
...* * * * * * * ^•^* * * * * * *...
...~•^HAPPY READING^•~...
...* * * * * * * ^•^* * * * * * *...
Saat ini wajah Zia langsung membeku mulutnya sedikit menganga, ia tak habis pikir, kenapa ia bisa galak seperti itu.
Pikirnya terngiang dengan Video Zia membalas ciuman Colvis hingga sangat ganas, sedangkan Colvis seperti anak gadis diam saja di sana, padahal sesungguhnya ia bertahan tidak bergerak hanya untuk menangkap Video yang hanya berdurasi 50 detik itu.
Dan merah merah di leher Colvis ia memandang ngeri, ia tak habis pikir kenapa ia biasa lepas kendali. Mendengar Colvis tak pernah menyentuh wanita selain dirinya. Perut Zia seakan ada kupu-kupu terbang yang seakan menggelitik hatinya.
“Dasar buaya! Pria mana ada yang ORI, yang ada ia melabel dirinya ORI ternyata tusuk sana dan sini.” ucap Zia untuk mengalihkan pembicaraan.
“Baik jika kau tak percaya, mari kita buktikan!” Colvis langsung berdiri membuka Gasper import nya di depan Zia.
“Hey apa yang akan kau lakukan!” teriak Zia.
“Mau membuktikan kalah bawah jagung ku masih ori! Masih kuncup dan kepala botaknya berwana merah segar seperti buah pect” ucap Colvis.
Dalam hati Colvis berkata, “Ayo percayalah sayang! mudah mudahan kau tak curiga dengan merah merah di leherku ini, karena untuk melindungi nyawa ini aku harus mencubit kulit yang sekuat badak ini agar kau tak jadi melakukan apapun kepadaku. Meski kau kasar tetapi sejujurnya kau adalah mahluk paling lembut dan rapuh.”
Semalam Colvis mendengar sang wanita mengigau serta air matanya berderai entah apa yang dialami oleh wanita nya sehingga ia menjadi seperti itu. Bekas luka yang banyak membuat Colvis semakin ingin memiliki wanita itu.
“Gak usah buka bukaan Napa! sana pergi, aku mengampuni nyawamu kali ini.” ucap Zia langsung memasuki kamar mandi, sedangkan Colvis tak mau sia siap paginya ia langsung menarik tangan Zia.
Cup ... “Selamat tinggal Beby! Aku pulang dulu. Jika aku tak sibuk aku akan datang menemui mu.” bisik Colvis, langsung mengambil kaosnya lalu mengenakan begitu saja di depan Zia, mata Zia memandang leher Colvis ia masih tak percaya sisi buasnya.
Setelah berpamitan Colvis langsung keluar melalui jalan yang benar, sambil bersiul ria hingga tak sadar jika sedari tadi ia dilihatin oleh si Dokter kepo.
Plak ... Punggungnya di tepuk oleh Dokter Dion sahabatnya.
Buk ... Reflek Colvis berbalik arah langsung menonjok wajah tampan Dokter Dion.
“Aduh! Sakit bang•sat!” Dokter Dion merintih, mendapatkan bogem mentah tari si kapten tentara itu.
“Maaf! Aku kira siapa, ini namanya refleks bro!” ucap Colvis kepada sahabatnya itu, ia merasa kasian karena pipi gelowing milih dokter Dion harus bengkak sebelah dan tak lupa hitam seperti pantat wajah emak online.
“Bro, aku mau nayak nih serius!” ucap Dokter Dion.
“Nanyak apa?” tanya Colvis.
“Ellu ada apa sama si robot itu?” tanya dokter Dion kepo.
“Panggil dia kakak ipar!” ucap Colvis menarik kerah baju Dokter Dion.
“Ia, jangan tarik tarik gini dong! Sini aku bisikin sesuatu.” ucap Dokter Dion, saat ini menarik baju Colvis agar mendekat.
“Eh ... Kau tak tau ya! Itu wanita jadi jadian dan tukang pukul” ucap Dokter Dion, berusaha memberi tahu tentang Zia.
Sedangkan sedari tadi tingkah dokter Dion mulai mengintip kamar Zia sehingga mendapatkan bogem mentah dan saat ini, seakan pria itu memaksa Colvis menciumnya.
Yang memantau dokter Dion adalah Divya. Divya berjalan melawati sepasang pria yang seperti suka terong sama terong itu, “Ganteng ganteng Gay!” ucap Divya.
