
...* * * * * * * ^•^* * * * * * *...
...~•^HAPPY READING^•~...
...* * * * * * * ^•^* * * * * * *...
Pembalasan terberat bukanlah kematian,
jika musuh kita langsung mati kita tidak bisa melihat bagaimana karma yang dia rasakan, karena kematian hanya tuhan yang bisa melihat karma mereka.
Tetapi pembalasan dengan cara melukai mental adalah sebuah balas yang sangatlah kejam. Musuh akan merasakan namanya penyesalan dalam hidup dan sebuah ketentraman hidup...
Seperti janji Qiana jika keluarga lu akan di deportasi ke luar negeri.
Dan hari yang di tunggu tunggu itu pun tiba.
Luka luka di tubuh mereka pun sudah sembuh dengan obat obatan yang Qiana miliki, yang terkenal dengan kualitas nya yang super.
Langkah kaki Qiana ringan dan berwibawa, tanpa menunjukkan semua kekuasaan nya, aura pemimpin Qiana sudah terpancar.
Jika terlapisi baju otot Qiana tak terlihat karna ia sangat menyukai baju longgar, tapi ketika kain yang menempel di tubuhnya terbuka, otot, pinggang ramping, dan moci menantangnya adalah idaman para Adam, makanya Abang Taksa takut istrinya di colong orang lain.
Di setiap langkah nya ia memikirkan ucapan Taksa yang masih merayunya untuk tidak menemui Adrian lagi.
Senyum Qiana terbit mengingat suami manja dan wohotnya itu.
"Sayang kau masih mau menemuinya untuk yang terakhir kali?, kalian kan tak memiliki hubungan sedikit pun, aku takut ia memelukmu seperti dulu" Ucap Taksa dengan nada cemburu yang sangat kental, iamendekap sang istri, lalu mendudukkan di atas kasur.
"Ah kau ini....."
"Dengarkan aku bicara sayang,"
"Hubby aku cuma mau melihat nya sebentar untuk bicara terakhir kalinya kepada mereka, ada kata-kata yang belum aku katakan pada mereka.
"Aku tak lama kok, nantik aku akan memberikan kompensasi yang sangat menguntungkan untuk tuan Taksa ku yang Mesumes katanya para readers emak Liana."
"Baiklah baiklah, tap sun dulu", tanpa aba-aba Taksa langsung mencium sang istri ringan seringan kapas, hingga membuat Qiana kaget.
Tapi kekagetan Qiana hanya sebentar saja, ia langsung menaruh tangannya di leher sang suami, dan terjadinya belit dan membelit, katrik tambang yang awalnya tidak menggunakan tenaga , sekarang makin seru karena pesertanya berlomba-lomba menjadi pemenangnya.
Tangan Taksa yang memang tak punya rem, langsung meraba-raba apa yang ia raba...
Yang tadi hanya bilang Sun aja, sekarang kain pembungkus sang istri sudah berguguran satu persatu seperti pahlawan baru berperang sudah tumbang.
Saat ini hanya tertinggal Keresek merah berrenda dan karung goni warna senada dengan keresek itu sungguh sangat menantang apalagi bentuknya segitiga bersudut di depannya saja di belakangnya cuma satu jari menutup di tengah-tengah dapur bahonol Wowhotnya.
*(emak emak pasti tau lah barang hottot itu banyak di jual di pasaran, emak sih lihat nya pas bule berjemur di pinggir pantai aje, Kalog emak Liana kgk berani coba-coba takut masuk angin gunung sahara)
__ADS_1
Siapa saja yang melihat penampilan wowhot milik istri Taksa itu, mungkin Tiang bendera para kaum Adam langsung upacara tujuh belas agustusan tiba-tiba.
Tak terima cuma pembungkus dirinya terlepas, Tangan Qiana langsung menarik membuka pembungkus suaminya, dengan secepat kilat tubuh Taksa tinggal Popoknya doang...
"Rupanya semalam kau masih kurang ya hubby" Ucap Qiana...
"GLUK " Air liur Taksa langsung tercekat di tenggorokan.
Ia merutuki tangannya yang suka membedel kain istrinya tanpa sadar, ia masih ingat kejadian di kapal seminggu yang lalu, dan selama seminggu ini ia menjadi korban buasnya singa betina yang lagi musim kawin.
Bahkan pinggangnya encok juga menuruti gaya baru sang istri yang ekstrim, gaya kambing masuk got.
"Karena aku tau pinggang mu lagi bermasalah maka aku akan memimpin dengan gaya women tok tok" ucap Qiana.
Baru selesai bibir seksi berucap, Sudah nancep aja tuh benda keramat yang bernama Jery...
Mata Qiana Sampek putih mendongak ke atas...
sedangkan Taksa merem melek.
"Oh... si jery tabah besar hubby" puji Qiana.
"Ia Beb, setiap hari di ajak olahraga, dan terowongan Kasablanka masih rapat wangi, kau mengonsumsi jamu rapat wangi ya Beb?, ini enak,,,, emmm ooohhhhh,,,,,,,, kau cantik jika saat hot seperti itu beb" Taksa memuji istri yang serba guna itu, macem bumbu aja serbaguna ya,, kir kir .....
Yang tadi cuma bilang mau gaya women tok tok, sekarang gaya monyet yang bergelantungan di atas pohon jadi, gaya nyabut singkok pun mereka lakukan...
