Kehidupan Kedua Sang Putri

Kehidupan Kedua Sang Putri
suasana hati Taksa


__ADS_3

...^HAPPY READING^...


Sebelum Qiana menaiki motor sport nya, handphonenya kembali berdering.


"Katakan" jawab Qiana.


"Maaf nona saat ini Sofia sudah melaporkan kemunculan ada kepada nyonya lu, mereka sudah menyusun rencana membalas anda dari pembicaraan mereka di telpon"


"Oh begitu rupanya, aku ingin merubah sedikit rencana kita, kalian tak usah mengundang para wartawan, kalian cukup undang semua mitra kerja kita besok ke kantor untuk penyambutan ku, untuk saat ini biar sebagian orang dulu mengetahui identitas ku, sebab aku ingin membasmi nenek sihir dulu, dan sedikit ingin bermain-main dengan nenek sihir itu, rasanya kurang seru jika langsung menumbangkan musuh ku yang memiliki hutang besar kepada Qiana" ucap Qiana.


"Perintah kami laksanakan nona"


Qiana Setelah berbincang dengan anak buahnya langsung bergegas pergi dari tempat itu dengan memacu motornya dengan kecepatan tinggi, sebab bulu kuduk nya merasa merinding semua, ia yakin kondisi di Vila saat ini benar-benar genting, sebab ia sempat membaca pesan dari mulin.


*


*


*


Sedangkan suasana vila saat ini berubah angker seketika, bahkan jika ada dedemit yang nyasar tak akan berani mampir ketempat itu, mereka pasti takut masuk vila itu sebab aura di tempat ini lebih mencekam dari rumahnya sendiri.


Aura gelap dengan suasana membeku keluar dari ruang kerja milik Taksa.


"Jika tau aku dijadikan penasehat oleh si raja es batu, gak kemari gue" rutuk Mulin, Mulin sambil memijat bahu bosnya agar tidak tambah ngamuk..


Mungkin dasar nasib si mulin yang selalu bertemu sial akhir-akhir ini semenjak pulang dari sungai "Mungkin aku harus kembali ke sungai itu membawa sesajen untuk penunggu sungai, agar nasib mujur ku di kembalikan" kata hati Mulin.


~ Flashback back disaat Qiana baru berangkat.


Perginya sang istri ketempat sang mantan suami membuat jantung Taksa gundah gulana, ia takut istrinya di ambil lagi oleh orang lain.


Taksa yang sendiri merasa merana, ia merogoh ponselnya lalu memencet tombol panggil untuk sang asisten.


Entah asisten mulin sangat siaga atau memang handphone si mulin yang selalu di dibawa kemanapun dimana dia berada, sebab Taksa hanya sekali menekan tombol memanggil mulin langsung mengangkat nya.


"Selamat siang tuan" sapa mulin di sebrang sana.

__ADS_1


"Hem" Taksa hanya ber dehem.


"Anda membutuhkan sesuatu tuan" tanya mulin lagi.


" Kau sudah sehat" tanya Taksa singkat dan padat, sebab jika Taksa bicara dengan siapa pun kecuali Qiana maka nada bicaranya sedatar dataran rendah yang sangat curam.


"Saya sudah sehat tuan" si mulin yang mendapat perhatian dari bosnya seakan terbang ke awan.


mulin tidak tau jika bahaya menghampiri nya setelah ini.


"Ke vila" ucap Taksa menyuruh asistennya datang ke tempatnya.


Saat juga mulin langsung bergegas datang ke tempat bosnya.


sesampainya di vila itu, suasana di sana sudah mencekam dengan aura yang terpancar dari tubuh Taksa yang sedang cemburu buta itu.


"Permisi tuan anda tidak apa-apa?" tanya mulin untuk memastikan bahwa raga tuannya masih ditempat, ia takut arwah hantu yang menempati tubuh tuannya.


Emosi Taksa yang sudah sedikit naik membuat emosi sedikit tak bisa terpancing "Kau kira aku sakit, ayo temani aku di ruang kerja"


Adegan dimulai Qiana masuk di ruangan resepsionis dan mendengar semua percakapan istrinya dengan seorang wanita.


"Syukurlah jika bajingan itu tidak ada, aku selama seminggu ini menekan perasaan gundah yang tidak karuan hanya untuk hari ini, sepertinya aku butuh waktu untuk melepas istriku bertemu bajingan itu, kau tau tidak mulin jantung ku seakan mau lepas dari tempatnya" Taksa sedikit lega mendengar kata-kata resepsionis itu jika Adrian lu tidak di kantor, dan melihat sang istri tidak jadi bertemu dengan bajingan itu sebab istinya memilih pergi dari sana.


"Maaf tuan saya belum pernah merasakan jantung lepas" jawab mulin seadanya.


"Itu cuma perumpamaan bodoh, oh ia kau kan bujang lapuk, mana pernah kau merasakan apa yang namanya kasmaran" ejek Taksa.


