
...^HAPPY READING^...
Suana di ruangan itu kian mencekam dengan kehadiran seorang yang paling berpengaruh di negara ini.
Siapa lagi kalau bukan Taksa Tyaga Danendra WU, pengusaha nomer satu yang memiliki dukungan penuh perekonomian dalam dan luar negeri, dia juga memiliki dukungan penuh kemiliteran negara yang amat besar.
"Sudah puas bermain honey" sapa Taksa kepada gadis yang sedang duduk santai bak ratu yang tengah di layani oleh beberapa selirnya.
Sumpah demi apa saat ini Taksa merasakan kebakaran jenggot melihat sang istri dikerumuni wanita cantik nan seksi, mereka memijat bagian tubuh sang istri yang hak paten hanya miliknya.
Sungguh pemandangan sangat membuatnya cemburu buta, dan bisa-bisanya sang istri membuat ketua mafia yang paling ditakuti kota ini menyuguhkan minuman untuk nya, dan apa-apaan laki-laki di ruangan ini semua duduk dilantai memperhatikan isterinya.
Sungguh Taksa benar-benar ingin menyumbangkan kornea mata semua laki-laki yang memandang istrinya itu.
Istrinya sungguh bersantai menikmati pelayanan gratis di tempat ini, apa istrinya ini tidak tau jiga sedari tadi ia heboh mencari sang istri dan menghawatirkan keselamatannya?, meski ia tau jika sang istri adalah wanita tertangguh yang ia kenali tetapi ia tetap khawatir dengan wanita itu.
~Flashback
Setelah merasakan kejanggalan dengan masalah yang Taksa dapatkan, kekhawatiran bertambah dengan hilangnya handphone beserta para bodyguard yang menjaga sang istri tercinta tidak bisa di hubungi.
Mereka langsung mengambil langkah cepat, untuk kembali ke Kantor Taksa.
Dan apa yang Taksa khawatir kan, sang istri tak ada di kamar, kamar tempat Qiana tidur pun beraroma sedikit aneh, sampai ia merasakan sedikit pusing...
"Tuan muda ada lihat ini," Mulin pun menyodorkan Spray pewangi Ruangan kepada tuannya.
"Mulin kau tau aku saat ini tak ingin bermain-main, UNTUK APA KAU MEMBERI BENDA INI KEPADA KU ... HAH" bentak Taksa.
"Saya menemukan benda ini di vas bunga ruangan anda tuan, dan benda ini seperti obat bius semprot, sepertinya mereka menculik Nona dengan menyemprot ruangan ini, agar bisa memulai aksinya untuk membawa Nona" ucap mulin yang masih berfikir rasional, beda halnya dengan Taksa yang pikirannya sudah terpatok kepada sang istri saja.
"APA .... ISTRIKU DICULIK...." teriak Taksa lagi
"Itu dugaan pertama saya, karna saya masih mencium bau aneh di ruangan ini, rasanya aroma obat bius masih tercium meski sedikit, sekarang saya merasakan kantuk sedikit tuan."
"Kau benar Mulin , sepertinya ada seseorang yang menyebar obat bius disini, tetapi efeknya sudah mulai memudar, mungkin sudah beberapa jam ruangan ini di semprot obat bius" Taksa mulai berfikir.
"Siapa yang ingin bermain-main denganku mulin, aku akan mencincang tubuhnya seperti membuat ayam rica-rica,". Marah Taksa, ia sangat takut sang istri kenapa-napa.
__ADS_1
"Mari kita cet CCTV kita dulu sambil menunggu laporan dari Aruna dulu tuan"
"Heh... Menunggu kata mu, jika terjadi apa-apa dengan istriku kau mau nyawamu sebagai jaminan. "
"I-itu tuan, nona adalah orang hebat apalah nyawa saya seukuran semut tak berharga dibanding nyawa nona, " sebelum perdebatan antar bos dan tangan kanannya itu berlanjut, bukan perdebatan sih, tapi penindasan Taksa terhadap Mulin.
Telpon mulin berdering, tertera, "Aruna calling" mulin langsung mengangkat telpon itu lalu menlock spiker.
"Tuan muda nona beserta 6 bodyguard anda ada di kota terbengkalai, Xiever dan 100 orang anak buah kami sudah menuju ketempat anda, dengan persiapan siaga," ucap Aruna di sebrang sana,
"Nona berpesan tuan disuruh menjemputnya dengan tim kami, kemungkinan musuh kita sangat berbahaya"
"Maaf tuan saya menyela, dari yang Aruna laporkan, berarti rencana mereka sudah terendus oleh nona, berarti nona ingin menemui si biang masalah, bagaimana jika kita ikuti saja apa yang sudah nona rencanakan tuan" Mulin memberi saran .
