
...* * * * * * * ^•^* * * * * * *...
...~•^HAPPY READING^•~...
...* * * * * * * ^•^* * * * * * *...
"Tidak.....Tidak...Ana" teriak Alexander XU, masih sadar istrinya dibawa oleh orang orang Han.
"Uhuk... uhuk... uhuk... Alex" Ucap tuan XU.
"Ayah... ayah... ayah masih hidup, mereka membawa Ana ku yah" Alex merangkak mendekati ayahnya.
"Selamatkan istrimu, dengarkan baik baik..."
"Didalam kotak dibawah ranjang ayah, ada tiga kalung berbentuk sama dengan token yang di bawa anak durhaka itu, kau ukir lah nama anak mu masing masing di dalam kalung itu".
"Daftarkan sidik jari putra putri kalian di sana kelak".
"Jika 3token itu di buka bersama sama maka kotak itu akan terbuka, entah kenapa ayah ku membual tiga kalung sekaligus". Ucap Tuan XU semakin lemah.
"Apa benar anak anakku harus bersih jika ingin membuka kota itu ayah?".
"Tidak aku hanya mengarang, agar dia tidak pernah mencelakai cucu cucu ku kelak".
"Dan maaf kan ayah putra ku, ayah menyesal menuruti permintaan terakhir ibumu untuk mengampuni wanita itu".
"Tidak ayah ayah tidak salah, karena aku mendengar semua cerita ayah sedang bercerita tentang orang perusak keluarga Kita, aku tau setiap malam ayah menangis merindukan ibu ku".
"Selamat tinggal anakku, terimalah ana apa adanya, dia hanya korban dari keadaan ini".
"Tidak ayah kau tak boleh meninggalkan ku" Air mata Alex melebur melihat nafas ayahnya terputus putus.
Takdir hidup memang sungguh sebuah misteri illahi, tuan XU harus merenggang nyawa di tangan anaknya sendiri.
"AYAAAHHHHHH" jerit Alexander lalu tak sadarkah diri karena ia mendapat 4 tembakan sekaligus.
...____________________________________...
Ujian cinta Anna dan Alex sungguh berat...
ia harus berpisah setelah melakukan janji suci perkawinan.
Tuan XU di kuburkan di sebelah isteri tercinta nya...
Sudah 10 bulan Alex koma seakan ia sudah tak memiliki semangat hidup.
"Lex, sampai kapan kamu tidur seperti ini, kakak ku membutuhkanmu, kami sudah mencarinya tapi mendapat jalan buntu".
__ADS_1
"Kakak pasti sedang menunggu mu Lex, aku tak akan memanfaatkan mu jika terjadi sesuatu pada kakak" kata Adik kembar Ana.
Sedangkan Alex mendengar kata kata sang adik ipar ia, kondisinya keritis....
Sehingga Dokter pun berusaha menyelamatkan nyawanya.
Melihat hidup sahabatnya berada di ujung tanduk kedua pangeran WU dan QI itu terduduk seperti pengemis yang mintak sedekah di depan bangsal rumah sakit.
"Kau sih macem macem bicara sama Alex" Ucap Danu WU.
"Aku sudah frustasi Danu, Alex tak sadar sadar ini sudah 10 bulan, kau tau bukan jika kakak menghilang bak di telan bumi" Ucap Rega Qi.
...____________________________________...
Sedangkan di belahan lain seorang wanita tengah di pasung dan di borgol tangannya agar tak mencoba mengakhiri hidupnya.
Perutnya yang besar membuat wanita itu bengong layaknya orang gila di luar sana.
Ya wanita itu adalah Ana..
Ia menadi budak nafsu Han hingga hamil, bayak ia ia lakukan untuk bunuh diri tetapi ia selalu di gagalkan. Karena ibu Han sendiri turun tangan untuk mengurusnya.
"Kapan waktunya bayi itu lahir?" Tanya wanita paruh baya sedang bertanya kepada seorang dokter.
"Sudah pembukaan lengkap Nyonya" ucap dokter yang merasakan sedikit iba kepada wanita yang mau melahirkan sedang di ratai di kaki dan tangannya.
"Dasar anak tak berguna, bukanya mebawa harta keluarga XU pulang malah mebawa wanita gila ini pulang kerumah" Omel ibu Han.
