
...^HAPPY READING^...
Di kantor Taksa saat ini suasananya sangat mencekam, melebihi kuburan besar yang terkenal sangat angker, yang sering di siarkan di siaran TV diluar nalar, Bahkan suasana menakutkan itu membuat bulu bulu semua orang yang melintasi di depan kantor CEO mereka bahkan ruangan para karyawan yang berada di satu lantai dengan ruangan Taksa berada juga merasakan kehororan ruangan itu.(kalian boleh traveling sendiri memikirkan perbuluan itu sebab author tak sanggup).
"Hey kau tak merasakan aura di ruang bos sangat mencekam ?" tanya sekertaris asisten mulin.
"Ia aku semenjak duduk di kursi ku ini merasakan bulu bulu ku berdiri" ucap sekretaris Taksa.
"Aduhhh jin dari mana nih singgah di kantor kita" ucap sekertaris asisten mulin.
"Hus kau percaya saja hal hal mistis yang semua itu tak ada buktinya" ucap sekertaris Taksa.
"Lu gak tau ya jin tuh banyak, ada jin dari timur tengah atau dari jin tengah hutan belantara, coba kau rasakan saat ini bulu kuduk lu merinding gak?" jawab sekertaris mulin.
"Ia lu bener, gue merinding, bagaimana jika jin itu ikut kerja di tempat kita ini, jadi berabe nih,,, gue harus cari penangkal jin di Google dulu" akhirnya sekertaris Taksa percaya dengan apa yang di bicarakan rekannya.
"Nah ini gue dapet nih browsing di internet, katanya garam mengsuri mahluk halus, dan bawang putih sebagai perisai agar mahluk halus tidak menyentuh kita, dengan cara kita buat bawang putih itu sebagai kalung... sekarang lu langsung order dua bahan itu, gue sudah sigap dari tadi browsing di internet semenjak merasakan keanehan ini." kata si sekertaris asisten mulin.
Tanpa mereka sadari jika jin yang mereka maksud adalah bos mereka yang lagi galau tingkat iblis, saat ini Taksa hanya memandang tumpukan berkas yang bertumpuk di hadapannya serta sekertaris mulin yang duduk mendampingi sang bos, Taksa memilih diam di kantornya menunggu kabar dari anak buahnya dan anak buah sang istri, ia tak pulang kerumah sedari kemarin, karena kantor Taksa berjarak tak jauh dari tempat hilangnya sang istri, Taksa takut jika pulang nanti tiba-tiba ada kabar dari sang istri, ia akan memakan waktu untuk tiba di lokasi jika dari rumah.
Keadaan Taksa saat ini sangat kacau seperti ayam jago ke cabut bulunya benar benar berada di titik terendah kehilangan sang istri, ia setres menunggu kabar dari anak buahnya khususnya tim Istrinya yang sedang melakukan penelitian di markas tersembunyi mereka.
"Tok... Tok..." ketukan menyadarkan Taksa, buru buru Taksa menyuruh orang itu masuk "Masuk" .
"Selamat pagi tuan," sapa 3 orang yang masuk keruangan itu.
__ADS_1
"Katakan"
"Mobil yang kita temukan di lokasi kejadian ternyata menggunakan plat palsu, dan kita semua sudah mengidentifikasi semua orang orang itu , dan kita tak menemukan tanda apapun di tubuh mereka dan identitas mereka adalah rakyat biasa bersih dari seluruh kasus kejahatan, mereka memiliki profesi bermacam macam, biasanya jika orang orang dari sebuah organisasi mereka memiliki tato di bagian tubuh nya, dan kali ini seluruh tubuh mereka tak Teridentifikasi bahwa salah satu anggota dari salah satu mafia, serta CCTV di dunia Kusus kota kita dimatikan sedari pagi entah siapa pelakunya kita belum tau tuan, penelitian kali ini buntu." Rafael menunduk , baru kali ini mereka mengalami kegagalan, kesedihan dari ketiga orang itu sangatlah kentara, bahkan tangan Zia terluka akibat meninju tembok karena merasa gagal melindungi nonanya.
( Tanpa mereka sadari oleh mereka , jika orang orang itu berasal dari sebuah organisasi mafia terbesar di Asia, yang sudah memiliki sistem mengatur anak buahnya menyembunyikan identitas mereka yang sesungguhnya, mereka menanam sebuah cip kecil di tubuh seluruh anggotanya, jika manusia yang tertanam cip itu meninggal maka cip itu akan hancur dan tak berbekas , jika mayat merek di bawa ke markas maka sidik jari mereka sudah tak terdaftar lagi bahwa orang itu adalah salah satu anggota mereka, organisasi itu tak mudah di tangkap dan di musnahkan karena sudah memiliki beribu ribu anggota di seluruh negara, dan semua orang itu menyamar menjadi rakyat biasa dan sewaktu waktu mereka akan berkumpul atau mendapat kan misi dari markas, orang orang di organisasi mereka seperti belut susah di tangkap, dan setiap melakukan misinya selalu meretas CCTV dunia tanpa di ketahui mereka sangat bermain Rapa dalam melakukan sesuatu. )
"BRAK ..... kumpulan orang orang yang mencurigakan dan yang patut kita curigai, suruh seret semua anggota keluarga lu, dan orang orang yang pernah menyinggung istriku selama ini... siksa mereka, agar mereka mengaku, sebelum istriku di temukan, penjarakan orang orang itu, aku ingin melihat kerja hewan hewan kesayangan nona kalian, suruh mereka jangan sampai membunuh orang orang itu, terutama keluarga si Suzi, aku akan bilang kepadanya bawa mereka tak boleh menyembur bisa bisa atau mengigit mereka, Kalau si Zora dan Zeta aku ingin menguji ketajaman kuku mereka aku lihat kedua hewan itu tak tenang dari selama mengamuk merindukan istriku."
