
..." Takdir Hidup "...
...Setiap manusia memiliki sebuah takdir hidup....
...siapa bilang takdir hanya tuhan yang menentukan jalannya....
...karena sesungguhnya sebuah takdir hidup adalah kita sendiri yang menentukan....
...jalan mana yang harus kita pilih ?.....
...Dalam hidup kita diberikan banyak pilihan...
...ada pepatah yang berkata " banyak pintu menuju rumah."...
...karena takdir sesungguhnya mengikuti kemana langkah kaki manusia berjalan....
...setiap orang hidup membawa sebuah misi yaitu menjalani hidup hingga ajal menjemput kata kasarnya kita terlahir untuk menunggu mati....
...sekarang coba kau renungkan pencapaian apa yang telah kau lakukan semasa hidupmu....
...apa yang kau tanam maka itulah yang kau petik....
...tak ada kata terlambat dalam hidup, karena selama nyawa masih melekat, kita masih kuat berjalan dan kita masih bisa berusaha maka tak ada kata terlambat untuk meraih sebuah pencapaian....
...Kita tak butuh sukses dalam melakukan sesuatu, karena kata sukses itu membuat manusia tak akan pernah merasa puas, karena sifat ilmiah manusia adalah serakah, bahkan orang terkaya pun tak akan pernah merasakan puas akan hartanya yang berlimpah-limpah....
...jika kita mensyukuri apa yang kita lakukan dan menjalani dengan tekun, maka percayalah hal kecil itu akan menjadi hal besar di dalam hidup kita kelak, Bahkan hal kecil itu akan menjadi sebuah kenangan manis yang akan sering kita ceritakan kepada anak cucu kita nanti....
...Maka tersenyumlah bagi kalian yang masih diberikan kesempatan memilih takdir hidupmu, Karena di luar sana banyak orang yang tak sempat memilih takdir hidupnya, mereka semua sama seperti kita memilih impian tapi karena Tuhan sudah berkehendak jika jalan hidupmu hanya sampai disitu, maka manusia harus berkata apa selain pasrah pada tahun, karena sesungguhnya hidup kita hanya milik tuhan yang maha esa....
...yuk berusaha bersama sama membenahi apa yang kurang dalam diri kita , kita tak harus sama dengan orang lain , karena belum tentu orang lain akan sama seperti kita.....
...seperti misi hidupku yaitu laughter is my life....
...^Liana keizia^...
...* * * * * * * ^•^* * * * * * *...
__ADS_1
...~•^HAPPY READING^•~...
...* * * * * * * ^•^* * * * * * *...
Setelah mengusir si Abraham, Qiana langsung masuk ke kamar mandi.
"Ah... hidup memang misteri, mungkin di kehidupan yang lalu aku banyak memotong Otong pria, sekarang di kehidupan ini selalu ditakdirkan bertemu peria mesum macam Taksa dan si Abraham, aku masih penasaran dengan dunia baru ini, sepertinya ras, agama, marga, keturunan sudah bercampur campur, jika di zaman ku dulu jika raja menganut sebuah kepercayaan maka rakyatnya akan serempak mengikuti sang raja, dan zaman dahulu setiap orang memiliki nama marga seperti Li, Ma, Na, dsb.
sekarang marga itu hanya sebagian orang yang memiliki nya, seperti alien mesum tadi, namanya Abraham Xander, mirip logo sepeda motor yang selalu muncul di TV, Yamaha X panser begitulah kira kira" gumam Qiana.
Ia bercermin melihat dirinya dari pantulan cermin.
"Ah ... lukaku... pas di punggung, mengingatkan ku akan penghianatan tang Lang, aku yakin kau ada di sini tang Lang, akan ku cari kau ke lubang semut sekalipun " mata Qiana menyiratkan luka yang mendalam.
Ia masih terdiam memandangi wajah nya, tiba-tiba ia mengingat sesuatu. " oh kakak... kenapa aku baru ingat tentang kakak, aku sudah menemukan mu kak, aku akan melindungi mu di kehidupan ini, aku akan berusaha mendekati mu, aku akan membuat mu menjadi kakakku lagi di kehidupan ini, meski sekarang kita tak sedarah." ucap Qiana mantap pada dirinya.
(jika kalian bingung siapa yang Qiana sebut kakaknya, maka kalian harus ingat pada saat Qiana jatuh koma di lift nya Taksa, Qiana melihat seseorang yang mirip sekali dengan kakaknya, dan membuat jiwa Qiana terguncang sampai jatuh koma ).
"Taksa kau apa kabar... baru dua hari aku sudah merindukan mu" Qiana langsung menyeka tubuhnya.
...* * * * * * * ^•^* * * * * * *...
