
...* * * * * * * ^•^* * * * * * *...
...~•^**HAPPY READING^•~...
...* * * * * * * ^•^* * * * * * *...
“Uu..Ular” tuan Han mundur ke belakang matanya melihat dua titik merah di punggung tangannya....
“Cepat kalian periksa di rumah ini dari mana datangnya ular ini” teriak si tuan Rolan yang ketakutan, apa lagi bukan cuma satu ekor ular yang ada di tempat itu melainkan banyak banget, sekitar 20 ekor ular king kobra India, yang melilit di sekujur tubuh Qiana.
Tak lama setelah itu Qiana terbangun dari akting tidur nya, “Hanya pada seekor ular kau sudah ketakutan Tang Lang, eh salah aku harus memanggilmu apa di dunia ini tuan Han apa tuan H???” Ucap Qiana menangkap satu ekor anak Suli yang sudah besar besar, selama satu tahun kehidupan para ular itu sejahtera ditangan Qiana...
“Si siapa kamu, apa yang kau katakan aku tak mengerti... pengawal pengawal” Panggil Han menggunakan HT nya...
Seseorang dari orang bertopeng mengangkat sebuah HT, “Ia tuan lapor keamanan saat ini aman terkendali” Ucap HT itu menjawab panggilan tahunnya dengan sendirinya...
HT dari tangan Han jatuh, para peserta pesta langsung mengacungkan pistol pada Qiana, “Kau boleh menganggap ku pemeran Krisna yang ditakdirkan membunuh raja Kansa” Ucap Qiana.
“Takdirku sudah tertulis dari kehidupan pertama kita bawa di akhir reinkarnasi mu kau tewas di tangan ku Tang lang” Ucap Qiana, Kata kata Qiana yang ambigu membuat semua orang bingung.
“Brak” Pintu di dobrak dari luar sepasang harimau besar masuk mebawa sebilah pedang di mulutnya, sedangkan yang satu tengah siap siaga memangsa lawannya, sehingga nyali para musuh langsung menciut.
Qiana mengingat bagaimana dia bisa menemukan tempat persembunyian atau markas rahasia milik Han...
~Flashback...
Malam ini adalah malam yang di tunggu tunggu oleh Qiana selama 2 tahun ini, ia mengenakan gaun putih yang dibuat khusu untuk nya, yang mana bawahan gaun itu bisa dibuka agar memudahkan untuk berperang....
Di dalam gaun itu para ular sudah mengambil posisi ternyaman dan tak terlihat tentu nya, mereka sudah menjadi sabuk di gaun sang Nona hingga membuat gaun Qiana mengambang dengan sempurna, semua binantang melata itu sudah di pasangkan cip agar tak deteksi.
Rambut semua orang yang mengikuti misi balas dendam itu sudah di pasangkan tindik magnet di setiap telinga mereka.
__ADS_1
Berkat konferensi perst itu Qiana bisa mendeteksi posisi dimana letak markas musuh, Dari live kemunculannya, semua siaran Televisi sudah ada di dalam kendali Qiana.
Satu persatu Televisi yang memutar siaran itu akan muncul di ruangan Qiana selama 24 jam, Qiana sudah menghubungkan memory dalam kalung dengan sistem. Otomatis sistem Qiana berkerja setiap detik dan jam itu melacak keberadaan sang musuh.
Bahkan dari Televisi itu sistem Qiana bisa menangkap semua pembicaraan orang orang didepan televisi, Qiana yakin semua musuh pasti memperhatikan Televisi setelah membumi hanguskan hotel WU malam itu.
Maka terdeteksi lah markas besar grup H, dari kecerdasan Qiana, dan siapa siapa pendukung grup H akan di musnahkan sekalian dengan tim gabungan itu...
Ia membagi kelompoknya menjadi 3 bagian:
Tim pertama:
Tim kelompok Colvis menangkap para antek antek yang bergabung dengan grup H tanpa sedikit pun yang terlewat, bahak persiden grup I juga adalah orang pertama yang ditangkap.
Tim kedua :
Tim Abraham khusus membumi hanguskan segala usaha milik grup H tak terkecuali, hanya tim inti saja ikut beroperasi di tim Qiana, Colvis dan Abraham membuka jalan untuk melancarkan aksi Qiana memasuki Mansion itu.
Tim tiga:
~Flashback OFF.
...____________________________________...
Suasana semakin memanas ketika para sekutu Han menodongkan senjata kepada sembilan orang itu, Satu persatu orang itu membuka topeng mereka...
Ham kaget kenapa bisa topeng identitas anak buahnya bisa di pakai oleh orang lain, dan harimau semakin mendekati Qiana lalu memberikan pedang itu kepada tuannya.
“Ra..Rafael” Ucap
“Kau masih ingat ponakan mu yang kau jual ini paman” Ucap Rafaela mendekati pamannya dengan tatapan seorang predator yang mengerikan.
__ADS_1
Sedangkan sisanya langsung siaga melindungi Nona mereka.
“Jangan berani berani melukai nona kami, di leher kalian sudah ada seekor lebah beracun, jika tak percaya tekan pelatuk kalian” Ucap Zia.
Saat ini formasi lingkaran yang di gunakan tim Qiana..
“Ah...Busich kau hanya menakut nakuti kami saja... Dorrr....Aaahhh” Orang itu menekan pelatuk pistol nya, tapi sayang peluru tidak tepat sasaran karena lebah lebih dulu menyengat leher orang itu sehingga peluru salah sasaran menembak rekanya sendiri, seketika 2 orang mati bersamaan.
Qiana berjalan mendekati Han yang tengah memegang tangannya nya yang sangat sakit, bisa hewan mematikan langsung tersebar di tubuh nya, tak mematikan, tapi sangat menyakitkan, tangannya lemas.
“Mari kita bertarung” Ucap Qiana melempar kan pedang kepada Han.
“Klak” Qiana menjentikkan jarinya.
BOM.... didinding di semua bergetar layar beberapa gedung meledak berbarengan, orang yang memiliki gedung gedung itu terduduk, melihat ke hancuran bisnis, mereka...
Kekagetan mereka belum sampai disitu, “Formasi” Ucap Qiana semua orang yang ada di luar langsung mengelilingi Mansion itu.
^^^~To be continued^^^
Terimakasih atas dukungan kalian di karya receh emak Liana 🙏🙏🙏
Jangan lupa
Like👍
komentar🗣️
Hadiah🎁🌹☕
Vote 🔥
__ADS_1
Bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐ di rating pojok popularitas karya ini.
Favorit ♥️ agar kalian mendapatkan notifikasi update karya ini