Kehidupan Kedua Sang Putri

Kehidupan Kedua Sang Putri
Mafia the King of Lion


__ADS_3

...^HAPPY READING^...


Saat ini mereka berada di sebuah Mansion luas di tengah kota terbengkalai, Mansion itu dikelilingi oleh banyak penjaga.


Qiana memandang sekeliling tempat itu dengan kewaspadaan yang sangat teliti "benar disini tempatnya ?"


"Be-benar Nona..." pria botak itu gemetaran hingga tak terasa jika celananya basah.


bagiamana tidak basah sebab saat ini wanita yang tadi ia sepelekan sedang menodongkan samurai sangat panjang, dan terlihat ketajamannya.


"Suruh orang-orang membuka gerbang, jika mereka tidak membuka , maka siap-siaplah ucapkan selamat tinggal kepada kepalamu" ancam Qiana tak main-main.


Si kepala botak yang tau kehebatan Qiana tidak bisa memandang remeh wanita itu, sebab wanita ini yang membunuh kawannya hanya beberapa kedipan mata tanpa berbelas kasih.


"Ba-baiklah Nona," lalu laki-laki botak itu berbicara dengan para penjaga, entah apa yang mereka bicara sebab mereka sedikit jauh,


Cuma pandangan Qiana yang dingin dan menusuk kepada pria botak itu seakan memberi isyarat, "jika kau berani kepadaku, maka jangan salahkan kau dan seluruh penghuni di tempat ini binasa ditangan ku" begitulah Sirat mata Qiana yang penuh akan ancaman.


Setelah beberapa menit, laki-laki itu kembali kepada iblis wanita yang seperti ingin memakannya hidup-hidup saat ini juga.


"Mari Nona, anda ikut denganku"


Merek berjalan mengikuti pria botak, dengan kewaspadaan tinggi terutama 6 orang Bodyguard Taksa yang menggotong Alice itu.


Sesampainya di ruang tamu Mansion itu sudah banyak orang berdiri berjejer berbagai spesies ( kayak binatang saja hehehe, sebab orang-orang Disana ada yang putih ada yang hitam, ada yang pendek ada yang tinggi, ada yang kurus kerontang ada yang gendut tambun, terserah para pembaca sajalah memikirkan nya hehehe )


Ditengah-tengah mereka ada sebuah kursi terlapisi kulit macan, seorang pria berpenampilan nyentrik sedang duduk disana, Qiana yang melihat pria itu sedikit mengernyitkan dahi.


Bagaimana tidak mengernyitkan dahi, sebab laki-laki itu sperti orang penjual batu akik, seluruh jarinya dihiasi batu akik, kalungnya pun tak cukup satu batu akik, apalagi penampilan nya yang sangat norak dengan baju kemeja berwarna warni bak pelangi, dengan topi Koboy di kepalanya, maka dari itu Qiana mendefinisikan penampilan pria berperut buncit itu tak sesuai dengan ekspektasi seorang ketua Geng Mafia.

__ADS_1


"Wah ada tamu bidadari disini, mimpi apa ya kota kita yang terbengkalai ini kedatangan seorang Dewi sangat mempesona". sapa si pria nyentrik.


"Mimpi ketiban durian Montong bos... hahahhaa, seger bos... boleh ini kita mencicipi sedikit nih bos". kata salah satu dari anggota Mafia.


"Kau pintar membawa yang bening pulang kerumah," mata si laki-laki menatap lapar pada Qiana.


"Hahahahahaha". mereka tertawa bahagia seakan ada pesta, ratusan anak buahnya pun juga ikut tertawa.


Tertawa mereka langsung berhenti setelah seorang penjaga yang berbicara dengan si botak di gerbang membisikkan sesuatu kepada si Bos.


