Kehidupan Kedua Sang Putri

Kehidupan Kedua Sang Putri
Tang Lang Aku menemukan mu.


__ADS_3

...* * * * * * * ^•^* * * * * * *...


...~•^HAPPY READING^•~...


...* * * * * * * ^•^* * * * * * *...


Mata Qiana berderai air mata, ia menangis mendengar cerita kakek WU dan nenek QI.


Meski ia bukan Qiana asli, tetapi jiwa dan raga itu sudah melekat menjadi satu, ia begitu bahagia karena di dunia asing ini ia masih memiliki keluarga.


"Sayang bisa tunjukkan kepada kakek kalung mu?" Ucap kakek WU.


Qiana mengeluarkan kalung itu. "Bisakah ambilkan kakek jarum dan cermin besar, bawalah kesini ?" Ucap kakek WU kepada Rafael, di dalam ruangan itu terdiri dari seluruh keluarga XU dan WU yang berada di sana, anak buah Qiana menjaga ruangan itu sangatlah ketat.


Tak selang berapa menit Rafael membawa apa yang kakek WU pinta.


"Brak" Seseorang mendobrak pintu....


Mendengar keributan itu semua melihat kearah pintu....


Seorang laki-laki gagah tengah melangkah perlahan mendekati kerumunan itu...


Di setiap langkah tengah perasaan familiar tengah di rasakan oleh dua pasang kakak beradik itu...


Dalam hati Qiana berkata, "Aku tau saat ini jawabannya, kenapa diriku tak merasakan risih jika Abraham menyentuhku".


Abraham berlari langsung memeluk Qiana dengan erat, sesekali mengecup kening adiknya itu.


"Kau adikku kan?" Tanya bahan dengan haru....


Tes... Sebuah jarum menusuk jari Qiana.


"Kek kenapa kau menusuk tangan adikku!!!" Ucap Abraham tak terima.


"Dasar kakak posesif, lihat ini" kakek XU langsung menempelkan jari kelingking Qiana yang terluka.


Tiba-tiba giok hijau itu bercahaya, seperti sebuah lentera, kakek WU lalu mengarahkan kalung itu ke depan cermin, tiba-tiba muncul tulisan yang sangat indah....


Qianna Alexandra XU, putri pertama pasangan Alexander XU dan Lusiana QI.


Semua data diri Qiana lengkap disana tak kurang satupun.


Kalung itu seperti kamera yang hanya bisa di lihat file nya menggunakan darah dan sang pemilik menempelkan tangannya yang terluka.


Jika di pakai maka kalung itu merekam video dan gambar sebuah peristiwa yang di lalui si pemilik....


Saat ini terpampang lah masa masa bayi Qiana, semua didalam ruangan itu melihat masa masa itu penuh haru tak terkecuali Abraham yang menangis meliahat wajah wajah orang yang ia sayang, dadanya sesak mengingat semuanya.


~Abraham POV.


Debaran yang aku rasakan pada saat pertemuan kita ternyata ini jawabannya....

__ADS_1


Dulu ku kira aku tengah jatuh cinta, tetapi pada saat aku mengetahui kau milik laki-laki lain hatiku tidak merasakan sakitnya patah hati...


Aku merasakan perasaan sayang yang sangatlah dalam kepadamu.....


Ternyata Jantungku lebih dahulu peka dalam mendeteksi kehadiran mu di sisiku.....


Jantungku memberi ku kode bahwa orang yang selama ini aku cari ada didepan mataku.


Betapa bodohnya aku pada saat kau kekurangan darah aku tak curiga bahwa kau adalah adikku, karena darah keluarga XU sangat istimewa dan tak mudah mendapatkan kecocokan dengan orang lain.


Ternyata rasa ini ada karena kau jiwa ku yang telah lama kucari, bagian diriku yang hilang..... Oh Adik kakak sangat bahagian.....


Kata adik adalah momok tersendiri untuk ku, siang aku berusaha keras mejadi kuat agar mampu mengalahkan musuh kita....


Malam aku harus meminum obat tidur dulu agar aku bisa tertidur, malam malam ku di Landa mimpi buruk atas kecelakaan yang menghanguskan keluarga kita.


Jantung ku terasa sesak seakan mau meledak mendengar kebahagiaan ini, takdir mempertemukan kita.....


Bertahun tahun aku tak pernah melihat mu, tapi ikatan darah kita amatlah kental, aku masih tak menyangka dengan kenyataan ini....


