
...^HAPPY READING^...
Pembicaraan unfaedah antara si kakek dan si cucu itu keliling entah kemana, membuat sesaat Taksa melupakan pertanyaannya kepada si kakek tentang keberadaan istrinya itu.
"Oh aku lupa dimana istriku kakek?"
"Istrimu ke kolam renang katanya ia saat ini ada kepentingan untuk menelpon anak buahnya"
"Apa ... kenapa kakek mengizinkan ia berjalan," teriak Taksa.
"Dasar cucu nggak ada akhlak, dua kali kau berteriak di depan kakek mu di pagi ini, rupanya kau sudah bosan hidup ya"
Tak menghiraukan ucapan kakeknya Taksa berlari ke kolam mencari keberadaan istrinya itu.
"Sayang kenapa kau berjalan keluar"
"Sku menelpon Rafael, ke dua tikus itu saat ini sudah menjadi tahanan anak buah ku di kampung mati."
"Sukannya kampung mati adalah kampung para penjahat itu sayang?" tanya Taksa.
"Kau benar, semua orang di kampung mati bekerja dibawah perintah ku sekarang"
"Kau hebat sekali sayang, bisa menaklukkan kampung mati, banyak kejahatan dari kampung mati tapi polisi dan pemerintah tak berani menangkap para penjahat di sana, sebab ribuan orang di kampung mati adalah sebuah aliansi mafia terkuat di negara ini, dan kau menaklukan mereka" kagum Taksa.
"Karena salah satu dari mereka menyinggung ku maka jangan salah kan aku, jika aku mengambil alih kepemimpinan atas mereka. "
Sebenarnya adanya Qiana sebagai pemimpin baru mereka kampung mati saat ini sejahtera, bahkan kejahatan di daerah ini berkurang sebab keuangan kampung mati sangat terjamin, mereka melakukan kejahatan seusai instruksi dari nonanya.
Kegiatan sehari-hari kampung mati saat ini membudidayakan tumbuhan obat untuk di Budi dayakan di bukit belakang kampung mereka, dan saat ini QCL sedangkan naik daun di bidang Farmasi dan barang-barang teknologi yang mereka ciptakan.
Akibat pencetusan obat untuk Virus Ebola maka sekarang negara-negara yang terserang wabah Virus Ebola berbondong-bondong mengajukan surat kerja sama besar-besaran, bahkan saat ini nama QCL teknologi dan farmasi di kalangan pengusaha sangat terkenal, sehingga perusahaan Lu milik mantan suami Qiana mengajukan surat kerja sama.
Ia tidak tau jika perusahaan yang saat ini di ajak kerja sama adalah milik mantan istri yang saat ini ia cari-cari.
Keberhasilan QCL membangun sebuah panti asuhan dan rumah singgah bagi orang-orang tuna wisma di pulau kecil di sisi selatan pulau yang saat ini Qiana tempati.
__ADS_1
Qiana membangunkan pulau kecil itu untuk anak-anak terlantar, dan orang-orang yang tidak beruntung kelak seperti tuna wisma dan panti jompo.
Sedangkan rumah sakit pemberian Taksa ia membuat rumah sakit itu khusus bagi orang penderita kangker dan penyakit keras lainnya, dan anak-anak yang tidak mampu menderita penyakit serius.
bagi yang dirawat di rumah sakit itu tak satupun di pungut biaya,
Qiana membangun semua ini bukan semata-mata di anggap baik, sebab ia akan menepati janjinya kepada Qiana yang asli.
Dan juga berharap di reinkarnasi selanjutnya nasib hidupnya lebih baik dari sekarang.
*
*
*
"Honey kau Kemana saja aku mencari mu" Taksa mendekati Qiana.
"Hubby aku menelpon Rafael, dua tikus sudah di tangan anak buah ku, mari kita sapa mereka"
"Mereka adalah pilihan ku, dan aku yakin mataku ini tak pernah salah menilai seseorang"
"Ayo sayang kita berangkat sekarang"
"Taksa mengangkat tubuh Qiana kedalam gendongannya,"
"Kenapa kau selalu menggendong ku Taksa" geram Qiana, sebab ia diperlakukan seperti anak kecil yang kemana-mana harus di gendong.
"Patuh lah sayang, aku tak ingin terowongan Kasablanka mu tambah sakit," ucap Taksa tanpa filter.
