
...Akan ku temukan di manapun kau berada...
...meski semua orang bilang jika kau menghilang ditelan bumi....
...selama mata ini belum memastikan tubuh mu terbujur kaku di hadapan ku...
...aku Taksa tak akan pernah percaya jika Qiana ku sudah tiada....
...selama jantung ini masih berdetak dan jiwa ini merasakan kau masih bernafas aku rela menunggumu untuk kembali kapanpun itu....
...Aku memiliki sebuah keyakinan jika kau merenggang nyawa tanpa ku ketahui, maka seluruh jiwaku ikut terenggut meski ragaku masih ada dibumi ....
...karena cinta sejati akan merasakan apa yang telah dirasakan pasangan nya, cinta sejati tak pernah dimakan usia....
...jika aku bisa memilih aku ingin tiada bersama denganmu di masa tua nanti....
...^Taksa ^...
...* * * * * * * ^•^* * * * * * *...
...~•^HAPPY READING^•~...
...* * * * * * * ^•^* * * * * * *...
Qiana yang makan dengan lahap tanpa menghiraukan Abraham yang memandangnya penuh minat entah apa yang dia minati oleh laki-laki mesum itu, yang jelas saat ini Qiana sedang dalam mode jurus bodoh amat yang penting perutnya terisi karena ketika pertama kali ia sadar yang ia rasakan yaitu lapar.
bibir seksi Qiana mengunyah makanan dengan penuh semangat seperti tak makan setahun.
dalam sekejap satu makanan sudah habis, sekarang mata Qiana meliahat sosis besar yang di lapisi roti hot dog dengan lelehan keju dan saus sangat menggugah selera, tanpa ber pikir panjang Qiana mencomot Hot dog itu lalu memasukkan nya kedalam mulutnya.
"Huh jatah makanan ku aja di makan, tapi kenapa pas hot dog itu masuk dalam mulut kecilnya, adik gue meronta ronta di bawah sana, bagaimana sosis besar gue di kulum dengan rakus oleh bibir seksinya, pasti rasanya geli geli hot, dan gadis ini dengan santainya makan dengan santai tak ada jaim jaimnya bahkan terimakasih pun tidak ada ... huh.." Tiba-tiba saus tomat belepotan di ujung bibir Qiana membuat lemah pertahanan diri Abraham, saat ini ia bener bener ingin mengunyah bibir seksi Dengan warna alami milik Qiana.
Bahkan sekarang popok celananya sudah tak muat untuk menahan si sosis yang ngeces pengen nyembur di bibir Qiana.
Sungguh fantasi yang sangat luar biasa kan.
Abraham berjalan perlahan mendekati Qiana yang masih mengunyah hot dog sampai habis, "Wahhh.. sup daging" mata Qiana langsung berbinar, perutnya serasa masih keroncong karena mencium bau rempah yang sangat menggiurkan itu.
"Dasar wanita rakus" ucap Abraham pelan, ia semakin mendekat ke posisi Qiana duduk.
lagi sedikit tangan Abraham menyentuh helai an rambut Qiana.
Tiba-tiba seseorang datang ke kamar si bos yang kala itu tak tertutup.
"Tuan diluar ada sekelompok orang bisa masuk ke wilayah kita, dan sekarang dia ada di gerbang untuk mencari nona" Belum selesai anak buah Abraham dengan sigap Abraham menarik pelatuknya lalu "Dor" peluru itu langsung tembus mengenai kening anak buahnya.
__ADS_1
"Dasar pengganggu" Geram Abraham.
Ia sangat marah kesenangannya terganggu dan apa anak buahnya sudah tak becus.
"Cih kau memberikan saus tomat alami" ucap Qiana, dia tak merasakan jijik dan menjanjikan makanya.
"Kau sungguh wanita berbeda, jika wanita lain pasti akan mudah Bakan histeris melihat kematian di depannya" ucap Abraham.
"jika kau memutilasi di depanku aku tak masalah aku bisa makan di tempat manapun" ucap Qiana sambil mengunyah daging yang berada dalam sup.
"Srup...Srup..." Qiana langsung meminum kuah dari mangkuknya.
"Tunggulah disini, aku sekarang memiliki tamu" ucap Abraham sambil mencium rambut Qiana.
"Plak..." tangan Abraham di tepis oleh Qiana. "Jangan sentuh aku... jika tidak itu tangan akan pindah ke kaki" ucap Qiana.
"Ok... Ok... Aku kira membuatkan makanan untuk mu membuat kau mempertimbangkan proposal lamaran ku untuk mu menjadi wanita ku, ternyata kau masih belum luluh ..... Ahhh hatiku sakit sekali" ucap Abraham dramatis.
"Dasar buaya darat, hatiku sudah aku kontrakkan kepada seorang laki-laki setia" ucap Qiana.
"Aku juga setia" ucap Abraham sungguh sungguh, karena selama ini Abraham tak menjalani hubungan sama namanya wanita, ia melakukan hubungan wik wik bersama para germo di klub malam miliknya, yang bersih dan sehat. tentunya telah di uji coba oleh profesional untuk memuaskan para bos besar seperti dirinya.
