Kehidupan Kedua Sang Putri

Kehidupan Kedua Sang Putri
Pertemuan Qiana dengan Taksa


__ADS_3

...Hai ... hai... hai... para reader emak yang cantik cantik dan ganteng ganteng....


...tak terasa kehidupan kedua sang putri sudah 120 episode loh.....


...dan 3 bulan ini emak menjadi seorang author....


...emak ucapkan banyak banyak terimakasih atas semua dukungan kalian buat emak tanpa kalian karya emak ini kagak bisa sampai di sini....


...maaf jika performa upnya semakin kesini semakin lambat, emak masih dalam mode proyek cerita baru yang sebagian kalian sudah baca....


...dan emak ucapkan banyak banyak terimakasih sudah mampir di gubuk reyot nya Si Sri, Geffen dan Maya....


...Cerita ini sungguh membuat saya naek jatuh bangun selama beberapa purnama....


...terimakasih bagi para pembaca yang masih setia membaca baik buruknya karya saya....


...*sungguh Liana bahagia menjadi seorang penulis meski kagak di gajih karena kalian menikmati karya Liana yang super receh ini....


...yang bikin Liana semangat adalah kekompakan kalian terhadap karya Liana , jika berkenan follow akunku, mari kita saling kenal dan sharing, jika berminat masuk yuk grup cat Liana disana banyak para pembaca yang bergabung, Liana ingin kenal dengan wajah wajah pendukung karya milik Liana ini*,...


...Terimaksih sudah menghargai cerita Liana dengan komentar dsb, Bahakan komen kalian Liana lihat satu satu, Liana Sampek macem emak penerima tamu di hajatan tetangga saja setiap ada yang komen emak jabanin, tapi kalog dah kelewatan mohon di maklumi mungkin mata emak lagi jeding....


...Yuk Ed FB aku Nyoman ayu Wijaya......


...kalog IG ku marfa.Yulian , tapi maaf jarang buka IG, Kalog buka mungkin sebulan sekali ....


...Salam dari bali untuk kalian , siapa tau ada tetangga saya yang baca dan bisa emak ajak ngerumpi 🤣🤣....


...* * * * * * * ^•^* * * * * * *...


...~•^HAPPY READING^•~...


...* * * * * * * ^•^* * * * * * *...


Suasana yang mirip sekali dengan film India kuch kuch hota Hay, menceritakan tentang Sahrul Khan yang menjadi rebutan Kajol dan Rani Mukherjee, bedanya ini cerita ini si Qiana menggantikan peran Sahrul kan, kalian pikirkan yang mana Kajol dan dan Rani diantara Taksa dan Abraham.


Tapi sayangnya si Qiana di tangkap sama salman kan alias Colvis.


mohon dimaklumi si otor nonton kaset India lawas terus dari kemarin nemenin si nenek agar gak minggat karena cucunya kagak temenin dia nonton.

__ADS_1


kembali ke capter...


Colvis yang mendapatkan pelukan hangat Dari Qiana langsung sigap memegang punggung Qiana, tiba-tiba ia merasakan tangannya basah, lalu matanya membulat "Darah" gumam Colvis.


Mendengar gumam Colvis, Zia yang berada paling dekat nonanya, langsung sigap menghampri Qiana "Nona anda tidak apa-apa?" nada panik Zia membuat laki-laki yang berdebat tadi langsung ikut panik.


Dengan sigap Taksa menarik tubuh sang istri "Sayang kamu kenapa" Taksa panik karena darah di punggung Kinan banyak bahkan melingkar seperti piring.


"Panggil dokter jika tidak aku ledakkan tempat ini" Teriak Taksa murka melihat sang istri mengalami luka, kalian tidak ingat apa j istrinya datang bulan saja ia Sampek hebohnya tingkat dewa, apalagi ini, separuh nyawanya langsung melayang meliahat sang istri menderita seperti ini.


Taksa langsung mengambil sang istri dari pelukan Colvis lalu membawanya ke dalam mobil Kusus di siapkan oleh mereka jika terjadi sesuatu dengan Qiana, mobil itu macam ambulan tetapi fasilitas nya kelas VIP, bahkan di dalam tak kalah lengkap dengan ruangan UGD rumah sakit.


Sudah ada dokter yang siap menangani Qiana disana, "Seperti nya kita harus membawa nona ke markas tuan, luka nona terbuka kembali karena loncat di lantai 4," ucap Anak buah Qiana yang Khusus medis.


"Biar aku Bawa mobil nya kau jaga wanita di sana" ucap Abraham pada Taksa. "Dan kau masih mau bengong di sana" ucap Abraham kepada Colvis yang masih bengong melihat darahnya.


Mendengar panggilan Abram, Colvis langsung sadar lalu ia masuk ke mobil penumpang.


Dengan sigap Abraham lansung masuk kedalam mobil, ia mengendarai mobil kencang seperti ular karena hanya orang orang Abraham yang tau jalan pintas dan cepat keluar dari hutan itu.


"Mama sering mencari mu, kau tak pernah pulang menengoknya" ucap Colvis memulai pembicaraannya.


"Kenapa kau tak pernah pulang ke rumah?" tanya Colvis.


