Kehidupan Kedua Sang Putri

Kehidupan Kedua Sang Putri
penjara & Pengakuan sofia


__ADS_3

...~•^HAPPY READING^•~...


...* * * * * * * ^•^* * * * * * *...


...Mencintai mu adalah sebuah anugerah Tuhan untuk ku......


...menemukanmu adalah hadiah terindah yang Tuhan berikan kepadaku......


...Selama hidup, aku hanya mencitaimu......


...Aku hanya laki-laki tak sempurna, yang tak tau malu masuk kedalam hidupmu.......


...Memaksakan kehendak, dan mengikatmu dalam sebuah pernikahan....


...begitulah Taksa Tyaga Danendra WU mencintai Qiana Clarisa Lavina....


...Tau kah kamu ... !!...


...Seorang Taksa tak akan sempurna jika tiada Qiana di sampingnya....


...Qiana semenjak aku pertama kali melihat mu....


...Jantung ku ini berdetak untuk pertama kalinya kepada mahluk yang bernama wanita, dan saat itu lah tanpa mengetahui kau siapa dan dari mana kau berasal , aku telah menerima mu apa adanya, dan bertekad menjadikan mu ratu di hidupku....


...Aku Taksa Tyaga Danendra WU, sudah bersumpah akan selalu memberikan jalan di setiap langkahmu, aku akan menyingkirkan kerikil kerikil yang menghambat jalan mu......


...Selama nyawa ini masih di ragaku , maka tak ada manusia maupun hewan yang boleh menyakiti mu.....


...Pulang lah sayang.......


...Lihat lah bagaimana aku membalas Derita mu di masa lalu......


...Pulang lah sayang aku merindukan mu...


...Prof Taksa Tyaga Danendra...


...* * * * * * * ^•^* * * * * * *...


Taksa melangkah memasuki ruangan dengan penjagaan ketat oleh anak buahnya.


"Dimana mereka" tanya Taksa dingin.

__ADS_1


"Gluk" semua orang yang melihat penampilan Taksa langsung menelan air liur kering, bahkan bulu kuduk semua orang di sana langsung berdiri, seperti ada hadirnya si demit dari gua hantu.


"Silahkan masuk tuan muda, mereka ada ruang eksekusi, tuan Rafael baru masuk kedalam 15 menit yang lalu


" dua orang itu menyingkir dari hadapan Taksa.


Dengan sigap Taksa melangkah ke depan pintu, untuk memindai datanya agar bisa masuk kedalam penjara itu.


Penjara yang sangat canggih membuat siapapun tak mudah masuk atau keluar dari tempat itu, Karena setiap tahanan akan melakukan konfirmasi data dulu baru bisa di masukkan sebagai tahanan di tempat itu, semua itu dibuat agar semua tahanan tak bisa keluar dari tempat itu, dan mencegah orang asing menyusup ke dalam tahanan juga, meski tempat itu memiliki kecanggihan tak tertandingi, tetapi diluar sana banyak para penjaga yang menjaga ketat kawasan itu.


Guna alat pemindai itu sangat berguna bagi semua anggota disana, jika suatu saat si tahanan bisa melarikan dari ruangan langsung terdeteksi tak usah mencari kemana pun karena lokasi mereka langsung terdeteksi, meski tahanan yang berusaha keluar dari tahanan itu tak akan pernah keluar dengan keadaan hidup hidup.


Karena di sekeliling ruangan itu sudah di tanam alat pengejut listrik dengan tegangan tinggi, bagi tahanan yang keluar tanpa konfirmasi Qiana maka si tahanan tak akan mendapatkan kesempatan hidup lagi.


Apa lagi di setiap orang tahanan sudah di taman racun mematikan, tinggal menunggu injeksi ke dua oleh pihak Qiana, maka mereka langsung tewas dalam hitungan detik, jika Qiana memberi kan penawar maka si tahanan itu mendapatkan pengampunan dari Qiana, racun itu juga memicu kejutan listrik jika keluar dari penjara itu.


Jika orang orang yang sudah masuk kesana maka tinggal memilih cepat atau menunggu ajal karena melarikan diri dan bertahan ujung ujungnya nya cuma dead .


Perlahan pendengaran Taksa mendengar teriakkan dari orang orang itu, kondisi mereka sudah di pisah, bau anyir dan Pesing menjadi satu rupanya banyak dari mereka sudah ngompol di tempat akibat ketakutan dari kemarin, bahkan luka


"Tolong... siapa di luar sana tolong" begitulah jeritan dan rintihan orang orang itu.


Sedangkan nyonya Lu, di cakar cakar oleh si Zora. Tuan Lu di hajar oleh Zeta, sehingga bau anyir tercium sangat pekat, Lusita sat ini sedang dibelit oleh Suli dan Sesa, Berbeda lagi dengan Sofia yang di gantung terbalik oleh Zia yang sedang di penuhi amarah, bahkan kepal Sofia sudah benjol dimana mana serta mengeluarkan darah , mungkin wajahnya di hantam ke dinding. Begitulah penderitaan ke lima orang tahanan itu.


"Kalian berpesta tak mengajakku" Ucap Taksa dingin... Mendengar kata tuannya semua orang disana beserta para hewan langsung berhenti.


"Biar aku yang melawan bajingan itu kau tukar posisi dengan Zia, biarkan si rudi Casanova merasakan kekejaman Zia, Biar tambah mengasikkan, jangan berikan mereka ampun jika belum mengaku kemana mereka membawa Qiana." kenapa memberi Zia kepada si Rudi , karena Zia adalah pesikopat laki-laki penjahat kelamin.