"Sayang aku hampir Sampek" rintih Qiana yang sudah melengkung tengkayak , merem melek, mulut macem mulut ikan mujair yang berada di daratan.
Taksa maju mundur kan kag jeri Sampek bakpau godal gandul karena terkena gempa gunung berapi...
5 menit kemudian "Aaaaaahhhhhhhhh" Teriak Qiana dan Taksa bersaman dengan gunung berapi si jeri muntah dalam sarung.
Taksa tekun ya memakai sarung meski harus buang sarung selusin, tenang sarung Jery lebih dari dua ribu biji, sattu kardus besar loh ya.
...____________________________________...
Saking asiknya Qiana memikirkan pergulatan dengan sang suami tak terasa ia sudah berada di ruangan tempat para tahanannya yang sudah sehat.
"Nona bisakah kau mengirim ku jauh dari Rudi, saya berjanji akan menjadi orang yang lebih baik" Ucap ibu Adrian yang ingin berpisah dengan suaminya, ibu Adrian juga sudah tau jika wanita yang di depannya bukan mantan menantunya.
"Bagaimana menurut mu tuan Adrian, apa kau mau ayah dan ibumu berpisah kau mengizinkannya?" Tanya Qiana.
"Saya akan membawa ibu saya hidup berdua nona, ayah sudah memilih istri keduanya dan saya yang akan me rawat ibu, dan terimakasih sudah memberikan kesempatan kepada kami, saya akan menjalani hukuman dari Tuhan dengan membawa sakit yang tak bisa mendapatkan cinta" Ucap Adrian, ia selalu bersedih memikirkan mendiang sang istri, rasa bersalah dan penyesalan menggerogoti jiwa dan raga Adrian, yang ada hanyalah ke putus-asaan.
Dalam hati Qiana jiwa Mafianya meronta-ronta, ia ingin membabat habis keluaga Adrian ini,"Jika hidupku tidak berhutang Budi kepada nenek Rima dan Qiana, sudah bolong kepala semua orang yang ada sini, aku benci berbelas kasih".
"Jadilah manusia yang lebih baik, aku akan mengirimkan mu ke Kota terbengkalai, disana kau harus mengabdi, dan membangun kerajaan bisnismu dari nol, jadinya dermawan disana, jika kau dan keluarga mu macam-macam aku akan mendeportasi kalian dari negara tetangga itu, ketampanan termiskin seperti keluaga Sofia, anak buah ku mengawasi mu" Ucap Qiana nada penuh ancaman.
"Baik nona"
__ADS_1
"Dan untuk anda tuan Rudi, anda akan saya kirim ke negara H, persiapkan diri mu, putri kalian sudah menunggu" ucap Qiana.
Dalam hati Qiana menyeringai mendengar isi pikiran ayah Adrian itu," Dan siap siap lah mendapat angpau merah dari ku".
...____________________________________...
Di bandara 4 orang itu langsung berpencar, kedatangan mereka sudah ditunggu anak buah Qiana.
yang terbang duluan adalah Adrian dan ibunya.
setelah 10 menit ayah Adrian beserta anak dan istri keduanya sudah duduk di kursi paling depan. mereka sudah bersiap untuk terbang.
Entah mengapa pesawat belum terbang ke cakrawala sekitar 30 menit lamanya, para penumpang sudah riuh akan keterlambatan pesawat untuk mengudara.
"Tes . . . Satu dua tiga mohon maaf atas keterlabatan penerbangan, berhubung ada seorang buronan di cari aparat kepolisian, mohon kerja samanya, tidak boleh ada yang meninggalkan kursi kalian masing-masing.
(aggeplah itu bahasa di atas bahasa linggis, emak Kalau pakek bahasa linggis di atas yang ada semua reader emak nyarik google translate semua penasaran ma isinya... ngaku GK Luh🤣)
"Plak" punggung Rudi Lu, ditepuk dari belakang.
Baru aja noleh ke belakang, "Tuan Rudi Lu anda di tangkap, dari bukti bukti lengkap yang saya dapatkan anda terlibat bersama tuan Edgar dalam pencucian uang palsu, silahkan ikut kami" Sepuluh orang bersenjata lengkap langsung memborgol Rudi dan Rudi pun tak bisa melawan nya, karena ia langsung di tangkap mendadak.
"Hey kalian mau membawa suami saya kemana, hah" Teriak istri si Rudi.
"Maaf nyonya pesawat akan terbang sekarang," Ucap pramugari
"Turunkan aku, suamiku di bawa oleh polisi" Teriak istri Rudi itu, dan teriakan itu mengiringinya pesawat naik keatas cakrawala.
^^^~To be continued^^^
Maaf jika pembalasan nya datar , Karen Qiana terikat janji , ia tak melakukan apa-apa terhadap Adrian.
terimakasih atas like dan komentar nya
yuk dukung karya emak yang semakin hari makin datar ini...
dengan like, komentar dan bintang lima,
Votenya Jagan lupa ya...
makin Minggu makin sedih nih semakin turun setengah...
apa karyanya sudah tak menarik lagi ya?...
maapin emak ya readers
emak menulis karya ini yang pertama , kata katanya masih terseok Seok dan alurnya kgk jelas.
Untuk yang mendukung karya emak, emak Liana ucapkan banyak banyak terimakasih , emak terharu sampek sini karya emak udah dapet apresiasi yang sangat banyak dari kalian
__ADS_1
lope yu yu all😘