Kehidupan Kedua Sang Putri

Kehidupan Kedua Sang Putri
Perjuangan Cinta Colvis


__ADS_3

...* * * * * * * ^•^* * * * * * *...


...~•^HAPPY READING^•~...


...* * * * * * * ^•^* * * * * * *...


Pesawat membawa sisa anak buah Qiana itu saat ini mendarat sempurna di bandara pribadi mereka dengan selamat.


“Woy udah nyampek jangan pamer kenapa!” ucap Dokter Dion yang tengah memalingkan wajahnya.


“Bilang aja iri! Masih aja suka kepoin kemesraan kita!” ucap Colvis.


“Cih! Ngapain coba aku iri saat ini aku tak jomblo lagi.” Dokter Dion langsung membawa istrinya terlebih dahulu karena ia tak mau sang istri ternodai oleh bucinnya komandan tentara yang suka nyarik kesempatan dalam kesempitan.


“Ah sayang! Lihat dia ngeledek aku.” ucap Colvis manja.


“Sudah kalian itu seperti anak kecil dan yang di bilang dia itu bener apa adanya. Hanya ke Indonesia kau sudah menyusul semalam untung kamu sampai disaat kita masih ada disana jika udah pulang, siapa kau cari seperti lagi Alamat palsu yang tak tau arah jalan untuk bersua.” omel Zia tapi ia tak menolak suaminya bermanja ria pada tubuhnya.


“Sayang aku tuh cinta mati kepadamu! Kemarin aku tak bisa tidur aku takut ada orang yang terpincut oleh pesona mu. Dan orang itu masuk menyelinap ke kamarmu seperti yang aku lakukan dulu.” ucap Colvis apa adanya.


“Mana ada pria mau dengan orang bunting besar seperti ini. Dan kau adalah pria paling gila mencintai wanita psicopat seperti aku.” ucap Zia.


“Aku sudah tergila gila padamu pada saat kita pertama kali berjumpa, kalog tidak salah waktu Qiana pingsan di Lift Mansion Taksa.” ucap Colvis.


“Aku tak melihat mu tuh!” ucap Zia sedikit malu, karena waktu itu ia memukul suami bosnya karena sang Nona dalam keadaan tidak baik baik saja.


“Ah kau pura pura tak tau! Padahal pria ini yang sering menyelinap ke kamar mu hanya untuk memberikan kehangatan. Dan dirimu selalu welcome kok di bobok anget sama Abang ini” ucap Colvis.


Blushhhhh


Wajah langsung memerah, tandanya ia yang malu, karena itu sangat melukai jiwa sadisnya, Zia yang sangat di takuti nomer dua setelah Qiana itu bisa berbagi tempat tidur dengan lawan jenisnya dan itu orang asing pula.


Mungkin spesies pria seperti Colvis saja yang berani menantang wanita berdarah dingin itu, jika sudah Zia yang turun ke medan perang, jika musuhnya ia tak mutilasi ia tak akan berhenti.


Dimana mana pesicopat itu menyukai warna hitam atau merah, tetapi Zia disini menyukai warna putih, karena sebelum bajunya dimandikan darah sang musuh Zia tak akan berhenti.


Luka? Punggung wanita itu memiliki goresan luka seperti jaring laba laba siapapun yang melihatnya akan mengerikan, tetapi bagi Zia itu adalah kebanggaan dan bagi Colvis adalah seni.


Pasang hitam putih itu bisa kita sebutkan seperti itu. Satu mafia satu Tentara.


Cinta tumbuh karena terbiasa begitulah cinta pasangan satu ini.


~Kisah pertemuan Colvis dan Zia


Setelah memukul Taksa, Zia langsung pergi menunggu pesawat medis di atap gedung rumah sakit. Colvis mengikuti langkah kaki Zia hingga ke atap.


“Hem!” Colvis memberi kode jika pria itu ada di dekat Zia.


“Halo Nona! Perkenalkan Nama saya Colvis QI.” Colvis mengulurkan tangannya kepada Gadis itu.


Zia menyambut tangan Colvis, membuat hati pria itu girang. Zia memegang tangan pria itu lalu.


Buk ... Dengan satu tangan Zia membanting tubuh Colvis dengan satu kali tarikan.


“Wow tak salah Mulin berkata padaku jika kau adalah orang yang harus di hindari ternyata kau sangat kuat Nona!” ucap Colvis.


“Jangan mendekati ku! Sekarang aku ingin menghabisi nyawa seseorang. Aku sudah berusaha menghalangi kau mengikuti ku tetapi kau tetep mengikuti ku sampai sini tuan! Jangan menyesal jika selamanya kau tak bisa menghirup udara di bumi ini lagi!" ucap Zia, jiwa pesicopat sudah naik ke peradaban.


“Ini yang aku suka! Jika kau bisa membunuhku maka kau menang. Jika kau tak bisa membunuh disini maka kau tak boleh melarang ku mengejar mu untuk menjadikan mu kekasihku dan calon istriku, Nona!” ucap Colvis.


