Kehidupan Kedua Sang Putri

Kehidupan Kedua Sang Putri
Siuman (Masa lalu)


__ADS_3

...* * * * * * * ^•^* * * * * * *...


...~•^HAPPY READING^•~...


...* * * * * * * ^•^* * * * * * *...


Ikatan batin tak hanya untuk orang yang sedarah....


Belahan jiwa yang terikat kasih akan saling merasakan juga jika mersakan sakitnya kejamnya dunia....


"Sudah waktunya kamu boleh pulang, anak buah ku akan mengantarkan mu kerumah tapi sesuai dengan peraturan, kamu meninggalkan tempat ini dengan cara di bius, seperti pada saat kamu di bawa kesini" Ucap anak buah Han.


Memang dokter itu datang di jemput dengan cara ekstrim yaitu di culik, dan selama kehamilan Lusi ia juga menjadi tahanan meski ia tak di perlakukan dengan cara ekstrim...


Tanpa alat komunikasi, tanpa bekal apapun. dan sudah cukup ia merasa kasihan kepada wanita cantik yang di jadikan pemuas dan samsak dari orang gila macem Han dan ibunya.


"Nyonya bisakah saya melihat keadaan nona dulu sebelum pergi?, ini untuk terakhir kalinya".


"Sana Pergi, dan kalian awasi dia, Jagan sampai lengah".


Sang dokter wanita berbicara dengan Lusi, "Nona saya pergi dulu, anda harus bertahan disini" Ucap si dokter ia memeluk tubuh Lusi, tanpa semua orang sadari wanita itu menempelkan kamera kecil yang sangat canggih di ranjang yang Lusi tempati.


"Alex, aku mau Alex" itu saja ucapan yang keluar dari mulut Lusiana....


"Sudah selesai", ucap Dokter wanita itu.


...____________________________________...


Sedangkan seorang dokter di seberang sana juga sangat bahagia melihat orang yang ia perjuangkan nyawanya tertolong.


"Anda sungguh hebat tuan muda, saya berada di posisi yang sama dengan anda saat ini, kekasih saya menghilang dan saya pun hilang arah, melihat anda berjuang mempertahankan nyawa, jiwa semangat saya untuk menemukannya sangat berkobar, cepatlah sadar".


Dokter itu keluar dari dalam kamar pasien, ia melihat dua tuan muda sedang berjongkok di depan ruangan itu.


"Hemmt" dokter berdehem.....


"dokter bagaimana keadaannya?".


"Beliau sudah melewati masa keritis nya dan mudah mudahan beliau cepat siuman" Ucap Dokter itu.


Dalam hati dokter berkata"Kasian ayahnya meninggal, istrinya di culik tak di temukan keberadaan seperti hilang di telan bumi,"

__ADS_1


"Carolina kemana aku harus mencari mu,sudah 9 bulan juga kau menghilang setelah pertengkaran kita?" Ucap dokter dengan suara pelan ia merindukan kekasihnya yang entah pergi kemana, membuat si dokter jadi galau.


Dokter itu berjalan keluar dari ruangan dengan hati bersedih ia memiliki nasib yang sama dengan Alex yang tengah kehilangan sang pujaan hatinya.


Tililit... Tililit.. Bunyi hanpone si dokter.


"Katakan ada apa?"


"Kami menemukan Nona California" Ucap si detektif yang mencari keberadaan kekasihnya yang hampir 10 bulan menghilang.


"Dimana dia?" Tanya si Dokter.


"Dia ada di apartemen nya tuan" Ucap si detektif.


Dokter itu langsung pergi dari rumah sakit dan pergi ke apartemen kekasihnya.


Sesampainya di apartemen wanita nya ia langsung masuk kekamar dalam ruangan, ia ingin berteriak memanggil kekasihnya tetapi dari belakang wanita itu memeluknya, ,ia berbisik, jangan bersuara, aku sedang di awasi, mari kita bicara didalam kamar mandi kak, di sana kita pura pura berhubungan...


Pasangan langsung kekamar mandi, dan bunyi orang sedang berjuang sangat jelas sehingga membuat pengawas wanita itu tak berani melihat CCTV di rumah wanita itu...


..._____________________________...


~Seminggu kemudian....


"Selamat datang tuan muda" Ucap si dokter.