Tertawa senyap itu membuat ruangan sunyi bak kuburan, seketika kemarahan bos Mafia itu langsung mengebrak meja di depannya "apa kau bilang, kenapa kau tak meneleponku dan memberi tahu kondisinya"


"Maaf tuan anda tak mengangkat telpon dari kami, maka dari itu saya masuk ke dalam untuk melaporkan semua kepada anda dengan sesuai laporan dari si botak"


pria nyentrik yang berusia sekitar 50 tahun itu memandang Qiana dengan mengintimidasi.


Sedangkan Qiana yang dipandang seperti itu langsung memberikan tatapan dingin seperti menguliti sang lawan.


"Sudah cukup memandang ku" kata Qiana menusuk kedalam relung hatinya.


"Nona mulut seksi mu itu tajam juga, aku ingin mencicipi bibirmu itu". kata salah satu anggota Mafia itu.


"Cresssh" tanpa aba-aba Qiana memenggal kepala laki-laki yang ingin mencicipi bibir Qiana itu,


Semua orang melihat kejadian diam membeku sebab dengan sekali serangan sebuah samurai langsung memisahkan antara kepala dan tubuh.


mereka semua tidak tau jika gadis yang mereka tatap dengan tatapan mesum memiliki sebuah samurai yang di tempelkan ke belakang tubuh rekan mereka si botak, sebab sedari tadi yang mereka lihat Qiana seakan memeluk tubuh si botak, sedang kan dari arah belakang, dihalangi ke 6 Bodyguard, sehingga tak terlihat.


Sedangkan si botak yang melihat wanita yang sedari tadi menodongkan samurai memenggal rekannya, langsung jatuh terduduk " BUK "

__ADS_1


"Ampuni kami Nona," ucap lirih si botak.


sedangkan saat ini Qiana berdiri pas berada di depan ketua mafia kelompok itu.


"Apa yang kau inginkan dari kami?" tanya si Ketua sangat marah karena kelancangan Qiana yang membunuh di depan matanya.


"Aku ingin kau menjadi anak buah ku , jika tidak " perkataan Qiana dipotong oleh pimpinan mereka , sebab menurutnya Qiana melawak didepannya.


"Jika tidak kenapa hah ?,,, kau tak melihat kalian cuma bertujuh, sedangkan kita beratus-ratus orang disini, kau mungkin hanya orang awam tak tau kami Nona, sini aku beritahu kamu, kami The King of Lion penguasa kota ini, dan anak buah kami beribu-ribu orang, jika kau meminta maaf pada kami maka pembunuhan ke 9 anak buah ku aku anggap impas, tapi kau harus menjadi budak *** kami selamanya... hahahaha"


"SET..." Qiana melemparkan sebutir obat kepada mulut si ketua geng mafia itu yang saat ini masih tertawa terbahak-bahak.


Ketika obat itu sudah masuk kedalam mulut si ketua geng mafia itu, Qiana langsung menepuk punggung pria itu


"Uhuk...uhuk.. uhuk... kau apa yang kau masukkan kedalam mulutku wanita sialan"


"Hanya obat pelebur saja tuan" jawab Qiana enteng tanpa beban.


"Pelebur apa maksud mu ?" tanya pria itu bingung.


"Buk... " seketika tubuh laki-laki itu langsung terjatuh tak bertenaga, tubuhnya saat ini lemas seakan tak berotot dan bertenaga.


"Dalam beberapa detik tubuhmu akan lemas seperti jeli, semua otot mu melebur tak bertenaga." ungkap Qiana


"Kalian semua bunuh wanita ini sekarang" perintah pria itu


"Jika mereka membunuhku, maka kau tak akan bisa sembuh lagi, sebab cuma aku yang memiliki obat penawar, dan kau tak ingin tau kenapa aku datang kesini, sebab seorang Qiana tak akan menyinggung orang jika dia tak disinggung dahulu" pancing Qiana.


Ketua geng mafia itu saat ini sedang berfikir

__ADS_1


sedangkan Qiana berucap dalam hati "Sekarang aku akan mengambil pendukung mu Adria..tunggulah aku sebentar lagi... hahahaha"


^^^~NEXT^^^


__ADS_2