
...^HAPPY READING^...
Dokter Dion di sebrang sana langsung Bagun dari tidurnya yang baru dua jam, karena ia menangani operasi darurat tadi.
Awalnya dia marah dengan bunyi Handphonenya yang berbunyi, tapi karena takut ada hal sangat darurat ia mengangkat nya.
Tanpa melihat si penelpon dokter Dion memencet tombol hijau di HP-nya.
baru ia hendak membuka mulut sudah keduluan si penelpon yang langsung teriak di sana.
"SEKARANG DALAM 10 MENIT KAU HARUS DATANG KE MANSION WU DION , BAWALAH TIM TERBAIKMU, TEROWONGAN ISTRIKU BANJIR , JIKA LEBIH DARI 10 MENIT KALIAN TIDAK ADA DI SINI, MAKA KALIAN SEMUA TIDAK DI PERBOLEHKAN BEKERJA LAGI!!! " teriak Taksa.
Mendengar teriakkan bosnya nyawa dokter Dion langsung seketika berkumpul semua, mendengar kata-kata horor dari sang bos arogannya itu.
"Sabar tuan muda, tarik nafas hembuskan selama 3 kali, istrimu kenapa tuan muda?," mencerna teriakan sang bos.
"Sebab jika keadaan yang sangat darurat aku akan memberi instruksi untuk mu apa saja yang kamu harus kau lakukan untuk penganan awal sambil menunggu kami sampai, saat ini kami akan berangkat." dokter Dion memerintahkan asistennya mengumpulkan para dokter terbaik mereka.
"Saat ini aku lihat banyak darah dari terowongan Kasablanka istriku, aku takut jika istriku kenapa-napa"
"Taksa semalam kamu menggempur istrimu terus tidak? "
"Semalam aku cuti, tapi kemarin malam aku takut pas buka segelnya kekencangan, karena setelah aku bobol tanggul istriku, kami langsung bertarung sampai pagi cuma jeda 5-10 menit setelah pelepasan saja"
"Apa kau tidak memasukkan Jeri ke lubang yang salah kan Taksa???, jika ini keadaan darurat, istrimu jangan suruh bergerak dulu, sebentar lagi kita sampai"
Qiana yang melihat tingkah suaminya yang panik, saat ini ia ingin menggali kuburan nya sendiri, sebab ia sudah sangat malu melihat kehebohan sang suami.
Ketika Taksa sibuk mendiskusikan tentang keadaan Qiana, Qiana mengambil kesempatan lari kedalam kamar mandi.
jujur saja saat ini ia malu akibat ulah suami polosnya yang kebangetan.
Setelah berbincang dengan dokter Dion Taksa langsung melihat sang istri sudah turun dari ranjang merek.
"Sayang kau dimana??"
"Dikamar mandi" teriak Qiana.
"Kenapa kau turun Sayang? Dion menyuruh mu untuk tak turun dari tempat tidur, karena sebentar lagi mereka sampai."
"aku tak butuh dokter Taksa! , aku butuh pembalut..., jika kau coba-coba masuk kekamar mandi aku pastikan si Jery lepas sampai ke akarnya!" ancam Qiana
__ADS_1
"Pembalut itu apa sayang, apakah semacam obat atau makanan?"
Qiana adalah seorang wanita sangat cerdas tapi sekarang ia mati kutu di hadapan suaminya.
"Kau sangat bodoh Taksa, aku memintamu membelikan aku pembalut, dan kau tak usah khawatir karena setiap bulan aku mengalami hal seperti ini"
"Apa yang kau katakan honey ??, setiap bulan kau menderita banjir di terowongan Kasablanka mu!?," panik Taksa.
"Aku mohon kamu jangan bersedih sayang, aku menerimamu apa adanya, kita akan mengobati penyakit yang kamu derita saat ini"
"Saat ini Dion dan para dokter terbaik pasti sudah tiba, aku mohon keluarlah sayang, jika para dokter ini tidak dapat menyembuhkan mu maka kita akan keliling dunia mencari obat untuk mu, sebab kekayaan ini tidak ada artinya jika kau sakit, aku tidak apa-apa jika harus jatuh miskin sekalian"
Taksa kasian dengan istrinya, dan takut terjadi apa-apa dengan Qiana.
" Tok...tok...tok " ketukan pintu.
Taksa langsung membuka membuka pintu tergesa-gesa, saat ini ada 10 dokter yang ikut dokter Dion, dan si Kakek dan Mulin tadi melihat gerombolan dokter masuk ke Mansion Nya, ia khawatir dengan cucu dan cucu menantu nya.
"Dimana nyonya muda tuan ?"
"Dikamar mandi, ia tidak mau keluar kamar mandi Dion"
"Ada apa ini Taksa ?" tanya si kakek.
"Mengapa bisa menjadi seperti ini..., apa kau terlalu berlebihan menggempur istrimu yang baru saja panggulnya kau jebol?" kata si kakek.
"Apa kau salah masukkan si Jery, kau jujurlah kepadaku, aku akan mencari solusi untuk menyembuhkan istri mu taksa?" tanya dokter Dion.
