
...* * * * * * * ^•^* * * * * * *...
...~•^HAPPY READING^•~...
...* * * * * * * ^•^* * * * * * *...
Qiana yang makan dengan lahap tanpa menghiraukan si playboy cap terasi Abraham, karena kelaparan ia tak peduli dengan mayat yang di angkat anak buahnya.
Tiba-tiba alarm di Mansion berbunyi tanda siaga "TEEEEEEETTTT" begitulah kira kira bunyinya. Author masih bertapa mencari bunyi yang cocok untuk alarm, mohon di maklumi.
"Ada perang kah ?" Itu adalah pertanyaan di benak Qiana.
"Gue ngintip aja dah" Qian langsung berjalan ke balkon kamar Abraham yang langsung menghadap halaman tempat mewah itu.
"Tinggi juga tempat ini" Qiana melihat ke bawah dari lantai 4 itu.
"Wah garcep juga mereka menemukan ku" ucap Qiana yang melihat para anak buahnya sedang berjejer rapi.
Mata indah nya meliahat suami tercintanya keluar dari mobil militer Khusus perang.
"Wow suami gue juga datang, suami siapa sih yang ganteng itu? " gumam Qiana sambil tangannya dibuat sanggahan dagunya.
Qiana mengambil minuman dan camilan yang sempat dia minta kepada pelayan tadi pada saat Abraham keluar dari kamar itu.
Setalah mendapatkan apa yang dia inginkan Qiana langsung kembali ke balkon lalu dia duduk di kursi santai menikmati udara disana yang sangat sejuk.
Ia melihat jika suaminya saat ini berhadapan dengan pemilik rumah, dan adegan apa yang terjadi di bawah Qiana tonton secara Live.
"Wah kayaknya seru nih" seru Qiana, meliahat anak buah kesayangannya hampir memotong TITITnya musuh.
(Liana panggil ***** aja ya untuk menyebut di bawah puser laki-laki ).
Menit demi menit suasana semakin panas bahkan Qiana sebagai penonton pun ikut geregetan.
"Ayo Taksa tunjukkan pesona mu, Jagan kalah sama si playboy cap terasi" sorak Qiana dari atas dan tak mungkin bisa di dengar oleh siapapun.
"Wow itu baru suami pendekar perang, kagak sia sia aku melatihmu dari beladiri mu cap tahun menjadi cap tempe" ucap Qiana girang karena suaminya yang memukul si Abraham dulu.
Entah semenjak menikah dengan Taksa sedikit demi sedikit sifat Taksa yang kocak menular kepada Qiana, macem Virus Corona yang mudah menular, tapi Virus ini limited edition hanya bisa pasangan gesrek, minim ahlak.
"Waduh Bisa abis kegantengan suami gue, Kalau mereka berantemnya macem pereman pasar, bahkan dua manusia itu sudah kotor akibat tanah, sungguh seperti remaja labil," Qiana Sampek geleng geleng kepala melihat cara berantem dia orang yang berada di nomer satu bedanya mereka sperti bawang putih dan bawang merah, sama sama menjadi yang pertama dalam sinetron tetapi berbeda karakter.
__ADS_1
Taksa adalah pembisnis nomer 1 di Asia, dan Abraham adalah mafia nomer satu di Asia, sama sama berdiri di nomer satu bedanya hanya putih dan hitam profesi Meraka, yang jadi ibu tirinya adalah Qiana sendiri...
kir .... kir.... kir....
Qiana berdiri langsung mengambil ancang-ancang ia berteriak sangat kencang "TANGKAP AKU"
Teriakan Qiana membuat semua orang mendongak ke langit, melihat Qiana yang secara anggun turun ke bumi seperti sang Dewi turun dari langit bedanya jika Dewi turun dari kahyangan pasti memakai gaun yang sangat anggun, sekarang yang turun adalah seorang wanita yang sangat cantik menggunakan hot pants selutut dengan kaos kedodoran di atasnya.
Tapi tak mengurangi kecantikan dan pesona seorang Qiana.
Taksa sama Abraham langsung menengadahkan tangannya, siku dia saling sikut, sepeti anak SD dorong dorongan berebut sesuatu.
tetapi adegan selanjutnya membuat kepala kedua laki-laki itu cenat cenut tak karuan, bagaimana tidak mereka berdua berebutan menengadahkan tangannya keatas tubuh wanita impian nya malah jatuh ke pelukan orang lain.
" Buk.. " tubuh Qiana jatuh ke pelukan Colvis Sampek memutar kayak tarian India yang mana pemeran cowok nya ngangkat tubuh si cewek sambil memutar.
Qiana tersenyum "terimakasih sudah menangkap ku kakak" ucap Qiana memandang wajah Colvis dengan penuh kerinduan.