Sedangkan otak usil Colvis untuk mengerjai Dokter Dion muncul, “Dion aku masih normal, aku mencintai wanita. Jangan paksa aku!” ucap Colvis dengan suara sedikit keras dan masih di dengar oleh Divya.
“Sialan! Hey Dokter Kejam, siapa yang kau bilang Gay, Hah!” Pria itu langsung mengejar rekan barunya untuk menangani Qiana yang lagi Koma.
Mulai saat itu Colvis gencar mendekati Zia, malam kedua yang Zia takut takuti Colvis datang ternyata tak datang, tiga hari kemudian Colvis membawa bunga untuk Zia meski Zia tak menerima cinta Colvis, tetapi ia mengambil bunga itu katanya kasian bunganya tak salah meski tak menyukai orangnya.
Selama 3 bulan Qiana koma Colvis dan Zia mulai dekat, tetapi pada saat hati Zia sudah diambil oleh pria tampan itu Colvis tak menemui Zia, pria itu seakan ditelan bumi, pesan pun dari pria itu, Zia tak mendapatkannya.
...----------------...
__ADS_1
Hari ini Qiana sedang berlatih dengan Zia, bibi Rona datang ke arena tinju.
“Selamat sore Nona!” ucap Bibi Rona.
Latihan itu ia hentikan, “Kenapa bik!” jawab Qiana.
“Tuan mencari anda, dan dibawah ada Tuan Colvis.” ucap bibi Rona.
“Baiklah, latihan sampai disini dulu! Ada tamu di bawah.” ucap Qiana.
“Baik Nona! Saya masih mau berlatih.” jawab Zia.
•
•
•
Sedangkan dibawah Colvis sedang melihat kesana kemari. kelakuan Colvis tak lepas dari pengawasan Taksa.
“Kau mencari Zia, Kak!” tanya Qiana to the points.
“Ia ... Dimanakah pujaan hatiku berada?” tanya Colvis.
“Sebelum itu kau harus menjelaskan kau jelaskan kepada kami delapan bulan ini kau kemana saja?” tanya Qiana.
“Setelah aku terlahir mengunjungi kalian itu aku mendapatkan misi perang di Afghanistan, disana ada pemberontak dan perang besar. Mau tak mau aku terbang kesana karena para ******* melenyapkan nyawa anak anak. Tetapi sayang aku malah tertembak dan 5 bulan menjadi tahanan musuh dan melakukan perawatan tiga bulan lamanya. Ponselku juga hilang karena ledakan bom.” terang Colvis langsung membuka bajunya terlihat jelas luka jahitan yang masih perlu perawatan.
“Zia kau sudah mendengarnya kan! Sekarang kau temui lah dia. Kau bawalah Kakak ku ke ruang perawatan.” ucap Qiana yang kala itu baru mengangkat Colvis kakaknya.
Sedangkan rahang Taksa langsung kaku, apalagi ada seorang pria memperlihatkan tubuhnya kepada sang istri. Jiwa cemburu yang hakiki langsung mencuat keluar.
“Hem!” Taksa memberikan kode Tetang keberadaan nya kepada kakak beradik itu.
“Sayang, yuk ikut aku ada sesuatu yang harus kita bicarakan ini penting.” Qiana menarik tangan Suaminya membawa si pencemburuan buta itu jauh.
"GEDEBUK... AW sayang kau kdrt"ucap Colvis meringis, ia merasakan pinggangnya sangat sakit.
Melihat musuhnya tumbang dengan satu serangannya, Zia sedikit merasakan kasihan kepada laki-laki yang selalu memandang nya tak berkedip, seperti seseorang yang melihat mahluk terunik saja.
Zia yang merasa sedikit iba, tangan nya ia ulurkan kepada Colvis tapi wajahnya tak memandang laki-laki itu.
Pria yang membuat jantung nya berdetak dan pria yang meninggalkannya pas sayang sayang sayangnya saat ini berdiri didepan matanya
Awalnya Zia merasa iba terhadap pria itu tetapi saat ini, pria itu berbuat konyol yaitu memborgol tangannya.
Perdebatan kecil sehingga membuat beberapa salah faham dam mereka harus menikah dan itu perintah langsung dari Qiana.
Saat ini Sepasang calon suami istri itu terdiam di dalam mobil setelah pulang dari rumah QI.
“Lepaskan borgol ini!” ucap Zia.
