Kehidupan Kedua Sang Putri

Kehidupan Kedua Sang Putri
Rencana Jahat Sofia


__ADS_3

...^HAPPY READING^...


Setelah keluar dari kantor dokter, Adrian pergi ke bangsal Sofia.


Ia ingin menengok tunangannya yang saat ini sama seperti ibunya terbaring di brankar pasien rumah sakit.


"Ceklek" bunyi handle pintu bangsal VIP rumah sakit itu terbuka.


"Eh calon menantu Tante datang" ucap ibu Sofia sambil menyunggingkan senyum 10 Watt nya.


"Bagaimana keadaannya Tante" tanya Adrian.


"Dia tadi sadar, Setelah minum obat ia tertidur lagi, Tante sedih sekali nak Adrian, tangan Sofia patah, bagaimana dia tampil di atas panggung jika keadaan nya seperti itu," ucap ibu Sofia yang menjadi ibu tunggal untuk Sofia setelah ayahnya Sofia meninggal, pribadi yang penyayang adalah gambaran dari sifat ibu Sofia itu.


"Maaf kan saya Tante, saya tidak tau apa kejadian tadi yang menimpa mereka, ibu saya saja mengamuk terus menerus di bangsalnya dan tak bisa mengigat apa yang terjadi tadi dan menganggap tubuh nya babak belur padahal mama cuma pingsan." ucap Adrian menceritakan ibunya yang mengalami kondisi stres.


"Tidak apa mungkin itu adalah musibah Adrian, kata dokter sepertinya kepala Sofia terbentur akibat jatuh, mungkin tangannya patah ingin berpegangan pada suatu benda, seluruh tubuh Sofia sudah di periksa menyeluruh tak ada tanda perkelahian dan penganiayaan, dokter berkata salah satu saraf kepalanya sedikit cidera jadinya ia melupakan memory yang kemarin, kita sudah mendapatkan rekaman besmen Mall tetapi Mall waktu itu tutup karena ada masalah dalam gedung katanya CCTV disana eror maka dari itu Mall tutup CCTV tidak ada yang aktif, dan orang mana yang berani melukai orang di tempat ramai, ibumu seperti itu mungkin melihat Sofia jatuh lalu syok sehingga beliau ikut pingsan, yang Tante heran kenapa dengan mama kamu kok mengamuk seperti itu, apa sebelum ini mama mu ada gejala mental ?, " tanya ibu Sofia


"Mama tidak seperti ini selama ini, tapi sedari dulu ia sangat membenci Qiana mantan istriku, mungkin mama sempet bertemu dengan Qiana, mengetahui Qiana masih hidup jiwanya terguncang" ucap Adrian.


"Semoga setelah ini nyonya lu pulih kembali, Adrian bisakah Tante titip Sofia dulu?, Tante ingin pergi ke luar sebentar" pinta ibu Sofia kepada calon menantunya.


"Silahkan Tante biar saya yang jaga Sofia, mama ada papa yang jaga" ucap Adrian.


setelah ibu Sofia pergi dari bangsal tinggallah Adrian dan Sofia di dalam kamar.


Adrian memandang wajah tunangannya begitu dalam lalu mengambil tangan Sofia yang tidak terluka, "Sofia cepatlah sembuh, maafkan aku Sofia mungkin stelah kau sembuh aku akan memutuskan pertunangan kita, aku tak bisa membohongi mu dan berpura pura mencintai mu sedangkan yang aku cintai bukalah dirimu melainkan Qiana, cintaku mati dibawa oleh Qiana dan mungkin ini karmaku karena telah menyia-nyiakan istrinya dulu, saat ini aku bertekad akan mebawa kebali Qiana kedalam hidupku, lalu aku akan menebus semua kesalahanku dengan cara mencintainya sepenuh hati sebab di kehidupan ini aku banyak salah padanya, bahkan jika aku menebus kesalahanku di sisa hidupku nanti semua itu tidak akan cukup sebab selama ini aku memperlakukannya tak seperti manusia bahkan aku malu jika mengingat nya, selama setahun ini semua dosa dosa ku kepada Qiana menjadi penghias mimpiku, karena saat ini Qiana sudah kembali maafkan aku jika aku egois dan melepaskan mu, sebab aku percaya bahwa Tuhan memberikan aku kesempatan untuk menebus kesalahanku dengan menata ulang rumah tangga kami, dan Qiana adalah wanita pilihan mendiang nenekku untuk ku. Semoga kau mendapatkan kebahagiaan lain selain diriku, kau cantik Sofia dan diluar sana banyak laki-laki yang ingin memperistri mu, jodohku bukan kamu, jodohku adalah Qiana, sedari awal aku milik Qiana.


