
...^HAPPY READING^...
Suasana di siang itu terasa panas seketika dingin membeku sebab aura dingin dari tubuh Qiana .
"Sayang biarlah di seperti itu, aku suka melihatnya, jika tanda itu tercetak jelas menghiasi seluruh lehermu, orang yang melihat pasti langsung menunduk tak berani menatap mu sebab kau telah dimiliki oleh aku"
"Kau seperti percaya jika diluar sana ada laki-laki lain yang menginginkan ku, menurutku selera mu saja yang aneh"
"Kok bisa aneh sayang , kau cantik, seksi dan sempurna, dan dapurmu sangat menggoda iman para hidung belang"
"Maka dari itu aku sebagai pemilik hak paten tubuh mu ini harus waspada kepada para PEMBINOR(Perebut bini orang) di luar sana," ucap tegas Taksa tersirat ketakutan yang nyata dari sorot matanya.
"Tapi aku juga tak mau keluar dengan keadaan seperti ini HUBBY, jika kau masih bersikeras mau aku seperti ini sayang maka nanti malam kau harus siap-siap tidur diluar, HUBBY" rayu Qiana yang berisi ancaman untuk sang suami.
Rafael yang melihat nonanya pertama kali bersikap manis kepada tuan muda Taksa menelan air liur ke tenggorokannya yang kering, sebab ia adalah saksi bisu kekejaman nonanya.
"Baiklah honey, tapi Jangan suruh aku tidur diluar sebab aku tak bisa tidur jika tidak denganmu"
"Haihhh.... sebelum kau menikah dengan ku bisa tidur setiap malam tuh, dasar gombal" meski pipi dan telinga Qiana sudah bak kepiting rebus.
"Selama ini susah tidur semenjak aku kecil, aku butuh kerja keras hingga kelelahan baru bisa tidur, tetapi ketika aku tidur denganmu mulai di Vila sampai sekarang tidurku nyenyak,"
Qiana merasa kasian dengan suaminya sebab apa yang di bilangnya memang kenyataan.
"Meski si Jery setiap hari yang begadang terus jika tidur denganmu, sebab semenjak bertemu dengan mu Jery pengen lepas perjaka jika ketemu dengan mu sayang"
Habislah sudah rasa kasian Qiana setelah si suami menceritakan sang sahabat, sumpah demi apa Qiana ingin mencuci otak suaminya yang sangat mesum itu.
Sebab jika suaminya menceritakan sang sahabat maka otak bersih Qiana langsung tercemari oleh bayangan si Jery yang jumbo, dan itu membuat terowongan Kasablanka banjir, dan ini sangat memalukan.
"Huh Qiana kau ketularan otak mesum suamimu ini" batin Qiana
Taksa merogoh sakunya sebab ia takut sang ratu marah dan hancur harapannya untuk misi entar malam untuk berkeringat lagi dengan sang istri, ia mengeluarkan sapu tangan sutra yang sangat indah, ia lilit kan ke leher Qiana.
"Sekarang istriku sudah cantik ,mari kita berangkat honey, sebab aku ingin memberi pelajaran kepada wanita ular itu." Taksa langsung mengendong lagi tubuh Qiana yang sempat ia turunkan.
"Mulin kau telah mengurus apa yang aku perintahkan tadi pagi"
"Sudah tuan"
__ADS_1
~Flashback pagi tadi
setelah menyuruh paman Desmond menyediakan sarapan pagi mereka Taksa turun dari tempat tidur nya,
Ia menelpon asisten sekaligus sekertaris pribadinya itu.
"Selamat pagi tuan" jawab mulin di sebarang
"Hem"
"Aku ingin kau mengalihkan beberapa aset atas nama istriku yaitu, pulau merah yang baru aku menangkan di lelang tahun lalu beserta isinya, dan 15% saham WU internasional group itu sudah."
Pulau merah adalah pulau pribadi yang sangat indah, tak terdeteksi oleh peta, dan memiliki kekayaan yang amat besar, Taksa memenangkan di pelelangan seharga 500 triliun USD.
