Kehidupan Kedua Sang Putri

Kehidupan Kedua Sang Putri
penyambutan


__ADS_3

...^HAPPY READING^...


~Sedikit flashback pada saat Mansion mengalami kegaduhan.


Semua pembantu sudah memakai baju warna hitam, mulin dan dokter Dion menangis sampai ingus merembes kemana-mana.


"Dokter Dion apa kau melihat nya?" wajah pucat mulin memandang 3 orang yang sedang menonton TV.


"Kau melihat arwah kakek duduk di sebelah kakak ipar juga mulin?" tanya dokter Dion balik.


"Huaaa.....huaaaa....arwahnya gentayangan Mulin" semua orang ribut meliahat si kakek yang sedang duduk di sebelah Qiana.


"Hem.... buat apa kalian ribut-ribut disini, dan kalian para pelayan sejak kapan kalian berseragam hitam-hitam, emangnya kalian mau ke pemakaman?" tanya Taksa, Taksa lupa gara-gara dialah kekacauan terjadi di Mansion hari ini.


"Kami turut berduka cita atas meninggalnya tuan sepuh tuan," paman Desmond menangis sesenggukan, ia tak menyangka jika tuanya meninggal dengan cara tragis tanpa sakit terlebih dahulu, ia juga saksinya pada saat tetua WU kejang-kejang memegang lehernya, maka dari itu paman Desmond mengumpulkan para pembantu untuk mendoakan kesembuhan tetua, tetapi belum apa-apa para medis dan dokter Dion menangis meraung-raung bahwa penatua sudah tiada.


"Ampuni kami tuan, jika kami punya salah" semua orang melihat tetua WU tersenyum kepada mereka, semua orang tak berani mengangkat kepalanya.


Dokter Dion memberanikan untuk bertanya "Taksa dimana jasat kakek katamu kakek sekarat"


Taksa baru ingat sekarang ia memukul dahinya "Plak... astaga aku lupa... kakek gak jadi mati malaikat maut nya lagi cuti bulanan" Taksa langsung menarik tangan sang istri keluar dari Mansion.


semua orang langsung merasa di bohongi termasuk dokter Dion dan Mulin "Yakk Taksa mau lari lu,,,, Setelah membuat kita seperti kambing congek nangis kau mau kabur kemana hah.." teriak dokter Dion marah ia merasa di hianati oleh pacarnya saja, padahal nih Sampek sekarang dokter Dion tak pernah punya pacar, dokter Dian seperti penunggu rumah sakit 24 jam, tak ada hari untuk berkencan untuk nya, sebab jika libur kerjaannya ngebo doang di rumahnya, bahkan ia sampai memiliki tempat tidur sendiri dirumah sakit karna rumah sakit adalah rumah pertamanya, setiap hari tidur dirumah sakit cuma hari libur pulang ke rumah.


Sedangkan Taksa dan Qiana sampai di vila melepas rindu si jeri dan terowongan Kasablanka, maklum tadi pagi pagi di gantung sama sama sang istri di dapur mereka, setelah kelelahan mereka langsung tertidur untuk menyambut hari esok yang menanti mereka.


...* * * *...


Suara burung berkicau, pagi cerah menyambut pasangan yang sudah siap pergi ke perusahaan Qiana, mereka memutuskan berangkat terpisah, saat ini Qiana yang tampil formal sungguh memukau siapapun bagi yang melihatnya.


Bahkan Taksa yang melihat sang istri untuk pertama kali mengenakan baju formal ia merasa tak ingin sang istri kelar dari rumah, sungguh nasib seorang laki-laki yang terlalu memiliki istri sempurna seperti istrinya Qiana, bahkan Taksa selalu parno setiap sang istri keluar sendirian, ia takut para pembinor ( perebut bini orang ) bertebaran di luar sana memandang lapar pada istrinya dan berusaha merebut Qiana nya dari sisinya , bahkan wanita yang hanya cantik saja banyak di lirik laki-laki diluar sana apalagi istrinya.

__ADS_1


Maka saat ini Taksa berfikir mencari cara agar sang istri terbebas dari mata jahat, tiba-tiba otaknya memiliki ide cemerlang, ia memanggil sang istri dengan mengulurkan tangannya.


Saat tangan sang istri menerima uluran nya , tiba-tiba sang suami menarik tubuh istrinya memutar seperti berdansa, Taksa langsung memeluk pinggang ramping Qiana lalu ia mendekap dengan sekali dekapan ..


Lama mereka saling mengagumi penampilan masing-masing sebab saat ini pasangan suami istri itu memakai setelan jas pasangan yang di buat khusus oleh desainer ternama "Kau sungguh sempurna dengan baju kantor ini sayang" Taksa memang memilihkan baju kerja yang sangat tertutup, menurutnya hanya dialah yang berhak melihat betis indah sang istri, meskipun sang istri tampil tertutup tak membuat sedikitpun mengurangi ke anggunan sang istri.


"Terimakasih hubby sayang" jawab Qiana, semenjak Qiana menyatakan cintanya hubungan mereka semakin lengket bak gula yang di cairkan saja.


Taksa menyingkap rambut panjang sang istri, saat ini terpampang lah leher jenjang favoritnya, tanpa basa basi Taksa mendekatkan wajahnya pada leher sang istri "Cup... " Taksa mengecup lalu menghisap leher itu hingga ter bekas lah ****** berwarna merah ke unguan sangat jelas di kulit putih sang istri.


