Kehidupan Kedua Sang Putri

Kehidupan Kedua Sang Putri
Aksi taksa


__ADS_3

...^HAPPY READING^...


~flashback pada saat Qiana menggila.


Pada saat si nenek lampir dan calon menantunya si Suketi menyapa Qiana, Taksa sebagai orang yang paling mengerti keganasan sang istri ia dengan sigap menelpon pihak direktur Mall ini yang merupakan milik Keluarga WU.


"Kau tutup Mall sekarang juga, dan instruksi kan semua karyawan mu di bagian butik baju dalam, untuk tidak berbuat apapu, biarkanlah keributan terjadi di toko itu karena gadis yang diserang itu adalah kekasih ku" ucap Taksa kepada anak buahnya yang bertanggung jawab menjadi direktur pusat perbelanjaan yang terbesar dinegara itu, Taksa bak cenayang yang mengetahui apa yang akan terjadi setelah ini, ia sudah mengantisipasi keadaan terlebih dahulu.


"Baik tuan" tanpa bertanya dia langsung menjalankan perintah sang bos besar.


Setelah Taksa menyuruh Mall itu tutup, posisi Taksa yang saat ini berada di Cafe sebelah langsung memencet jam tangan pemberian istri nya lalu berkata "Sayang pasti kau tau keberadaan kami, bersenang senang lah, suamimu sudah membuat jalan untuk mu" ucap Taksa, lalu memasang earphone di telinganya untuk mendengarkan percakapan di ruang itu.


"Kenapa kau menutup Mall ini" tanyak tuan Danendra WU ayah Taksa itu melihat tingkah gila anaknya yang menutup Mall mereka," Apa putranya ini tidak tau jika menutup Mall ini akan mendapatkan kerugian tak sedikit" ayah Taksa itu membatin.


"Ayah akan tau alasan ku Setelah ini" ucap Taksa, demi sang istri apapun akan ia akan lakukan, meski istrinya melakukan sesuatu kriminal sekalipun, maka dia sebagai suami akan melindungi nya dengan sekuat tenaga, asal hati istri senang maka Taksa sebagai suami akan menjadi papa peri untuk mengabulkan keinginan sang istri meski disuruh pergi ke neraka untuk ber negosiasi dengan malaikat penjaga pintu neraka agar sang istri mendapatkan tempat ekslusif di neraka nanti.


"Ayah akan iri melihat kehebatan istriku nanti," Taksa membanggakan sang istri didepan ayahnya itu, lalu membuat panggilan untuk asisten nya.


"Ia tuan" jawab Mulin di sebarang sana.


" Pergi ke bank... tarik uang ku disana, 5 Milyar US Dollar lalu susul aku ke Mall pusat WU" ucap Taksa.


"Baik tuan" setek mendapatkan jawaban dari asisten Mulin Taksa langsung mematikan telponnya sepihak.

__ADS_1


"Buat apa kau membutuhkan uang sebanyak itu, apa ATM mu di blokir oleh phak bank" tanya ayah Taksa lagi


"Ayah bisa diam tidak, lama-lama aku merasa ayah menjadi seorang wartawan, apa mungkin ayah butuh kerjaan Semenjak 5 tahun yang lalu aku mengambil alih pekerjaan ayah di kantor." Ucap Taksa.


"Dasar anak laknat, ayah itu nyantai kerja dari rumah untuk mengawasi mu dari jauh, kau tau sendiri kan mama mu sampai saat ini belum sehat, bahkan keinginan mamamu untuk berjalan lagi sudah mulai meredup" ayah Taksa itu sedih mengingat sang istri tercinta.


"Plak ..." Taksa menepuk bahu sang ayah "Ayah tenang saja, mulai saat ini kalian tak usah pergi kemana karna mulai saat ini menantu ayah yang akan menangani kesehatan mama, ayah tau tidak jika QCL teknologi dan farmasi yang selalu di bicarakan oleh kalangan pembisnis, bahkan QCL adalah pencetus penawar untuk Virus Ebola dan ayah harus tau jika istriku lah pembuat penawaran itu dibantu para orang jenius di belakangnya, aku yakin mama akan cepat berjalan jika berada di tangan istriku, dan ayah lihat itu dua wanita yang mendekati istriku, mereka adalah orang-orang dari masa lalu istriku, karena berhutang budi kepada mendiang nyonya tua Lu, istri ku bersedia menikah dengan putra keluarga lu dengan menjadi istri di atas kertas saja, sebab istriku banyak menderita karena mereka, ayah pasti sudah menyelidiki tetangga istriku yang merupakan janda" ucap Taksa panjang lebar.


