
...^HAPPY READING^...
"Qiana" panggil seseorang dari arah belang, lalu "Grep" orang itu memeluk tubuh Qiana.
"Hey jal*Ng kecil rupanya kau masih hidup ,,, buat apa kau menginjakkan kaki miskin mu disini. kau ingin kembali ke kehidupan calon suamiku, kenapa kau masih hidup, padahal kau sudah terjatuh dari jembatan itu."
"Rupanya kau memiliki simpanan nyawa untuk hidup kembali, dan wajahmu cukup tebal berani datang kesini,"
"Ngomong-ngomong dimana kau melakukan oprasi plastik yang sangat sempurna ini, ohhh apa kau mencuri uang Adrian untuk memperbaiki wajah mu itu, meski wajahmu cantik yang namanya orang kampung tetap orang kampung yang miskin, nanti aku akan bilang sama Tante lu jika kau mencuri beberapa sen dari Kediaman lu mereka."
"Kau kembali kesini mebawa wajah cantikmu itu untuk menggoda adrian tunangan ku ?,"
"Aku Sofia tidak akan membiarkan mu mendekati kekasihku, dan dengar ini baik-baik aku Sofia Agata akan membunuhmu saat ini juga, jika apa yang aku ucapkan panjang lebar tadi kepadamu benar adanya" bisik Sofia panjang lebar seperti panjang rel tanpa melepas pelukannya terhadap Qiana.
sedangkan Qiana berusaha mati-matian menahan agar tak memenggal kepala wanita yang telah lancang menyentuh tubuh berharganya hanya karena ingin mengetahui apa yang wanita ini katakan, sedangkan hati Qiana sedikit gelisah dengan apa hukuman untuk nya entar malam, sebab suaminya saat ini melihat semua kejadian di tempat ini melalui laptop yang terhubung dengan Yury yang sedari kemarin ia meretas CCTV kantor milik Adrian ini.
(Wanita ini tidak tau jika Qiana bersentuhan dengan mahluk yang namnya manusia tak membedakan jenis kelamin maka siap-siap dicemburui oleh suami posesifnya Qiana, bahkan hewan semut yang terkecil pun menempel ditubuh sang istri pasti akan dicemburui juga oleh pawang Qiana itu, para pembaca pun sudah tau bagaimana keposesipan seorang Taksa).
Sedangkan Sofia demi Citra baiknya di Kalayak umum, ia memilih memeluk tubuh Qiana untuk membisikkan kata-kata jahat pada Qiana agar tak terdengar oleh orang lain. jika orang lain melihatnya mereka seperti sahabat yang sedang melepas rindu.
Sofia sungguh syok meliahat keberadaan wanita penghalang untuk nya ini ternyata masih hidup, ia tak ingin memaki berperilaku kejam di depan banyak orang seperti ini.
"Aku kesini memang benar ingin mencari Adrian, dan apa kau bilang tadi calon tunangan, hanya calon kau banggakan, istrinya saja dia mudah mencampakkannya, apalagi hanya calon tunangan aku bisa membuat predikat calon tunangan itu saat ini terlepas dari dirimu" Qiana memancing amarah wanita ini, dan berusaha bersabar dengan sentuhan wanita ini sebab Qiana pribadi tak suka di sentuh dengan dengan lancang wanita ini menyentuh nya, rupanya takdir ingin mempertemukan mereka terlebih dahulu.
Sofia yang mendengar ancaman Qiana sedikit menciut di depan wanita ini sebab dari segi penampilan ia sangat gelamor dan di penuhi barang branded, sedang kan Qiana ia hanya mengunakan baju santai yang tak sebanding dengan nya, tetapi yang membuat ia sangat iri dan pangling dari wanita ini yaitu wajah Qiana yang sangat cantik tanpa riasan sekalipun, meski dulu memang cantik tetapi ditutupi oleh kacamata tebal dan jerawat bertebaran, tapi saat ini wajah Qiana glowing mulus bahkan semut terpleset jika berdiri di wajah Qiana, dan Qiana yang di hadapannya Sofia saat ini 180% berbeda saat ini Qiana memiliki aura sangat mendominasi serta sangat menakutkan.
Karena Sofia mendengar kata-kata Qiana kepada resepsionis itu yang menyebut namanya baru saat itulah Sofia yakin jika wanita di hadapannya adalah mantan istri tunangannya itu, ketakutan Sofia tambah besar setelah mendengar ancaman Qiana yang akan menghapus predikat calon istri Adrian Narendra Lu si konglomerat, sebab meski Adrian tak setampan Taksa tapi kekayaannya akan membuat Sofia hidup berfoya-foya seumur hidup dan itu tak boleh terjadi.
__ADS_1
Apa lagi tunangan nya saat ini sudah tak mencintai nya, bahkan saat ini Adrian hanya memikirkan Qiana Qiana dan Qiana saja, sampai-sampai tadi mereka bercinta Adrian membayangkan berhubungan dengan Qiana ini.
Sungguh saat ini kekesalan Sofia sudah di tingkap puncak di pertemukan dengan wanita miskin yang tak selevel dengannya, sehingga kekesalan nya yang tadi dan yang sekarang pun menyatu, bahkan ia sampai mengingat kejadian tadi di ruangan Adrian.
~ flashback Sofia.
Hari ini Sofia merasa bosan di apartemen nya biasnya jika ia bosan orang yang pertama ia hubungi adalah sugar dady nya yaitu om Edgar,
Tapi selama seminggu ini om Edgar nya itu tak bisa dihubungi, setiap ia menelpon asisten si pria tua itu, kata Wiliam bos-nya lagi melakukan perjalanan bisnis diluar negri.
