
...* * * * * * * ^•^* * * * * * *...
...~•^HAPPY READING^•~...
...* * * * * * * ^•^* * * * * * *...
Sepasang kekasih yang habis menghabiskan waktu, mereka saling berpelukan didalam selimut yang tebal saling memandang dan saling tersenyum...
“Seperti bermimpi melihat kakak ada di depan mata ku” Ucap Rana mengelus rambut Rafael...
“Terimakasih karena masih baik baik saja sayang dan aku tak bisa berfikir apa yang terjadi kepadamu jika kau kenapa Napa Napa?!” Ucap Rafael mengelus wajah sang kekasih.
Cup... Rafael mencium bibir Rana tiba tiba...
Ceklek......Pintu dibuka dari luar....
“Hemm” Qiana memberi kode kedatangan nya....
Sedangkan kedua orang yang sedang saling menyengat langusung terduduk. Dua sejoli itu gelagapan karena tertangkap basah sedang uwu uwu....
“Sarapan pagi mu sungguh lezat Raf” Ucap Qiana langsung berjalan mendekati Ranjang...
Tanpa di sangka Qiana langsung memeluk tubuh Rana, “Terimakasih telah lahir kembali sebagai Adikku” Bisik Qiana sambil menitikkan air mata...
Qiana POV .
Dulu aku tak percaya akan takdir kelahiran manusia. Reinkarnasi aku tak percaya akan itu semua..
Tujuan hidupku untuk kesejahteraan negaraku....
Lumpur darah selalu menghiasi tanganku..
Pedang sebagai sahabat perjuangan ku. Tetapi pedang juga yang membunuh ku....
Hidup kembali adalah hal termustahil yang tak pernah ku pikirkan....
Mati ditangan orang yang paling ku percaya, dikhianati hingga habis tak tersisa. Didalam sisa nafasku aku menyesali karena kelalaian ku menjaga keluarga ku.
Hidup kembali di jaman serba canggih, dianugerahi kelebihan yang membuat ku berdiri tegak bak ratu karena di kehidupan ini aku mendapat cinta yang besar dari pria yang luar biasa....
Dari dirinya aku bisa melihat sosok kakakku yang aku sayangi, waktu juga memberikan ku kakak baru, dan kebahagiaan ku terlengkapi ketika melihat adikku lagi, dan kali ini aku sebagai kakak bisa menyelamatkan adikku dari kehancuran....
__ADS_1
Ohhhh tuhan aku sungguh bahagia....
Sungguh kau maha kuasa dari segalanya, dan kau memberikan ku keluarkan harmonis dan bayi yang saat ini aku kandung...
Terimakasih tuhan, di kehidupan ini aku Putri Xin Xin Qian akan melindungi semua keluarga ku. Tak akan ku biarkan satu orang pun menyakitinya, karena diriku akan menjadi pelindung yang sesungguhnya.
“Sayang kau tak boleh nangis nantik si bayi kecebong kita sedih juga” ucap Taksa menghibur sang istri karena ia sudah tau jika sosok Rana sangat berarti di kehidupan Qiana di masa lalu.
Sedangkan Rana yang tau jika Qiana adalah saudara kembar yang ia lihat jatuh ke jembatan juga ikut menangis, karena hanya dia satu satunya yang sadar dan melihat sang ibu sudah tiada dan saudaranya jatuh, hanya Rana yang ingat adegan itu tapi ia tak tau di mana rumahnya maklum waktu itu usia mereka 5 tahun.
“Kau masih hidup aku sungguh bersyukur kak” ucap Rana dalam tangisnya...
“Hem.... Kalian berpelukan tak mengajak kakak kalian ini berpelukan” Ucap Abraham muncul dari pintu...
Abraham langsung menggeser Taksa lalu menyunggingkan senyum mengejek kepada rivalnya itu. Abraham memeluk kedua adiknya dengan sayang, mencium kening keduanya bergantian.
Masa bodoh dengan dua singa yang memandang sangar kearahnya, “Jika kalian tak hormat kepadaku maka habis tiket untuk menuju pelaminan” Ucap Abraham, Ucapan Abraham membuat rafael yang memandang cemburu merubah mimik wajahnya yang ramah tamah.
“Cihhh... Aku sudah menikahi adikmu itu Abraham.” Ucap Taksa tak terima.