Sebab semua orang di kamar itu tegang khawatir dengan keadaan nyonya muda WU yang ada didalam kamar mandi, yang mereka belum tau kondisinya.
"Aku rasa kemarin malam sudah benar masukin si Jery, dan terowongan Kasablanka istriku yang berukuran kecil sekecil lubang belut itu longsor akibat di dobrak sama si Jery yang sebesar pisang Tanduk,"
"Aku takut akibat ulah si Jery yang lewat terowongan terlalu sering kemaren malam, lalu membuat tanggul yang Jery nolongin kemarin longsor ,"
Orang di sana semua terbengong mendengar istilah nyeleneh si tuan muda yang tidak dimengerti oleh mereka, cuma si kakek dengan dokter Dion yang sangat mengerti kosa kata Taksa.
"Sayang tolong keluar sebentar para dokter akan memeriksa mu, setelah ini penyakit bulanan mu akan ditangani oleh mereka"
"Sebentar Taksa, penyakit bulanan apa itu ??" tanya dokter Dion.
"Istriku baru bilang, jika ia selalu seperti ini setiap bulan , maka dari itu aku tambah khawatir Dion, istriku masuk kamar mandi dari tadi aku sudah paksa keluar"
__ADS_1
Kalian jangan tanya lagi ekspresi Wajah Qiana didalam kamar mandi, tak ingin keluar dari sana, sebab ia malu Sampek ke ubun-ubun akibat suami polosnya.
"Tadi istriku cuma minta pembalut kepadaku, tapi aku tak tau pembalut itu berupa obat atau makanan"
"Semua tim dokter ingin tertawa tapi tak berani, sebab mereka sudah mengerti sebab permasalahan di sini"
"Maaf tuan muda saya lancang menyela, saat ini nona tidak sakit tapi nona mengalami masa periode menstruasi," kata dokter kandungan
"Apaan itu?, kamu belum memeriksa istriku sudah bilang tidak sakit, HAH,,, Dion kau membawa dokter apa peramal, apaan men...men apalah itu aku tak mengerti" aura mengintimidasi dan penuh kemarahan kepada seorang wania yang menjawabnya tadi.
"Sabar bro ... dia adalah dokter spesialis kandungan terbaik kita, dan kau lanjutkan apa yang kau ucapkan tadi" kepada dokter wanita muda itu.
"Nona muda tidak sakit tuan, saat ini beliau mengalami masa menstruasi yang dialami semua wanita dewasa yang tidak mengandung, dan kondisi ini wajar terjadi pada setiap kaum hawa, biasnya masa menstruasi pada wanita terjadi selama 5-7 hari dalam setiap bulannya,"
"Apa 5-7 hari, apa selama itu terowongan istriku terkena banjir ?"
"Benar tuan"
"Apa dalam masa itu istriku akan kesakitan"
"Biasanya seorang wanita yang lagi datang bulan akan mengalami nyeri perut dan mudah kelelahan, cukup nona meminum teh jahe maka kondisinya akan membaik, pembalut yang nona minta itu bukan makanan atau obat tuan"
"Apa itu?"
"Pembalut adalah sebuah benda seperti ini, yang di pakai untuk alas agar tidak bocor, dan benda ini dijual dimana-mana tuan" dokter wanita itu merogoh tasnya mengeluarkan sebuah bungkusan warna putih yang berukuran kecil.
"Baiklah aku akan membelikannya sekarang, berikan itu kepadaku, agar dipakai istriku untuk saat ini" Taksa mengambil barang itu dari si dokter.
"Berikan benda itu padaku," pinta Taksa, "Mulin kau siapkan uang 10 juta untuk membayar pembalut ini kepada dokter wanita itu" Taksa memerintahkan asistennya membayar pembalut dokter tadi.
"Silahkan ambil uang ini dokter" mulin langsung memberi uang kepada dokter wanita langsung di hadapan Taksa.
Sedangkan dokter wanita itu melihat uang yang di sodorkan Mulin dengan tangan bergetar ia tak menyangka pembalut satu yang biasa ia beli satu pak seharga 27 ribu, terjual satu biji 10 juta.
"Maaf tuan saya tak berani mengambil nya, saya ikhlas memberikan pembalut itu kepada nona" ucap si dokter.
"Ambillah aku tak suka pemberian, aku tak mau istriku menggunakan barang gratis" ucap Taksa dingin.
"Baik.. Terimaksih tuan" tangan gemetar dokter itu mengambil setumpuk uang itu.
"Sayang pakailah ini dulu , nanti aku akan membelikan mu yang berkualitas terbaik dari pabriknya" Taksa mengetuk pintu kamar mandi, lalu tangan Qiana langsung keluar, mengambil benda itu, dan langsung menutupnya didepan wajah tampan Taksa tanpa kata-kata.
__ADS_1
"Dion Carikan obat agar bulanan istriku tidak datang-datang, enak saja baru satu malam si Jery mersakan surga dunia sudah di paksa cuti"
^^^~To be continued^^^