Kehidupan Kedua Sang Putri

Kehidupan Kedua Sang Putri
BOM


__ADS_3

...* * * * * * * ^•^* * * * * * *...


...~•^HAPPY READING^•~...


...* * * * * * * ^•^* * * * * * *...


Sedangkan di sebuah gudang hotel 20 orang sudah sadar dan semua sudah di ikat rapi seperti ikan tongkol di jejer, dan entah kenapa orang orang itu tak bisa bersuara, bibir nya seperti struk tiba-tiba.


"Kalian sudah sadar" Ucap Taksa yang sedang memegang gelas anggur ia menyuapi sang istri minum.


Hanya mata dan mereka mampu gerakkan.


"Prang" Qiana melempar gelas yang di lengan Qiana.


"Kau tak sabaran sayang" Ucap Taksa mengelus punggung sang istri.


"Jangan pernah mengumpat ku ... Dor" Qiana menembang kelapa si penjahat yang tadi menembak nenek Qi.


"Bereskan mayat itu, dan kalian kaget bukan aku membuat seperti ini agar kalian tak berbicara atau apapun itu."


"Nona tolong aku, aku yakin anda bisa membaca pikiran orang, dua hari lagu organisasi H akan mengadakan pesta lelang, Nona Rana akan di nikahi tuan H, dan adik Rafael akan di jual disana" Ucap si Borax.


"Rafael kau kenal dengan Rana, dan adikmu dalam bahaya" Ucap Qiana.


"Ke Kenapa nona" Ucap Rafael Gugup.


"Rafael pria ini bilang jika Rana akan nikahi oleh Tuan H, dan adikmu akan di lelang dua hari lagi".


"AAAPPPAAAAHHHH, Brengsek kau Borax kenapa kau tak melindungi Rana ku, sini aku bunuh kamu, dimana dia mau melelang cinta ku dan adikku!"


"Buk..."


"Buk..."


"Buk..."


"Buk..."


"Buk..." Rafael mengamuk, ia memukuli si borak.


"TAHAN" Terikat Qiana.

__ADS_1


"Plak.. Plak" Qiana menampar Rafael.


"Jika kamu memukulnya hingga mati kau akan menyesal karena dia adalah kunci menemukan orang orang yang kau cintai dan kau sayangi" Ucap Qiana memeluk tubuh Rafael yang sedang hancur.


Tiba-tiba Qiana mendengar kata kata hati dari salah seorang laki-laki yang anggota Borax.


Dada Qiana terasa sesak, darahnya mendidih sampai diubun ubun.


Mata Qiana memerah air matanya merembes.


Tangannya langsung mengarahkan senjatanya kepada laki-laki yang dia baca pikirannya.


"Dor" tembakan itu mengenai kaki si orang itu.


Bagaimana tersiksanya jika kesakitan tapi tak bisa berteriak.


"Dor" Tembakan lagi mengenai kaki sebelahnya.


"Dor... Dor..." Tembakan pun bersarang di paha orang itu, darah pun bercucuran dimana mana.


"Dor .. Dor " Dua lengan pun juga sudah dah bolong.


"Lebih baik kita meninggalkan tempat ini, instruksi dengan cepat kilat, tak boleh ada satupun yang tertinggal" Ucap Qiana tegas air matanya merembes.


"Suruh semua orang berkumpul sekarang hubby, berlindung, dan bawa siborax dia bermanfaat untuk kita nanti".


Qiana langsung menekan tombol darurat di jam tangan nya.


"DALAM 10 MENIT KALIAN HARUS PERGI DARI TEMPAT INI...ADA BOM" teriak Qiana menggelegar....


"APA" teriak semua orang tak terkecuali Borax juga kaget dalam kebisuan.


Qiana merasa ia lalai dalam melindungi semua orang, ia memang membaca pikiran Borax, dan hanya membunuh yang ia dapatkan.


Semua orang berlari melindungi Diri...


Tiba-tiba "BOM" Hotel itu meledak...


Tanah berguncang...


Teriakan orang orang yang melintasi kawasan hotel bersyukur hotel jaraknya cukup jauh dengan bangunan bangunan yang berada di kawasannya hanya hotel itu yang hangus dan ada beberapa bangunan yang sedikit terciprat si jago merah...

__ADS_1


Berita di TV TV langsung dipenuhi kabar berita tentang meledaknya hotel WU yang kerkenal elite itu....


Seseorang yang tengah memegang cerutu sedang duduk di depan kursi goyang sedang menikmati kehancuran 2 keluarga yang ia benci sedari dulu...


"Selamat menikmati kehancuran kalian menyusul keluarga XU" Ucap seseorang...


"Wah ayah kau cerdas sekali memusnahkan dua keluarga itu sekaligus" kata seorang pemuda memuji ayahnya


"Hahahahaha kau harus mewarisi kecerdikan ku putraku".


"Bagaimana persiapan Pesta lelang kita?".


"Aman ayah ... Rana yang akan mempersiapkan gadis itu untuk menjadi bintang tamu".


"Bagus, awasi Rana, kau tak lupa kan gadis kecil itu yang membantu ke 8 orang jenius kita kabur, jika dia bukan senjata untuk menguras harta warisan peninggalan XU sudah aku lenyapkan."


"Dan sebentar lagi gadis itu berusia 23 tahun sudah waktunya dia wajib menikah, aku sudah tak sabar melakukan hubungan intim dengan gadis itu, jika bukan wasiat dari pengacaranya wanita itu harus murni maka warisan bisa diambil", Ucap pak tua itu.


"Entah beberapa hari ini aku mimpi selalu tertawa, mungkin ini adalah kejayaan kita" imbuh si pak tua yang usia nya 56 tahu itu.


^^^~**To be continued^^^


Maaf emak upnya jarang akhir akhir ini, tensi emak drop lagi, untuk para author yang selalu dukung emak, emak minta maaf belum bisa hadir di karya kalian tensi emak 60/30 ini, sudah 3 hari gak bisa bangun, biasanya emak nulis 1500 ini hanya 800, mohon dimaklumi para trader emak🙏.......


Terimakasih atas dukungan kalian di karya receh emak Liana 🙏🙏🙏


Jangan lupa


Like👍


komentar🗣️


Hadiah🎁🌹☕


Vote 🔥


Bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐ di reating pojok popularitas karya ini.


Favorit ♥️ agar kalian mendapatkan notifikasi update karya ini


Selagi menunggu emak up yuk mampir di karya sahabat emak ... cerita keren juga**.

__ADS_1



__ADS_2