“Kau punya nyali bertaruh denganku tuan!” ucap Zia yang membuka jaketnya lalu mengeluarkan sebilah pisau yang sangat tajam dan mengkilap.

__ADS_1


Colvis Juga membuka jaketnya dan terpampang tubuh indahnya yang berotot yang hanya tertutup kaus oblong yang membuat penampilan pria itu sangat memukau, Zia saja Sampek bersemu merah, tangannya ingin sekali menyentuh bongkahan yang sangat di idam idamkan para wanita.


Colvis langsung mendekati Zia yang kaget dengan tubuh seksinya itu, ia tak menyia-nyiakan kesempatan perang mereka, dengan lihai ia langsung mengambil pisau dari tangan sang wanita.


Ia membuka bajunya karena pesonanya terletak dari tubuhnya yang kokoh dan indah, jika bukan Zia yang melihat tubuh itu mungkin sudah pingsan karena terpesona.


Wajah Zia langsung memerah hingga telinga karena malu terpesona, “Kau mengambil pisau ku? Kembalikan pisau itu padaku.” Zia menengadahkan tangannya.


“Kau kalah satu kosong kepadaku sayang!” ujar Colvis.


Zia yang merasa di permainkan oleh pria itu langsung menyerang pria itu dengan tangan kosong.


Buk .. Kaki Zia menendang pria itu di dada. Pria itu langsung jatuh.


Dalam hati Colvis berkata, “Aduh tendangannya sangat menyakitkan, aku harus memenangkannya, langka nih.”


Buk ... pukulan selanjutnya mereka seimbang, Colvis tidak menyerang Zia tapi ia melindungi dirinya.


Buk ... “Balas brengsek!” Teriak Zia.


Buk ... Buk ... Colvis langsung menyerang Zia lalu menguncinya, Cup ... Ciuman Colvis di bibir Zia membuat Wanita itu membeku.


“Ini adalah perkenalan kita sayang! Aku tidak mati bukan tetapi aku mendapatkan kesempatan mengejar mu wanita. Bibirmu sangat manis dan lembut, kau tak boleh memberikan ciuman mu kepada pria lain. Jika itu terjadi maka aku akan membunuh pria itu. Sampai jumpa sayang, aku akan datang lagi untuk mengencani dirimu tengah malam nanti!” ucap Colvis lalu ia melompat kebawah mengikuti saluran air ke bawah dengan selamat.


Zia langsung melihat kebawah dimana pria tak tau malu menurutnya tengah melambaikan tangan dan memberikannya ciuman jauh.


“Dasar pria gila! Jika Nona tau aku di kalahkan oleh pria lain maka aku akan mendapatkan pelatihan yang lebih ekstrim lagi.” ucap Zia.


“Tapi begini ya rasanya di cium, manis manis lembut seperti permen karet! Astaga Zia otakmu sudah terkontaminasi oleh Virus dari pria tadi, ini tak boleh di biarkan aku harus cepat cepat melupakan pria itu. Tidak ada cinta cintaan. Cinta adalah kebohongan belaka.” ucap Zia mengeraskan hatinya, ia menganggap ucapan Colvis hanya canda belaka .


...----------------...


Zia tidur nyenyak di kamar yang di siapkan oleh Taksa, ia bergantian dengan Xiever menjaga pintu ruang kamar sang Nona, mungkin karena kelelahan yang ia rasakan Zia langsung tertidur.


Seorang pria turun dari helikopter, ia sudah mengecek wanita pujaannya berada dimana tanpa menunggu waktu pria itu langsung memasuki ruangan yang di jaga ketat.


“Sialan! Kenapa dijaga ketat sekali jika seperti ini aku mau tidak mau menyelinap seperti maling. Jika dilihat dari banyaknya penjaga si Taksa itu seperti bos Mafia saja, memberikan perlindungan kepada kekasihnya seperti ini, sungguh bucin si Taksa.” ucap pria itu yang sudah seperti laba-laba bergelantungan di setiap tingkat ruang rawat rumah sakit yang lumayan susah karena Zia berada di pojok kamar.


Colvis mengejek Taksa bucin sedangkan dirinya apa coba😂.


Setelah melalui perjalanan yang sangat susah ia sampai di kamar Zia dengan susah payah ia mencongkel jendela di kamar mandi yang kecil, sehingga ia bisa masuk kedalam.


“Untung aku ini tentara yang handal! Jika hanya penjual tahu bisa bisa ini tubuh jatuh menjadi ampas tahu.” ucap Colvis.


Seperti ninja hitori ia berjalan memastikan jika ia aman. “Kau tertidur nyenyak ketika kekasihmu ini sedang bersusah payah menemui diri mu.”


“Padahal aku datang kesini selama 1 jam memilih pakaian yang membuat ku tampan dan membuat mu terpesona sehingga kau meminta ku menikahi mu!” ucap Colvis,


Itu mah mau mu aja bang Colvis.


