
...^HAPPY READING^...
Pagi telah tiba, sepasang pengantin baru itu tak terusik sedikit pun, mungkin karena semalam si Jery ngajak ngeronda menaklukan demit demit di terowongan Kasablanka yang terkenal angker, sebab pemilik terowongan adalah singa betina yang tak mudah ditaklukan, hanya Jery saja yang berani lewat di lubang keramat itu.
Ya mau bagaimana lagi jika jeri lewat, tak cukup sekali ia ngeronda di sana, malah bolak bali sampai sang pemilik tempat tak berkutik, sungguh kesejahteraan si Jery yang hakiki...
Panggilan alam membuat Taksa terbangun duluan...
Ia langsung bergegas turun dari kamar mandi dengan keadaan telanjang bulat...
Cukup 5 menit ia sudah kembali, saat ini Taksa menaiki tempat tidur mereka, ia menatap sang istri cantik dan menggemaskan ketika sedang tertidur pulas.
"Oh cintaku kau sangat menggemaskan jika saat tertidur, sehingga aku ingin nambah seperti semalam dan tadi pagi "Taksa mengelus rambut istrinya, ia merasa tak tega untuk mengulangi ronde ke 7 dengan sang istri.
Tiba-tiba hanpone nya berdering tertera nama si penelpon Mulin calling,
Taksa langsung mengangkat telpon itu, sebab ia tak ingin bunyi hanpone menganggu tidurnya sang istri yang cuma 3 jam.
"Halo"
"Maaf tuan saya menganggu hari cuti anda"
"Katakan" jawab Taksa saat ini berdiri di balkon kamar mereka.
"Tuan bisakah anda kekantor saat ini, sebab masalah kita sangat urgent, pabrik kita bangun terbakar tuan"
"Siapkan helikopter sekarang" ucap Taksa dingin.
Taksa yang mendengar asistennya tentang musibah di pagi hari, wajahnya langsung mengeras, udara di dingin di pagi hari serasa langsung membeku.
Taksa mematikan telponnya, ia langsung masuk kekamar mandi, ia membersihkan tubuh nya, lalu bersiap pergi kekantor.
Sumpah demi apa saat ini Taksa sangat marah, rencana bulan madu yang ia susun tak ingin kacau balau, Taksa memang memiliki sikap tenang setenang air, tapi jika marah langsung menenggelamkan orang yang menyinggung nya,
Ia juga mempersiapkan baju untuk sang istri sebab ia telah memikirkan jika ia akan membawa sang istri kekantor meski dalam keadaan tidur, sebab rencana mereka akan berangkat dari kantor saja...
Ia mengangkat Qiana yang masih memakai lingerie seksi yang Taksa sendiri yang mepilihkan tadi pagi, ia menggendong tubuh Qiana dengan Beat covernya sekalian,
Taksa menggulung sang istri lalu mengendong dengan gaya bridal style, karena kelelahan Qiana tak terganggu dengan guncangan di setiap langkahnya, sebab Taksa sudah mulai terbiasa mengendong tubuh kecil Qiana itu.
"Selamat pagi tuan muda" sapa Zia
"Pagi"
"Tuan mulin sudah menuggu di bawah"
"Kau bersiaplah bersama Xiever dan beberapa anak buah kalian yang nona kalian pilih kemarin, nantik sore kita akan berangkat,"
"Baik tuan muda," jawab zia
__ADS_1
"Zia kau ambilkan paper bag di kamar, kau berikan kepada mulin,"
Mereka turun bersama kebawah menemui Mulin, "Maaf menganggu cuti anda tuan" mulin menunduk merasa bersalah.
"Tuan mulin silahkan ambil paper bag ini, ini adalah keperluan nona, dan paper bag satunya lagi adalah sarapan tuan muda dan nona muda, selamat jalan, jika ada masalah anda cepat kabari kami"
Zia melihat wajah sang tuan muda merasa jika ada sesuatu yang terjadi terhadap tuan mudanya.
Saat ini helikopter mendarat di landasan, saat ini Taksa turun dengan mengendong tubuh Qiana,
*
*
*
Tanpa mereka sadari seseorang memperhatikan gerak gerik Taksa akhir akhir ini..
Di telinga orang itu terdengar seseorang berbicara, kepada orang yang sedang menggunakan teropong memperhatikan Taksa dari jarak jauh...
"Kau benar tuan, saat ini Taksa memiliki seorang wanita disisinya, seperti kecurigaan kita akhir-akhir ini" lapor orang itu kepada tuannya.