"Hanya untuk berjaga jaga agar dirimu tidak melepaskan tanganku lagi sayang, kau sudah tau bukan tentang apa yang terjadi kepadaku sehingga tak memberikan kabar!" ucap Colvis.
"Buk" Sekarang tendangan Zia pas di pinggang Colvis.
"Aw.....Waduh bahaya ini, Kalog pinggang ku encok sayang".
"Masa depan ku bisa bisa terancam nih, dan alamat kamu bisa poliandri, karena aset abang sangat berharga setelah si jagung panas tentunya," Colvis terduduk, lalu sebelah tangannya memijat pinggangnya yang sakit.
" Kau harus tanggung jawab dengan menikahi ku saat ini sayang, wanita mana yang mau menikah dengan ku jika pinggang bermasalah, kau sudah menendang ku dua kali dalam sehari bagaimana jika aku menderita encok kepanjangan sungguhan." ucap Colvis sedikit dramatis.
"Oh, tidak" teriak Colvis ia merasakan saki di pinggang.
__ADS_1
"Rasakan itu adalah balasan untuk orang yang suka memberikan PHP," Tanya Zia yang kaget dengan teriakan Colvis.
Wajah Colvis terlihat setres melebihi ke lilit utang, "Ayo sayang jangan ngambek ya, nantik aku akan memberikan gaya yang bikin kau tak berpaling dariku," ucap Colvis fulgar.
Hari itu Zia sangat malu karena di kira berbuat Nunu Nana di kamar mandi dan Nonanya juga salah faham.
Setelah hari itu Colvis dan Zia mengadakan pernikahan yang memiliki kontroversi serta konflik yang menjurus titik awal pencarian Qiana, mengungkapkan semua Tetang kelahiran jalan menuju musuhnya hanya sejengkal tanah.
Begitulah kisah kesederhanaan cinta Colvis untuk Kanzia.
...----------------...
Cerita ini kembali dimana saat ini Zia tengah mengandung.
Hari ini adalah hari anak Mulin dan Rafael dilahirkan, para wanita hamil tengah melakukan pemeriksaan lengkap dan menunggu kapan persalinan akan terjadi. Para ibu hamil dilarang begadang dan melakukan hal yang berlebihan, belajar dari kejadian sebelumnya, kamar mereka saat ini berdekatan.
Tidak boleh bepergian dan selalu rajin mengecek, tentunya para pria di rusuh lebih menahan diri jika berhubungan, Karena mereka juga belajar dari Mulin yang akibat menyundul istrinya terlalu kencang dan dalam dua kali PP saat ini jam tayang ritual mereka di atur dengan ketat.
Jam menunjukkan angka 03:00 dini hari.
Zia terbangun karena ia merasakan mulas di perutnya.
“Aduh sakit perut ke WC kok pagi sekali sih!” omel Zia.
“Sayang! kau mau kemana?” tanya Colvis.
“Aku mau ke kamar mandi, perutku sakit” jawab Zia.
“Mari ku antar.” ucap Colvis dan Zia pun tak penolak karena ia sudah kesusahan untuk berjalan.
“Kau duduklah disini, aku akan berdiri depan pintu!” ucap Colvis, karena sang istri tak suka ditunggangi jika sedang di kamar mandi.
“Baiklah!” ucap Zia.
30 menit kemudian
“Yank ... Kau bertapa di kamar mandi? Kenapa lama sekali?” tanya Colvis.
“Tunggu dulu sepertinya aku terkena ambeien ini, lebih sabar ya!” ucap Zia dengan suara yang sedang mengeluarkan emas batangan.
~10 menit kemudian
“Yank tolong Yank, Rambut kelihatan!” jerit Zia dari dalam kamar mandi.
Colvis membuat pintu dan ia melihat istrinya duduk di lantai dengan keadaan sang bayi hampir keluar.
Colvis memencet tombol di sampingnya, “Tolong dokter suntik istirku agar bayinya masuk lagi!” jerit Colvis.
Nah loh Abang Colvis lagi panik😂
^^^~To be continued^^^
Terimakasih atas dukungan kalian di karya receh emak Liana 🙏🙏🙏
Jangan lupa
Like👍
komentar🗣️
Hadiah🎁🌹☕
Vote 🔥
__ADS_1
Bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐ di rating pojok popularitas karya ini.
Favorit ♥️ agar kalian mendapatkan notifikasi update karya ini