Kehidupan Kedua Sang Putri

Kehidupan Kedua Sang Putri
gadis kecil & 2 harimau


__ADS_3

...^HAPPY READING^...


Kedua kaki kecil itu berjalan tegas dengan langkah perlahan takut membuat ketakutan bagi binatang yang di dekati


Disaat dia sampai di sumber suara binatang tersebut kedua mata cantik Qiana terpesona pada pemandangan yang dia lihat, yang dia lihat seekor anak harimau berbulu putih salju berusaha menyerang gadis kecil.


Jika dilihat dari fisik usia gadis kecil itu sekitar umur 13/14 tahun entah sedang apa berkeliaran di hutan besar ini,


Qiana melihat kalau harimau itu sangat marah, Qiana langsung berlari mendekati tempat gadis kecil itu yang sedang menangis ketakutan.


"Hah ada apa ini? Kenapa aku bisa mengerti bahasa hewan dan bisa membaca pikiran orang, rupanya setelah hidup kembali aku diberikan kemampuan ini, baguslah jika aku merekrut anak buah, aku akan tau yang mana musuh dan yang mana kawan" Qiana.


Rupanya harimau itu mengira bahwa gadis kecil itu yang menaruh perangkap untuk memburu di sekitar sini, sebab saat ini kaki saudaranya terjerat kawat milik pemburu, dan diwaktu bersamaan gadis kecil itulah yang lewat di sekitar temapat kejadian.


"Hay harimau,, gadis itu bukan pemburu, dia hanya mencari makanan di tempat ini, bukan dia yang membuat perangkap itu, aku akan membantumu melepaskan saudaramu, kamu tak usah ragu aku tak akan menyakitimu, aku hanya mau menolong" ucap Qiana.


Setelah mendengar kata-kata Qiana harimau itu terdiam, lalu harimau itu berjalan selama 10 meter dari tempat itu , Disana nampaknya seekor lagi anak harimau berwana coklat hitam tengah kesakitan. Qiana dan gadis kecil itu mendekati harimau yang sedang kesakitan.


"Pantas saja suara harimau ini sampai terdengar di ditelinga ku, sebab mereka ada dua ekor anak harimau yang menggemaskan, aku sangat ingin mengendong dua bayi harimau ini" ucap Qiana dalam hati.


"Harimau dimana orang tua mu, tidak baik bayi sperti kalian berkeliaran sendiri, kau tidak tau kah jika diluar sana banyak bahanya yang akan membahayakan mu?" sambil melepaskan Kaki harimau yang tersangkut.


"Ohh rupanya orang tua mu ditangkap pemburu, kasian, kalian berdua binatang imut harus mersakan menjadi yatim piatu... hehehehe" Qiana mengelus kepala kedua hewan itu bergantian.


Setelah melepaskan kaki harimau itu, lalu Qiana mengambil obat yang ia racik kemarin untuk lukanya dari dalam tas, lalu mengoleskan kepada kaki harimau yang terluka, karena dari tadi perhatiannya tertuju pada harimau, iya sampai lupa dengan keberadaan gadis kecil yang sedari tadi mengikutinya dengan jarak yang cukup jauh.


"Hay gadis kecil aku sampai melupakan mu, dimanakah orang tua mu, tidak baik anak kecil sendiri berkeliaran di hutan sendiri". Kata Qiana tegas


"Kakak namaku Aruna, jangan panggil gadis kecil, apakah kakak Dewi hutan?" Tanya Aruna polos


"Kenapa kau menanyakan aku seorang Dewi, aku adalah manusia dan namaku Qiana" tanya Qiana


"Karena kakak cantik sekali, seperti peri yang datang sebagai penolong dan kakak ada dihutan,hehhehehe.... ohhhh astaga aku sampai melupakan kakakku, cukup lama aku meninggalkannya", Panik Aruna.


"Kenapa bukan kakak mu yang mencari makanan, karena dihutan banyak hewan buas dan ular, bahaya untuk mu Aruna"


"Kakakku sedang terluka parah kakak cantik, bisakah kau menolongnya seperti menolong harimau itu, aku mohon , didunia ini aku cuma memiliki kakakku" tangis aruna

__ADS_1


"Baiklah bawalah aku ketempat kakakmu" Menyanggupi permintaan Aruna.


"Dan kenapa kalian mengikuti ku dari tadi, apakah kau mau ikut denganku ?" tanya Qiana sebab dua ekor harimau itu mengikuti Qiana dan mengelus tubuh mereka dikakinya.