Cepatlah sadar dan segeralah sembuh agar aku tak merasakan bersalah ketika melepas mu nanti" ucap Adrian kepada tubuh Sofia yang tertidur pulas.


Setelah berbicara sendiri Adrian meletakkan tangan Sofia lalu ia beranjak dari kursi sebelah ranjang itu, ia pergi kekamar mandi.


Tanpa Adrian sadari sedari tadi Sofia mendengar kata-kata yang Adrian ucapkan, "Huh Adrian kau ingin mencampakkan ku, tak akan aku biarkan itu terjadi, dari dulu sofia lah yang membuang laki-laki" Sofia mengusap matanya yang menitikkan air mata, matanya menyiratkan kebencian.


Sofia lalu meraba hanpone nya , ia lalu membuat panggilan.


"Halo.. aku ada sebuah pekerjaan untuk kalian, berapapun biayanya aku ingin wanita itu lenyap dari dunia ini"


"..........."


"Ok, Setelah ini aku mengirim foto wanita itu ke ponselmu" lalu Sofia cepat cepat matikan telponnya lalu menaruh nya di dalam selimutnya, ia lalu kembali berpura pura tidur.


"Klek" pintu kamar dibuka dari luar, ternyata ibu Sofia sudah pulang, ia mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan. "Dimana Adrian" gumam ibu Sofia.

__ADS_1


Tiba-tiba Adrian keluar dari kamar mandi, "Anda sudah pulang Tante" ucap Adrian dari arah belakang.


"Astaga kau mengagetkan ku Adrian untuk jantung Tante masih sehat," ibu Sofia itu mengelus dadanya.


"Maafkan saya Tante saya mengagetkan anda, saya pamit dulu ada pekerjaan yang harus saya urus dan tak bisa diwakilkan" pamit Adrian.


"Oh baiklah, kau pergilah"


"Salam kepada Sofia nanti setelah urusan saya selesai saya kembali lagi" Adrian pergi dari rumah ruangan Sofia.


Sofia dalam diam meremas selimut rumah sakit tanpa dua orang itu sadari ia berkata dalam hati "Jangan salah kan aku Qiana kali ini kau harus benar-benar mati, jika kau mati Adrian akan tetap menikahi ku, aku masih membutuhkan uang Adrian untuk hidup, dan untuk mu Adrian hanya aku Sofia yang boleh mencampakkan mu, dan aku akan mencampakkan mu setelah semua harta keluarga lu jatuh ditangan ku...hahahhaa"


*


*


*


🌷Keesokan harinya


Qiana dan Taksa sedang bersantai di balkon menikmati suasana pagi hari, saat ini mereka merasakan waktu tenang.


"Sayang kapan kita akan berbulan madu?" tanya Taksa.


"Baiklah,,, Jagan nakal sayang, nanti jeri bangun loh" tangan kekar Taksa melingkar di pinggang kecil Qiana, sebab istri kecilnya itu tak mau tinggal diam di atas pangkuan nya.


"Aku tak melakukan apapun sehingga membangun kan si Jery, aku hanya menyukai bentuk tubuh suami ku ini" jawaban Qiana sungguh sangat menggoda.


"Jangan salahkan ada ronde ke empat di antara kita" Taksa langsung mengangkat tubuh Qiana membawanya ke kamar mereka.


