
...* * * * * * * ^•^* * * * * * *...
...~•^HAPPY READING^•~...
...* * * * * * * ^•^* * * * * * *...
Tangis Bayi itu sangat nyaring, tadi mereka sengaja membawa sang putra tidur di kamar mereka. karena jika tidak kakek akan begadang menemani cicitnya, tak baik lansia begadang.
Qiana mau turun tetapi sang Deddy menghentikannya, “Diam lah sayang, biarkan aku saja yang mengangkat Ken!” Taksa.
Taksa bangun dengan keadaan si Jery pengap hingga pingsan, “Sayang kau kenapa? Kaget ya Deddy sama Momy lagi perang ranjang. Kau tidurlah sayang!” Deddy Taksa langsung mengangkat tubuh bayi Ken lalu mengendus-endus putranya.
“Astaga jagoan Deddy Pup ya, jangan nangis dong, besok besok kalog buang air bilang ya sama Deddy jangan nangis saja, pria tidak boleh cengeng dong!” ucap Taksa kepada sang putra yang tengah tersenyum kepada sang Deddy yang tengah membersihkan pantatnya.
Dengan serius Dedy Taksa membersihkan pantat sang bayi, tetapi kejadian yang tak terduga terjadi, si dedek bayi buang air kecil langsung mengenai wajah tampan sang Deddy, membuat Qiana sang ratu membulatkan matanya.
“Asataga kerannya bocor!” ucap Taksa kaget sedangankan sang bayi langsung tertawa cekikikan.
*(bingung mau buat suara bayi ketawa, bayangkan aja lah all🤣😂.)
Mungkin si bayi jengkel sama sang Dedy karena dia kan tak bisa bicara malah di suruh bicara 🤭.
“Ayoo kita bersihkan di kamar mandi saja boy! Kau cuci wajah tampan Deddy dengan kencing mu boy, dasar anak nakal!” Karena sudah basah ia langsung membawa putranya kekamar mandi sekalian.
Sedangkan Qiana langusung tertawa terbahak bahak melihat kelucuan sang anak dan suaminya, “Hahahahaha.”
5 menit kemudian, Taksa membawa sang bayi keluar dari kamar. Tangannya terampil memberikan minyak telon bedak bayi lalu memasangkan popok bayi dan terakhir adalah memakaikan baju untuk sang bayi.
Sedangkan Qiana sedang menutup tubuh polosnya dengan selimut tengah memperhatikan suaminya yang menjadi Beby siter.
Qiana POV.
Ketika aku melihat mu sedang perhatian pada diriku dan putra kita! Aku semakin mengagumi sosok hangat dan penuh kelembutan mu.
Ku kira kau tak siap dengan kehadiran buah hati kita! Nyatanya aku salah, kau seakan terlatih merawat kami. Memperhatikan ku ketika masa nifas ku.
Aku tau kau jijik dengan darah, tapi demi diriku kau membuang rasa jijik itu! Semua orang mengenal mu dingin dan kaku, tapi bagiku kau adalah pria tersempurna impian setiap wanita.
Kau adalah pangeran sempurna persis di dongeng dongen tidur para putri kecil. Pada saat aku mau melahirkan aku tau dan merasakan ketakutan besar dalam dirimu.
Taksa ku yang sempurna hanya disini dihadapan ku meski kau ketakutan demi diriku dan bayi kita kau dengan kokoh melindungi kami, mengawal lahirnya kehidupan baru harapan kita, kau suami dan ayah yang terhebat.
“Sayang!” Taksa menepuk pundak sang istri.
“Sepertinya dia haus, aku mandi dulu anak kita nakal sekali!” Taksa mengangkat tubuh mungil nan rapuh itu keatas ranjang dimana sang istri berada.
Mata indah sang putra membuat Qiana terhipnotis, tangannya menimang sang putra lalu memberi asi ke arah mulut sang putra.
Sang bayi langsung menyedot ASI sangat semangat sehingga membuat sepasang suami istri tersenyum.
Dimalam itu Taksa memeluk istrinya dari sedangkan sang istri menyusui sang putra. Mereka akhirnya tertidur bertiga dengan sang baby ditengah tengah mereka.
...----------------...
