
...^HAPPY READING^...
Kedua orang itu sedang duduk di ruang tamu Vila sambil memperhatikan tempat itu yang sunyi.
"Tuan Vila ini sangat mewah, tapi entah kenapa sunyi seakan tak berpenghuni" mulin berkata.
"Kau benar mulin, pasti calon istriku itu sangat menyukai ketenangan, kau kembalilah ke perusahaan aku akan disini sampai malam, kau handle pekerjaan ku disana, kirim lewat email aku akan kerja disini."
"Baik tuan saya akan pamit terlebih dahulu" sebelum beranjak dari kursi mulin duduk kebali
"tu-tuan li-li-hat tangga" ucap mulin terbata-bata, membuat Taksa menoleh ke arah tangga yang di ucap asistennya itu.
"Glek.. ya ampun kenapa dua harimau itu berjalan bebas di vila ini ??" kata Taksa
~flashback
"Nona tuan Taksa sudah memasuki kawasan Vila kita" lapor Zia
"Biarkan mereka masuk, suruh bibik rona menjamu kita, dan masukkan kedua kesayanganku ke sini, biar kedua kesayanganku itu menemani tamu kita, aku ingin melihat reaksi mereka"
"Baik nona"
"Aku akan pantau mereka dari kamera CCTV"
"Yury kau awasi semua keadaan vila kita"
(Yury adalah kecerdasan virtual yang di buat dari sistem yang Qiana buat untuk memantau keadaan seluruh tempat ini selama ada kamera CCTV terpasang, maka Yury dapat memantau tempat terebut, Yury juga muncul secara Virtual di laptop atau di jam Kusus milik Qiana , Qiana tinggal memanggil namanya maka Yury Yeng berbentuk seperti peri kecil akan muncul didepan nonanya, Yury juga akan memanggil Qiana sebutan mama sesuai program yang dia buat )
"Baik mama", setelah 5 menit Yury mendapat perintah nonanya ia kembali muncul di depan Qiana.
__ADS_1
"Mama di bawah ada truk yang berisi bunga mawar berwarna warni, juga mawar yang didalam truk itu spesies pengembangan nona, pohonnya tidak tinggi tapi sudah berbunga semua, dan warnanya beragam nona, jika dari data yang Yury dapatkan harga per pohon 10 juta mama," lapor Yui
"Aduh ini laki-laki banyak duit sampai membuang uang hanya untuk bunga, suruh pengolah taman lavender menanam bunga-bunga itu menjadi taman Zia, dan kalian kedua kesayanganku sudah waktunya menyambut tamu kita."
~flashback off
"Kau pergilah sekarang, kedua harimau itu tidak akan menyerang ku, karena dia kesayangan istriku, maka aku akan menyesuaikan dengan apa yang istriku sayangi"
Setelah mendapat perintah tuannya mulin kembali kekantor sedangkan Taksa berusaha sesantai mungkin meski jantungnya deg degan melihat dua harimau itu seakan siap memakannya, sepetinya mereka tau kalau kalau Taksa adalah saingannya untuk merebut perhatian nonanya.
"Kalian jangan melihatku seperti itu, nanti setiap aku berkunjung kesini aku akan membawakan kalian makanan yang sangat enak" rayu Taksa
"geerrr"
"Duduklah sebenarnya aku kesepian jika duduk disini sendiri, jika ada kalian jadinya aku memiliki teman, nona kalian pasti sangat menyayangi kalian kan, tubuh gembul kalian itu sudah membuktikan, aku jadi iri kepada kalian " rayu Taksa.
Karena mendengar jika nonanya sangat menyukai mereka dari laki-laki ini, hati harimau itu luluh, dia mau bersahabat dengan Taksa, padahal selama ini untuk mendekati hewan buas itu butuh ber-minggu-minggu dan juga sampai saat ini harimau itu tak mudah bersahabat dengan manusia.
Satu jam sampai tiga jam Taksa menunggu Qiana dengan sabar, ia mengisi penantiannya dengan mengerjakan semua pekerjaannya di laptop nya.
Empat jam sampai tujuh jam ia tetap menunggu, saat ini Taksa ketiduran di dampingi oleh dua harimau kesayangan Qiana.
Qiana yang melihat kesabaran Taksa menunggu nya, ini sudah menunjukkan jam 20.00, sudah tujuh jam Taksa menunggunya, Melawati jam makan siang dan malam, membuat sebelah hatinya ter cubit, ada perasaan kasihan, dan tidak tega.