"Aku ingin menyapa wanita milik Taksa, kau pikirkan caranya itu"
"Baik tua, bagaimana jika kita memanfaatkan kebakaran pabrik yang anda lakukan tadi malam tuan, otomatis mereka akan terpisah, aku yakin Taksa tak akan mungkin membawa wanita ke tempat kejadian itu"
"Bagaimana jika kita pancing anak buah Taksa agar pergi jauh dari sana, semata-mata Taksa memerintahkan anak buahnya menemuinya nya di kota S kota penjahat, nanti kita suruh A dan B menghabisi mereka semua"
"Otak yang cerdas Will, nanti kau retas ruangan atas milik Taksa, jika hanya wanita itu saja, kau utus C dan D yang sudah menyusup kesana membawa wanita itu ke hadapanku, aku sudah tak sabar mencicipinya." orang itu penuh dengan minat.
" Baik tuan"
*
*
*
Sedangkan di kantor Taksa saat ini Taksa marah-marah kepada anak buahnya , sebab terbakarnya gudang baru itu memakan banyak korban , sebagai pemilik perusahaan ia harus datang kelapangan.
"Apa yang kalian lakukan selama ini, kenapa tempat itu kebakaran, hah" bentak Taksa.
4 Orang penanganan jawab atas proyek itu langsung gemetaran, ada yang sampai terduduk, dengan peluh yang menetes membanjiri ke 4 orang itu yang mendapat tekanan sangat mencekam dari sang bos yang siap memakannya saat ini juga.
Teriakan Taksa langsung membangunkan Qiana dari tidurnya, Qiana langsung turun dari ranjang, ia sebentar memperhatikan tempat ini.
"Ini adalah kantor Taksa" Qiana mengerutkan keningnya, ia bingung kapan ia pindah kesini, kebingungan nya langsung sirna saat mendengar teriakkan sang suami yang sepertinya tengah marah besar.
"JIKA KALIAN SUDAH TAK INGIN BEKRJA DENGAN KU, DAN TAK INGIN MENGAMBIL PROYEK INI, LANGSUNG SAJA, BILANG PADAKU, DILUAR SANA BANYAK ORANG YANG MENGINGINKAN POSISI KALIAN INI" marah Taksa.
__ADS_1
"Hubby kau kenapa" Suara gadis yang keluar dari istri Taksa itu mencairkan suasana yang beku ,
Keempat orang itu mengangkat kepalanya penasaran dengan wanita yang berada di ruangan bosnya itu , ke mmHg vc c orang itu melihat beberapa detik sudah terpesona dengan kecantikan wanita yang memanggil mesra sang tuan.
"Jika kalian masih ingin hidup, tundukkan kepala kalian, jika kalian sudah tak ingin hidup maka silahkan lihat istriku, dalam 1 menit kalian akan terjun dari balkon ruangan ku ini" dingin Taksa.
Serempak orang itu menunduk, karena mereka masih sangat menyayangi nyawa mereka.
"Maaf hon , aku menganggu tidur mu" kata penuh kelembutan sambil memberi kode Qiana agar mendekat dengan lambaian tangan, Qiana yang sudah mengerti kode sang suami langsung duduk di pangkuan Taksa.
Sehingga 4 orang itu kaget dengar kata-kata dan sikap lembut si tuan muda, mereka semakin penasaran dengan wanita milik tuan muda mereka.
"Kalian keluarlah" perintah Taksa.
tak menunggu perintah dua kali mereka langsung keluar menyelamatkan diri.
"Ayo kita sarapan dulu sayang"
tanpa banyak kata mereka memulai sarapan pagi hampir siang mereka itu, setelah selesai bunyi ketukan pintu dari luar terdengar.
"Tok tok tok"
"Masuk"
"Tuan muda saatnya kita pergi" mulin masuk keruangan.
"Sudah waktunya, sayang kau bisa menungguku disini?"
"Ada masalah hubby ?" tanya Qiana.
"Ia sedikit maaf sayang sepertinya kita harus menunda bulan madu kita, suruh mereka masuk mulin" raut sedih Taksa terlihat.
"Tidak apa-apa hubby" Qiana mengelus kepala Taksa.
lalu 6 orang masuk ke ruangan tuan mereka.
"Sayang mereka akan menjaga keamanan mu selama aku keluar, jaga diri baik-baik"
"Untuk apa kau memberi bodyguard sebanyak ini untuk ku hubby ?"
"Untuk menjaga mu sayang, yang laki-laki akan menjaga mu dari luar, dan dua perempuan akan menjagamu di dalam, turutilah permintaan ku sayang, agar aku lega meninggalkanmu sayang"
"Baiklah" Qiana tidak mempersulit sang suami, sebab setelah ini ia akan mencari tau tentang masalah sang suami.
^^^~To be continued^^^
^ vote 30 , author up lagi...
sory baru up , soalnya saat ini kondisi Liana sedang tidak baik , nginep dulu dirumah sakit ^
__ADS_1