Karena bosan ia mendapat kabar dari nyonya lu bahwa Adrian sudah sehat dan saat ini mulai masuk kerja, seketika otak Sofia traveling main kuda-kudaan dengan Adrian di kantor nya.
"Aku akan ke kantor Adrian, siapa tau Adrian ingin bergulat hebat dengan tampilan seksi ku ini" dengan percaya diri ia menggunakan pakaian super seksi sehingga membuat para laki-laki memandang nya penuh dengan napsu, dan tak lupa ia memoles wajahnya sedetail mungkin, model pakaian dewasa itu berjalan berlenggak lenggok bak berjalan di atas karpet dengan kaca mata hitam miliknya.
Sesampai di kantor Adrian ia Tampa permisi masuk ke dalam lift kusus milik CEO, semua orang tau jika model itu adalah tunangan sang bos, maka mereka memperlakukan Sofia adalah nyonya bos mereka saat ini.
"Bisakah kau mengetuk pintu dulu sebelum masuk, kau tak tau jika aku sibuk tak bisa diganggu" Adrian cuek kepada kekasihnya yang saat ini telah menjadi tunangan nya, sebenarnya Adrian telah memutuskan hubungan mereka setelah Qiana menghilang, tetapi karena ancaman mamanya untuk menerima pertunangannya dengan Sofia, jika tidak mamanya akan bunuh diri, saat ini pasti Adrian tenang mencari Qiana tanpa gangguan Sofia.
"Sayang kau menyakiti perasaanku, maafkan aku 5 hari kau dirumah sakit aku tak menemanimu, kau tau sendiri kan jika aku masih terjalin kontrak dan tak bisa mengambil cuti dengan semena-mena" Sofia berakting sedih, padahal selama seminggu ini ia melewatkan menjenguk calon suaminya dan bahkan ia tak mendatangi Mansion lu untuk menyambut sang tunangan yang pulang dari rumah sakit dua hari yang lalu.
sebab selama seminggu ini Sofia berpesta di atas kapal pesiar dengan para sesama model, dengan pelayanan dari para berondong yang mereka bayar untuk memuaskan kebutuhan se*s yang berada di tahap kecanduan sebab tiada hari tanpa kegiatan itu di dalam hari-hari mereka.
Lalu Sofia melangkah ke kursi tempat duduk Adrian, lalu ia duduk di atas pangkuan Andra yang lagi memejamkan matanya, rupanya Adrian lagi istirahat di ruangan nya, tanpa permisi ia membuka Gasper lalu membuka resleting celana Adrian ia mengeluarkan Timu milik Adrian yang masih mati.
Sofia dengan lihai membangunkan timun ajaib itu agar hidup dalam kuasa nya , sedangkan pemilik timun membuat timun ajaibnya di mainkan di bawah sana, sebab jika wanita yang saat ini sudah berpindah berjongkok di depannya ia tolak maka akan panjang urusannya, sebab mamanya akan marah jika tak memanjakan tunangannya itu, sungguh menyebalkan.
Saat ini Adrian hanya menikmati goyangan profesional Sofia yang menurutnya memang tak diragukan lagi, matanya terpejam bersama ******* yang lolos dari mulutnya, ia membayangkan saat ini sedang bercinta dengan Qiana.
__ADS_1
Disaat pelepasan tanpa sadar Adrian menyebut nama mantan istrinya " Qiana kau sungguh hebat "
Seketika wajah Sofia Langsung pias, dengan kasar ia pergi meninggalkan Adrian lalu masuk kedalam kamar mandi " Brengsek kau Adrian, aku lah yang susah payah bekerja , kau hanya menuai hasilnya, ternyata selama permainan kau menyebut wanita ******* itu , sungguh aku tak terima, " Sofia berapi-api.
sedangkan Adrian dia duduk di atas kursi masih menikmati sisa-sisa percintaan tadi, lalu kesadarannya pulih " Sit " ia baru sadar jika ia keceplosan menyebut nama Qiana, bisa habis dia ditangan sang mama jika ketahuan menyebut nama Qiana, pantas saja ekspresi wajah Sofia langsung berubah serta dengan Kacar mencabut timunnya dari dalam peti kehangatan milik Sofia,
"Ohhh tidak bisa-bisa mama akan campur tangan mencari dan mencelakai Qiana, sebab ia tau kekejaman sang mana jika sudah bertindak. "
"Ceklek... aku mau pulang" ucap Sofia.
"Maaf... aku akan mengantar mu sayang, mari kita berkencan" artian berkencan Sofia yaitu belanja sepuasnya barang branded, dan itu adalah kelemahan Sofia , jika ia marah makan shoping lah obatnya.
Kebetulan saat ini jam hampir memasuki jam makan siang, mereka turun bersamaan, pada saat di parkiran Adrian ingin membuka mobilnya, ia merogoh sakunya, ternyata kuncinya ketinggalan, "Dreeettt.... dreeeett," bunyi hanpone nya bergetar, " sayang bisakah kau mengambil kuncinya ketinggalan, aku ada telpon dari rekan Bisnisku" ucap lembut Adrian.
"Baiklah" Sofia kembali ke kantor Adrian mengabil kunci mobil itu, ketika ia sampai di lobi , ia melihat wanita tak asing di matanya, sesaat ia tak mengenali wanita itu, pendengarannya yang tajam mendengar wanita itu menyebut nama seseorang yang paling ia benci selama hidupnya, sebelum tunangannya melihat wanita ini semakin cantik, ia harus menyingkirkan wanita ini dengan secepatnya dengan cara elegan dan berkelas.
~ flashback off
*
*
*
" ADA APA INI " teriak seseorang dari luar
^^^~ NEXT^^^
__ADS_1