"Oh baiklah kalou kalian ingin ikut denganku, aku akan memberi nama pada kalian, untuk yang betina ( warna putih) aku akan memberi nama Zora, dan untukmu yang jantan ( warna coklat hitam ) aku akan memberi nama Zeta." Kata Qiana


Lalu dua harimau itu melolong dan menggesekkan tubuhnya pertanda menyukai namanya.


...* * * *...


Di sebuah gubuk tak terpakai ada orang laki-laki muda usianya sekitar 27 tahun sedang tertidur dengan luka menganga di lengan dan kakinya.


"Kakak kakak aku kembali!!" ucap Aruna


"Aruna kau kah itu, kakak menghawatirkan mu, kau kemana saja, diluar masih bahaya untuk kita, kau Jagan jauh-jauh pergi dari jangkauan kakak" kata kakak Aruna


"Kakak aku membawa seseorang yang akan menolong mu, setelah kau sembuh kita akan pergi dari sini". Ungkap Aruna.


Lalu mata laki-laki itu melihat kedatangan seorang gadis cantik yang mengikuti adiknya, lalu dia bangun segera dengan posisi waspada karena dia takut gadis itu suruhan pamannya.


"Siapa nona, sedang apa nona datang ketempat ini??" Tanya kakak Aruna dengan waspada.


"Kakak jangan takut, kakak ini bukan suruhan paman, dia yang telah menyelamatkanku dari serangan harimau", Aruna menjelaskan kepada kakaknya.


"Maafkan saya nona atas ke tidak kesopanan saya tadi, karena saat ini saya dikejar seseorang yang menginginkan kematian ku dan adikku, nama saya Rafael " sesal kakak aruna.


Lalu rafael dikagetkan oleh 2 ekor harimau di sebelah kaki Qiana.


"Nona awas ada harimau di sebelah anda" kata rafael dengan ketakutan.


"Kau tak usah takut , mereka ada milikku, namanya Zora dan Zeta, mereka tidak akan melukaimu, jika kau berusaha melukaiku maka mereka akan membunuh mu, Zora, Zeta duduklah jangan membuat nya takut" kata Qiana.


Mendengar perintah nonanya mereka duduk bagaikan kucing yang minta perhatian sang pemiliknya, kepala mereka di taruk di pangkuan Qiana sambil berbincang dengan Rafael.


"GLUK"... Rafael menelan air liurnya, bulu kudukku nya berdiri, "Aku tidak boleh menyinggung nona, karena aura nona sangat bahaya, harimau saja diperlakukan seperti kucing, meski itu anak harimau besarnya seperti anjing saja, tapi mereka tetep ganas" ungkap Rafael dalam hati.


"Namaku Qiana Clarisa Lavina, kau bisa memanggilku Qiana, jika aku lihat dari tutur kata kalian aku bisa menebak kalau kalian anak dari seorang bangsawan" Kata Qiana.

__ADS_1


"Benar kami anak dari pemimpin Kota A terdahulu, kedua orang tua kami telah tiada dibunuh oleh paman kami, aku terluka karena melindungi adikku, karena aku sudah berjanji kepada orang tua kami untuk melindungi adikku, sehingga aku lari sampai ke tempat ini dengan luka-luka ini nona". jawab Rafael dengan amarah yang yang meluap luap.


"Baiklah aku akan menolong mu dan memberikan tempat tinggal kalian asalkan kau mau setia kepadaku, kau akan menjadi bayanganku, jadilah tangan kananku, aku akan melatihmu dalam berbagai bidang ilmu beladiri serta bisnis, maka akan aku bantu kau membalas pamanmu itu" tegas Qiana.


"Aku lihat laki-laki ini punya potensi besar dalam berbisnis dengan otak cerdasnya, aku akan membuat dia menjadi salah satu ke percayaanku kelak". Kata hati Qiana


"Baiklah apapun itu saya terima syarat yang nona berikan kepadaku", kata Rafael mantap.


Setelah Rafael menyetujui permintaan Qiana, Qiana langsung mengobati luka" pada tubuh Rafael hingga sembuh, baru melanjutkan perjalanan keluar dari hutan itu.


.


.


.


.


.


.


^^^~To be continued^^^


Terimakasih atas dukungan kalian di karya receh emak Liana 🙏🙏🙏


Jangan lupa


Like👍


komentar🗣️


Hadiah🎁🌹☕


Vote 🔥


Bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐ di reating pojok popularitas karya ini.

__ADS_1


Favorit ♥️ agar kalian mendapatkan notifikasi update karya ini


__ADS_2