Kehidupan Kedua Sang Putri

Kehidupan Kedua Sang Putri
sarapan pagi


__ADS_3

...^HAPPY READING^...


Jam dinding kamar mewah melebihi kemewahan hotel bintang lima, saat ini menunjukan jam 11 siang.


Meski matahari sudah berada di atas kepala, tak membuat dua pasang sejoli yang semalam bertarung habis-habisan itu.


Kamar mewah itu yang setiap harinya tertata rapi, sekarang bak terkena badai bantal berjatuhan di lantai,


Pakainya berserakan di mana-mana, sampai kaca mata pembungkus Bakpau daging Qiana ada di kepala ranjang bergelantungan.


Bendera segitiga berwarna hitam pasangan dengan kacamata Bakpau nya itu nyasar di atas lampu tidur sebelah nakas,


Sebab jam 7 pagi setelah sarapan mereka mengulangi pertarungan sengit di pagi hari yang mengakibatkan bertambah banyak kain berserakan.


Pagi jam 7 Taksa terbangun karena lapar sebab ia semalam cuma makan roti isi pemberian dokter Dion yang jauh dari kata layak menurutnya.


Jika tak memikirkan sang istri yang membutuhkan makan dan minum obat, ia tak akan membiarkan istrinya memakan makanan sampah menurutnya,


~Flashback jam 07:00 pagi tadi


Taksa terbangun dari tidurnya di, ia hanya tertidur 3 jam setelah pergulatan panas terakhir mereka.


Taksa memencet tombol di sebelah telpon kamarnya, untuk menginstruksikan kepada paman Desmond untuk mengirim sarapannya ke kamar.


Saat ini Taksa melihat wajah cantik bidadari hatinya yang tertidur, dan bidadari itu adalah istrinya,


Kulit istrinya putih mulus dan kinclong itu sudah seperti macan tutul di sekitar daerah daerah tempat favorit Taksa sejak semalam, bekas itu sangat jelas akibat perbuatan nakal Taksa yang kesurupan semalam.


"Aku sangat galak rupanya semalam" Taksa meringis melihat bekas itu yang sangat banyak.


Jika ia menyebut kata istri jantungnya bergemuruh , jantungnya berdetak 100 kali lipat seperti biasanya.


Ia tak menyangka kejahatan seseorang membawa gadisnya ralat wanitanya berada di pelukannya saat ini.


Jika tidak ada insiden itu Taksa belum yakin bisa menaklukan dinding beton tebal yang istrinya tanam di sekitarnya itu selama ini.


Jika mengingat Jenita, hatinya sangat marah kepada ular itu, ia akan memberikan ganjaran karena telah mengusiknya, jika boleh jujur hati kecilnya berterima kasih yang amat besar,

__ADS_1


Sebab karena Jenita ia menjadi kan kekasihnya yang tak tersentuh datang kepadanya dan memberikan pernikahan yang hanya menjadi angan angannya selama ini.


Memikirkan tentang pernikahan memory otaknya berputar mengingat pertarungan malam mereka yang sangat bermakna untuk mereka, apa lagi tadi malam ia mendapat sesuatu yang paling berharga yang dimiliki oleh istrinya.


Hatinya tak percaya jika ia adalah yang pertama kali untuk sang istri, padahal selama ini ia menerima status janda istrinya, dan tak memperdulikan laki-laki yang sudah pernah menyentuh istrinya.


Taksa ingin tau siapa mantan suami Qiana, yang telah menyia-nyiakan istrinya dulu, ia ingin mengucapkan terima kasih sebab laki-laki itu tak pernah menyentuh istrinya.


Jika ia mengingat pernikahan kilat ia merasa bersalah sebab pernikahan mereka tak melalui lamaran romantis, dan gaun pengantin yang terbalut di tubuh indah Qiana,


Taksa merasa kekayaannya saat ini sia sia , untuk memberikan pernikahan termegah sekali dalam hidup kekasihnya itu pun tidak, ini semua gara-gara si ular, Taksa akan mengahancurkan karir dan kebanggaannya selama ini,


Ia akan mengampuni keluaga wanita ular itu semata-mata untuk terimakasih nya sudah menjadi penyebab pernikahan Taksa dan Qiana.


Dan dia amat bersalah waktu si Jery masuk terowongan untuk pertama kali, berbuat kasar, ia ingin menjedukkan kepalanya ke dinding saat ini.


