
...^HAPPY READING^...
Setelah memberikan suntikan kepada kedua orang itu, Zia dan Xiever menunggu efek obat itu berkerja, setelah dirasa cukup, mereka mengantarkan kedua orang itu kerumah sakit, dengan alasan jika Zia dan Xiever menemukan mereka di pinggir jalan dengan ke adaan pingsan.
Satu jam, dua jam hingga 3 jam kedua wanita itu masih pingsan di dampingi oleh ke para keluarga mereka.
"Ma bangun ma ada apa dengan mama sehingga pingsan di pinggir jalan dengan Sofia" ucap Adrian, sedangkan bapak adrian yang hidupnya selalu cuek sama keluarga sat ini sibuk memandangi gadgetnya.
"Pa bisa tidak hanpone papa di lepas dulu, papa lihat istri papa lagi sakit" pinta Adira kepada papanya.
"Tidak bisa Adrian.. papa sibuk. sepertinya mamamu cuma ke Capek an, dan saat ini tak ada luka gores di tubuh ibumu, kau rengek calon istrimu sana, kata dokter dia mengalami patah tulang lengan dan tak bisa di sambung lagi" suruh ayah Adrian itu tanpa melihat ke arah Adrian, ia masih sibuk dengan benda persegi panjang itu.
"Ahhh apa yang mereka alami Sampek tidak sadarkan diri seperti ini" Adrian frustasi, kepalanya seperti penuh akan beban saat ini, satu dia ingin memiliki sang istri lagi, tapi malah terhambat oleh keadaan ibu nya, kalau masalah Sofia Adrian sudah ingin memutus pertunangan mereka di waktu dekat ini.
"Ahhh dimana aku" ibu Adrian sadar
"Mama sudah sadar, mama sekarang ada di rumah sakit" ucap Adrian.
mama Adria berteriak "APA... Adrian panggil dokter sekarang" ucap ibu Adrian, tak lama setelah itu seorang dokter didampingi susternya.
"Bagaimana perasaan ada sekarang nyonya" tanya si dokter menanyakan keadaan nyonya lu itu.
"Aku tidak baik baik saja dokter kau tak lihat wajahku babak belur, aku ingin kau memVisum ku, aku akan membuat tuntutan" ucap ibu Adrian.
"EEEMbeeekk" bunyi kambing dibenak semua orang...
Mendengar kata ibu Adrian yang membingungkan, sebab semua orang melihat keadaan ibu Adrian itu dalam keadaan baik-baik saja, bahkan dari pemeriksaan yang mereka lakukan tadi hanya mengalami anemia.
__ADS_1
Dokter memecahkan suasana sedikit canggung "Maaf nyonya apa tadi anda bermimpi, anda tidak kenapa-kenapa anda hanya menderita anemia"
"Apa katamu... anemia... kau di bayar berapa sama wanita murahan itu hingga kau membantu menutupi keadaan ku kepada keluarga ku..." bentak nyonya lu sambil menarik kerah baju dokter nyonya lu.
"Mama apa yang mama lakukan" Adrian marah sebab ibunya aneh hari ini.
"Adrian mereka orang orang yang di bayar ****** itu untuk menutupi kejahatan nya, ayo kita mencari rumah sakit lain, aku ingin melakukan Visum, dan menuntut Qiana sebab wanita itu yang mencelakai ku hingga babak belur seperti ini, jika tak percaya kau datang ke Mall terbesar di kota ini, semua karyawan butik pakaian dalam Meraka semua adalah saksinya dan satu lagi Sofia pun juga saksinya".
"Tapi ma jika mama mendapatkan penyerangan di tempat ramai pasti Qiana saat ini sudah di kator polisi, semua kejahatan akan di lakukan di tempat sepi, dokter mau visum bagian tubuh mama yang mana jika saat ini tubuh mama tak memiliki bekas seperti orang mendapatkan kekerasan" ucap Adrian berusaha sabar.
"Silahkan anda lihat wajah anda nyonya, wajah anda masih cantik tak tergores sedikit pun" suster perempuan yang selalu membawa cermin kecil di kantongnya menyodorkan cermin itu.
nyonya lu langsung berkaca, ia melihat wajah nya lebam hingga tak berbentuk. "Prang" ibu Adrian melemparkan kaca ke tembok.
