Kehidupan Kedua Sang Putri

Kehidupan Kedua Sang Putri
pengalaman pertama


__ADS_3

...^HAPPY READING^...


Suasana dalam kamar pengantin dadakan ala Taksa, yang super kilat seperti pos pengiriman barang saja,


sangat romantis, hadiah kecil-kecilan para anak buahnya untuk bos mereka.


Taksa merebahkan tubuh Qiana perlahan lahan, dengan sangat hati-hati bak meletakkan porselin termahal yang mudah pecah.


"I love you my wife, you are the only angel in my life, thank you for coming in my lonely life." Taksa membisikan kata-kata cinta untuk istrinya.


Jantung Qiana berdetak kencang mendengar kata cinta tulus dari Taksa, Taksa menganggap nya seorang yang paling berati di hidupnya.


Qiana salut sama Taksa, dalam keadaan terpengaruh obat ia bisa menahan naf•sunya, jika laki-laki lain, sedari tadi ia menawarkan dirinya di kamar hotel Taksa sudah melakukannya kepada Qiana, sebab status nya yang janda, pasti akan di anggap pengalaman.


"Cup" Taksa mengecup kening Qiana.


"Cup" Taksa mengecup kedua kelompok mata Qiana.


"Cup" Taksa mencium hidung, dan tudung ke benda lunak favorit nya .


"Aku tidak boleh mengecewakannya, meski aku pemain junior dalam hal ini. aku percaya diri dengan kemampuan si Jery, maka dari itu si Jery berdiri tegak bak tiang bendera, ia tak tergoyahkan meski badai menerpa" kata hati Taksa yang merasa nervous.


Sedangkan Qiana yang mendengar kata hati Taksa, dibawah sana, yang sedang memikirkan sesuatu, jika mesinnya belum panas dan ia tak menginginkan pertarungan ini juga, saat ini ia akan menendang si Jery yang melambai-lambai kepadanya.


Taksa memperlakukan Qiana dengan penuh kelembutan, meski saat ini Taksa terpengaruh oleh obat perangsang dosis tinggi, Taksa tak ingin istrinya merasa diistimewakan.


Ketika penyatuan itu terjadi Taksa sempat terkejut, akan darah mengalir dari tubuh Qiana, ia tak menyangka jika disaat penyatuan tadi ia cukup bersusah payah, dan air mata kesakitan istrinya meski tak bersuara membuat Taksa yakin jika istrinya adalah wanita suci tak tersentuh oleh tangan laki-laki lain.


Dada Taksa berdetak semakin kencang, rasa cinta nya kepada sang istri, menambah berkali-kali lipat,


Tenyata istrinya, seorang berlian yang dilapisi batu,


status istrinya janda tapi kemurnian istrinya memang pantas di cintai seorang Taksa.

__ADS_1


Kemurnian istrinya itu adalah hadiah terindah yang ia dapatkan.


Ia memilih tak egois, ia menciptakan pengalaman pertamanya itu se hikmat mungkin.


Bisikan cinta Taksa di telinga Qiana sepanjang penyatuan itu membuat cinta Qiana terhadap Taksa akan berkembang,


Malam ini adalah awal manisnya cinta Qiana dan Taksa, dan hari esok akan merubah segalanya.


"Terimakasih sayang, aku menjadi yang pertama, aku bersyukur tak memilikimu sebelum pernikahan kita, karena kau terlalu berharga untuk ku, aku tak ingin memilikimu dengan salah"


"Dan terimakasih kau telah menikahi ku, mungkin zaman dahulu aku menyelamatkan sebuah keraajaan sehingga aku mendapatkan wanita sesempurna dirimu. "


"Terimakasih sudah mencintai seseorang janda menyedihkan ini Taksa"


"Kau tak menyedihkan sayang, kau terlalu sempurna bagi di yang menyakiti mu saat itu, maafin aku sayang sebab di otakku terbesit rasa sukur kau di lepaskan oleh orang itu entak siapa, aku ingin mengetahui nya"


Taksa mencium kelopak mata Qiana, di sudut hatinya, ia sangat bersyukur bawa istrinya hanyalah miliknya seorang, tidak ada laki-laki lain yang pernah menyentuh istrinya, sungguh ia laki-laki yang amat diberkahi tuhan, ia berjanji untuk menggenggam tangan Qiana, dan melindungi Qiana dari apapun itu.


