Kehidupan Kedua Sang Putri

Kehidupan Kedua Sang Putri
Posesif turun temurun


__ADS_3

...^HAPPY READING^...


Sesampai di kediaman WU, Taksa mengandeng tangan sang istri masuk ke dalam kediaman WU, merasakan tangan sang istri berkeringat dingin, Taksa mengelus tangan itu "Kau Jangan gugup sayang kedua orang tuaku tak mungkin memakan menantunya," ucap Taksa sedikit menghibur sang istri yang lagi gugup.


"Kau tak tau rasanya, meski aku manusia terkejam di bumi ini, jika menyangkut restu orang tua dari pasangan aku, aku juga bisa merasakan yang namanya gugup". Ucap Qiana mengomel pada sang suami.


Sesampainya di ruangan tamu sudah ada pasangan suami istri yang sangat mesra padahal sudah tak muda lagi.


"Kalian sudah pulang sayang" kata wanita berusia 50 tahun yang awet muda dengan wajah khas bulenya. dengan nada lemah lembut ke ibu ibuan.


"Sayang jangan memandang laki-laki lain seperti itu," ucap ayah Taksa dengan memeluk pinggang ramping sang istri


"Cih... Mulai lagi.... dasar suami posesif" ucap Taksa dengan bersungut-sungut.


"Sayang jangan seperti itu, dia putra kita, kau tak malu Tah dengan menantu cantik kita" tegur wanita itu dengan lembut pada sang suaminya.


"Baiklah ... untuk hari ini aku berikan toleransi untuk kau melepas rindu dengan berandal nakal ini... sungguh nasibnya sangat beruntung mendapatkan seorang istri yang sangat cantik" kata ayah Taksa sambil memuji menantu nya.


"Hey... kenapa kau memuji istriku, ayah kan sudah punya wanita sendiri, cukup aku seorang yang boleh memujinya cantik yang cantik ini" Taksa merasakan seperti kebakaran jenggot melihat istrinya di puji laki-laki lain


"Cih ayah sama anak sama saja, dia malah mengejek keposesipan ayahnya terhadap ibunya, dasar suami tak pernah mengaca dirinya sendiri" kata hati Qiana, sekarang Qiana baru tau sumber keposesipan suaminya dari siapa lagi jika bukan dari ayah mertuanya.


"Dasar suami posesif" ejek sang ayah.


"Dan ayah kakek kakek posesif" balas Taksa mengejek.


"apa kamu bilang kakek kakek... belum tau dia kekuatan kakek kakek ini dalam bercinta,. lihat ibumu itu sampai nempel se lengket lem tikus dan tikusnya." ucap sang ayah yang membanggakan keperkasaannya.


"Cih... usia ayah yang sudah 55 tahun itu aku yakin 3 menit barang antik ayah masuk terowongan sudah mabuk darat dan muntah kemana-mana, sebab aku yakin kepala milik ayah butuh kaca mata untuk mencari di mana lobang terowongan milik mama berada" ucap Taksa.


"kau meremehkan ku rupanya anak muda, sebenarnya kau yang harus di pertanyakan sekarang disini," kata sang ayah.


"Tanyakan apapun yang ingin ayah tanyakan, aku akan memberi rekomendasi gaya apa dan bagaimana untuk menambah stamina dan lamanya main dia atas ranjang ayah tidak akan kecewa jika menanyakan kepadaku yang pemain handal ini" Taksa dengan pede membangkang keahlian nya di atas ranjang dengan sang ayah.


"Bukan itu yang aku tanyakan, sebab aku senior dalam urusan ranjang, kau lupa dari mana kau tercipta jika bukan dari usaha ayahmu ini yang berusaha siang dan malam, bahkan beberapa purnama ayah lewatkan hanya untuk mencetak anak antik sepertimu ini" ucap sang ayah dengan gamblang.


"cih di kira barang antik apa gue... dasar ayah laknat ... apa yg ayah ingin tanyakan kepadaku?, jika masalah kemarin aku minta maaf sama ayah, kemarin aku syok takut terjadi apa-apa sama si kakek, dan aku lupa menelpon ayah Kemabli." ucap Taksa dengan nada penyesalan, ia meski sering ribut dengan sang ayah karena berebut perhatian mamanya dulu semenjak masih kecil tapi sekarang Taksa merasakan apa yang ayahnya rasakan.


"Paku mu masih bisa dipakai tidak Taksa, soalnya dari yang ayah perhatian selama ini kamu tak pernah menggunakan barang antik mu itu untuk menaklukkan gua gua di luar sana, ayah hanya takut menantu ayah terkena penyakit tetanus akibat ulah paku mu yang karatan akibat Selama 28 tahun ini kau menjadi perjaka tingting, perlu kau ketahui ayah seusia mu dulu sudah memiliki kamu di perut mamamu"


"Cih si jeri bukan murahan ya yah,,, dulu ayah sebelum menikah dengan mama, aku tau kok jika ayah adalah seorang Casanova cap cicak yang selalu nempel jika lihat yang bening-bening, jeri ku adalah peliharaan paling pemilih, jika gak bersegel ia gak mau masuk sebab ia sudah bilang sama aku jika ia tak berselera... lihat istriku yang cantik itu menempel kayak lem tikus kepadaku, jika bukan karena ajian pemikat milik Jeri mangkanya istriku yang spesial itu mau menikah dengan ku." si Taksa

__ADS_1


"cihh... baiklah baiklah si Jery anak teladan" ayah Taksa mengalah sebab aibnya sudah dibuka oleh putra laknatnya itu.


