Kehidupan Kedua Sang Putri

Kehidupan Kedua Sang Putri
virus Ebola


__ADS_3

...^HAPPY READING^...


Drama pagi dilalui dengan dengan banyak insiden itu telah usai, saat ini Taksa menikmati sarapan paginya bersama sang pujaan hati.


"Setelah sarapan kau pulang lah kerumah mu, kan kau punya rumah, tak usah diantar, kau bisa pulang sendiri


" Qiana berbicara dengan nada ketus.


"Baby aku kan sakit, dan yang dilecehkan itu bukan kamu tapi aku baby" dengan nada sedih dibuat-buat


" BRAK ..... " Qiana memukul meja makan dan pergi ke kandang kesayangannya.


Sumpah saat ini Qiana ingin tenggelam didalam danaunya itu, bisa-bisanya ia tidur nyenyak dan menyentuh barang keramat milik Taksa, ya tuhan mata indah nya saat ini tidak suci lagi, dan biasa-biasanya Taksa mengungkit hal yang memalukan itu lagi.


"Dasar kamu mesum Qiana, ini sangat memalukan, dan kenapa dengan merah-merah dileher ku ini padahal Taksa yang alergi tapi kulitku yang merah-merah, dan bibir ini bengkak tidak nyaman bgt pas sarapan pagi bibir nya kebas, dan ia mimpi berciuman semalam, dasar dasar dasar'' rutuk Qiana " Aaaaaaaaahhhh " Qiana menjerit kuat dengan wajah udah merah sambil menepuk kepalanya.


Berbeda hal dengan Taksa yang merasa bagia dengan tanda kepemilikan di leher kekasihnya, ia merasa puas dan bangga.


"Halo mulin, kau kirimkan satu set bajuku ke vila, dan kirim email semua pekerjaan ku ke sana, aku akan bekerja dari sini"


Sesaat Taksa duduk santai di ruang tamu setelah menikmati kopinya sambil menunggu sang pujaan hati , hingga Tony dengan seorang gadis kecil di gandeng nya.


"Selamat pagi tuan ," sapa Tony


"Pagi, siapa gadis kecil di sebelah mu itu itu Tony," tanyak Taksa


"Dia putri saya Bella nama nya, ia pagi-pagi sekali ingin berjumpa dengan nona, karena berkat nona putriku selamat dari kematian, saat ini putri saya sudah dinyatakan sembuh dan sehat"


"Sakit apa putrimu?"


"Sakit yang saat ini buming tuan, putri saya terkena Virus Ebola."


"Bukanya virus Ebola sampai saat ini belum di temukan obatnya, Bahakan sudah 3 tahun penyakit ini melanda ilmuan masih belum tercetus penawarnya ," monolog Taksa.

__ADS_1


"Anda benar tuan, putri saya ditangani langsung oleh nona dalam satu bulan putri saya bersih dari penyakit tersebut"


"Istriku memang orang hebat, beruntung sekali diriku berjumpa di awal karirnya, jika nama istriku dikenal oleh Kalayak umum, maka akan beribu-ribu laki-laki yang menginginkannya , itu tidak boleh terjadi, aku harus mengambil langkah seribu untuk mendapatkan nya" monolog Taksa sambil menunggu asistennya mengantarkan pakaiannya.


...* * * *...


Sekitar 3 jam mereka menunggu Qiana entah kemana Taksa tidak tau.


Qiana masuk kedalam vila di dampingi Zia yang selalu mengikutinya.


Peluh memenuhi permukaan kulit nya, rupanya Qiana habis berlatih dengan anak buahnya.


Ketika ia masuk ke dalam Vila, ia masih melihat orang yang paling tidak ia ingin temui, Taksa masih diam di Vilanya, dan juga Toni menunggunya sedari tadi.


Ketika Qiana ingin marah, ia urungkan kerena di balik tubuh Tony ada seorang gadis kecil yang sangat lucu, mengintipnya.


"Maaf nona kami menganggu aktifitas anda, bella sedari kemarin merengek ingin menemui anda jam 5 pagi ia sudah bangun mengajak saya menemui anda" tutur Tony merasa bersalah.