Hari ini adalah hari dimana sang bayi Ken berusia 3 bulan, Hari ini adalah hari yang di pilih oleh keluarga untuk mengumumkan kelahiran putra pertama mereka serta cucu pertama keluarga WU.
__ADS_1
Disebuah Hotel para tetua dari keluarga Wu dan QI berdiri berjajar, Blitz kamera menyorot para tetua itu.
“Selamat siang semua!” Ayah Taksa menyapa para wartawan.
“Siang, tuan.” jawab serempak, mereka tau jika hari ini adalah hari bahagia dua keluarga besar itu.
“Hari ini Kami mengumumkan bawa hari ini cucu kami berusia genap tiga bulan, tiga bulan yang lalu menantu kita telah melahirkan bayi sehat tanpa kekurangan satupun.”
“Untuk merayakan rasa syukur kami, keluarga besar WU dan QI akan memberikan biaya siswa kepada anak anak kurang mampu di seluruh negeri yang berusia 3 bulan pas seperti cucu kami, dan hari ini kami memberi parsel kepada semua anak yang lahirnya samaan dengan cucu kami di semua kalangan.” ucap Ayah Taksa.
“Kami juga akan memberikan santunan ke seluruh rakyat menengah kebawah tanpa memandang bulu, nanti para asisten kami yang akan mendata santunan melalui ATM masyarakat per Kartu keluarga” ucap Nenek QI.
*(Bagi para Reader yang butuh santunan silahkan setor KK kalian🤣😂.)
“Selamat atas kelahiran cucu anda, tuan!” ucap serempak para wartawan.
“Terimakasih!” jawab ayah Taksa yang pesona nya tak dapat di remehkan.
“Maaf tuan boleh bertanya?” tanya seorang wartawan.
“Silahkan!” jawab kakek WU.
“Sang pewaris Tuan Muda apa Nona Muda tuan?” pertanyaan seorang wartawan itu mewakili semua orang wartawan yang penasaran dengan jenis kelamin sang pewaris.
“Dia adalah Tuan Muda!” jawab kakek WU.
“Wowo keluarga WU di anugrahi seorang putra mahkota!” Semua orang bahagia dengan kelahiran sang pewaris, banyak para ibu yang terharu anaknya terlahir bersamaan dengan Tuan Muda WU yang baru lahir, sungguh semua bayi seusia Bayi Ken memiliki masa depan yang cerah.
Ucapan selamat dan doa di seluruh tanah air yang sedang dilanda wabah Corona itu bahagia.
“Bisa berikan bocoran Nama putra mahkota kepada kami tuan?” tanya salah satu wartawan lagi.
“Sekian dan terimakasih untuk teman teman wartawan yang sudah Sudi hadir di konferensi Pers kami ini, kami memberikan cindera mata bagi kawan kawan yang hadir hari ini” ucap Ayah Taksa.
Setelah mengumumkan kelahiran sang pewaris semua orang langsung keluar dari gedung konfresi perst itu, lalu pulang kerumah secara tergesa-gesa “Bagaimana keadaan Taksa?” tanya ayah Taksa kepada dokter Dion.
Sebenarnya hari ini Taksa lah yang melakukan konferensi pers, berhubung pagi buta sekali Taksa tiba tiba jatuh sakit sehingga membuat semua orang khawatir.
“Taksa baik baik saja tuan hanya dari pagi ia tetap muntah, setiap makan selalu dikeluarkan!” ucap Dokter Dion apa adanya.
...----------------...
Para tetua semakin khawatir melihat kehebohan di Vila, dimana Taksa berbuat ulah sedari pagi ia muntah muntah hanya hal sepele yaitu melihat telur di dapur pada saat mengambil air mineral sehabis olah raga pagi.
“Uek ... Uek ... Uek ... Aku mau dirumah ini tak ada telur!” Taksa lemas berada di kamar mandi, kakinya gemetar karena tak berhenti muntah, mengingat telur yang mau di goreng oleh koki.
Diluar Dokter Dion dan Mulin cemas kepada Bapak satu anak itu, “Taksa ... Taksa ... Apakah kau masih hidup?” Tanya dokter Dion.