"Yah sepertinya istrimu mencuri istriku" ucap Taksa.


"Istrimu yang menculik istriku, kita tadi boleh ribut ayo kita pisahkan mereka, nanti kita akan di anggurin oleh pasangan kita masing-masing" ucap sang ayah , untuk saat ini mereka kompak untuk membawa istri istri mereka pergi ke markas masing-masing.


*


*


*


~ Flashback pada saat Taksa berdebat dengan sang ayah , Qiana menikmati suasana pendekatan antara ibu mertua dan menantu.


Wanita yang merupakan ibu dari Taksa itu melambaikan tangan nya agar Qiana mendekat sebab saat ini ibu dari suaminya itu belum bisa berjalan.


Tangan mama Taksa membelai pipi Qiana... "Sayang mohon maafkan Taksa jika dia memiliki sifat dominan terhadap mu, beginilah penyakit posesif para laki-laki di keluarga WU ini bak mendarah daging penyakit posesif itu menjadi ciri kas laki-laki di keluarga Wu,"


"Qiana mencintai anak mama yang memiliki sifat seperti ini ma, Qiana menerima semua yang ada pada diri suamiku itu" ucap Qiana membalas perkataan sang ibu mertua.


"Ayah anak itu memiliki sifat yang sama yaitu bak musuh bebuyutan jika menyangkut perhatian mama, tetapi semenjak kejadian tragedi penculikan yang di alami suami, mama sudah tak pernah melihat sifatnya yang ini, terimaksih sayang" ucap mama Taksa,


"dan maaf jika kau melihat pemandangan ayah dan anak seperti kucing dan tikus tapi yakinlah jika mereka saling menyayangi layaknya anak dah ayah pada umumnya, hanya tingkah nya yang ajaib saja yang harus kita maklumi.


Qiana yang mendengar cerita mama Taksa tak tahan jika tak tertawa "hahahaha... sungguh konyol nyonya" ucap Qiana.


Ibu Taksa mengambil tangan Qiana lalu memasangkan gelang giok berwarna hijau yang sangat indah kerangan Qiana."Jangan kau panggil nyonya sayang, sekarang kau adalah istri Taksa, panggilah aku mama seperti berandal itu memanggilku"


"baiklah mama, gelang ini sangat berharga , rasanya aku tak pantas memakainya" Qiana meliahat gelang giok itu berwarna hijau berkilau, ia tau jika gelang itu satu di dunia ini.


"tangan mu indah sayang memakai gelang itu, dan gelang itu sudah aku persiapkan untuk mu ketika aku mendengar putraku menikah, maafkan mama sayang pernikahan kalian sekali dalam seumur hidup, dan mama bahkan tak menyambut mu pada hari pernikahan kalian, dan rasanya mama sedih sebab kita hanya memiliki satu keturunan tapi tak menggelar upacara pernikahan layaknya pengantin pada umumnya... si brandal itu perlu di hajar pantatnya" ucap mama Taksa.


"Tidak apa-apa ma.. Qiana lah yang menunda pesta perayaan pernikahan kita, sebab saat ini Qiana ingin merasakan hubungan normal tanpa di sorot awak media, mama kan tau anak mama terkenal nya seperti apa, dan status ku hanya seorang janda yang mendapat kan seorang pangeran akan merasakan sorotan dan pertanyaan warga" ucap Qiana dengan nada sedih, sedikit merasa bersalah karena ia tak bisa memberi tahu rahasia tentangnya kepada siapapun.


Ibu Taksa yang sudah mendengar semua cerita tentang anak menantunya dari mertua nya lagi-lagi merasakan yang namanya empati, "sungguh gadis yang malang, meski kau seorang janda tapi putraku mendapatkan seorang berlian" kata hati mama Taksa.


"kami menerima mu apa adanya, mama dalam waktu cepat ini kau sudah siap untuk diperkenalkan kepada dunia jika putra kami sangat beruntung mendapatkan seorang gadis hebat seperti mu sayang" ucap mama Taksa tulus, mama Taksa lalu membawa Qiana kedalam pelukannya.


Tiba-tiba kedua suami wanita cantik itu menghampiri mereka , "saatnya kita istirahat sayang" dua orang laki-laki gagah itu dengan sigap mengangkat istri mereka lalu memasuki markas mereka masing-masing.


*

__ADS_1


*


*


Keesokan harinya dua wanita cantik sedang bersiap-siap untuk shoping di Mall, untuk menikmati waktu berdua.


banyak drama yang kedua wanita lalui sebelum berangkat ke Mall sedari tadi, dengan banyak usaha dan perasaan sabar akhirnya ke dua orang itu lepas dari para pawang mereka.


Maka disini lah mereka saat ini berada di Mall untuk cuci mata, didampingi 6 bodyguard sesuai kesepakatan akhir mereka tadi.


saat ini ke dua nyonya WU itu menikmati acara belanjanya tanpa di ikuti suami suami mereka, saat ini mereka berada di butik Kusus baju dalam, tiba-tiba, seseorang datang menyapa dua wanita yang memilih pakaian dalam.


"Butik terkenal akan barang branded nya sekarang turun derajat karna di masuki oleh wanita miskin seperti orang ini" seseorang itu menunjuk wajah Qiana yang tak memperhatikan kedatangan orang di masa lalunya itu.


" siapakah orang itu ya?"


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


^jangan lupa like , komentar nya serta Vote nya ya kakak kakak ... nih Liana kasik satu tambahan chapter...


siapa yang minta nambah lagi?^

__ADS_1


^^^~To be continued^^^


__ADS_2