
...^HAPPY READING^...
Kenapa Qiana membawa 5 ekor ular berbisa itu kerumahnya, sebab di masa mendatang ia akan sangat membutuhkan ular-ular itu untuk melawan para musuhnya,
Sebab bisa ular yang sangat berbisa sangat di petting untuk senjata dan berbagai banyak hal.
Saat ini Taksa duduk di kursi singgasana istrinya itu, dan istrinya sedang duduk di pangkuan nya sedangkan para ular duduk anteng di pangkuan Qiana.
Dua orang berbeda jenis kelamin saat ini kedua tangan nya di borgol, yang satu pakaiannya compang camping
Yang satu tak memakai baju cuma segitiga kurang bahan yang berbentuk segitiga ber renda melekat seperti sulaman, dan tak satupun orang memberi penutup tubuh padanya.
Kedua orang itu di seret dan di todong kan senjata. ke ruangan nona mereka.
"Bagaimana keadaanmu nona" tanya Qiana dengan nada dingin.
Jenita mendongak , "Taksa tolong aku, wanita ini jahat, ia adalah pemilik tempat ini" Jenita meminta pertolongan Taksa.
"Istri ku memang jahat, tapi ia hanya kejam kepada orang jahat, dan menolong orang baik, tak seperti mu yang bermuka dua, kau adalah penjahat yang berkedok malaikat." Taksa mengintimidasi wanita itu.
Jenita yang mendengar kata-kata Taksa yang mengintimidasi nya itu membuat Jenita ketakutan.
"Maafkan aku Taksa, aku hanya ingin memiliki mu saja dan apa bagusnya wanita janda seperti dia dibandingkan aku"
"Hahahahaha kau menanyakan perbedaan mu dengannya, kau tak salah bertanya nona" Taksa berbicara dengan nada dingin menekan setiap intonasinya.
" Dengar bedanya kau dan dia itu besar,
Istri ku janda suci yang tak tersentuh oleh laki-laki manapun.
Sedangkan kau, statusmu belum kawin di KTP tapi nyatanya terowongan mu sudah di buka umum , bahkan aku yakin kau sampai lupa siapa siapa saja yang keluar masuk di dalam sana. dan aku yakin 100% terowongan mu hampir bongkar sebab sering di lewati bermacam-macam kendaraan.
ke 2. Istri ku kaya raya atas kerja kerasnya sendiri tak sepertimu mengandalkan nama keluarga kebanggan mu itu, dan aku pastikan besok kau tak akan mendapat perhatian lagi dari mereka.
Dan satu lagi aku bukanya tak tau kelakuan mu di dunia hiburan seperti apa, akibat ambisi mu kau menghalalkan segala cara untuk mendapatkan nya, sehingga aki aki pun kau tunggangi demi ketenaran di dunia hiburan.
Jika aku tak menghormati kakek mu sudah aku tendang kau jauh-jauh sejak dulu, karena dulu kau tak pernah menyentuh ku, aku tak memperdulikan mu, sekarang kau telah menyinggungku maka sampai disini kebahagiaan mu.
Sedangkan Qiana memperhatikan tubuh Jenita yang topless, penuh luka-luka penyiksaan dari anak buahnya.
"Zia Carikan kain tutup tubuhnya aku tak mau mata suamiku melihat tubuh wanita lain"
Zia langsung mengerjakan apa yang di perintah nonanya.
"Berikan padaku kain itu Zia" Zia memberikan kain itu kepada Qiana.
__ADS_1
Qiana bangkit dari posisi nyamannya, saat ini Qiana melangkah mendekati kedua tahanannya dengan tampilan yang sangat menyeramkan.
Bagaimana tidak menyeramkan dilehernya ada seekor ular kobra dan ditangan Qiana juga dililit oleh ular juga, tangan Qiana membelai kepala kobra yang membesar sangat mengerikan.
Si Jenita yang masih berbicara dengan percaya diri dengan Taksa saat ini nyalinya menciut,
Tiba-tiba lantai basah akibat Jenita ngompol akibat ketakutan.
"Belum apa-apa kau sudah ketakutan belum kau berkenalan dengan mereka apalagi aku lepaskan salah satu dari mereka mematuk mu"
"Tapi sayang kematian terlalu muda bagi orang yang berniat menghancurkan ku,"
"Zia orang ini ingin mencelakai ku, apa yang akan kau lakukan pada orang ini"
" Buk " Zia menendang Jenita sampai membentur dinding.
