
...^HAPPY READING^...
Yumna keluar dengan hati sakit bak ditusuk seribu pedang, handphone nya berdering, ia langsung menghapus sisa air matanya.
"Ia nona"
"Kau tak mau menyelamatkan kakakmu dari hukumannya Yumna ?" tanya Qiana diseberang.
"Tidak nona, wanita itu pantas mendapatkan nya, dan saya sungguh sangat membencinya, saya menyesal tidak mencabik-cabik dia seperti hal yang di lakukan Zia kepada musuhnya,".
"Mungkin karena kau masih menyayanginya ?"
"Tidak saya tidak menyayanginya saya membencinya, tapi masih ada sedikit rasa takut pada diri saya untuk melakukan kekerasan"
"Oh ... kau tak ingin kembali ke keluarga Na setelah masalah ini ?"
"Jika untuk kembali saya tidak ada keinginan nona, jika sesekali bertemu dengan kedua orang tua saya, saya akan melakukan nona"
"Baiklah, tenangkan lah perasaanmu" jawaban Qiana
"Saya merasa kurang berlatih nona, sebab jiwa iba saya masih ada, mohon latihlah saya nona, saya ingin kuat untuk melawan organisasi H nanti,"
"Jika itu mau mu maka aku akan turun tangan untuk melatih kalian, besok pagi aku akan melihat kalian berlatih, sebab aku ingin tau perkembangan kalian satu persatu"
"Baik nona"
Setelah berbicara dengan nonanya Yumna langsung kembali ke vila pribadi mereka, semenjak mengenal Qian hidupnya tentram, dan tidak pernah merasakan tekanan seperti berada di organisasi H yang gila itu, sebab mereka yang berada orang di organisasi H haus akan kekuasaan dan kerja rodi, jika ada kesalahan dalam melakukan tugas maka mereka akan dikurung tanpa makan selama 3 hari.
Ia sangat bersyukur dibawah perlindungan Qiana saat ini mereka merasa aman, meskipun hanya sekedar berkeliaran di lingkungan Vila, sebab daerah itu sangat memiliki penjagaan ketat oleh penjaga manusia dan robot-robot virtual yang berpatroli 24 jam, jika ada yang memaksakan diri masuk kawasan Vila setelah mendapat peringatan, maka orang itu langsung disengat oleh robot lebah ciptaan nonanya, cukup 3 detik orang itu langsung pingsan, sebelum diberikan penawar mereka tak akan sadar.
Kenapa ia tak ingin kembali, sebab ia sedari kecil tidak suka menjadi sorotan dan banyak orang yang memanfaatkan kecerdasannya seperti di organisasi H.
*
*
*
Sedangkan Qiana di sebrang sana heran dengan suaminya yang tumben-tumbenan tak menempel kepadanya seperti cicak.
__ADS_1
"Hubby kau kenapa?" Qiana menautkan kedua alisnya
"Sayang kenapa kau memakai baju haram itu disaat kedatangan si bulan ?"
"Ya elah bukannya asisten mu cuma memberi pakaian ini untuk ku kenakan saat ini"
Sebab saat ini Qiana memakai gaun dengan model leher rendah dan panjang dan sangat menggoda iman taksa saat ini mereka berada di danau Vila pribadi Qiana, tadi setelah kegaduhan yang Taksa buat di Mansion WU membuat Qiana tak ingin lama-lama berada di sana sebab ia sedikit merasa malu kepada kakek, dan rencana kencan Taksa ambiyar setelah melihat kecantikan sang istri memakai gaun merah itu dan takut jika para predator di luar sana menikmati istrinya.
"Aku akan berdiri disini dulu sekarang sayang, sebab si Jery bangun melihat pose mu yang menantang iman si Jery, jujur saat ini kepala Jery cenat cenut ingin belaian mu sayang.
"Cih... dasar Jery murahan belum apa-apa sudah on"
"Murahan untuk istriku mah aku rela sayang, sebab itu memang Wajib hukumnya" dengan tatapan genit terhadap istrinya
"Dasar genit... ke marilah kita nikmati udara sejuk ini." tanpa dipanggil dua kali Taksa mendekat pada Qiana.
"Sebab udaranya sejuk sangat berharga, banyak orang diluar sana membeli udara dengan harga mahal dan ini memang kenyataan bukan cuma karangan author saja, harga perbotol udara di jual satu juta jika tak percaya kau lihatlah di internet Jangan cuma mikirin enak-enak di ranjang doang"
" GLUP ..." Taksa menelan ludah sebab kerongkongannya tiba-tiba kering. "kau benar honey , sungguh pemandangan yang indah" jawab Taksa tidak nyambung.