"Sampai mana mereka akan menyerah dan mengaku dimana mereka membawa pergi istriku. Biarkan jangan temui mereka selama 24 jam, biarkan mereka di tangani oleh para hewan dulu sapa tau salah satu di antara mereka memiliki kecocokan dengan hewan kita, keesokan harinya baru kita Introgasi mereka" perintah Taksa.
"Bagaimana jika bukan mereka yang mencelakai nona tuan" tanya Mulin.
"Jika bukan mereka pelakunya, itu tidak masalah, karena aku tidak mau di masa depan keluarga pembinor itu menganggu istriku, dan aku tak ingin seseorang ingin memiliki istriku, karena istriku hanya milikku tidak ada selir di tengah tengah kita, kalian selidiki kehidupan sehari hari keluarga itu, buka kelakuan perbuatan masing-masing di hadapan satu sama lain, dan Jangan lupa wanita yang sebagai calon istri si lu lu itu seret juga, karena wanita itu berani memeluk istriku dulu. " tatapan iblis Taksa sangat menakutkan, ekspresi Taksa saat ini benar benar sama dengan Qiana yang kejam.
"Tapi ingat jangan sampai mereka mati, Karena nyawa mereka hanya boleh habis di tangan istriku..... Aku mengandalkan kalian untuk mencari istriku, aku yakin istriku pasti di temukan secepatnya" ucap Taksa.
"BAIK TUAN" Rafael, Zia, Xiever menjawab serempak.
"Aku mohon sayang kau harus bertahan, aku akan menjemputmu meski kau berada di neraka sekalipun, selama hati ini masih merasakan detak jantung mu dan keyakinan bahwa kamu tak akan meninggalkan ku, maka aku akan setiap menunggumu sesuai pesan mu yang kau tinggalkan untuk ku, dan aku percaya jika kau masih berada di bumi dan masih bernafas di suatu tempat yang belum aku ketahui, "Taksa berbicara kepada hatinya, ia berusaha menanamkan kepercayaan di hati nya, bahwa sang istri baik baik saja meski hati kecilnya merasakan duka yang amat dalam bahkan Sampek sekarang tak sesuap makanan masuk kedalam mulutnya, ia hanya memikirkan nasib sang istri yang masih abu abu.
"Mari kita ke markas" Taksa bangun dari kursinya, di ikuti ke empat orang dari belakang, mereka bersama sama keluar dari kantor Taksa.
"Ada apa ini" Tanya mulin di depan meja para sekertaris di ruangan teratas itu.
Semua orang langsung berdiri dan berbaris sambil menundukkan kepala mereka. "Kalian sudah tak memiliki pekerjaan sampai membawa bahan bahan memasak ketempat kerja, sejak kapan di kartu identitas kalian di gantung bawang putih." teriak Taksa yang memang dalam mood jelek saat ini.
__ADS_1
"Maafkan kami tuan, sedari tadi pagi kita tidak bisa konsentrasi dalam berkerja, karena ruangan ini mendadak horor seperti di datangi mahluk astral, bahkan semua orang semua merinding" ucap sekertaris Taksa menjelaskan keadaan yang terjadi.
"Apa yang kemarin aku dikirim memang kenyataan ya bahwa tempat ku mendapat kutukan atau para demit ngungsi di rumah ku dan kantor ku" pikir Taksa dalam hati.
"Mulin kau order garam sebanyak banyaknya, cuci bersih mansion dengan garam jangan lupa gantung bawang putih di setiap cendela nya juga" perintah Taksa,
"Baik tuan muda"
"Dan kalian semua yang ada disini, aku tugaskan cuci Lima kali ruangan ku hingga suci dengan garam itu, Jangan lupa gantung bawang di setiap cendela di kantor ini" ucap Taksa pada anak buahnya, lalu tanpa bersalah sedikitpun, ia langsung masuk kedalam lift di ikut ke empat orang penting di belakang nya.
Taksa tak memperhatikan ekspresi wajah para sekertaris itu yang mulutnya terbuka mendengar perintah si bos.
^^^~To be continued^^^
Bonus untuk kalian para pendukung ku, terimaksih atas Vote nya, dukungan kalian sangat berarti untuk Taksa dan Qiana🤗...
jangan lupa
like
Komentar
Vote
Bintang ⭐⭐⭐⭐⭐
__ADS_1