"Baiklah tuan, saya akan mengurus perintah anda dengan segera mungkin tuan"
Taksa mematikan sambungan telepon dengan asistennya, sekarang giliran dokter pribadinya yang ia telon.
"Halo Taksa bagaimana keadaanmu, berapa ronde si Jery bisa bertarung, punyamu tidak lemah kan pagi-pagi sudah nelpon aku, apa kau minta tambahan obat perangsang sebab kau tak percaya diri dengan ketahanan si Jery" pertanyaan beruntun dari sebrang sana.
"Kau tak perlu tau berapa kali si Jery bertarung, sebab jika kau tau keganasan si jeri, aku takut si Romeo minta kawin saat ini juga.
"Enak aja kau bilang, si Romeo sering aku spa setiap pagi agar kinclong, butuh waktu lama agar bisa muntah, aku percaya kepada kemampuan Romeo ku, saat ini aku hanya menunggu Juliet yang aku cari masih sembunyi.
"Aku GK tanyak juliet mu, sebab aku sudah mempunyai terowongan Kasablanka ku yang nikmat, dan tak ada namanya Juliet dia antara terowongan Kasablanka dan si Jery."
"Baiklah baiklah, ada apa kau menelpon ku pagi-pagi"
"Aku ingin kau merekomendasikan alat kontrasepsi untuk kami yang paling aman"
"Kalian menunda memiliki momongan Taksa??,"
"Kau tidak tau jika si raja gorila WU sangat menantikan cicitnya"
"Jika kedengaran kakek, kau memanggilnya raja gorila, aku jamin kau akan di pukul sampai minta ampun oleh kakek ku yang kejam itu"
"Hahahahaha kau benar, kakek tadi menelpon ku katanya giginya goyang, padahal seminggu yang lalu kakek ganti gigi yang kesekian kalinya, aku mempunyai saran untuk mu Taksa"
"Apa itu?"
__ADS_1
"Kau buatlah perusahaan yang memproduksi gigi palsu, biar si kakek tak usah bingung meminta gigi palsu baru"
Taksa yang sangat menyayangi si kakek, ia berpikiran jika akan akan mempertimbangkan saran sahabatnya,
"Akan aku pertimbangan".
Sedangkan di sebarang sana dokter Dion menganga sebab maksud hati ingin bercanda, malah hasil candaannya membuat sang sahabat membuat pabrik gigi palsu untuk kakek, Dion salut den dengan Taksa, meski Taksa cuek tapi ia sangat penyayang kepada semua keluarga nya.
"Baiklah, jika kau ingin menunda dulu aku akan memberikan beberapa referensi"
Lalu dokter Dion menjelaskan secara terperinci beberapa alat kontrasepsi kepada Taksa terperinci.
"Aku merekomendasikan 3 alat yang paling cocok untuk kalian taksa."
1.Yang pertama Kontrasepsi Suntik
"Istri mu hanya di suntik 3 bulan sekali,"
2.Pil KB
"Yang ke dua yaitu Pil KB alat kontrasepsi berbentuk pil yang setiap hari harus di konsumsi oleh istrimu Taksa"
"Jika lupa?" tanya Taksa.
"siap-siaplah kau menjadi ayah"
3.Kon*om
"Si Jery yang makek sarung kon*om istrimu tak menggunakan apapun, kau pasti tau kan dengan barang itu"
"Hey Dion, aku tak tau barang Kon*om itu sepeti apa sebab hidupku lurus-lurus saja, si Jery tak pernah memakai benda itu, kau tau kan jika si Jery baru semalam lepas perjaka"
"Dan aku tak pernah melihat bentuk nya, baru sekarang aku tau nama-nama alat kontrasepsi itu."
"Taksa kau pilih yang mana ??" tanya dokter Dion.
Aku tidak ingin goa istriku di pasang benda aneh, dan pil itu jika kami lupa para kecebong langsung hidup," kata-kata horor Taksa kepada dokter Dion, yang sedari tadi menjelaskan panjang lebar.
sehingga membuat mulut dokter Dion kebas dengan jawaban Taksa.
__ADS_1
^^^~NEXT.^^^