Wanita penghancur itu selama ini yang mengawasi Ana, agar tak bunuh diri, karena anaknya mengancam akan menghabisinya ibunya jika berani macam macam dengan wanita itu.
Ibu Han juga marah kepada semua orang karena kotak yang mereka bawa tak satupun orang yang bisa membukanya, malah yang ia dapatkan adalah kecacatan sang anak seumur hidup, karena urat saraf mata sebelahnya cacat tak bisa di cangkok atau di apakan, dan wajah tampan Han saat ini sangat mencemaskan akibat luka koyak di wajahnya.
Semakin hari ibu dan anak itu mengumpulkan orang orang jenius dari seluruh dunia, dengan cara menculik atau membantai keluarga si jenius.
Organisasi itu ia beri nama organisasi H, tempat nya yang berubah ubah membuat mereka susah ditanggap, seperti belut yang licin.
"Nyonya bayinya sudah mau keluar" Tegur sang dokter kepada ibu Han itu.
Dihari yang sama, Waktu yang sama tetapi tempat yang berbeda dua nyawa tengah memperjuangkan hidupnya...
"Ayo nyonya tarik nafas hembuskan lagi" dokter merangsang bayi di dalam perut Ana ketika mengeras.
"Ayo nyonya, tarik nafas, lalu dorong kuat kuat"
"Aaahhhhhh...." Teriak Anna, ia mengangkat pantatnya, akhirnya bayi belum bisa keluar.
"Jagan angkat pantat mu bo.doh, aku pergi dulu, urus wanita itu, melahirkan saja tidak becus" omel ibu Han lalu menjambak rambut Anna.
__ADS_1
Dokter yang melihat nya lagi-lagi merasa iba, "Nyonya rambut bayi nya sudah kelihatan" Ucap si dokter.
"Mari nyonya saya bantu, tarik nafas hembuskan, lalu dorong"...
"Hoookkkk aaaaahhhhh mass Alex" Jerit Ana, lalu....
"Oek... Oek ... Oek..." bayi berjenis kelamin laki-laki tanpan keluar dari perut Anna.
"Mas Alex, aku mau mas Alex" Ucap Anna.
"Nyonya sadar ya, saya akan membantu anda mencari orang yang anda ingin temui" Ucap si Dokter mumpung susternya lagi pergi membersihkan bayi itu.
"Tolong mas Alex" Ana mengulurkan tangannya kepada dokter, dokter bisa melihat gelang yang bertuliskan Lusiana QI.
Nama QI hanya satu di negara ini, ia langsung cepat cepat mengambil gelang itu, lalu memasukkan ke dalam sakunya.
Dokter berharap Setelah keluar dari Mansion ini ia memberikan gelang itu kepada keluarga QI.
Sedangkan di suatu tempat ada seorang laki-laki sedang memperjuangkan hidup dan matinya.
"Tiiiiiiiiiiitttttttttt" bunyi pertanda jika keadaan pasien kritis...
"Aku mohon anda bertahan tua.." Ucap seorang dokter.
"Dukk...Dukk...Dukk...Dukk..." bunyi alat kejut jantung di dalam ruangan itu pertanda dokter berusaha menyelamatkan sebuah nyawa yang berharga.
Keringat bercucuran dari dahi para dokter, mereka berharap orang nomer satu di negara ini bertahan, "Tuan saya mohon, bertahan lah, anda adalah harapan tuan besar satu satunya, dan apa anda tidak kasian dengan istri anda yang menunggu pangeran berkuda putihnya menjemput istri tercintanya" Ucap salah satu dokter yang hidupnya mendapatkan belas kasih dari keluarga XU, ia bisa menyandang gelar dokter karna tuan XU yang menyekolahkannya.
^^^~To be continued^^^
Terimakasih atas dukungan kalian di karya receh emak Liana 🙏🙏🙏
Jangan lupa
Like👍
komentar🗣️
Hadiah🎁🌹☕
Vote 🔥
Bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐ di reating pojok popularitas karya ini.
Favorit ♥️ agar kalian mendapatkan notifikasi update karya ini
Sambil menunggu kehidupan kedua up lagi Yuk mampir di karya Luar biasa teman emak ini...
__ADS_1