"Lu....si...." itu kata yang laki-laki itu ucapakan.


"Lusi, Lusi mana?" Tanya Alexander, ingatan tetang Lusi yang di bawa oleh orang yang paling ia Benci membuat Alexander XU langsung meneteskan air mata.


"Ia langsung terduduk...Aw...." Alex merintih....


"Tuan anda sudah koma selama 10 bulan, otot otot anda kaku tak bisa di gerakkan".


"APAH KATAMU...10 BULAN" Teriak Alexander.


"Ayah ku mana?" Tanya Alexander.


"Kami turut berduka cinta tuan" Ucap dokter itu.


"TIDAKKK.....JIKA AKU DISINI SUDAH 10 BULAN BAGAIMANA NASIB ISTRIKU".

__ADS_1


"Tuan muda anda harus tahan emosi, agar tubuh Anda sehat dan berstamina kembali, anda mau menjemput nona muda bukan, saya memili berita bagus untuk anda, tetapi siapkan dulu stamina anda, karena musuh anda bukan orang sembarangan".


"Kau tau dimana istirku?" Tanya Alexander penuh harap.


"Apa anda mengenal gelang ini tuan?" Dokter merogoh saku celananya dan keluarlah gelang khas milik Lusi.


"Itu milik lusi ku, katakan kamu mendapatkan dimana?" tanya Alexander.


Dokter menoleh ke kanan dan ke kiri.


lalu ia membisikan sesuatu kepada Alexander, lalu Alexander di pasangkan headset lalu di setelkan rekaman curhatan seorang wanita yang tak lain kekasih dokter dan wanita yang merawat kehamilan Lusi.


Dunia Alexander langsung runtuh, ia menangis mendengar nasib istirnya yang harus tersiksa.


"Anda tidak boleh rapuh tuan, karena jika semakin lama nyonya muda disana jiwa nyonya akan terguncang, sekarang ia berada di masa kritis nyonya.


"Beruntung kekasih saya yang merawatnya, jadinya ia sempat meninggalkan bluetooth kecil di kalungnya untuk mendeteksi keberadaanya, kekasih saya sudah mengaktifkan bluetooth itu yang hanya terkonsentrasi dengan Hanponenya.


"Itu saja yang kekasih saya bisa ceritakan, kerena ia dalam keadaan di awasi, kami harus pura pura ber.cinta agar tak dicurigai" Cerita si dokter.


"Terimakasih dok sudah membatu diriku" Ucap Alex ia sangat bahagia mengetahui keberadaan istrinya itu.


Meski ia harus terpukul mendengar keadaan sang isteri yang memprihatinkan.


^^^~To be continue^^^


Terimakasih atas dukungan kalian di karya receh emak Liana, emak ucapkan banyak banyak permohonan maaf karena novel ini jarang update, karena kondisi yang sangat kurang baik dan emak akhir akhir ini mendapatkan tekanan besar dari manapun... dan emak ucapakan beribu ribu kata maaf atas ketidak nyamanan promosi saya kemarin yang menimbulkan keributan para pembaca, kedepannya jika ada judul Promosi mohon di skip bagi yang tak berminat, karena komentar kalian membuat emak yang memang dalam keadaan krisis kesehatan ini semakin done, jujur emak sedih loh jika selalu mendapatkan komentar tak sedap, karena sejatinya orang mengarang itu mengikuti Mood si penulis, 2 Minggu selalu di buli emak Sampek setiap hari mimisan, tensi emak yang udah naek 70/30 , turun lagi ke 60, maaf emak hanya sanggup up satu cap, jika lama up mohon di maafkan, mendengar kabar sodara author meninggal gara gara dan tertekan akibat Bulian emak hanya mampu beristighfar saja... dan untuk beliau yang telah tiada emak ucapakan semoga di beri temapat yang terbaik Disisi tuhan yang maha esa, terimakasih semaunya semoga kalian sehat selalu 🙏🙏🙏


Jangan lupa


Like👍


komentar🗣️


Hadiah🎁🌹☕


Vote 🔥


Bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐ di reating pojok popularitas karya ini.


Favorit ♥️ agar kalian mendapatkan notifikasi update karya ini

__ADS_1


Selagi nunggu up, emak mau rekomendasi karya sahabat emak nih siapa tau ada yang berminat.



__ADS_2