
...^HAPPY READING^...
Suasana di ruangan itu tiba-tiba menjadi horor sebab kehadiran kakek tua yang di sangka pelayan ternyata kakek Taksa.
"Dasar cucu durhaka jika kakek tua ini tak mengunjungimu maka kau tak pernah menginjakkan kakimu di rumah kakek HAH"
"Rasakan tongkat ku ini .... buk... buk.." kakek memukul pantat Taksa dengan tongkat nya.
"Ampun kek ampun" ucap Taksa.
"Hay nona cantik, siapakah namamu"
"Kakek bisa memanggilku Qiana, maaf ketidak sopan an ku tadi" ucap Qiana tulus
"Tidak apa apa sayang" kakek mengulurkan tangannya, sebelum kakek menyentuh Qiana tangan besar menarik tubuh Qiana menyembunyikan dalam pelukannya.
"Gak ada acara pegang pegang, sayang dia adalah kakekku."
"Dan kakek jangan perhatikan kecantikan istriku, nanti kakek naksir lagi, aku tidak ingin memiliki saingan" dengan nada dinginnya, seperti ada seorang yang ingin mencuri kekasih nya itu.
"Plak..." dia kakek mu Taksa, mana ada kakek tua seperti ini bisa naksir wanita muda,
"Dan apa apaan tadi kau cemburu kepada kakek mu sendiri, mungkin kepalamu harus mendapatkan tinju dari ku lagi" galak Qiana
Kakek yang melihat ke galakan Qiana tambah menyukai karakter calon cucu menantunya itu, karena sebagai istri pengusaha nomer satu harus tegas dan tak mudah ditindas dan memiliki sifat apa adanya.
"Huhuhuhuhu.... cucu menantu kenapa kau mau sama kutu kupret ini, kasih dirimu memiliki kekasih gunung es seperti cucuku ini, bagaimana jika kau ku perkenalkan dengan pemuda humoris, tampan dan mapan, cucu ku ini meskipun mapan tapi sifat cueknya akan membuat hidupmu dalam kedinginan cucu menantu" ujar sang kakek
"Itu adalah saran yang saya belum pernah pikirkan selama ini kakek"
Qiana menyukai kakek Taksa, karena ia sudah membaca pikiran kakek, hanya kegembiraan di saat melihatnya pertama kali, ia sedikit menikmati hiburan antara cucu dan kakek itu.
"Stop... kakek kau jangan memprovokasi kekasihku, aku sangat susah untuk mendapatkan nya, aku sampai membuang image ku selama ini, dia hanya punyaku jika seseorang jika laki-laki lain mau merebutnya, maka aku akan mencincang mereka satu persatu" tegas Taksa, seperti harta karun nya sudah ada yang ngerampok.
"Sudah-sudah..... salah mu sendiri membawa kekasihmu tanpa memperkenalkan kepada kakek mu ini,"
"Ya maaf tadi aku dari kantor membawanya pulang disaat dia tertidur, aku akan mengajaknya pulang ke kediaman WU jika kami tidak sibuk"
__ADS_1
"Baiklah aku akan tunggu, dan kau gadis cantik terimalah hadiah pertemuan pertama kita ini dariku" kakek Taksa memberikan satu kotak besar yang pelayan bawakan di belakang kakek tadi.
"Anda tidak perlu memberikan apa-apa kepada saya, cukup berikan berkat anda" tulis Qiana, membuat kakek tertegun ketika memandang bola mata indah yang penuh kejujuran.
"Aku membawanya kesini karena ini adalah berkat dariku gadis cantik, dan aku sangat menyukaimu ... cup "
kakek mencium kening Qiana seperti cucunya sendiri.
Sedangkan Taksa yang melihat kelakuan kakek mencium Qiana saat ini seperti kebakaran jenggot, akibat cemburu.
"Kakek kau memberi berkat sih memberi berkat, kenapa kau cium segala, ini tidak adil, aku menciumnya saja harus menjadi pencuri dulu, malah kakek terang-terangan menciumnya di depanku, kakek mencuri dariku.... auw..." telinga Taksa sakit dijewer oleh kakek
"Dasar raksasa posesif, aku jodohkan dia dengan orang lain tau rasa kau, dan kenapa dengan jalanmu itu??"
"Ahh itu..." Taksa bingung mau menjelaskannya.
"Apa kau tidak kuat bergoyang di atas sehingga pinggang mu ke cetit."