Qiana terpengaruhi obat perangsang meskipun dalam dosis tingkat rendah membuat tubuhnya dapat bertahan mengimbangi jurus tapak bumi milik Taksa yang perkasa.


"Besok aku akan membakar perusahaan yang memproduksi obat peran•gsang yang kau minum Taksa, aku sudah tak tahan, sungguh aku lelah" Qiana tertidur setelah peperangan ronde ke terakhir berakhir.


Taksa yang melihat istrinya kelelahan akibat melawan Taksa di Medan tempur semalaman penuh,


Ia mengecup sekilas kening Qiana dan berbaring di samping Qiana sesaat.


"Cup ... terimakasih sayang"


"Malam ini beribu-ribu terimakasih ku tak dapat menggambarkan kebahagiaanku saat ini"


"Terimakasih sekali lagi kau telah bangun dari tidur panjang mu, sesuai janjiku padamu, aku akan menjadi seorang pendukung dibelakang mu, untuk mencapai misi mu nanti"


"Akan aku tunggu cinta 100% dari mu untuk ku, dan aku akan sabar menunggu kisah hidup mu yang kau sembunyikan selama ini, aku ingin mendengar semuanya dari dirimu sendiri."

__ADS_1


Taksa meliahat Qiana dalam tidurnya, ia seakan tak ingin tertidur , sebab ia takut kejadian malam ini adalah mimpi,


"Aku harus membersihkan kan tubuh kita sayang, agar, tidur kita nyenyak sampai pagi,"


"Maafkan aku sebab demi menyelamatkan ku, kau tak memperhatikan keadaanmu yang baru pulih, kau tangguh sayang jika orang biasanya saat ini berjalan pun mereka tidak akan lama berdiri, tapi kau berbeda, kau kuat,"


"Aku tak sabar memberi tahu dunia jika wanita tangguh ini adalah seorang Taksa Tyaga Danendra WU"


"Aku ingin melihat orang lain memandangku iri, sebab hanya laki-laki beruntung seperti diriku yang mendapat kan seorang istri idaman para pria"


(Jika Qiana bangun dari tidurnya pasti saat ini jantungnya berbunga-bunga lebih banyak dari bunga yang Taksa berikan untuk nya)


Setelah ia beristirahat sebentar ia pergi kekamar mandi untuk membersihkan diri dari keringat yang membasahi nya.


Tak lupa juga ia menyiapkan air hangat di bathtub untuk membersihkan tubuh istrinya, yang lengket bekas pertarungan mereka.


Taksa menggendong tubuh Qiana kedalam kamar mandi, ia masukkan tubuh Qiana kedalam bathtub yang sudah diisikan aroma terapi,


Qiana yang dimandikan oleh Taksa pasrah akibat kelelahan,


kali ini Taksa melihat tubuh istrinya yang mengiurkan di dalam bathtub, otak mesumnya mulai beraksi.


"Jika kau tak kelelahan pasti kita mengulanginya lagi sayang, sepertinya di kamar mandi adalah refrensi yang sangat tepat untuk kita mencari pengalaman baru."


"Aku berharap semoga Taksa junior akan segera hadir di tengah-tengah kita, aku ingin melihat versi mini kita secepatnya nya sayang"


Tiba-tiba otak Taksa berfikir jika ia memiliki keturunan sekarang, maka masa pacaran nya dengan Qiana akan pendek, nanti waktu Qiana untuk nya berkurang, ia harus bersaing dengan orang lain untuk merebut perhatian istrinya itu.


"Oh tidak aku ingin puas-puas dulu dengan istriku, aku akan meminta Doni biar ada gunanya menjadi dokter pribadi ku"


Dirasa sudah cukup untuk Qiana hingga ia mebawa tubuh Qiana de dalam kamar dan memakaikan baju tidur untuk Qiana, mereka memulai tidurnya.


^^^~To be continued^^^

__ADS_1


__ADS_2