"Apa mata kalian semua buta, aku melihat wajahku jelek dan rusak seperti ini kalian bilang tidak apa-apa, hah" teriak ibu Adrian sambil melempar barang di dekatnya " prang... prang... prang "
"Plak" ayah Adrian menampar pipi istrinya "Aku sudah bersabar tadi, kau kenapa mengamuk,,, yang di katakan dokter itu semua benar" ayah Adrian sudah tiada sabar.
"Mohon jangan menggunakan kekerasan tuan, anda bisa menyakiti pasien" dokter itu tak suka dengan sifat tuan Lu yang suka main tangan.
"Hendra Lu kau memukulku,,, semua orang disini sudah di bayar berapa oleh wanita itu, sini kalian semua aku akan menusuk kedua mata kalian agar sekalian tak melihat, wajah cantikku yang aku rawat menghabiskan jutaan bahkan miliaran rupiah kalian tak pedulikan" ibu Adrian itu memberontak.
Dengan sigap semua orang memegang tubuh nyonya lu, lalu sang dokter menyuntikkan obat penenang ke tubuh wanita paruh baya itu. "Tuan lu bisa anda ikut ke ruangan saya" ucap si dokter Setelah memastikan nyonya lu tertidur. Kedua tangannya di ikat di samping kanan dan kiri brankar agar ketika sadar nanti tidak mengamuk.
Dengan masih mempertahan kesadaran nya nyonya lu bergumam "Adrian wanita itu wanita jahat sampai matipun ibu tak merestui kalian"
"Maaf Bu... Mulai sekarang aku bertekad memiliki istriku kembali bagaiman pun caranya .. kau istirahat lah aku akan ikut keruangan dokter, dan ayah jaga ibu baik-baik" ucap Adrian.
__ADS_1
"pergilah..." ucap ayah Adrian., tiba-tiba hanpone ayah Adrian berbunyi.
"Halo sayang.. istriku lagi masuk rumah sakit , nanti aku akan ke apartemen mu, dandan lah yang cantik.. mood ku sedang kurang baik ok... emuach" pria paruh baya tersenyum, mendapat telpon dari simpanannya selama ini.
Sedangkan Adrian saat ini memasuki ruang dokter.
"Silahkan duduk tuan Adrian" Dokter mempersilahkan Adrian duduk.
"Maaf sebelumnya tuan... dari yang saya periksa ibu ada mengamini gangguan mental sebab kami sudah memeriksa tubuh ibu anda secara menyeluruh sebab wanita yang bersama ibu anda mengalami patah tulang, kami khawatir ibu ada mengalami luka dalam, sepertinya ibu anda syok meliahat orang yang ia benci lalu berusaha mengejarnya, mungkin saja nona sofia yang kala itu menemani ibu anda berusaha menahan tubuh ibu anda sehingga mengakibatkan benturan keras di lengan dan kepalanya, kami pihak rumah sakit tak bisa meminta keterangan nona Sofia sebab beliau saat ini nona Jenita mengalami lupa ingatan tentang hari ini mungkin akibat benturan di kepala nya yang membuat memory nya terganggu, dan dari pemerintah kedua pasien tak ada tanda-tanda penyiksaan di tubuh nya." ucap dokter
"saya berusaha menyembuhkan ibu saya dan tolong sembuh kan calon istri saya, masalah biaya saya akan membayar nya" pinta Adrian merasa bersalah dengan keadaan calon istri nya yang sebentar lagi ia putus hubungan nya.
~sedikit informasi keadaan kedua orang saat ini efek obat yang disuntikkan ke tubuh masing-masing.
Bagaimana menurut kalian pembalasan awal Qiana .
jangan lupa like dan komentar..
jangan lupa vote nya..
lebih dari 10 vote ...
episode selanjutnya meluncur hari ini.
selamat hari Senin ... selamat beraktifitas ... selalu menjaga kesehatan dan terimakasih atas dukungan dari kalian untuk karya receh ini....
^^^~To be continued^^^
__ADS_1