Kehidupan Kedua Sang Putri

Kehidupan Kedua Sang Putri
Misi menjemput istri


__ADS_3

...* * * * * * * ^•^* * * * * * *...


...~•^HAPPY READING^•~...


...* * * * * * * ^•^* * * * * * *...


Alarm di sebuah markas sedang berbunyi tiga kali " Kring....Kring... Kring " jika alarm itu berbunyi, Semua anggota yang terpilih langsung mendapatkan sebuah pesan otomatis dari sistem, mereka mendapatkan misi Sesuai berapa kali alarm itu berbunyi seperti kali ini alarm berbunyi 3 kali yang bertanda misi kali ini kelas S atau kelas kelas terberat, hanya berbunyi pertama kali ini selama grup mafia itu dibentuk.


Semua anggota yang mendapatkan tugas urgent itu Langsung menghentikan aktivitas nya bahkan yang nyangkul, jualan, ngojek dll, harus melepas semua pekerjaan nya dan datang ke markas pada menit dah waktu yang di tentukan.


Saat ini Taksa berdiri di aula yang sangat besar, ruangan Kusus untuk pertemuan milik istrinya, sekarang dia sudah tampil ganteng dan rupawan, karena misi menjemput sang istri harus sempurna, itu adalah yang utama bagi Taksa.


"Kalian semua sigap juga rupanya." ucap Taksa lantang.


"Mari kita jemput nona kalian, bagi yang stand by di disini selama aku pergi perketat penjagaan kita, bagi yang terpilih mari berkerja sama hingga misi kita sukses tercapai. Kali ini musuh kita sangat kuat, kita akan menggunakan jalur darat dan udara menuju markas musuh, dan aku akan membawa orang orang militer kesana karena aku butuh mobil Kusus untuk berperang, pilihlah anggota terkuat kalian Xiever, Vincent, Robert kalian adalah pemimpin di tempat ini aku mau kau memimpin anak buah kalian dengan rapi, Xiever dan tim menggunakan jalur udara, sedangkan aku, Zia, Robert dan tim kusus akan menggunakan jalur darat untuk mencari jalan menuju markas mereka yang sulit kita temukan, program para drones lebah milik kita di hutan sekarang, agar kita tau dimana lokasi tempat itu berada, ingat jangan sampai para drones mendekati markas mereka, agar misi kita kali ini tak tercium oleh musuh, Vincent kau akan disini menjaga tawanan kita dan bersama sama anak buah mu, karena kita tak boleh lemah dalam masa masa kritis ini.


"Tim cadangan adalah tim yang berada di udara, jika tombol misi aku pencet maka siap siap mode siaga, kalian wajib di turunkan dan kita akan berperang. " ucap Taksa tegas layaknya ketua mafia mereka, memang dasarnya Taksa adalah orang yang kejam pada musuh musuhnya dan itu sudah terkenal, ia hanya kalem dan tak tau malu kepada istrinya seorang, sifatnya yang abstrak itu membuatnya cepat mencuri hati istri kejamnya itu.


"Baik" jawab serempak orang orang yang mendapatkan notifikasi misi ini, karena orang orang yang terkuat akan mendapatkan misi ini.


Darimana mereka bisa memilah kekuatan tim, yaitu setiap seminggu dua kali di mafia Qiana ada sebuah kompetisi tinju gulat dan sebagainya, siapa bintangnya nanti, di akhir bulan akan di adu terus menerus dan terlahir lah 100 orang pilihan termasuk tim inti milik Qiana, yang ia didik sendiri dari nol terutama Zia gadis Psikopat itu jika ingin bertarung menggunakan baju dinas berwarna putih, ia sangat suka bajunya di penuhi noda darah para musuh musuhnya, maka hati-hatilah bagi semua orang yang berada di tempat yang sama dengan gadis itu jika si gadis kesayangan Qiana itu telah menggunakan baju dinas maka bersiaplah ada nyawa yang melayang di tangan gadis itu, bahkan nenek Sabarna mengira jika gadis cantik itu keguguran, jika tak di tahan oleh putrinya Suketi mungkin si nenek sudah menyentuh Zia yang dalam mode iblis, bisa bisa si nenek kenak tumbal gadis paling bahaya nomer dua di organisasi itu, semua orang takut kepada wanita itu jika sedang menggunakan baju dinasnya.


Taksa merogoh hanpone nya.


"Kau sudah siap Colvis"


"Sudah Taksa" jawab Colvis sahabat Taksa.