Lamunannya buyar ketika ketukan 3 kali diam selama satu menit disusul 2 kali ketukan dari luar itu pertanda paman Desmond.


Sebab Taksa membuat peraturan di rumah atau di perusahaan, untuk asisten pribadinya yaitu 3 kali ketukan diam selama satu menit disusul 1 kali ketukan.


Jika untuk sekretaris nya ia 3 kali ketukan di jeda 1 menit disusul 4 kali ketukan, sebab Taksa tidak menyukai kebisingan.


"Ceklek....." bunyi pintu dibuka, Taksa memunculkan kepalnya keluar, ia tidak membuka pintu sebab ia tak rela pemandangan indah istrinya yang terlelap di nikmati oleh orang lain meski paman Desmond sudah tua tapi ia juga laki-laki, jiwa posesif nya kambuh jika menyangkut istrinya itu.


"Selamat pagi tuan, saya mengantarkan sarapan Anda dan nyonya muda"


"Hemm" deheman saja yang Taksa berikan dan Taksa cuma mengangguk kan kepalnya kepada pelayan setianya itu.


Mendengar kata nyonya muda dari paman Desmond membuat senyum tampannya tercetak jelas , ia sangat bahagia, paman Desmond pun sangat bahagia dengan kebahagiaan tuannya itu.


Setelah paman Desmon pergi Taksa membuka lebar pintu kamar, ia mendorong troli yang berisikan bermacam-macam hidangan makanan untuk mereka berdua.


Taksa menata makanan mereka di balkon kamar mereka, ia membangunkan istrinya agar sarapan.


"Cup.... sayang bangun ini sudah pagi sarapan dulu, lalu minum obat mu, sebab pagi-pagi buta Dion sudah mengantarkan obatmu ke Mansion" Taksa mengecup beberapa kali kening Qiana


"Sudah pagi" ucap Qiana sambil meregangkan ototnya," aww" ketika bergerak kema**an nyeri.

__ADS_1


"Sayang kau tak apa-apa??" Taksa khawatir


"Apanya yang GK papa, di bawah sana nyeri, akibat ulah si Jery mu yang kesurupan itu."


"Maafkan aku sayang, ayo aku gendong kamu, kau harus cuci muda dan gosok gigi kita harus sarapan, tadi sebelum tidur kita sudah mandi, aku yakin kau lapar"


Tanpa aba-aba Taksa mengendong tubuh Qiana hati-hati ke kamar mandi, ia mendudukkan Qiana didepan cermin kamar mandi, mereka sama-sama menggosok gigi, dan Taksa mencuci wajah cantik Qiana dengan waslap yang sangat lembut menggunakan air hangat dari wastavel disebelah Qiana yang sedang duduk.


Mereka melewati makan paginya sangat lahap, sebab perut mereka sangat kelaparan,


Setelah makan, Qiana berdiri di balkon, sepasang tangan memeluknya posesif,


"Cup" Taksa mencium ubun-ubun Qiana.


"Sayang maafkan aku semalam"


"Tidak apa-apa kita sah menjadi suami istri itu sudah kewajiban ku"


"Panggil aku sayang atau baby sayang" pinta Taksa.


"Itu menggelikan Taksa"


"Biarpun cintamu belum milikku seutuhnya, setidaknya ketika kau memanggil sebutan sayang, aku merasa dicintai juga" nada sedih Taksa.


"Qiana yang merasa bersalah langsung membalikkan tubuhnya, ia berjinjit...." cup... hubby.... aku akan memanggilmu itu" wajah Qiana memerah sebab pertama kali Qiana berinisiatif menciumnya.


"Honey aku akan memanggil itu honey ,,, sebab kau candu ku... cup ..." Taksa membalas ciuman Qiana dengan ******n dan entak mereka sadar mereka memulai pemanasan berperang lagi.


"Sepertinya si jery butuh sarapan juga honey..."


"Tunggu temapat tidurnya berantakan"


"Tidak papa, aku sudah mengganti seprainya tadi jam 5, kau tak melihat jika di kursi kita ada seprai digulung disana... ayolah honey .... sudah bangun tuh si Jery"


Mereka mengulangi pertempuran di pagi hari tanpa pengaruh di obat apapun.


~Flashback Off

__ADS_1


^^^~To be continued^^^


__ADS_2