Hari yang aku tunggu ternyata datang juga....


Pertemuan yang aku impikan, dulu kukira harus memusnahkan seluruh musuh kita baru aku bisa mendapatkan mu kembali, tetapi Tuhan begitu baik kepadaku, kau tak tertangkap oleh musuh kita ....


Kau menjadi matahari yang menyilaukan, peri kecil yang selalu ceria membuat keluaga kami bahagia dan penuh canda tawa....


Aku yakin kau Anna ku, karena Anna pendiam, dan selalu menempel kepada Taksa


Ayah aku menemukan satu bidadari kita....


Apakah kau bahagia???....


Kuharap ini adalah awal perjalanan ku menemukan satu persatu pecahan bidadari kita.


Dia menjadi gadis hebat dan cantik seperti Mama....


Air mata Abraham banjir....


"HEY, KENAPA KAU MENYENTUH ISTRIKU!!" ucap seseorang tengah bersungut-sungut, ia cemburu melihat saingannya memeluk sang istri.


Taksa belum tau kenyataanya karena ia habis melakukan tugas sandiwara nya.


"DASAR CUCU POSESIF, LIHATLAH CERMIN ITU" ucap kakek WU, dan Taksa melihat sebuah reka adegan di mana ia juga ada didalamnya.


"Ada yang bisa menjelaskan ini semua padaku??" Ucap Taksa, jantung nya bergemuruh, ia sungguh kaget dengan apa yang dia lihat.


Nenek QI langsung menarik Taksa, ia menceritakan semua kejadian tanpa di tutup tutupi.


Sedangkan Colvis diam seperti patung menyaksikan adegan di depan mata, ia syok dan diam tak bersuara.


"Kakek bisakah anda mendiamkan video itu tanya Qiana?"

__ADS_1


Kakek langsung melepaskan jari Qiana dari kalung itu, dan otomatis Video itu ter skip.


Qiana berjalan mendekati cermin, ia melihat dengan mata kepalanya sebuah gambar, seorang anak kecil menarik topeng seseorang, dan anak kecil satunya bertahan bergelantung di jembatan.


Dada Qiana sesak, ia melihat orang yang selama ini ia cari berada di depan mata....


Hahahahaha tawa Qiana menggelar sangat mengerikan sehingga semua orang melihat nya ketakutan.


"Meski wajahmu hancur, matamu tinggal sebelah, aku masih bisa mengenalimu tang Lang" Ucap Qiana.


Dalam hati, "Rupanya kau juga menjadi penghancur keluarga ku kembali, menjadi benalu, menjadi sampah masyarakat, kali ini akan ku bantai semua yang berkaitan dengan dirimu".


"Kau mengenalnya sayang?" Tanya Taksa.


"Sangat, dia adalah orang yang selama ini aku cari hubby" Ucap Qiana.


Mendengar ucapan sang istri rahang Taksa mengeras, ia mendengar cerita masa lalu istrinya, keinginan menghancurkan orang itu hingga berkeping keping.


"Han XU, Ternyata dia yang berada di balik hancurnya keluarga XU dan mencelakai istri istri kami", Ayah Taksa berdiri mendekati cermin itu.


Hanya ayah Taksa, ayah Colvis, dan ayah Abraham lah yang pernah melihat wajah Han XU si anak haram keluarga XU.


"Dia adalah pemilik organisasi H, aku ingat topeng dan tato ditangan nya" Ucap Rafael.


Kata kata Rafael membuat semua orang langsung berdiri tegap...


"Jelaskan apa yang kau katakan Rafael, dan beritahu aku tentang Rana yang kau sebutkan tadi" Ucap Qiana kepada tangan kanannya.


^^^~To be continued^^^


Terimakasih atas dukungan kalian di karya receh emak Liana 🙏🙏🙏


📢Emak ucapkan selamat tahun baru untuk para reader kesayangan emak semua....💐🥰


terimakasih sudah menemani emak dalam berkarya, dukungan kalian sungguh berarti, dikala emak lagi sakit seperti ini kalian semua tak meninggalkan ku🤗.


Emak jadi terbaru favorit nya semakin hari semakin banyak🙏...


Jangan lupa


Like👍


komentar🗣️


Hadiah🎁🌹☕


Vote 🔥


Bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐ di reating pojok popularitas karya ini.


Favorit ♥️ agar kalian mendapatkan notifikasi update karya ini

__ADS_1


__ADS_2