"Bagus ku tunggu kau di jalan X, dari sini aku akan bersama Mulin dan anak buah ku mengendarai mobil biasa" ucap Taksa,


Bukannya Taksa tak mempercayai sahabatnya untuk mengundangnya ke markas, tetapi ia menghargai privasi milik sang istri dan menyembunyikan status mafia milik Qiana, dan Colvis hanya tau jika istri sahabatnya itu telah di culik oleh mafia terkuat SE Asia tanpa bertanya lebih jauh, ia bersama tim kusus langsung bergegas membantu orang nomer Satu itu yang memiliki kontribusi besar di dunia perekonomian negara dan militer, posisi Taksa disana adalah mengendalikan tim militer negara karena Taksa juga yang memberikan dukungan finansial terbesar di negara ini, apapun yang di lakukan Taksa negara tunduk kepadanya itulah kekuatan kekuasaan dan uang, selama ini Taksa di takuti karena militer dan negara ada di tangannya juga jika seorang calon presiden mendapatkan dukungan nya maka jabatan tertinggi itu akan pasti ia dapatkan.

__ADS_1


"Baik, kami sudah sampai, 10 mobil untuk mendaki dan alat berat lagi sebentar akan sampai " ucap Colvis yang kedudukannya sebagai ketua tentara di negara I dan sekaligus Sabahat Taksa dari kecil.


...* * * * * * * ^•^* * * * * * *...


Disebuah Mansion milik mafia terkuat nomer satu di Asia sedang dibuat kalang kabut perubahan bos mereka yang biasanya berwajah angker tiba-tiba tersenyum, bahkan tukang sapu di mansion itu di sapa dan tak tanggung tanggung si bos memberikan uang bonus pada anak buahnya yang berjumpa dengan si bos.


...Yang, hujan turun lagi...


...Di bawah payung hitam ku berlindung...


...Yang, ingatkah kau padaku?...


...Di jalan ini dulu kita berdua...


...Basah tubuh ini...


...Basah rambut ini...


...Yang, rindukah kau padaku?...


...Tak inginkah kau duduk di sampingku?...


...Kita bercerita tentang laut biru...


...Di sana harapan dan impian...


...Benci, benci, benci, tapi rindu jua...


...Memandang wajah dan senyummu sayang...


...Rindu, rindu, rindu, tapi benci jua...

__ADS_1


...Bila ingat kau sakiti hatiku...


begitulah nyanyian si Abang Abraham.


"Hey bos kenapa kok cengar cengir sambil nyanyi nyanyi lagu lawas kayak gitu" tanya si tukang sapu.


"gue kagak tau... maklum bule campuran memang kyk gitu selera lagunya tidak bisa kita tebak lu mau meledak tu kepala jika komen si bos, mungkin si bos lagi bahagia si... Lumayan dapet uang kita." si tukang sapu mengibas ngibas kan uang yang di berikan bos mereka tadi.


Abraham berjalan dengan santai pergi ke dapur ia ingin memasak Khusus untuk Qiana. Dengan lihai tangan Abraham membuat makanan sehat untuk Qiana, ia tak peduli semua mata tertuju padanya, karena di Mansion ini sudah ada peraturan tertulis, jika sayang nyawa apapun yang kamu lihat anggap tidak pernah kamu lihat tak pernah ber komtar jika Abraham membuat kesalahan, pepatah mengatakan bos selalu benar.


Satu jam kemudian masakan Abraham telah jadi, "Kalian dorong makanan itu ke kamar ku" perintah Abraham, ia pergi kekamar nya yang saat ini di tempati oleh Qiana.


Makanan telah tersaji tinggal nunggu sang gadis yang masih bertapa di kamar mandi entah apa yang wanita itu lakukan sehingga membutuhkan 1 jam di kamar mandi.


"Tok....Tok.....Tok ... wanita kau pingsan di sana, jika 5 menit tidak keluar aku dobrak nih pintu" ucap Abraham.


"Berisik." Qiana keluar dengan kondisi sudah lebih baik dia didalam kamar mandi tadi menghirup Q, karena tempat Abraham di tengah hutan maka Q disini sangat banyak.


"Ku kira bisa melihat mu keluar dari dalam kamar mandi dengan sehelai handuk seperti biasanya aku melihat seorang wanita yang selalu keluar dengan handuk di tubuh nya bahkan ada yang keluar tak menggunakan apapun." ucap Abraham dengan raut wajah kecewa.


"Dasar Mesum." Qiana semakin gemes sama laki-laki mesum di depannya.


"Buk... nih makan handuknya" Qiana melempar wajah tampan Abraham dengan handuk .


Tanpa ba-bi-bu Qiana langsung mendekati makanan yang menggugah selera tanpa permisi pada pemilik rumah.


"Hey. . . Wanita kau tak menawarkan makan kepada tuan rumahnya sebelum makan" teriak Abraham melihat Qiana langsung lahap makan tanpa memperdulikan Abraham yang sedang menatapnya lapar juga .


"Tuan maaf menganggu, diluar ada orang yang datang ke Mansion dia mencari nona" belum selesai berbicara tangan Abram sudah mengangkat senjatanya.


" Dor "

__ADS_1


^^^~To be continued^^^


__ADS_2