
Sangat lah indah. Diya yakin sekali jika Ferdi akan kembali kepadanya.
"Kamu melamun lagi ya?" Kejut Ivan membuat Diya jadi salah tingkah.
"Maaf jika aku telah membuat mu bertanya" Jawab gadis itu dengan memaksa tersenyum.
"Gak apa-apa kok" Sahut Ivan.
"Aku hanya kawatir sama kamu. Jangan banyak melamun, ntar kesambet jadi repot deh" Kata pemuda berkaca mata itu.
Diya tersenyum membalasnya.
"Jika kamu benar-benar merindui ibumu kenapa kamu tidak telfon saja. Yah....Setidak nya dengan mendengar suaranya, rasa rindumu akan terobati"
"Ya....Nanti malam aja supaya bisa lama ngobrol sama ibu" Sahut Diya. Ivan membelokkan mobilnya di sebuah Restourant yang cukup terkenal di ibu kota provinsi itu. Setelah memarkirkan mobilnya, mereka pun keluar.
*****
"Ayo masuk" Ajak pemuda itu melihat gadis itu tidak bergeming dari tempatnya saat turun dari mobil tadi.
"Ya..." Jawab Diya mengikuti langkah pemuda itu.
__ADS_1
"Ini adalah Restourant favorit ku. Selain masakan nya enak, tempatnya juga adem seperti di desa dengan pemandangan diluar sana. Yah...Sungguh menenangkan" Kata Ivan mencari tempat duduk di pojok ruangan itu agar dia leluasa memandang pemandangan di luar sana.
"Sangat indah" Sahut Diya tersenyum memandang keluar dari balik cermin Restourant itu. Walau tempat nya di ibu kota, tapi rasanya seperti di desa dengan pemandangan hijau yang terpampang nun jauh disana seluas mata memandang membuat fikiran jadi tenang.
"Kamu suka?" Tanya Ivan.
Diya mengangguk.
"Sungguh indah, adem" Jawab nya tidak mengalihkan perhatiannya diluar sana.
Ivan tersenyum menatap gadis itu. Perasaan yang dulu ia pendam muncul tiba-tiba. Ada keinginan kembali merajut kasih bersama gadis itu.
Ivan menarik nafas panjang lalu di hembuskan nya kuat-kuat untuk mengusir perasaan yang tidak menyenangkan dihatinya.
Pelayan Restouran datang untuk menanyakan menu apa yang di pesan oleh pelanggan nya.
"Kamu mau pesan makanan apa Diy" Tanya Ivan.
"Terserah kamu aja. Kamu yang lebih tahu makanan apa yang terfavorit di Restourant ini"
"Kalau begitu baiklah. Aku akan memesan makanan favorit ku. Aku harap kamu akan menyukainya" Jawab Ivan.
__ADS_1
Setelah pelayan mencatat makanan yang mereka pesan dan pergi dari situ, Ivan kembali menatap gadis yang ada di hadapan nya.
Diya jadi salah tingkah.
"Kenapa kamu menatapku seperti itu?" Ivan tidak langsung menjawab melainkan tersenyum.
"Gak ada apa-apa. Aku hanya senang bisa bertemu dengan mu kembali. Sudah sekian lama aku mencari dan menghubungi mu lagi. Tapi...Yah...Sepertinya aku selalu gagal. Kamu masih ingatkan, ponsel yang aku berikan ke kamu" Diya kaget.
"Ponsel?" Katanya pelan.
"Iya...Waktu kamu mau pulang, aku memberikan hadiah sama kamu. Ingatkan?" Tanya Ivan antusias.
Diya mengangguk pelan.
"Maaf aku tidak bisa menjaga pemberian mu dengan baik. Waktu aku pulang, ponselnya tinggal di bus dan hilang entah kemana" Jawab Diya beralasan. Padahal waktu itu ponselnya telah di buang oleh Ferdi saat Ivan menghubunginya.
"Aku sudah berusaha mencarinya. Tapi gak ketemu...Mungkin sudah di ambil orang"
"Mungkin juga" Sahut Ivan.
"Saat aku menelefon, malah orang lain yang menjawab" Diya kaget.
__ADS_1