"Taksa kenapa kau melakukan ini kepada keluarga ku, dan apa katamu?, Qiana hilang" ucap Adrian dengan mata penuh amarah bercampur kesedihan mendalam membuat Taksa muak melihat wajah .


"Buk...Jangan pura tak tau, kau dan keluarga mu sedari dulu sudah biasa menyiksanya ?" teriak Taksa lalu mencekal leher Adrian, sehingga wajah Adrian langsung pucat kehabisan oksigen.


"Uhuk... Uhuk..." Adrian terbatuk-batuk setelah Taksa melepaskan tangannya.


"Iya dulu, sekarang aku mencintainya"


"Cuih...." Taksa meludah.


"Orang seperti mu tak pantas untuk Qiana ku, karena akulah pemilik hati dan tubuh nya, Kau terlambat tuan Adrian, sekarang Qiana adalah istriku dan aku tak akan pernah menyia-nyiakan istriku seperti dirimu, yang ringan tangan, sejujurnya aku ingin membunuhmu sekarang Adrian, tapi kematian terlalu gampang untuk mu dan semua anggota keluarga mu yang telah menyakiti fisik dan batin istriku yang sangat berharga... Dan kau lihat bagaimana kedua simpanan di keluarga mu itu dengan mudahnya menindas istriku... Maka saksikanlah Adrian, saksikanlah bagaimana perasaannya hidup berada di ambang maut, tapi tenang kalian tanpa seijin istriku tak akan pernah mati," ucap Taksa menyakiti psikologis Adrian, lalu Taksa mengangkat tubuh Adrian lalu ia melemparkannya Kedinding "BUK".


"Hanya laki-laki pecundang yang berani mengangkat tangannya kepada seorang wanita ... Dan kamu tak patas di anggap manusia maupun hewan, Adrian" Taksa lalu mengangkat tongkat baseball nya lalu memukul seluruh tubuh Adrian meluapkan amarahnya" BUK...BUK....BUK..." Sampai Adrian memuntahkan seteguk darah kental dari mulutnya baru Taksa berhenti .

__ADS_1


"Uhukkk.... Uhukk... Aaaaahhhh" Setelah batuk Adrian menjerit karena tangan kanannya di injak oleh Taksa.


"Lihat lah luka Dimata ibumu setelah mengetahui penghianatan ayahmu, Itu yang Qiana rasakan dulu ketika kau terang terangan menghianatinya Adrian, dan ku ucapkan terimakasih karena tak pernah menyentuh Qiana, dan aku ucapkan terimakasih kepadamu"


Mendengar ucapan Taksa Adrian memejamkan matanya dengan ia mengingat semua perlakuannya kepada mantan sang istri, ia sadar bahwa ia sudah tak pantas untuk Qiana, air matanya menetes membasahi lantai, ia tengkurap merasakan kesedihan mendalam mendengar sang mantan istri sudah dimiliki laki-laki lain yang jauh segala gala nya dari nya.


Sedangkan Taksa mendengar seseorang dari tahanannya telah mengaku, tanpa basa basi ia meninggalkan sel Adrian.


...* * * * * * * ^•^* * * * * * *...


"Ahhh ... Ampun aku sudah tak kuat, aku akan mengaku... Akulah yang telah menyuruh bang Jo menculik Qiana." Aku Sofia akhirnya.


"Dasar Ja**Ng... dimana Jo itu berada,,..HAH ..." Rafael langsung menjambak rambut indah Sofia.


"Bang Jo adalah panter ranjang ku di klub malam EMPLORA, aku hanya tau dia adalah mafia dari om Edgar... aku ingin membayar biaya penculikan Qiana, bang Jo sudah GK bisa di hubungi."


"Buk...." Rafael karena emosi tanpa sadar meninju wajah cantik Sofia, sehingga mengakibatkan wanita itu pingsan.


"Ah... kalian diluar... siram wanita ini, jika sadar bawa ke ruang interogasi." Rafael keluar dari menemui tuannya sudah memandang nyalang pada wanita yang pingsan itu.


"Hancurkan keluarga Lu dan keluarga wanita itu, usir keluaga mereka ke negara


termiskin, biarkan semua orang disini hidup dulu, tunggu istriku, biarkan dia yang memberikan nasib mereka kedepannya, cari info orang yang bernama Jo itu dalam 10 menit, aku ingin mencincang si Jo itu Sampai halus. " perintah Taksa, mereka langsung meninggalkan tempat itu, mereka saat ini berada di ruangan markas milik Qiana pribadi.


Tak lama hanpone Rafael berbunyi. "Katakan"


"Tuan orang yang anda cari adalah seorang pria berumur 70 tahun, di setiap hari mangkal di taman hiburan, profesi Jo alias Aliansyah adalah seorang supir odong odong tuan" ucap anak buah Rafael yang langsung menggeledah Clubs dan langsung menggerebek rumah si Jo Aliansyah itu.


"Bawa ke markas orang itu sekarang"


"Brengsek sepertinya ada yang mau main main dengan kita" Rafael melempar Hanponenya ke dinding.


^^^~To be continued^^^


**Jangan lupa like dan komentar nya , Karena like kalian adalah semangat saya dalam berkarya.


Vote kalian juga adalah semangat untuk ku untuk mempertimbangkan crazy up untuk kalian


yuk dukung Qiana dan Taksa agar semakin naek levelnya...


terimakasih atas dukungan nya🙏**

__ADS_1


__ADS_2