Mulin hanya bisa merutuk di dalam hati menimpali ucapan tuan mudanya itu, "Ia tuan anda benar saya hanya bujang lapuk, nanti saya akan cari istri yang bohay sebab si Otong ingin cepat kawin, akibat ulah anda saya sering mimpi basah saat ini, anda tidak tau jika asisten anda ini juga di minati oleh kaum hawa, mentang mentang anda laku duluan,huh"


"Kau merutuki ku mulin" ucap Taksa, sepertinya kemampuan Qiana membaca pikiran orang menular tiba-tiba ke pada Taksa.


Mendapat teguran mulin langsung menjawab "Saya tidak berani tuan", si mulin mana berani menjawab jujur yang ada nanti ia akan tinggal nama doang, lalu mereka kembali serius melihat layar komputer "Pantas saja si raja hutan dingin lagi, ternyata ini toh alasannya" kata hati Mulin,


Kejadian tiba-tiba seorang wanita memeluk Qiana membuat aura Taksa yang sudah normal langsung membeku kembali, bahkan mulin menjadi sasarannya.


"Siapkan mobil , kita susul istriku,"

__ADS_1


"Maaf tuan, jika nada menyusul nona, maka rencana nona tidak berjalan lancar, anda mau disuruh tidur diluar lagi, karena membuat nona marah" mulin mencoba keberuntungan membujuk tuannya saat ini.


"Kau benar, dan aku tidak bisa tidur jika jauh dengan istriku, serasa sengsara namanya, sini kau pijatin aku biar amarahku bisa tertahan sampai istri ku pulang."


"Apes bener nasibku, sekarang malah jadi tukang pijat, tau gitu aku bilang padanya jika keadaanku belum sehat" Mulin merutuki nasibnya yang selalu apes.


Taksa mencerna apa yang asistennya itu ucapkan, dalam hati nya berkata "Untung aku di ingatkan jika tidak habislah riwayatku, sebab si Jery tak mendapatkan jatah harian dengan terowongan Kasablanka kesayangannya, apa lagi sebelum tidur aku harus minum s*su dulu dari pabriknya baru tidur nyenyak"


"Mulin kau tau siapa wanita ini" tanya Taksa


"Dia adalah nona Sofia model pakaian dewasa yang terkenal itu tuan, masak anda tidak tau dengan model nomer satu di tanah air bahkan wanita ini terkenal di manca negara" jawab mulin.


"Aku tidak tau, sebab wanita yang hanya aku kenali yaitu ibuku dan Qiana istriku saja, bagiku semua mahluk yang namanya wanita aku tak terlihat di mataku" jawab Taksa.


"Jika wanita ini bekerja di bawah naungan anak perusahaan kita, saat ini blacklist dia dari perusahaan ku"


"Baik tuan"


"Jangan salah kan saya nona Sofia, salahkan diri anda yang harus hengkang dari permodelan akibat ulah anda sendiri menyingung wanita milik tuan muda Taksa" Mulin langsung membuat panggilan, mengerjakan apa yang di perintah tuannya.


Sungguh malang nasib Sofia, karirnya hancur sampai disini, sebab barang siapa yang di blacklist di WU internasional group maka selamanya tak memiliki tempat di industri permodelan manapun.


"Prang .... prang.... prang...." bunyi benda-benda jatuh berserakan di bawah lantai, membuat mulin yang berdiri di balkon melakukan panggilan langsung kaget,


"Astaga" mulin mengurut dadanya melihat dalam sekejap mata ruangan itu langsung berantakan bahan benda-benda yang terbuat dari kaca ludes seketika di tangan si bos.


Taksa menarik kerah baju mulin "Lihat mulin dia memegang tangan istriku dan mengatakan kata cinta kepada Qianaku, aku Ingin mencincangnya saat ini juga," Taksa meronta-ronta tubuh mulin sangat kuat sehingga membuat asistennya itu pusing, mulin membiarkan perbuatan bosnya kepadanya agar si bos tidak keluar dari vila ia berusaha mencari solusi agar si raja hutan tak mengamuk, bisa gawat nanti si bos ditangan nona mudanya, dan siapa lagi yang mendapatkan pelampiasan tuannya jika bukan dia.


Tiba-tiba otak cerdas Mulin bekerja "Tuan anda harus sabar, lihat laki-laki itu tak sedikitpun mengalahkan ketampanan anda, nona tak akan kembali kepadanya, sebab anda jauh segalanya dari dia, dari segi manapun"


"Buk" Taksa melepas Mulin , Mulin yang pusing Terkapar di lantai mengenaskan


"Nona cepatlah pulang, saat ini kekejaman anda menular kepada tuan, mungkin nanti saya benar-benar tiada di tangan Raja Gunung Es ini" kata hati Mulin yang sudah kewalahan menahan tuan mudanya.


~flashback off


^^^~To be continued^^^

__ADS_1


__ADS_2