"Dasar ,,, siapa yang membuat terowongan Kasablanka ku cidera seperti ini, sepertinya si Jery harus mengikuti kelas diet"
"Kenapa seperti itu sayang??"
"Sebab si Jery menderita obesitas tak seusai namanya, jika dia puasa masuk ke Terowongan Kasablanka ku maka ia akan kurus" saran Qiana
__ADS_1
"Sayang jangan seperti itu , kasian si Jery baru belajar makan sudah di suruh puasa, yang ada si jery ngambek, dan terowongan Kasablanka mu merindukan si Jery melintas di dalam sana"
"Cih... itu mah mau mu doang"
"Bukanya kamu juga sangat menyukai aksi si Jery masuk terowongan sayang, kau masak lupa eskpresi mu yang merem melek ketika si Jery keluar masuk didalam sana"
"Mana ada, yang ada si Jery membuat lobang terowongan Kasablanka ku bolong besar, akibat ulah si tikus raksasa mu itu, terowongan ku longsor mungkin dulu lubang terowongan Kasablanka itu buat di lewati sepeda motor, akibat ulah si Jery luas terowongan bisa di masuki mobil truk dua buah" geram Qiana sebab saat ini daerah sensitif nya benar-benar sakit ulah si Jery yang kesurupan semalam sampai pinggangnya butuh obat encok.
"Ah jagan seperti itu sayang semalam siapa yang bilang.. ah Taksa lebih cepat" Taksa mendesah membuat wajah Qiana memerah seperti kepiting rebus saat itu, sebab ia tak bisa memungkiri nya jika ia benar-benar mengatakan kata laknat itu.
Qiana merutuki dirinya sebab di kehidupan pertamanya otaknya tak pernah se mesum ini dan ia mengakui jika pesona Taksa yang sempurna apa lagi disaat mereka didalam kamar seperti semalam, ia jatuh sejatuhnya dalam pesona seorang Taksa yang memiliki wajah tampan, tubuh mempesona dan juga si Jery yang gagah berotot sebanding dengan tubuh maskulin Taksa.
"Kenapa kau memberikan nama Jery, tikus kan kecil, sedangkan dia lebih pantas kau beri nama anakonda?" tanya Qiana tanpa sadar tertular penyakit somplak si suami.
"Tikus kan hewan cerdas, ia pintar mencari tempat dimana adanya makanan yang berlimpah, dan kecerdasan nya itu tak mudah di tangkap, dari kecil aku sangat suka kartun serial Tom & Jery, maka dari itu aku memberikan nama Jery, meski bentuk tubuh jery ku tak semeng gemas kan jery di kartun, tapi aku yakin kau suka dengan tampilan si jeri ku ini hon"
Sedangkan Qiana begidik ngeri," apanya yang menggemaskan yang ada aku merinding melihat jery mu yang menyeramkan itu" kata hati Qiana.
Taksa melangkah keluar dari Mansion nya, di luar sudah ditunggu mulin dan Rafael yang menjemput nonanya dengan helikopter.
"Selamat pagi nona, tuan helikopter sudah siap, mari kita pergi" ucap rafael dan mulin, sambil menunduk kebawah tak berani melihat nonanya"
"Apakah sepatumu baru Rafael kenapa kau menunduk seperti itu?" tanya dingin Qiana...
"Bagaimana aku tidak menunduk jika aku melihat bekas ****** di leher nona penuh, sungguh aku tak ingin membayangkan hal kotor apa yang terjadi semalam kepada mereka" Kata hati Rafael.
"Wah anda hebat tuan pasti si Jery ngamuk sampai nyonya muda seperti macan tutul akhirnya Taksa kecil sudah di produksi" kata hati Mulin
"TAKSA JIKA KAU TIDAK MENGAMBILKAN SYAL UNTUK LEHERKU, MAKA UCAPKANLAH SELAMAT TINGGAL KEPADA SI JERY" aura di tempat itu serasa berada dikutup Utara seketika.
^^^~To be continued^^^
🌷 terimakasih teman-teman yang memberikan vote **mingguan kali ini Liana mendapat 10 vote dari para pembaca setia karya Liana
jika** Vote Minggu ini nambah 20 Vote lagi.... Liana akan crazy up 5 episode sekaligus 🌷
__ADS_1