


Lelaki itu menarik nafas dan di hembusnya kuat-kuat seperti ingin melepaskan beban fikiran nya saat itu.

__ADS_1


*****


Sementara itu, Ferdi dan Diya melaju dengan sepeda motor milik nya. Di dalam perjalanan mereka tidak banyak berbicara. Diya tidak tahu kemana tujuan nya saat ini. Gadis itu pasrah mengikuti kemana pemuda itu membawanya.


__ADS_2