“Aku masih sehat bang•sat, sekarang aku tak mau tau, kau harus memeriksa ku, anakku masih bayi! Istri ku cantik, aku takut mati dan ada yang mengantikan posisiku di hati istri ku” ucap Taksa ngelantur keluar dari kamar mandi, wajahnya seperti mayat hidup.
“Sabar Taksa Para dokter sudah menuju kesini!” ucap Dokter Dion.
“Astaga Mulin kau bau sekali! pergi dari sini.” Taksa mengusir asistennya itu, ia langsung berlari memasuki kamar mandi untuk memuntahkan cairan yang tersisa.
Qiana sedang menyusui sang bayi karena menangis merindukan si kakek buyut.
__ADS_1
Bulu kuduk Dokter Dion langusung berdiri, firasat buruk menghantuinya.
10 menit kemudian para dokter sudah berjejer rapi dengan alat alat yang canggih karena hasil pemeriksaan Dokter Dion Taksa tak mengidap penyakit aneh maka semua orang sepakat melakukan pemeriksaan menyeluruh.
Sedangkan Mulin langusung keluar kamar karena takut di bilang bau oleh sang bos, padahal ia saat ini wangi selalu karena sang istri ngidamnya ngerawat tubuh suaminya, ia berkumpul dengan para keluarga yang khawatir dengan keadaan Taksa, sedangkan si kakek mencari cicitnya yang menangis mencari dirinya.
“Dokter Dion, anda sakit?” tanya salah satu dokter spesialis dalam.
“Oh tidak dokter saya lagi gerah.” jawab Dokter Dion tak masuk akal karena mereka saat ini di ruangan sangat sejuk.
Wajah dokter Dion pucat, keringat sebesar biji jagung menetes seakan pria tampan itu habis melakukan lari keliling komplek.
Ceklek, Taksa keluar dari dalam kamar mandi.
Para dokter langsung menangani tubuh Taksa dengan teliti tak satupun organ tubuh sang deddy terlewati dalam pemeriksaan.
Sedangkan Qiana di ruangan lain bersama kakek merawat bayi Ken, pikirannya sangat khawatir kepada sang suami, karena sang putra juga lagi demam habis di imunisasi ia tak berani mendekatkan sang anak kepada suaminya itu.
...----------------...
Satu jam kemudian, hasil pemeriksaan sudah berada di tangan, dan hasilnya negatif, Taksa sehat sehat saja.
Semua dokter bingung mau memberitahu keadaan sang Tuan muda yang baik baik saja, karena dari tempramental si Ayah satu anak itu karir mereka di pertaruhkan.
“Kenapa kalian diam saja?” tanya Taksa.
“Dion, kau jujurlah padaku! Aku sakit apa? Jika sangat parah aku akan keluar negeri untuk berobat.” saat ini ketakutan Taksa sangat besar.
“Taksa boleh aku bertanya kepadamu?” tanya Dokter Dion.
“Tanya saja, kenapa kau masih minta izin, bisanya kau kayak burung beo bicara tanpa ada rem!” ucap Taksa sudah mulai jengkel.
“Maafkan aku Taksa, aku lupa menjadwal KB Nona, karena aku sibuk ngurus istriku ngidam aku sampai melupakan KB Nona!” ucap Dokter Dion.
“Kenapa kau menanyakan KB istriku ketika aku aku sakit kutu kupret, gak usah Naya KB segala, selama ini Si Jeri balapan selalu menggunakan saru pemberian mu yang bayak itu, kau jangan mengalihkan pembicaraan kita. Sekarang kau bilang apa penyakit ku!” ucap Taksa sudah mulai jengkel.
Mendengar Kata Taksa, tubuh Dokter langsung tumbang, GUBRAK dokter itu langsung pingsan.
Semakin pucat dah wajah Deddy Taksa.
Dua caper ya, sampai jumpa besok😘😘😘
^^^~To be continued^^^
Terimakasih atas dukungan kalian di karya receh emak Liana 🙏🙏🙏
Jangan lupa
Like👍
komentar🗣️
Hadiah🎁🌹☕
Vote 🔥
__ADS_1
Bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐ di rating pojok popularitas karya ini.
Favorit ♥️ agar kalian mendapatkan notifikasi update karya ini