Kehidupan Kedua Sang Putri

Kehidupan Kedua Sang Putri
surat undangan


__ADS_3

...^HAPPY READING^...


Di pagi semua anggota keluarga di vila sedang berkumpul di ruang kerja nonanya.


"Hari ini hari tenang untuk kita, karena besok adalah Rafael dan Tony akan membuka perusahaan, dan banyak tamu-tamu kita yang akan hadir, kita sudah menyebar undangan untuk perusahaan-perusahaan yang sudah berkerja sama dengan kita, dan jangan lupa kirim undangan kepada perusahaan-perusahaan besar yang ada disini untuk menghormati mereka, agar kedepannya kita tidak aman tidak menyinggung penguasa di negara ini"


"Dan untuk kalian mulai saat ini bisa menempati Vila kalian yang sudah terbangun di belakang danau, disana sudah lengkap dengan markas beserta Lap canggih untuk kalian semua, jika ada keperluan terhadapku kau kabari Kanzia yang tinggal di tempat ini bersamaku, berhubung kalian butuh perlindungan ekstra Kusus untuk kalian sudah dibangun tempat kerja dan fasilitas disana lengkap, sekarang kalian bubar. "


"Baik nona , dan terimakasih sudah menjaga kami selama ini, kami semua pamit." ujar Rafael.


Sebenarnya Qiana tidak menyukai keramaian, maka dari itu ia sengaja membangun Vila disebelah danau dengan penjagaan ketat, vila itu Kusus tim Rafael dan ber fasilitas terbaik.


dan saat ini Vila mewahnya dihuni dirinya, Kanzia dan hewan kesayangannya.


Dia juga membuat peraturan baru, pelayan Khusus membersihkan Vila nya di wajib kan bekrja dari jam 4 subuh sampai 5 pagi untuk membersihkan Vila itu, khusus bibik rona sama paman Gani yang boleh sampai jam 9 baru pulang, tapi Khusus untuk ruangannya lantai 4 tugas Kanzia , karena Kanzia adalah pelayan pribadinya.


Danau yang di apit oleh dua bukit bersebrangan tapi berbentuk melintang sudah terbangun bangunan megah di kedua sudut, pepohonan dan semak belukar sudah ditata rapi dan dibersihkan, danau itu sebenarnya ada di tengah kota, karena semak belukar dan tembok mengelilingi luasnya danau membuat daerah itu tak terjangkau Kalayak umum, tapi stelah dibersihkan, pemasangan hijau dan menyejukkan mata terpampang indah disana, setelah taman bunga lavender ditanam 3 bulan yang lalu mengelilingi danau itu dan resort dibangun ditengah-tengah taman lavender menghipnotis para pengunjung yang suka suasana segar, tapi resort itu cuma dibuka untuk orang-orang berduit dan butuh refreshing, resort itu memiliki fasilitas yang sangat memuaskan pengunjung, dan ada pula taman untuk Kalayak umum untuk bersantai karyawan QCL nanti karena sebelah taman itu berdiri gedung 35 tingkat yang megah yang menjulang tinggi membuat perhatian khalayak umum yang melintasi kawasan itu.


sedangkan bukit satunya lagi adalah bukit di belakang kampung mati, disana mulai dibangun rumah kaca Kusus tanaman obat-obatan yang akan ditanam oleh petani nanti, jadinya jarak antara kampung mati dan Vila yaitu danau itu.


...* * * *...

__ADS_1


Disebuah ruangan kantor yang bergaya Eropa, seorang Taksa tengah sibuk mengerjakan berkas-berkas yang menumpuk dihadapannya dengan serius.


"Tok tok tok" ketukan pintu dari luar membuat perhatian Taksa itu dari berkas yang iya baca.


"Masuk" dengan nada dingin.


"Maaf tuan yang mengantarkan surat undangan dari perusaan baru yang akan buka besok pagi" ucap mulin


" Hanya hal sepele itu kamu memberi tahu padaku, apa kau sudah bosan bekerja denganku, mulai kapan aku memperhatikan surat-surat undangan dari perusahaan yang menjilat ku untuk memperkenankan bisnisnya dan mengharapkan aku datang ketempatnya, apa lagi itu adalah perusahaan baru yang tidak ada apa-apa nya, kau seperti tidak ada kerjaan , biasanya hal mudah seperti itu kau langsung mengutus bawahan kita yang datang tanpa membicarakan padaku Terlebih dahulu. " kata-kata beruntun Taksa murka, sampai mulin tak diberi menyela kata-katanya.