"Kapan udara bisa dilihat ?" tanya Qiana ia melihat sang suami tengah memandang bakpau nya dengan tatapan lapar.
"Auu....sayang kau KDRT, nanti aku cium kau disini ya"
"Biasanya juga nyosor di manapun kau berada .. dasar suami mesum" Qiana lalu memperhatikan Taksa.
"Hubby kau kenapa berkeringat di tengah angin yang sepoi-sepoi seperti ini" Qiana heran dengan Suaminya.
"Sayang bisa nggak aku minta DP saat ini ?"
"DP apa... sejak kapan kau jadi tukang kredit ?"
"Bukan DP itu sayang tapi DP ciuman, aku sungguh tersiksa, lihat ini keringat ku banyak sebab aku menahan si Jery yang berontak ingin keluar"
"Astaga Taksa kau ini kenapa otakmu mesum dan mesum saja"
"Mohon di maklumi sayang, sebab baru semalam aku mencicipi yang namanya surga dunia, malah musuh baruku datang tanpa permisi"
"Siapa musuh mu ??.. aku akan menghabisi nya jika menyinggung mu"
__ADS_1
"Si bulan sayang, dia mulai saat ini akan menjadi musuhku sekarang, ayolah sayang suruh si bulan cepat pergi"
"Mana bisa seperti itu Taksa"
"Dan mulai saat ini jika si bulan datang, kau dilarang menggunakan baju haram seperti ini, sebab aku tergoda sayang, kau tak kasian denganku yang sudah berkeringat seperti ini."
"Jika berkeringat nya didapat oleh si Jery yang balapan di terowongan Kasablanka, aku mau keringatan setiap saat sayang,"
"Aku jengkel dengan si bulan sebab acara malam ke dua ku hanya menjadi angan-angan saja, dia GK tau apa jika aku ingin mencoba baru yaitu gaya ular melilit, dan katak melompat, dan ingin mencoba di ruangan-ruangan didalam rumah sepuasnya"
"Hey ... darimana kau tau gaya-gaya sepeti itu ?" Dengan pipi merah Qiana tak habis pikir dengan otak suaminya.
Dalam hati Qiana mengumpat "bajingan mana yang mengotori otak polos suaminya"
"Kakek yang memberi ku video untuk pembelajaran ku agar kau tidak kecewa dengan diriku yang selama ini hidup lurus,"
" Uhuk... Uhuk... " wajah Qiana pucat seketika.
Qiana mengerti sekarang jika kemesuman sang suami di ajari oleh kakek WU." pantas saja malam pertama mereka sang suami seperti pemain profesional yang tak terkalahkan, sampai saat ini bibir terowongan Kasablanka nya bengkak seperti di sengat tawon, dan ia merasa lubangnya mudah kemasukan angin, dan terasa ada yang mengganjal di tengah-tengahnya.
"Aku bersyukur datang bulan saat ini, sebab jika aku di ajak bertempur lagi dengan Taksa, mungkin di terowongan ku bukan serasa lubang kemasukan angin, tapi yang ada terowongan nya ambruk sebelum mendapat perbaikan ulah si Jery yang obesitas itu"
"Ayo kita ke Rumah Sakit sayang" Taksa tiba-tiba panik.
"Buat apa kita kerumah sakit ?"
"Kau batuk, dan wajahmu pucat sayang,"
"Astaga" jika Qiana tidak menyayangi orang ini mungkin saat ini Qiana mendorong Taksa jatuh ke danau di belakangnya.
"Aku tidak apa-apa, ayo kita masuk saja, jika tetap disini aku takut menjatuhkan mu sungguh-sungguh ke danau ini"
"Ayo kita ke kamar sayang, aku sungguh-sungguh minta DP"
"Boleh, asal kau membelikan aku ikan piranha"
"Apapun akan aku berikan, sekarang si Jery ingin merasakan DP darimu terlebih dahulu" Taksa mengangkat tubuh Qiana dari belakang, menggendong Qiana merupakan hoby baru untuk Taksa.
^^^~To be continued^^^
__ADS_1
^*A**ku tambah satu lagi nih , mana suaranya para pembaca setia Liana ^ jika banyak Liana up setiap hari, sebab semakin kesini kok sepi ya*??..