Taksa mencium rakus bibir sang istri, menyentuh yang ia ingin sentuh, bahkan sekarang entah sejak kapan bungkus tubuh Qiana sudah hilang dalam sekejap oleh tangan Taksa yang saat ini memiliki kemampuan profesinal baru yaitu dalam buka membuka bungkus tubuh istrinya.


mendapat bakpau daging yang menggugah selera dengan lahap Taksa menikmati bakpau limited edition yang sampai saat ini tak ditemukan pabriknya...


karena mesin sudah panas semua, bahkan si jeri sudah siap gas untuk balapan di terowongan Kasablanka favorit nya, dengan sekali Taksa menyalakan perseneling nya lalu menjalankan si jeri pelan pelan ke terowongan Kasablanka Sura ******* Taksa dan Qiana menanda kan jika terjadilah balapan liar antara Jery dalam terowongan Kasablanka yang angker, balapan itu di akhiri dengan muntah nya si jeri karena mabok di tutup dengan teriakan pasangan lagi mabuk cinta.


Setelah melakukan ritual pasangan suami istri mandi dalam artian mandi sesungguhnya, Saat ini Qiana masih menggunakan kimono duduk di depan cermin dengan anteng karena suaminya saat ini sedang mengeringkan rambut panjang istrinya dengan lihai, tiba-tiba hanpone Qiana berdering, Qiana menyambungkan earphone ke telinganya.


"Katakan" ucap Qiana kepada anak buahnya.


"..........."


"kalian sudah mendapatkan tanaman itu, aku akan kesana sambil ingin melihat rumah kaca kita"

__ADS_1


".........."


"Aku ingin menggunakan kendaraan darat apalagi hari ini aku lagi santai" Qiana memastika telpon nya.


"Kau mau kemana sayang ?" tanya Taksa.


"Ke kampung mati hubby, ramuan yang aku butuhkan untuk pengobatan mama sudah di temukan oleh anak buah ku" ucap Qiana memberi penjelasan.


"Aku ikut, kita akan menggunakan mobil" Ucap Taksa.


"baiklah" lalu pasangan suami istri itu cepat bersiap lalu turun kebawah.


Tetapi dibawah Taksa sudah di tunggu Mulin "Selamat siang tuan, nona" Sapa mulin.


"Ada apa ...? " tanya Taksa .


"Tuan pimpinan dari MHI dari Amerika sudah sampai, saya datang kesini untuk menjemput anda dua jam lagi waktu janji yang sudah anda tetapkan kemarin tuan " ucap Mulin.


"Astaga akibat enak enak aku sampai lupa dengan temu janji itu sayang" Taksa frustasi.


"Kau pergilah, aku akan membawa motorku yang masih ada disini waktu aku jatuh koma, aku ingin merasakan naik motor sudah lama aku tidak bepergian sendiri, kau kan tau aku akan baik baik saja jika sendiri" ucap Qiana.


"Baiklah, setelah ini aku akan menyusul mu kesana ... Cup" Taksa mencium kening lalu ******* bibir istrinya sekilas didepan Mulin.


Qiana pergi dengan mengendarai motornya


sedangkan Taksa mengganti bajunya untuk menghadiri pertemuan dengan tamu penting, setelah ia siap Taksa pergi mengambil gelang jam sebagai pemanis tangannya tiba-tiba ia melihat jam tangan istrinya tertinggal di tempat penyimpanan jam.


"loh istriku kenapa tak memakai jam penghubung jam kami, bagaimana aku bisa mengetahui posisinya sekarang" lalu Taksa mengambil jam itu membawanya kebawah .


Di perjalan ia sangat khawatir dengan istrinya Karena tak membawa jam Kusus milik miliknya, ia mencoba menelpon sang istri.


"Tut......" bunyi sambungan telepon menandakan jika telpon itu tersambung, setelah empat kali bunyi Tut, panggilan itu diterima tiba-tiba suara dari telpon memekikkan telinga " DOR....DOR.... AWWW... " teriakan Qiana.


^^^~To be continued^^^


MAAF LIANA UNTUK SEKARANG HANYA MAMPU MENULIS SATU BAB PERHARI TAPI LIANA USAHAKAN UP SETIAP HARI UNTUK PARA READER KESAYANGAN LIANA,


MOHON DIMAKLUMI MASIH DITAHAP PEMULIHAN.


JANGAN LUPA DUKUNGAN NYA PARA KAKAK KAKAK DENGAN CARA LIKE, KOMENTAR DAN BINTANG LIMA UNTUK KARYA LIANA, BIAR TAMBAH SEMANGAT...


SEPI AMET VOTENYA YA.

__ADS_1


__ADS_2