"Tidak apa-apa, saat ini dia sudah sehat, aku suka melihatnya ceria seperti itu, bagaimana kondisi matamu Tony ??"


"Kau mulailah latihan dengan teman-temanmu, aku ingin melihat kekuatan fisikmu"


"Hay gadis kecil, sini datang kepada ku, katanya kau ingin bertemu dengan ku?? " ucap lembut Qiana.


"Dia pemalu nona, katanya dia ingin memberikan sesuatu untuk anda nona"


Bella kecil melangkah mendekati Qiana, tangannya di angkat keatas sepertinya gadis kecil itu ingin digendong oleh Qiana.


Tony yang melihatnya, langsung menarik tangan anaknya agar tidak menyentuh nonanya, ia kaget dengan apa yang putri kecilnya itu lakukan.


"Sayang sini ayah yang gendong, nona lagi capek kau jgn lah nakal"


"Biarlah Tony, aku suka anak kecil, sini lah gadis kecil kau ingin aku gendong" Qiana berjongkok untuk menggendong Bella.

__ADS_1


Setelah berada di gendongan Qiana, bela menyodorkan permen lollipop kesukaannya, ia ingin memberikan permennya untuk Qiana.


"Terimakasih nona... emmmuach ..." Bella mencium pipi Qiana.


Taksa yang memperhatikan cara Qiana menyukai anak kecil meski sifatnya yang keras ternyata hati calon istri nya ini seluas samudra, Qiana adalah paket komplit untuk Taksa.


"Baby aku ingin seperti anak kecil itu menciumnya, aku cemburu baby" kata hati Taksa, dengan raut wajah benar benar terlihat cemburu.


"Qiana yang mendengar kata hati Taksa terperangah, apakah Taksa tau jika ia bisa membaca pikiran orang " dalam hati Qiana ingin mengintrogasi Taksa setelah ini.


"Kau jangan lah berekspresi sepeti itu, nanti anak kecil itu menangis, kaku berikanlah dia ke ayahnya baby" ucap dalam pikiran Taksa


"Baik nona, saya mulai besok akan berlatih dengan tim Rafael nona, saat ini saya izin pamit karena sebentar lagi saya akan bertemu dgn klien baru kita, ayo sayang kau hebat ikut ayah pulang"


dengan persaan tidak bahagia Bella menerima tangan ayahnya.


"Tidak apa-apa bela, besok jika aku tidak sibuk, aku akan mengunjungi mu, sekarang pulanglah dengan ayah mu" ujar Qiana membuat raut wajah bahagia bela ikut ayahnya pulang.


"Hey sejak kapan kau bisa tau jika aku bisa membaca pikiran orang ??" tanya Qiana waspada.


"Tenang baby aku tau semenjak semalam ketika aku bicara dalam hati tidak menyukai kepiting, sedangkan yang tau jika aku alergi kepiting hanya orang tua ku dan pekerja terdekat ku, tak ada informasi alergi ku diluar sana, dan aku mendengar gumaman mu setelah bicara sama kakek baby".


"Sayang kau yang menyembuhkan gadis itu ??"


"Jika iya kenapa??" sewot Qiana


" Kau kirimkan lah obat itu kepada mulin, besok obatmu akan di uji coba dirumah sakit WU, setelah diuji coba, produksi lah besar-besaran, rumah sakit WU akan menggunakan semua obat produksi dari QCL, bagai mana??? " jiwa bisnis Taksa menggelora.


"Jika obatku di gunakan dirumah sakit WU internasional, maka perusahaanku akan semakin maju, bahkan bisa menduduki posisi teratas, karena rumah sakit itu sangat besar dan tersebar di beberapa negara" batin Qiana.


"Baikalah suruh tuan mulin kekantor membicarakan obat-obatan dengan Rafael"


"nanti mulin akan kesini, biar dia langsung membicarakan dengan tuan Rafael, tadi aku sudah menyuruhnya membawa berkas-berkas"

__ADS_1


"Ternyata benar kata Qiana jika laki-laki ini akan membawaku kepuncak kesuksesan, tanpa susah-susah aku sudah berkerja sama dengan WU internasional group, ya meski si pemilik agak sedikit menyebalkan" Qiana membatin.


^^^~To be continued^^^


__ADS_2