"Eh . i.. ia nona" Colvis yang masih kaget istri sahabatnya itu terjatuh ke pelukan nya.
"Hem" Taksa yang seperti kebakaran jenggot meliahat kerompantisan istrinya dengan laki-laki lain, membuat aura angker nya naek dua kali lipat.
"Hey wanita kamu itu manusia apa keturunan jin, kau baru sadar barusan sudah main terjun bebas dari lantai 4"
"Ahh, maaf" ucap Colvis yang baru sadar, ia langsung menurunkan tubuh Qiana.
"Sekali lagi aku ucapkan terima kakak sudah menolong ku , hingga tubuh ku tak terjatuh" ucap Qiana tulus tanpa menghiraukan dua laki-laki dewasa yang semakin panas.
"Ah sama sama nona, saya hanya reflek saja, kenapa anda loncat dari atas, seperti tak ada pintu untuk keluar rumah?" Colvis sungguh heran sama wanita ini yang tak memiliki rasa takut bahkan wanita ini baik baik saja di rumah seorang mafia.
"Jangan panggil aku nona, panggil aku Qiana, mulai sekarang kau kakak ku, karena kau sudah menolong ku dari atas sana" tunjuk Qiana ke lantai empat.
"Hey wanita, dia hanya kebetulan menolong mu, kau sudah menempatkan nya menjadi kakak, bagaimana kabarku yang mendonor darah kepadamu, apakah pangkat ku lebih baik dari si kampret itu".
"Jika si kampret Colvis yang hanya kebetulan menolong Qiana sudah jadi kakak, pasti gue di angkat jadi pacar nih" begitulah kata hati Abraham.
"Sayang kenapa sembarang memanggil orang kakak, apa kepalamu terbentur saat si kutu kupret Abraham menangkap mu ?" Taksa mendekati Qiana.
"Kagak ada peringkat untuk kamu, kamu nyumbang darah buat aku karena anak buah mu yang tewas melukaiku" Ucap memandang Abraham karna di membaca pikiran Abraham yang aneh aneh.
"Teganya dirimu padaku, kau pagar makan tanaman, panggil gue yayang Abraham juga boleh, gue kagak nolak kok, demen malah"
__ADS_1
"Tidak Qiana ku tidak boleh memanggil laki-laki lain macam kalian berdua, sayang cukup kau panggil di Abraham kutu kupret, dan Colvis itu kampret, kagak ada tawar menawar. "
"Hey Taksa udah gue bantu kau panggil aku apa tadi tomket? " ucap Colvis, ia yang tak ikut drama keluarga gesrek Taksa malah ikut ikutan.
"Pokonya aku mau panggil tuan Colvis kakak, jika tidak aku akan melompat dari atas lantai 10" ancam Qiana.
"Apa... lantai 10, tapi sayang kau kan tau aku pencemburu" jujur Taksa.
"Wanita kau punya berapa nyawa sih ,kok santai mau loncat sana loncat sini." Protes Abraham.
"Tapi" ucap Taksa, lalu langsung di potong oleh Qiana.
"Sayang kau pilih aku panggil Colvis sahabat kamu atau si playboy cap terasi itu gue kasik sebutan kakak" ucap Qiana.
anak buah Abraham ingin tertawa tapi mereka tahan mendengar atasnya di panggil playboy cap terasi.
Melihat sahabatnya tak berkutik, Colvis tak menyia-nyiakan suasana yang langka.
"Baik adik, mulai saat ini aku adikku" Ucap Colvis.
"Boleh aku memelukmu satu kali saja" . tanpa menunggu persetujuan Colvis Qiana langsung berhambur kedalam pelukan Colvis.
emosi Taksa Sampek ke ubun-ubun sekarang, "Sepertinya siangan ku bukan kamu tapi si kampret itu" ucap Taksa kepada Abraham.
"Kau benar" entah kenapa sekarang malah rukun mereka.
Karena tubuh Qiana semakin melemas memeluk tubuh Colvis, dengan sigap Colvis memegang pinggul Qiana, ternyata darah merembes dari punggung Qiana sangat banyak..
"heyyy nona kau pingsan"
^^^~To be continued^^^
Terimakasih kepada kawan kawan yang sudah mampir di karya receh ku yang baru launching, Liana terharu loh gubuk reyot Liana di serbu oleh kalian .
bagi yang belum mampir
Sudikah kalian mampir di karyaku yang terbaru , karena disana aku sangat butuh dukungan kalian dengan cara like dan komentar, favorit , novel kali ini aku ikut sertakan lomba berbagi cinta.
aku jamin dah kalian kagak nyesel mampir di gubuk satu nya itu..
Lope Yuyu all😘
__ADS_1