"Tuan si Jo alias Ardiansyah itu bukan penculik nona" ucap Mulin.
"Bagaimana kau yakin orang itu tidak ada kaitan nya dengan Qiana ku Mulin" ucap Taksa dingin.
"Orang itu hanya tukang odong-odong asli bukan gadungan tuan, bahkan ia menderita sakit encok sudah 10 tahun, mana ada mafia menderita sakit encok, dan dari keterangan si kakek Jo itu ia sebulan yang lalu menggadaikan KTPnya ke rentenir akibat odong odong nya menyerempet motor orang tuan, karena kakek itu adalah penderita rabun senja jadinya si kakek mengalami kecelakaan itu, dan saya sudah mencari tau dari saksi saksi yang akurat dan dapat di percaya." ucap mulin.
"Mana ada orang mengadaikan foto KTP, jika surat tanah atau kendaraan aku percaya suruh saksi itu masuk" ucap Taksa.
Dan masuklah dua orang wanita yang satu bertubuh gendut, dan satu nenek nenek.
"tuan nenek itu istrinya kakek Jo, dia bernama Sabarna dia memiliki profesi sebagai tukang pijat dan setiap hari dia yang memijat kakek Jo alias Aliansyah yang menderita sakit encok akut, dan disampingnya adalah Suketi putri mereka satu satunya, suketi lah yang membantu sang ayah meminjam uang dari pinjaman online yang hanya mengadaikan KTP doang, dan ini semua bukti buktinya" Rafael yang membawa dua wanita itu menyodorkan sebuah kertas kehadapan Taksa .
"Brengsek, ada yang bermain main dengan ku rupanya, Mulin" belum selesai Taksa berucap, tiba-tiba pintu ruangan nya di buka begitu saja " BRAK "
"Maaf saya tidak sopan, kakek yang ada di lokasi nona hilang sudah sadar tuan, dia tau siapa yang membawa nona, karena ia mendengar dari mulut para perampok itu dari mana asal mereka" Ucap Zia, dengan penampilan yang berantakan, bahkan celana berwarna putihnya penuh dengan darah.
__ADS_1
"Astaga non kau keguguran, lihat celana mu berdarah darah, ayo rebahan, nenek akan periksa siapa tahu jika bayi mu bisa bertahan, kau tenang saja nenek adalah seorang tukang urut merangkap sebagai dukun beranak" ucap istri bang Jo.
Mendengar ucapan si nenek Mulin dan Rafael ingin tertawa tetapi mereka urungkan karena mendengar informasi penting dari Zia, bahkan Taksa yang ingin memaki orang yang tak sopan masuk keruangan nya tanpa mengetuk dulu ia urungkan karena jika Taksa yang mendengar kabar itu ia langsung loncat mengambil mobil lalu langsung tancap gas mencari istrinya.
"Maaf saya tidak terluka dan tidak hamil nenek" ucap Zia setelah memberi tahu Taksa informasi penting itu .
"Dimana istriku, dan siapa yang lancang telah menculik istriku" tanya Taksa.
"yang menyerang nona adalah mafia terkuat nomer satu di Asia tuan, anda bisa lihat data ini," Zia langsung menyodorkan amplop yang Yumna berikan tadi padanya, karena Yumna juga berada di ruang interogasi si kakek Jo, dengan tergesa gesa Zia merampas amplop, dan memberikannya kepada Taksa, padahal dia baru keluar dari ruang interogasi keluarga Lu .
Taksa langsung membuka amplop itu lalu membacanya, tiba tiba tangannya mengepal kertas itu sehingga tak terbentuk, mulutnya hanya mengucapkan sebuah nama "Abraham Xander"
"Kita akan menjemput istriku sekarang, siapkan anak buah terbaik kita, sekarang kita langsung bergegas kesana".
"Akan ku jemput kau istriku... tunggulah aku sebentar lagi " ucap Taksa dengan wajah tak bersahabat.
^^^~To be continued^^^
~Note.
terimakasih atas dukungan kalian
jangan lupa.
klik tombol ❤️ untuk menyimpan karyaku di beranda kalian.
Klik tombol 👍 untuk mendukung karya Liana.
klik tulisan rating di sebelah popularitas karya ku , berikan aku bintang ⭐ 5 untuk mendukung karya ku , serta kan kata kata kalian.
jangan lupa Vote karya aku jika masih ada sisa sisa Vote yang belum terpakai.
semua petunjuk dia atas adalah cara mendukung karya receh Liana agar semakin penulis semakin semangat dalam berkarya...
terimakasih...
jika berkenan yuk masuk di grup pembaca kalian para pembaca bisa berkeluh kesah tentang karya ku dan tentunya kita ngerumpi bareng😁
__ADS_1