Qiana melihat kedua kesayangannya yang mudah menerima Taksa membuat hatinya terhenyuh untuk sesaat, karena hewan binatang yang paling peka dan bisa merasakan ketulusan dari seseorang, maka dari itu rasa peri kemanusiaannya muncul di benaknya, ia menuruni tangga untuk pergi ke ruang tamu.
Sesaat Qiana terdiam melihat pemandangan seorang pria tanpan gagah sedang terlelap di sofa , sebelah kanan dan kirinya hewan kesayangannya.
"Taksa.... Taksa... Bagun," Qiana menggoyangkan lengan Taksa pelan .
__ADS_1
Sang empu yang merasa tubuhnya ter guncang, menarik kesadarannya, ia melihat samar-samar wajah pujaan hatinya, ia kira ini adalah mimpi belaka, dengan satu tarikan membuat tubuh mungil Qiana jatuh di pangkuannya.
"Sayang aku merindukan mu" gumam Taksa setengah sadar.
Qiana yang melihat perbuatan Taksa padanya melayangkan tinjunya ke lengan Taksa
" Buk " dasar cabul, bisa-bisanya mencuri kesempatan dalam kesempitan, membuat kesadaran Taksa pulih seketika.
"Aduh sayang sakit" maafkan aku aku kira tadi mimpi, kau memukulku, ini sakit sekali, mana pukulan mu yang kemarin malam masih belum sebuh, dan saat ini aku kelaparan sayang, aku melewatkan makan siang ku dan makan malam ku, bisakah kau tunda menghajar ku lagi baby"
Qiana yang mendengar keluhan Taksa merasakan kasihan, ia merasa sudah keterlaluan kepada laki-laki ini, padahal ia tidak bersalah, ia cuma laki-laki bodoh yang yang mengejar cintanya, Qiana memang saat ini tidak berminat menjalani kisah asmara, dia ingin serius dengan pembalasan dendamnya.
"Sayang kau kenapa diam, aku bersalah kepadamu, saat ini aku benar-benar tidak dalam keadaan baik, aku lapar, semua tubuhku sakit akibat kemarin malam" sepertinya Taksa sungguh-sungguh karena Qiana sudah berusaha mendengar Pirikaran Taksa, yang ada semua pujian dan rasa cinta untuk nya yang besar, sesat Qiana merasakan jika ia sudah keterlaluan dengan Taksa.
"Baiklah sekarang kau ikut denganku makan di meja makan" Qiana mengajak Taksa makan malam
Taksa yang diajak makan oleh Qiana dengan senang hati mengikuti Qiana seperti bebek mengikuti induknya.
"Sayang ambilkan aku makanan" pinta Taksa.
"Ada kepiting, aku sangat alergi dengan kepiting" kata hati Taksa, Qiana yang mendengar kata hati Taksa merasa ingin mengerjai Taksa, agar Taksa tidak menyuruhnya melayani tingkah ajaibnya, Qiana mengisi piring Taksa dengan kepiting, karena ia tau Taksa orang pintar tak mungkin memakan apa yang di ambil.
Taksa yang melihat kekasih mengambilkan ia kepiting dengan senang hati langsung memakannya dengan senang hati.
Qiana yang melihat kebodohan Taksa langsung membanting sendok dan garpu nya, "bodoh kenapa kau makan kepiting itu jika kau alergi" tanpa sadar membentak Taksa, Taksa yang mendengar kata Qiana menjadi berfikir, sejak kapan Qiana tau dengan alerginya, sebab cuma orang rumahnya yang mengetahui alerginya.
"Aku akan memakan apapun yang kau berikan padaku meski racun sekalipun baby, karena aku percaya padamu, sebelum tubuh Taksa jatuh pingsan"
Qiana yang melihat Taksa pingsang langsung merasakan rasa bersalah dan kasihan, ia memanggil Zia dan Rafael untuk memapah tubuh Taksa ke kamarnya, tanpa sadar ia membawa Taksa lebih dekat dengan dirinya.
__ADS_1
^Hay Hay Hay sobat Liana , sory jika author cuma up satu bab setiap hari soalnya Liana juga memiliki kesibukan setiap hari , nanti hari Minggu author usahakan up lebih dari dua bab, semoga para readers sehat selalu, terimaksih like dan Vote nya^
^^^~To be continued^^^