"Aku tidak akan pulang sebelum menemukan mereka" ucap Abraham.


"Sudah 16 tahun mereka menghilang, dan kita sudah berusaha mencari mereka tapi hasilnya nihil, aku mencari mereka melalui negara, dan demi mereka kau mengambil alih dunia mafia itu" ucap Colvis.


"Apapun akan ku lakukan untuk menemukan mereka meski aku harus menaklukan suatu negara". ucap Abraham dengan tekat yang kuat.


"Keluarga kita sudah menyerah, dan menganggap mereka sudah tiada, tapi kau masih belum mau menyerah" ucap Colvis.


"Kau tak pernah merasakan persaan bersalah tak bisa melindungi orang yang kita sangat sayangi, dan jika kau berada di posisi ku dulu, aku pastikan kau akan merasakan apa yang aku rasakan, kita melihat dengan mata kepala kita sendiri kedua orang yang paling kita sayangin di ambil di hadapan kita".


"Kau terlalu jauh mengembangkan dunia mafia mu kak" ucap Colvis.


"Aku hanya menjalankan sesuatu peninggalan keluargaku, dan aku selalu menengok mama" ucap Abraham raut wajah yang menggambarkan kesedihan.


"Aku sedih melihat mama seperti itu kak, aku selalu menugaskan kelompok tentaraku untuk mencari mereka, karena aku yakin mereka masih hidup" Colvis memandang langit langit kap mobil itu, pikirannya menerawang ke masa lalu.

__ADS_1


setelah percakapan dua orang itu keduanya langsung terdiam.


Entah apa yang mereka pikirkan, dan merek ceritakan itu adalah sebuah misteri hanya author yang tau🤣.


......* * * * * * * ^•^* * * * * * *......


Perjalanan yang sangat menegangkan bagi semua orang tetapi tidak dengan Qiana, karena tadi Qiana hanya memejamkan mata di pelukan Colvis untuk melepaskan rindu kepada kakak nya, ia sangat ingin menyentuh Colvis tapi sama sekali belum kesampaian.


~Dikursi belakang.


"Sayang jangan tidur, Jagan tinggalkan aku lagi," Taksa mencium tangan sang istri dengan air mata mengalir di pipinya, entah tangisan haru atau duka melihat sang istri Langi terluka hanya Taksa lah yang tau.


"Apaan sih hubby, aku tuh gak papa, tadi aku sedikit lemas mungkin sedang mabuk udara. pas loncat itu sepertinya jahitan ku robek, lihat aku segar kayak gini kau cemaskan aku". Omel Qiana, ia sangat bahagia bisa melihat suaminya lagi, pada saat punggungnya terluka ia sangat akut lagi akan kematian, mungkin luka di punggung mempunyai trauma terdalam untuk Qiana.


Mendengar ocehan sang istri Taksa langsung memeluk tubuh Qiana penuh haru. "Kau jahat padaku, kenapa kau tinggalkan aku begitu lama, kau tak tau jika hidupku tak di dampingi oleh mu makan jiwaku ini mati, kau sudah merebut seluruh hatiku, dan dimasa depan aku tidak mengizinkan dirimu pergi jauh tanpa ku, aku akan membawamu kemanapun mau itu bekrja, makan, tidur, aku ingin kau selalu ada di depan mataku Qian. "


"Ulangi hubby , kau memanggil ku apa tadi ?" ucap Qiana.


"Qian, nama itu Khusus aku yang boleh memanggil mu seperti itu


"Taksa semakin mendekap tubuh istrinya agar dokter lebih mudah merawat luka Qiana.


"Aku suka kau memanggil ku dengan sebutan Itu" ucap Qiana, ia suka ada orang yang memanggil nama aslinya.


"Baiklah aku akan memanggil namamu Qian, di setiap si Jery masuk terowongan Kasablanka, bahkan aku akan meneriaki nama mu keras keras di setiap pelepasan, sudah lama si jery nggak ngapel sama terowongan Kasablanka." ucap Taksa dengan genitnya, ia mengalihkan pembicaraan dengan sang istri agar istrinya itu rileks pada saat diobatin oleh dokter.


"Dasar Mesum" Wajah Qiana memerah mendengar gombalan sang suami yang Omes itu, lalu tangannya mencubit perut roti sobek milik Taksa.


"Aww, sakit sayang" Taksa merintih.


"Itu balasan untuk laki-laki mesum macam kamu yang pikirannya hanya terowongan saja..... Aw" sekarang giliran Qiana yang merintih karena anak buahnya mengganti perbannya.


Agar sang istri teralihkan tiba-tiba Taksa nyosor bibir Qiana yang terlihat menggoda.


Ketika bibir Taksa menempel Qiana sungguh kaget, tetapi untuk sesaat saja kekagetan itu terjadi karena bak ada lem kasat mata antara pertemuan bibir itu saat ini si bibir lagi saling belit dan tarik tambang, entah siapa yang menang antara mereka.


Tiba-tiba otak waras Qiana sadar jika di mobil itu bukan hanya mereka melainkan di Zia dan Yumna.


^^^~To be continued^^^

__ADS_1


__ADS_2