"Mudah mudahan raja singa ini mau dengan saran ku tuhan" kata hati Mulin, keringat di celananya serasa lengket menghadapi kemarahan sang tuan, bahkan ia terkena bogem mentah yang amat menyakitkan dari tuan mudanya.
Taksa menahan amarahnya perlahan "Mari kita memakai JET pribadi agar cukup menampung kita semua, kita tunggu mereka sekarang.. "
"Aku mohon Honey ,,, kau bertahanlah disana, tunggu aku "
Begitulah kehebohan seorang Taksa kehilangan sang istri.
*
*
*
Malah wanita yang dikhawatirkan oleh Taksa saat ini sedang bersantai menikmati pijatan para selirnya.
"Hubby kau sudah sampai ?" Ucap Qiana dengan penuh kelembutan, tampilan Qiana 180% langsung berubah menjadi seekor kelinci yang menggemaskan.
Bahkan si ketua mafia itu mulutnya menganga, seakan rahangnya mau lepas dari mulutnya saat ini juga.
Bahkan keringat sebesar biji jagung menetes dari pelipisnya, ia tak menyangka jika nona baru mereka tindas memiliki pendukung besar di belakangnya.
Ia merasa beruntung tidak menyinggung wanita ini terlalu dalam.
__ADS_1
"Hubby gendong aku," Qiana berusaha agar laki-laki ini tak bertambah marah, sebab ia sadar saat ini ia membangunkan singa jantan yang sedang merasa betinanya di curi pejantan lain.
Bisa gawat nanti terowongan Kasablanka nya, bisa bisa terowongannya itu cidera akibat ulah si jery yang mengamuk, karena meski ia sering bertempur bersama sang suami, ia akan tetap kalah jika bertempurnya diatas ranjang,
Bahkan Qiana masih merasa ngeri dengan bentuk si Jery yang berukuran jumbo, bahkan Lubang terowongannya rasanya masih sesak bila si Jery masuk kedalam sana, serasa mau robek kulitnya, untungnya lubang itu elastis, jika tidak bukan hanya tanggulnya yang jebol, terowongan nya pun ikut longsor.
*
*
*
Taksa langsung mengangkat sang istri dengan penuh cinta, sesuai permintaan istrinya yang mulai manja padanya.
Semua wanita yang memijat Qiana sudah menjauh sesuai instruksi Mulin kepada mereka tadi.
Saat ini Taksa lah yang duduk di singgasana ketua mafia itu dengan memangku sang istri tercinta.
Taksa memeriksa satu persatu organ tubuh sang istri "Hon ... Kau tidak apa-apa," dengan nada khawatir.
"Jika anda seseorang yang berani menindas seorang istri Taska WU, maka siap-siaplah kehilangan nyawanya, bahkan aku buat tubuhnya hilang bak ditelan bumi" kata Taksa dingin.
Semua orang disana langsung membatin "yang ada kita semua yang ditindas tuan, Bakan istrimu itu membunuh dengan santai di hadapan kami... memang suami pemanja istri" semua orang berjamaah menggerutu mendengar ucapan Taksa.
Semua orang di ruangan itu yang tadi tercengang dengan status wanita itu, bahkan bodyguard yang merasa kurang ajar dengan Qiana terduduk , sebab para bodyguard itu tidak tau posisi wanita itu, karena instruksi Mulin hanya menjaga wanita si bos, bukan istri.
Semua orang yang menyingung Qiana tadi langsung ingat dengan Tuhan, semua orang itu memohon kepada Tuhan agar diselamatkan dari singa jantan didepannya, mereka semua serentak bicara dalam hati "suami istri sama-sama kejam"
Membuat Qiana yang mendengar kan kata hati mereka, Qiana menerbitkan senyum kecilnya.
"Bersiap lah nanti malam hon ...aku tak akan mengampuni mu, siapa suruh orang lain menyentuh mu." Ucap Taksa dalam hati.
"Dasar suami posesif" bisik Qiana.
"Aku sedikit bermain-main hubby dengan mereka tadi, mereka tak satupun tega menindas gadis lemah lembut seperti ku ini hubby" Qiana sedikit menyindir semua orang disana.
Sungguh Taksa ingin tertawa terbahak bahak melihat ekspresi semua orang yang nyawanya hampir melayang mendengar kata-kata sang istri.
__ADS_1
Hey kalian, tak ingin menyapa ayah kalian dulu, dia sangat merindukan kalian, bahkan dia bertahan di kota ini hanya mengenang kematian kalian dan ibu kalian
^^^~NEXT^^^