"SETIA dalam artian SElingkuh TIada Akhir... koleksi jurang mu masih banyak jangan memikirkan kata setia itu tuan Abraham yang terhormat" ucap Qiana.
"Mungkin jurang mu adalah pelabuhan terakhir milikku wanita" Rayu Abraham.
Melihat Wanita sudah ngambek Abraham langsung lari terbirit-birit.
"Mafia juga takut kehilangan sosis rupanya, dasar Mafia kelas terasi" umpat Qiana.
...* * * * * * * ^•^* * * * * * *...
Taksa sampai di gerbang dengan jalan mulus, karena di setiap ada penjaga semua langsung tertidur karena robot lebah membawa serbuk obat tidur di tubuhnya...
setiap lebah menyengat sedikit tubuh penjaga yang berpatroli, sedetik kemudian orang yang tersengat langsung pingsan.
begitulah kecanggihan teknologi yang Qiana kembangkan Bahakan orang aman kagak tau caranya buat author aja hanya menghayal doang.
"Tok... Tok..." pintu kaca diketuk. Seorang penjaga membawa senjata dengan sigap menyambut orang yang didalam mobil.
"Hay tuan bisakah aku masuk" Zia yang menyapa si penjaga dengan senyum yang memikat, disini Zia, Yumna lah yang jadi umpan sedangkan mobil Taksa ada di tengah belum sampai.
"Kenapa tidak ada laporan dari penjaga satu jika ada tamu," ucap si penjaga.
"Aku datang kesini karena mencari seseorang" Zia masih berakting baik.
__ADS_1
"Hey keluarlah nona" ucap penjaga yang tertarik dengan dua wanita cantik, ia berpikir mungkin bosnya membeli wanita untuk menemani malam mereka yang kesepian.
Ketikan kedua wanita cantik yang satu memakai baju putih dan yang satu hitam dengan gaya elegan turun dari mobil membuat jiawa playboy cap tempe mereka meronta ronta.
"Bening banget huhuyyy, swiitttt ..." salah satu bersiul.
"Brak" Zia Langsung menendang orang yang bersuil itu, Zia adalah trauma dengan laki-laki hidung belang tak dapat menahan amarah.
Melihat rekannya di tendang penjaga itu langsung berniat menodongkan senjatanya. tapi sebelum itu Yumna langsung merampas pistolnya langsung memelintir tangan yang penjaga itu.
"Kau tak sabaran Zia, tuan muda sudah sampai" ucap Yumna yang mendengar deru mobil militer masuk di kawasan itu.
"Si si si siapa kalian" ucap si penjaga yang di tendang Zia ketakutan melihat mobil perang milik negara sedangkan penjaga satunya sudah di ringkus oleh Yumna.
Tangan pria itu ingin merogoh pistolnya tiba-tiba Zia langsung melompat ke tubuh Penjaga ia menginjak nya langsung di perutnya "Buk" ...
"Uhukk" karena kaget ia sampai pingsang. " Dasar Mafia tempe, belum apa apa sudah pingsan, tidak ada darah kan di baju dinas ku " ucap Zia menggerutu karena lawannya lemah.
Gerakan Zia itu seseorang meliahat nya dengan takjub.
Taksa menyenggol lengan Colvis "tutup mulut mu nanti aku arahkan robot lebah ku biar masuk kedalam sana".
Mendengar Taksa menegurnya Colvis menetralkan sikapnya.
"Bilang sama tuan mu Taksa WU ingin bertemu dengannya," ucap Taksa kepada penjaga yang di Sandra Yumna.
"Ba baik" laki-laki itu langsung mengunjungi orang dalam menceritakan semuanya.
5 menit kemudian pintu gerbang itu dibuka.
sekarang Taksa berada di depan mansion megah mewah plus angker. dia masih didalam mobil tempur milik militer, mobil yang iring iringan itu disambut dengan ratusan para mafia yang masih stand by di mansion itu, semua orang disana. sudah siap dengan persenjataan lengkap, dan menodongkan senjata mereka pada mobil militer yang berjejer di depannya.
tiba-tiba dari atas langit sebuah JET tempur menurunkan satu persatu orang sehingga sekarang tim Taksa berjejer rapi.
"Plok... Plok... Plok..." tepukan tangan dari dalam Mainson membuat anak buah Taksa menajamkan pandangannya.
Seorang pria bertubuh kekar lebih kekar dari tubuh Taksa, tapi ketampanan nya Taksa menang jauh dari pria itu, tapi pesona mereka jika di sejajarkan akan membuat iri kaum Adam.
"Rupanya ada tamu di rumahku, mimpi apa aku semalam sehingga Tuan muda Taksa Wu pengusaha nomer satu SE Asia bisa meluangkan waktunya yang berharganya mampir ke gubukku yang sederhana ini" ucap Abraham sambil tersenyum remeh.
"Aku datang kesini untuk mengambil milikku yang berharga jauh lebih berharga dari harta dan waktuku" ucap Taksa lantang dengan tatapan bermusuhan yang kental.
^^^~**To be continued^^^
Sepi amettt ya...
__ADS_1
mana nih pembaca kesayangan aku
tak sensus dulu🤣**