"Maaf nona kaki saya kram, tak sengaja menendang nya"
"Rupanya selama aku tidur kau jarang berlatih lagi, kemampuanmu menurun"
"Saya patut di hukum nona semenjak anda di rumah sakit saya juga tidak diam di Rumah Sakit, dan tak berlatih"
Sedangkan mulin yang notabene nya orang baru, menganga lebar dengan kekuatan wanita itu, Kanzia seperti bayangan untuk nonanya.
"Robert kau sudah menyiapkan apa yang aku suruh kepadamu ??"
"Qiana apa yang kau lakukan kepadaku, hah ..." teriak Jenita.
"Jangan.... jangan.... mendekat"
"Kenapa sekarang kau takut nona, kemana keberanian mu kemarin ketika menjebak suamiku"
"Jangan Qiana aku mohon ampun.... lepaskanlah aku"
"Apa?, Taksa memohon kepada mu semalam?, PLAK... PLAK.... PLAK.. "
"Kalian bersenang-senang lah dengannya, jika sudah puasa kalian tinggal kan di jalan dengan keadaan bugil"
"Kenapa kau melakukan ini kepada ku Qiana ??"
"Kau ingin tau kenapa kan nona ?? , lihatlah jalanku ini ,,, akibat ulah obat pemberianmu, terowongan ku lecet, dan tak bisa berjalan dengan semestinya"
"Dan bukannya sebelum ini kau menyuruh anak buah ku menculik ku dan menghancurkan kesucian ku"
"Maka inilah karma untuk mu nona" Qiana berjongkok di hadapan Jenita,
ia menekan kedua sisi pipinya yang membengkak akibat ulah tangannya itu.
"Arrhh sakit" ketika Jenita merintih Qiana menyuapi Jenita sebutir obat yang sangat berukuran kecil, maka dari itu si obat langsung masuk tanpa ada rem.
__ADS_1
"Obat itu akan menghilangkan bekas apapun ditubuh mu maka apapun yang terjadi di sini maka tak terdekat oleh siapapun."
"Kau licik Qiana"
"Hahahahaha" tawa Qiana pecah sambil melangkah ke luar.
"Masuklah 20 orang laki-laki bertopeng yang saat ini melihat dengan pandangan lapar kepada tubuh Jenita.
"Dan untuk mu tuan aku ingin mberimu penawaran" sebab Qiana tau alasannya membantu ular betina itu akibat hutang Budi.
" A-pa nona?, " gugup si pria itu, sebab ia memperhatikan kepala kedua ular itu seakan siap untuk mematuk nya.
"Kau pilih mati atau kau bergabung di aliansi ku"
"Jika kau memilih opsi yang pertama maka kedua hewan ini akan mematuk sekaligus"
"A-ku memilih opsi yang kedua nona" sebab laki-laki itu tau jika tempat ini adalah tempat keramat dan tak mudah dimasuki orang sekaligus, dan wanita di depannya adalah pemimpin.
"Kau harus menerima hukuman mu dulu yaitu kau lawan Zia dan ke dua kesayanganku Zeta dan Zora, selama 1 minggu,"
"Baik saya terima"
"Kau tak ingin mengetahui lawan mu esok??"
"Saya akan menerima hukuman saya atas penebusan kesalahan saya terhadap anda nona"
"Maka nikmatilah hukuman mu eso"
Qiana mengampuni nya bukan tanpa sebab, sebab orang didepannya ini memiliki kemampuan menyamar sangat pintar, dan Qiana menyukai keunikan orang tersebut.
"Rafael, mulin kau tak ingin bergabung dengan mereka didalam, sebab semua anggota intinya mengikuti Qiana keluar"
"Tidak nona saya lebih baik perjaka tua dari pada masuk di WC umum"
"Kami tidak tertarik nona," Rafael berkata.
"Cukup untuk hari ini, Zia kau bawa mereka kerumah sebab aku malam ini bermalam di Mansion WU dengan suamiku, kan gak etis aku membawa mereka, dan kalian harus patuh dengan Zia"
ular-ular itu di masukkan ke dalam kotak agar mempermudahkan membawanya ke Vila.
"Ayo kita pulang honey... CUP.... sudah cukup kau bermain hari ini"
Apakah hukuman Jenita ???
maka tunggulah di bab selanjutnya, bagai mana Qiana memberi ganjaran kepada wanita itu hingga tuntas.
^^^~To be continued^^^
^Meski tak sampai 20 Vote Liana kasih crazy up 5 episode sekaligus, terimaksih atas dukungan kalian semua para kesayangan Liana^
__ADS_1