Colvis membuka baju atasannya lalu merebahkan tubuhnya di samping Zia yang tertidur hanya menggunakan Cidi dan korden tipis di atasnya.


Glek ... Colvis menelan air liurnya kering, “Astaga jika bukan aku yang datang kesini bisa bisa kau di makan habis oleh pria, Si Otong yang lama berapa saja langsung bangun dari pertapaan.” ucap Colvis dalam hati.


“Inget Vis! Tujuan mu mendekatinya untuk kau jadikan istri jika kau hilap besok kau akan tinggal namanya saja!” ucap Malaikat.


“Colek dikit gak papa Vis! Jangan kasik jejak, dia tidak akan tau apa yang kau lakukan di hari esok! Kau datang kesini sudah menerima akibatnya besok, jika harus mati besok kau akan mati dengan menyicipi nikmatnya pem legit dan colek sana sini, tes ting dulu.” ucap Si setan.


Berhubung Abang Colvis ini imannya lebih tipis dari si Imin, ia langsung mencoba mencium bibir Zia titis tips dan hasilnya wanita itu membalas ciuman Colvis karena ia bermimpi sedang ciuman dengan pria yang mencuri ciuman pertamanya.


Colvis seneng tak kalah main, ia mengikuti insting buaya amatiran nya, ciuman itu terpaksa ia sudahi karena stok oksigen dalam jantungnya sudah hampir habis.

__ADS_1


“Asataga! Ini sangat memalukan, dia memiliki insang sehingga bertahan perang bibir denganku, sedangkan aku payah!” ucap Colvis dalam hati.


Ia langsung menarik Zia kedalam pelukannya sehingga gadis itu nyaman berada didalam kehangatan roti mister bread yang pria asing.




Pagi telah tiba-tiba, Zia yang sudah terbangun menggerakkan tubuhnya, merenggangkan tubuhnya,


Gimana seorang pria ia dengar samar sama, “Satu domba meloncat melalui pagar tetangga, dua domba loncat ditabrak mobil.” begitulah gumaman Colvis.


Ia semalam tak bisa tidur karena godaan pepaya gantung milik Zia sehingga membuat wanita itu menoleh kearah samping dimana seorang pria tertidur sedang bertelan•jang dada.


Zia Refleks menendang pria itu.


Buk ...


Karena lengan pria itu tengah merengkuh tubuhnya, sehingga Zia ikut terjatuh ke lantai.


Ceklek


Pintu di buka Divya masuk langsung melihat pemandangan intip itu sehingga membuat pasangan itu kaget.


“Ma'af ... Menganggu!” ucap Divya langsung menutup kembali pintu kamar itu.


BRAK


“Sejak kapan kau datang kekamar ku brengsek! Lepaskan aku.” ucap Zia karena Colvis mengunci tubuhnya dengan membelit bagian bawah dengan kedua kakinya. Tangan Colvis mengunci tangan Zia agar tak berontak berada di dalam pelukannya.


“Sayang! Bisa diam tidak. Semalam aku hanya ingin menyapa mu tetapi kau menarik tubuhku lalu mencium ku sangat rakus seakan aku wanita dan kau prianya, lihat bercak merah di dadaku kau memberikannya untuk ku!” ucap Colvis, memperlihatkan bercak merah dilehernya.


“Bohong ini hanya akal-akalan mu saja!” ucap Zia, ia tak percaya dengan apa yang di ucapkan pria itu.


“Aku akan memberikan bukti kepadamu agar kau percaya!” ucap Colvis langsung merogoh pomselnya di saku.


Dan terlihatlah Video Zia membalas ciuman Colvis hingga mengendus leher Colvis, lalu tidak ada lagi kelanjutan Video itu.


“Dan merah merah ini kau menggitnya. jika tak percaya akan ku gigit lehermu dan bandingkan dengan bekas ini! Aku tak mungkin bisa menggit tubuh ku sendiri, dan aku tak pernah berhubungan dengan wanita” ucap Colvis membuat Wajah Zia memerah.


“Dasar buaya! Pria mana ada yang ORI, yang ada ia melabel dirinya ORI ternyata tusuk sana dan sini.” ucap Zia, akhirnya bebas dari Kungkungan pria gila itu.


“Baik jika kau tak percaya, mari kita buktikan!” Colvis langsung berdiri membuka Gasper import nya di depan Zia.


“Hey apa yang akan kau lakukan!” teriak Zia.


^^^~To be continued.^^^


...Terimakasih atas dukungan kalian di karya receh emak Liana 🙏🙏🙏...


...Jangan lupa...


...Like👍...


...komentar🗣️...


...Hadiah🎁🌹☕...


...Vote 🔥...


...Bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐ di rating pojok popularitas karya ini....

__ADS_1


...Favorit ♥️ agar kalian mendapatkan notifikasi update karya ini....


__ADS_2