“Dunia belum tau pernikahan kalian, dan aku yakin meski adikku saat ini tengah bunting masih laku kok di pasaran” Ucap Abraham.
“Heyyy mana boleh begitu, ok ok kak ipar yang nyebelin aku mengalah kau boleh memeluk istriku hari ini” Ucap Taksa yang takut istirnya di jodohkan dengan Pria lain, apa lagi saat ini posisi Abraham adalah kakak istirnya seperti nya tidak buruk mulai bersahabat.
“Kita???” Ucap dua pasang calon pengantin itu.
“Kenapa salah aku bilang seperti itu???” Tanya Abraham.
“Salah lah X kan hanya kau disini jones alias jomblo ngenes” Ucap Taksa to the points....
“Baiklah... Baiklah... Aku tak mau kalah lah sama kalian yang mau menikah, dan aku tak mau di langkari oleh kalian semua, enak saja disini aku ini bang loh” Ucap Abraham Santai.
“Jangan bilang kau membeli istri atau memaksa gadis menikahi mu atau kau sudah membuat bunting para one night stand mu akhir akhir ini” Tuduh Qiana memberikan tatapan intimidasi.
Sedangkan Rana hanya diam memandang kakaknya dengan tatapan sulit di artikan.
“Kau terlalu kejam kepadaku adik, Sayang masuk” Teriak Abraham.
Seseorang gadis tengah menunduk malu memasuki kamar itu. “Yumna???” Ucap semua orang.
“SEJAK KAPAN” Ucap semuanya serempak
__ADS_1
“Wow paduan suara yang kompak, sabar kenapa sih. Kenalkan dia adalah kakak ipar kalian, dan kami sudah menikah 3 bulan lamanya” Ucap Abraham tanpa dosa.
Qiana langsung berdiri mendekati Yumna, “Kau tidak di paksa menikahi Casanova mesum itu Yum, atau kau di coblos duluan oleh pria ini jujurlah padaku aku akan kebiri pria ini” Ucap Qiana sudah melakukan pemanasan lengan tak lupa ia mengambil senjatanya...
“Ayoo habisi pria playboy itu sayang” Taksa mengompori sang istri.
“Awas kau ipar durhaka” Geram Abraham.
“Sebenarnya, seminggu setelah saya menendang Kenalpotnya tuan Abraham saya merasa bersalah nona. Apa lagi saya sudah mengetahui jika tuan Abraham lah yang menyelamatkan Anda dengan mendonorkan darahnya.”
“Maka dari itu saya berusaha menembus kesalahan saya dengan mendampingi beliau berobat ke klinik Tong Seng, dan hasilnya si kenalpot turun mesin butuh perbaikan berbulan bulan. Berani berbuat maka berani bertanggung jawab atas apa yang saya lakukan maka dari itu saya menikahi tuan Abraham.”
“Seandainya si kenalpot mati selamanya bairkan saya mengabdi kepadanya, maafkan saya Nona!!!!” Ucap Yumna dengan wajah bersemu merah, ia tak berani mengangkat wajahnya..
“Sudah sudah jangan sedih kenalpot kan sudah bangun masa depan kita cerah sayang” Ucap Abraham yang sudah kelepek kelepek dengan pesona si pembuat racun dan berdarah dingin.
Sungguh pasangan itu sangat serasi karena satu Mafia dan yang satunya lagi wanita sadis ahli racun.
“Kau sudah membobol gawang bersegel bro??” Tanya Taksa.
“Ya belum kan baru bangun tadi pagi, agar istri ku bisa jalan ketika hari pernikahan kita nanti aku akan menahannya pada saat malam pengantin” Ucap Abraham memandang wajah Yumna yang bersemu merah karena setiap pagi ia membantu sang suami terapi kocok arisa meski getah kenalpot kagak keluar keluar bahkan wujudnya lembek persis dadar gulung.
Brakkk... pintu kamar lagi lagi di dobrak...
kira kira siapa ya??🤔🤔
^^^~To be continued^^^
Terimakasih atas dukungan kalian di karya receh emak Liana 🙏🙏🙏
Jangan lupa
Like👍
komentar🗣️
Hadiah🎁🌹☕
Vote 🔥
Bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐ di rating pojok popularitas karya ini.
__ADS_1
Favorit ♥️ agar kalian mendapatkan notifikasi update karya ini