Kehidupan Kedua Sang Putri

Kehidupan Kedua Sang Putri
Tang Lang aku datang


__ADS_3

Likenya turun ya, apa cerita nya sudah membosankan....🙈


...* * * * * * * ^•^* * * * * * *...


...~•^HAPPY READING^•~...


...* * * * * * * ^•^* * * * * * *...


Semua orang tercengang mendengar penawaran Mulin yang terbilang gila, Rafael yang sebagai kakak dari gadis itu tercengang, jika di lihat dari gelagat Mulin ia bisa melihat ada cinta yang besar untuk sang adik...


Mulin berjalan mendekati podium lalu mengurus transaksi atas pembelian Alana, Para anak buah dari grup H melepas borgol yang mengikat wanita itu....


“Aaahhh panas” kesadaran nya sudah mulai hilang....


Dengan gentle Mulin membuka jasnya menaruh nya di atas kerangkeng itu, lalu ia melepaskan kemejanya dan dengan telaten memakaikan kemeja ke tubuh seksi yang tengah memandang nya buas, “Ahhh panas aku mau kamu” Alina meracau ketika tubuhnya tersentuh dengan tangan Mulin.....


“Aaahhh.... Gatal” Alina menggesekkan kedua pahanya karena sesuatu dibawah sana sudah becek dan lengket.


Mulin membawa tubuh Aluna yang kepanasan ke mejanya, tingkah Mulin menjadi sorotan semua orang, Mulin melangkah mendekati Qiana dan Taksa, “Tolong orang yang paling saya cintai Nona” Ucapnya....


Melihat suasana yang sudah tak bisa berpura pura lagi , Qiana langsung menepuk tangannya tiga kali, Prok Prok Prok...


Lampu mati seketika....


“Ada apa ini???”


“Ada apa ini???”


“Ada apa ini???” Ricuh peresta yang mengikuti lelang....


“Ular....” Jerit si wanita yang seksi di samping pemandu, tapi sudah terlambat setelah jeritan ular itu sudah menyemburkan bisa ke wajah wanita itu, dalam hitungan menit wanita itu tewas...


“Ada apa ini... penjaga penjaga” Teriak si pemandu...


“Sampek suaramu serak tak satupun dari mereka datang” Ucap Qiana dingin...


“Dasar wanita jal•ang akan ku” tangannya sambil merogoh hanpone....


Sressshhhh..... Sebuah senjata Shuriken melayang menancap tepat di nadi leher si pemandu acara,

__ADS_1


...



...


...Seperti ini senjatanya.......


“Aaahhhh” Teriak semua orang meliahat si pembawa acara tewas....


“Kau tak sabaran banget hubby” Ucap Qiana, kepada suaminya itu....


“Tak akan ku biar kan mulut orang mengatai istriku jal•ang” Ucap Taksa lantang.....


Cup.... Qiana mencium bibir suaminya, “Aku tau tempat ini memang jebakan untuk mu agar kau jatuh ke tangan mereka, hanya meja kita saja yang berisikan orang satu negara, agar mereka memberikan makanan yang di bius untuk kita tak tertukar” Ucap Qiana lantang.


“Suli cicipi makanan ini” Ucap Qiana kepada ularnya yang berada di bajunya, tanpa menunggu perintah ke dua kali ular itu memakan daging yang tak tersentuh di depan sang Nona.


Setelah memakan daging itu ular itu pingsan, “ Bagaimana..???” Tanya Qiana...


Semua orang itu berusaha mengeluarkan semua isi perutnya, mereka pada takut.


“Kenapa Nona??” Tanya Mulin.


“Pengaruh Obat itu tak akan bisa hilang jika si peminum tak melakukan hubungan suami-istri, dan efeknya terlihat fatal” Ucap Qiana.


Mendengar jawaban sang Nona, jakun Mulin naik turun apalagi saat ini ia dijadikan ibu sui oleh Alana, dan tangan Alana sedari gak sabar membuka Gasper import Abang Mulin, sehingga mau tak mau Mulin mengikat tangan alina menggunakan jas...


“Pergilah, aku merestui kalian, besok kalian harus nikah jika tidak siap siap kamu aku cabut dengan akar akarnya” Ucap Rafael...


“Terimakasih” Mulin pergi dari gedung itu tanpa melihat ke belakang.


“Dasar calon ipar lack•nat” umpat Rafael, tapi ia juga tersenyum....


“Pergilah dari tempat ini” ucap Qiana kepada semua orang....


Semua orang langsung kabur keluar, tak Sampek 5 menit jeritan semua orang menggelar dari depan ruangan, semua orang yang keluar sudah menjadi roti lapis dengan saus tomat yang melimpah....


“Hanya orang mati yang bisa menjaga rahasia, dan aku hanya mempercepat kematian mereka saja” Ucap Qiana santai.

__ADS_1


“Nona yang terbaik” Ucap semua orang serempak.


“Jangan pernah memuji istriku didepan ku, atau kalian ku ikat disini hingga gedung ini meledak” Ucap Taksa.


“Semua sudah beres Nona” Ucap Zia dengan tubuh sudah kotor, bajunya yang putih sudah berwarna merah.


“Wow setelah lepas pera•wan kau makin sadis” Puji Qiana.


Lalu mereka pergi dari tempat itu mengunakan lift Khusus yang biasa nya di gunakan para petinggi untuk ke balkon gedung tinggi itu, dengan ahli retas Qiana dan kehebatan si ratu Mafia, apapun akan terjadi selama wanita itu ingin....


Di atap sudah ada sebuah jet pribadi yang memang Han persiapkan untuk mebawa Qiana dan yang lain...


Tililit... Tililit... suara handphone si pemandu acara tadi berbunyi...


“Ia tuan” sistem Qiana menjawab panggilan itu, suara itu sama persis dengan orang tadi.


“Sudah kau bawa pengantin ke dua ku, disini aku sudah tak sabar menunggunya datang, pesta lajang ku sudah dimulai ini”.


“Sudah tuan,,, Saya sudah berada di pesawat”


“Bagus”


“Kau duluan yang mengundang ku Tang Lang maka dengan senang hati aku datang. Aku sudah tak sabar bertemu dengan mu, rupanya di kehidupan ini kau juga penjahat... Maka kau sedang mengundang kematian mu lebih cepat” Ucap Qiana dalam hati


^^^~To be continued^^^


Terimakasih atas dukungan kalian di karya receh emak Liana🙏🙏🙏


Jangan lupa


Like👍


komentar🗣️


Hadiah🎁🌹☕


Vote 🔥


Bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐ di rating pojok popularitas karya ini.

__ADS_1


Favorit ♥️ agar kalian mendapatkan notifikasi update karya ini


__ADS_2