"Identitas istrimu sangat mengagumkan Taksa, kau di berkati, ayah hanya menyelidiki garis besarnya saja untuk istrimu itu, asal tak berbahaya, ayah mah ok ok saja, kau harus melindungi istrimu Jagan sampai terjadi apa apa padanya," ayah Taksa itu panik.


"Duduk ayah, selama mereka tidak menyentuh sedikit tubuh istriku, aku disini berperan memberi jalan dan memuluskan semau yang istriku ingin lakukan ... hanya dua ekor semut seperti mereka saja tidak ada apa-apa nya di mata istriku, istriku hanya mengaggap mereka sebongkah upil yang tak berharga..." ucap Taksa.


"Kau suami tega sama istri, jika itu ayah sudah ayah sembunyi kan istri ayah dalam keteak ini agar dunia yang penuh kekejamanan ini tak menggores sedikit pun kulit istri ayah" ucap ayah Taksa yang tak habis pikir.


"Kondisikan penglihatan ayah, ayah tidak boleh melihat istriku dengan seperti itu, ayah sudah memiliki wanita tersendiri" jiwa pencemburu Taksa meronta ronta melihat pria lain memandang istrinya, meski yang melihat itu adalah ayahnya sendiri.


"Cih dasar posesif... ayah tidak akan menaruh hati kepada menantu ayah, istriku adalah pelabuhan terakhir ayah" ucap si ayah dongkol.


"cihh.. justru Mantan Casanova cap cicak seperti ayah ini harus membuat semua laki-laki yang memiliki istri istimewa seperti ku ini harus waspada, siapa tau ayah meliahat istriku tiba-tiba ayah mengalami puber ke dua" ucap Taksa.


"Tenang saja Paku ayah hanya mau masuk ke goa ibumu" bangga si ayah Taksa.


( didalam istri istri mereka lagi melawan dua nenek sihir , di luar suami mereka berdebat satu sama lain, merebutkan siapa yang unggul )

__ADS_1


"Brengsek gue di katain akik akik" umpat Taksa tak terima si nenek lampir mengolok istrinya itu menjadi simpanan akik akik.


Taksa sudah di dongkol di ubun ubun langsung masuk ke dalam toko pakaian dalam itu, menyaksikan sendiri mulut si nenek lampir mulutnya di jejjel CD diskonan oleh sang istri, sedangkan si Suketi tangannya patah.


dan wajah mereka yang terawat sudah babak belur sampai tak berbentuk.


Setelah dua wanita itu di seret keluar oleh Zia dan Xiever, baru giliran Taksa bereaksi.


"Mulin kau berikan uang itu pada saksi mata, uang itu adalah uang tutup mulut, data setiap orang yang berada di tempat ini jika salah satu di antara mereka ada yang membocorkan kejadian di tempat ini, maka hancurkan karir dan perusahaan perusahaan milik keluarga mereka." ucap Taksa lantang.


Semua orang mendengar pengumuman dari orang terhebat di negara ini memilih mencari aman, mereka semua memberikan hanpone kepada mulin, dan berjanji tidak akan membocorkan kejadian ini. Karena semua orang di temapat ini ingin hidup tentram dengan kekayaan mereka, toh menurut mereka GK ada gunanya membantu nyonya lu itu jika nanti mereka membantu nyonya lu itu maka semua orang akan hidup sengsara.


*


*


*


Sedangkan dilain tempat dua orang wanita dengan keadaan pingsan karena di pukul oleh anak buah Qiana, agar memudahkan menggeret tubuh keduanya agar tidak berontak, dalam keadaan pingsan itu juga kedua orang bawahan Qiana menyuntikkan cairan obat ke tubuh masing-masing orang yang telah menganggu ketenangan nona mereka.


" APA YANG TERJADI SETELAH INI KEPADA KEDUA ORANG INI ,, TUNGGU DI EPISODE SELANJUTNYA "


^Sepia amat ya kayak kuburan... apa karena episode kali ini Liana Bawak nenek lampir sama Suketi..^

__ADS_1


^^^~To be continued^^^


__ADS_2