"Sebenarnya tuan"


"Ada apa dengan kalian hari ini, dan kau Dion ada masalah apa sampai masuk keruang an ku tanpa sopan santun, apa kau sudah tak menginginkan pekerjaanmu, apa aku terlalu santai memberikan kalian pekerjaan selama ini" kemarahan Taksa semakin memuncak.


"Sabar Taksa kau jangan marah dulu, maaf jika aku tidak sopan masuk keruangan mu dengan tergesa-gesa seperti ini" nafas Dion sambil ngos-ngosan karena berlari.


"Laporkan masalah yang membuatmu melupakan sopan santun mu, jika informasi membuatku senang aku akan lempar kau dari lantai ini dari balkon"


"GLUK...” janganlah kau tega pada sahabatmu ini tuan muda, aku kesini menanyakan pada kalian apakah kalian mendapat undangan dari QCL teknologi & formasi ? . tanya Dion


"Iya tuan Dion saat ini saya membahas undangan itu dengan tuan muda" mulin menjawab

__ADS_1


"Berikan padaku undangan itu, biar aku yang menghadiri acara pembukaan perusahaan itu, kau tau Taksa obat yang diberikan calon istrimu itu berasal dari perusahaan itu, nama perusahaan itu tertera di botol cream itu, aku baru tau tadi di internet jika QCL teknologi & formasi akan membuka perusahaan besok, dan aku yakin kau mendapat undangan juga" jelas panjang lebar sedangkan Taksa mulai mencermati ucapan dokter pribadinya dan sekaligus sahabatnya.


"Tuan itu juga yang sebenarnya membuat saya membawa undangan itu kepada anda, karena selain cream obat itu tertera nama yang sama dengan undangan itu tuan, yang membuat saya membawa undangan kehadapan tuan muda karena orang ini yang memberikan undangan secara pribadi ke tempat ini." mulin menyodorkan foto orang yang datang ke perusahaannya.


"Memangnya siapa orang itu aku tidak mengenalnya"


"Coba anda lihat-lihat dulu, pasti anda pernah bertemu dengan orang itu" jawab mulin


"Benar kau sepertinya aku pernah melihat orang ini, tapi aku tidak mengenalnya", aku tidak punya kepentingan terhadap orang itu.


"Tuan orang itu kita temui pada saat penyerangan yang menimpa kita, dan orang itu memanggil calon istri anda dengan sebutan nona, sedangkan orang itu bernama Rafael, ia adalah wakil direktur QCL ini dan kabar dari CEO dari perusahaan itu misterius dia bekerja dibalik layar, dan QCL ini meski baru berdiri tuan dalam 3 bulan ini banyak mendapat aliansi dari perusahaan-perusahaan besar di negara ini, mereka mengatasi krisis yang menimpa RMB group yang pertahanan komputernya terserang Virus, dan mereka menciptakan anti-virus yang sangat menjaga data perusahaan dan banyak aplikasi yang sampai saat ini bayak di uji oleh peretas yang penasaran sama aplikasi buatan QCL yang selama 3 bulan ini tak bisa diretas ribuan peretas, dan 3 bulan perusahaan QCL menduduki posisi ke 10 di bidang teknologi dan formasi saya yakin dalam setahun peusahaan itu ada di posisi pertama tuan dan saat ini perusahaan itu memiliki banyak tawaran kerja sama" terang mulin.


Setelah mendengar laporan mulin, otak Taksa mulai berfikir, mulai dari obat , lalu orang yang ia lihat di hari penyerangan, jika di satukan ia memiliki besar kemungkinan pemilik QCL adalah gadisnya, karena dalam 1 bulan ini ia mengerahkan anak buahnya untuk mencari identitas gadisnya tak mendapatkan jejak sedikitpun.


"Hahaha hahaha hahaha" tawa Taksa dengan gembira seperti anak diberikan uang jajan lebih oleh orang tuannya, mulin dan Dion melihat tawa Taksa seperti bukan Taksa saja merinding, takut tuannya kesurupan.


"Tuan tuan tua" menyadarkan tuannya yang seperti orang gila tertawa sambil loncat ke depan dua orang di depannya , karena kepala mulin pusing, karena kedua bahunya di pegang dan goyang-goyang keras oleh Taksa sambil tertawa tanpa sadar.


"Taksa Taksa , kau kenapa??" kaget Dion bingung dengan perubahan sifatnya.


^^^~To be continued^^^

__ADS_1


__ADS_2