"Aku meninggalkan jejak ku sayang, untuk mengusir mata jahat yang mengincar mu di luar sana" Taksa melepas sang istri.


"Aku akan berangkat dulu hubby.... Cup" Qiana memberikan kecupan pertama kalinya di kening sang suami.


Taksa yang merasakan kecupan manis pertama kalinya di kening seluruh tubuh nya langsung menghangatkan, bahkan si Jery pun menggeliat di bawah sana.


Qian meninggalkan suaminya yang terbengong menikmati kebahagiaan yang tersisa dari kecupan itu "Sayang kau mulai nakal ya... si Jery jadi bangun nih" teriak Taksa dan masih di dengar oleh Qiana.


*


*


*


Sesampainya di perusahaan semua karyawan perusahaan menyambutnya di lobby perusahaan dan para undangan sudah berada aula penyambutan.


disaat Qiana menginginkan kakinya di pintu masuk semua orang terpesona melihat penampilang dan aura yang terpancar dari bos sesungguhnya mereka, semua orang tau jika pemilik perusahaan ini adalah seorang wanita.


Mereka semua mengira jika Pemiliki perusahaan yang berdiri dalam satu tahun langsung menduduki posisi pertama di bidang teknologi dan farmasi ini adalah gadis yang sangat muda.. sungguh sangat mengagumkan.


Bahkan para pemuda dan wanita mengagumi sosok bos mereka yang memiliki aura tegas dan ekspresi dingin.

__ADS_1


"Selamat datang nona" Rafael dan Tony menyambut Qiana.,, semua orang mengucapkan salam kepada Qiana.


Sedangkan sang empu kebali ke mode dingin sesuai sifatnya "Hem"


Qiana yang di dampingi Zia dan Xiever sebagai sekertaris dan bodyguard nya langsung mengikuti arahan Rafael menuju tempat pertemuan mereka.


Pintu aula di buka, semua rekan bisnis Qiana yang selama ini penasaran akan pemilik perusahaan ini yang sangat misterius memusatkan perhatiannya pada pintu, termasuk Adrian lu yang didampingi oleh Andre asisten nya,


masuklah 5 orang, dua orang merek kenali sebagai wakil direktur yaitu Rafael dan Tony asisten direktur, dua orang wanita cantik dan satu laki-laki bertubuh kekar berdiri di sisi wanita tercantik.


Adrian yang melihat wanita yang sangat ia kenal, wajahnya sangat terkejut dengan kemunculan sang mantan sang istri. mulut Adrian mengucapkan sebuah nama " Qiana ",


"Tuan saya tidak salahkan meliahat nona Qiana disini" ucap asisten Adrian.


"Ia dia Qiana ku Dre.. sedang apa di ditempat ini" Adrian berniat berdiri tetapi kehebohan lagi tejadi sebab datangnya seorang yang paling berpengaruh didunia bisnis siapa lagi kalau bukan tuan muda Taksa didampingi asisten mulin, saat ini Taksa sedang membawa bunga mawar dengan ukuran besar.


Taksa langsung melangkah mendekati seorang wanita cantik yang duduk di gerombolan 5 orang yang duduk paling depan.


"Bunga cantik ini untuk mu nona" ucap Taksa sedikit keras agar di dengar oleh orang orang di ruangan itu sebagai kode jika semua orang tak boleh mendekati istrinya, ia menyodorkan bunga itu kepada Qiana, dan dengan senang hati Qiana mengabil bunga pemberian suaminya itu, ia mencium nya lalu mengucapkan "Terimaksih".


Sedangkan Adrian melihat sang mantan istri didekati oleh seorang laki-laki wajah nya langsung Pias ia ingin lari merebut bunga itu lalu membuangnya ke tempat sampah, tetapi usapan di bahunya sedikit mengalihkan nya " tuan mohon sabar, kita harus tahan dulu, anda harus ingat laki-laki itu adalah tuan muda Taksa, saya takut jika anda menyinggungnya maka kita akan tamat tuan" kata asisten adrian berusaha menahan amarah dan kecemburuan bosnya.


Sedangkan semua orang yang menyaksikan apa yang dilakukan oleh Taksa, banyak pertanyaan dibenaknya, apakah wanita yang di berikan bunga oleh tuan muda taksa adalah kekasih nya atau gebetan seorang tuan muda Taksa, mereka semua tak ada yang berani bicara, semua menyimpan semuanya dalam hati.


"Selamat pagi semua... saya disini mengudang anda semua untuk memperkenalkan nona kami pemilik dan pendiri QCL teknologi dan farmasi yang sudah menduduki peringkat pertama dalam kurun waktu satu tahun ini, kita sambut nona Qiana Clarisa Lavina, dimohon naik ke podium" sambut rafael.


Seseorang mengetahui pemilik perusahaan ini adalah orang yang sempat ia sia-siakan, saat ini tubuh nya pucat.


berikan aku like , komen , vote nya para reader kesayangan Liana, salam manis dari Liana untuk semuanya


ayooo angkat tangan siapa yang mintak nambah nih

__ADS_1


^^^~To be continued^^^


__ADS_2