"Ah ada-ada saja kau kek, saat ini si Jery masih perjaka tingting, Jery mempunyai harga diri, membeli baru di makan, bukan dimakan sampai puas baru di beli" Taksa tak terima sang sahabat diremehkan.
"Maaf kek pinggang Taksa seperti itu tadi aku jatuhkan dari tempat tidur" Qiana sedikit merasa bersalah, dengan pipi merona ia mengaku kesalahan nya pada si kakek.
"Jika aku bilang sama kakek jika si Taksa memperlihatkan si Jery kepadaku habis lah si jery" kata hati Qiana
"Ampun sangan jgn bilang apa-apa sama kakek" kata hati Taksa, sambil melihat ekspresi nya kekasihnya yang lagi berfikir.
"Hahahahahaha, kenapa kau tak patahkan kakinya sekalian sayang, biar dia gak nakal, kakek tua ini pamit dulu"
...* * * *...
Setelah kepergiannya kakek WU, Taksa membawa Qiana turun kelantai bawah, acara makan di balkon ia urungkan, ia mengajak Qiana makan di ruang makan.
Ketika tuan mudanya turun dengan seorang gadis yang sangat cantik bak putri membuat semua pelayan dan paman Desmond terpana.
"Hemz,,,,, jika kalian masih sayang nyawa jauhkan pandangan kalian" ucap dingin Taksa.
"Ayo sayang kita makan dulu" Taksa menarik kursi untuk Qiana, lalu ia duduk disebelah nya.
__ADS_1
"Kau makanlah semua yang kamu suka disini, ini semua Khusus dibuatkan untuk mu"
"Terimakasih" ucap Qiana
Mereka makan dengan diam, sesekali Taksa membersihkan tulang ikan memberikan kedalam piring Qiana.
sungguh Qiana merasa dimanjakan oleh laki-laki ini, dan Qiana mulai menikmati apapun yang Taksa lakukan kepadanya.
Setelah makan Taksa mengajaknya naik kekamar, mereka duduk santai di balkon kamar Taksa sambil menikmati sore sambil memakan cemilan kesukaan Qiana,
"Sayang kau bukalah kotak yang kakek berikan nya tadi. "
Qiana membuka kotak pemberian kakek WU setelah Taksa menyuruhnya. Qiana tertegun dengan apa yang kakek berikan kepadanya.
Dalam kotak berbetuk balok dengan ukuran lumayan besar, Qiana membuka kotak itu, mata Qiana tercengang, kotak itu berisi batangan emas didalamnya, dan kotak perhiasan berbentuk kotak tipis.
Ketika dibuka ternyata berisi sebuah kalung bertahtakan berlian merah muda bersinar yang langka, dengan desain yang sangat elegan membuat Qiana yang tidak terlalu suka aksesoris terpukau dengan kalung itu, kalung itu cuma ada satu didunia ini, sepertinya adalah harta berharga keluaga bangsawan WU yang turun temurun.
"Kalung ini pasti sangat mahal aku tak bisa menerimanya," karena Qiana tau harga berlian ini, pasti sampai triliun an, dan emas batangan yang ia pegang saat ini jika ditimang-timang beratnya sekitar 10 kg, memang keluaga WU tak menyangi hartanya, cucu dengan kakek berlebihan.
"Ambillah sayang di keluarga WU memiliki beberapa berlian yang langka dan turun menurun, sepertinya kakek sudah membuat kan satu Kusus untuk mu semenjak aku bilang kepadanya jika aku memiliki kekasih, kau tak bisa mengembalikan nya karena itu merupakan berkat darinya"
"Baiklah aku terima, aku akan pulang sekarang, aku memiliki pekerjaan di Vila"
"Aku akan mengantarkan mu baby, mobilmu sudah di Vila mu, aku menyuruh salah satu bodyguard ku yang mengantarkan nya.
"Baiklah, aku kita pergi" Taksa dan Qiana masuk lift untuk turun ke bawah , setelah lift sampai di lantai pertama mereka hendak keluar, tetapi di depan pintu ada paman Desmond mencegatnya.
"Maaf tuan ada tamu" di belakang paman Desmond muncul laki-laki tampan gagah menyapa Taksa.
"Bro aku dari tadi menelpon mu tapi kau tak mengangkatnya," sapa laki-laki itu belum memperhatikan gadis di sebelah Taksa.
Sedangkan Qiana yang melihat laki-laki itu syok" KAKAK" kata-kata Qiana Pelang sebelum kesadaran nya hilang...
" BUK..."
^^^~To be continued^^^
__ADS_1