
...~•^HAPPY READING^•~...
...* * * * * * * ^•^* * * * * * *...
...Aku adalah seorang jiwa yang tak sempurna, di setiap kelahiran, aku hanya diciptakan untuk menderita,...
...merasakan apa itu kepahitan dan kesakitan....
...jika aku harus merasakan beribu-ribu kali kematian agar dipertemukan dengan mu kembali, maka aku dengan ikhlas menajalani kehidupan serta kematian berkali-kali untuk bersatu denganmu dimasa mendatang....
...Kau adalah kemanisan terindah dalam hidup ku, kau juga yang mengajarkan ku apa itu di cintai dan mencintai....
...Di saat aku merasa dunia menolak ku untuk hidup bahagia, kau datang seperti sayap untukku yang perlahan lahan mengangkat ku dari jurang watu tak berujung....
...Kau lah yang merubah wanita dingin ini yang haus akan dendam dan kebencian, sehingga dengan lancang nya wanita itu mendambakan ending yang bahagia....
...Kau mampu melukis senyum di bibirku Taksa....
...i love you My Taksa, seperti namamu yang berarti sayap , kau adalah sayap yang menolongku dari jurang yang penuh akan bara api yang sudah siap membakar tubuhku....
...(Qiana Clarisa lavina )...
...* * * * * * * ^•^* * * * * * *...
"Plap" dua bola mata indah yang terpejam selama dua hari itu terbuka, menandakan jika si pemilik mata sadar dari melawan maut untuk kesekian kalinya entah author kagak tau berapa lama Qiana terluka.
"Taksa" bibir wanita itu menyebut nama suami tercintanya.
"Sakit hatiku, selama dua hari dua malam aku menjagamu. ketika kau tersadar kau malah memanggil pria lain" ucap abraham yang duduk di kursi dekat dengan tempat tidur Qiana, telinganya yang sensitif dengan suara sekecil apapun dengan jelas mendengar wanita itu memanggil nama seseorang yang yang sangat tak disukainya.
Mendengar suara orang asing Qiana dengan sigap langsung bangun lalu loncat turun dari ranjang.
Tingkah Qiana seperti menarik perhatian Abraham, "Tubuh mu itu terbuat dari apa nona, baru semalam kau melewati masa keritis, sekarang kau sudah loncat seperti kuda yang di pukul bokongnya" ucap Abraham yang tak habis pikir dengan kekuatan gadis kecil ini.
Qiana langsung melihat wajah tampan Abraham dengan tatapan dingin , "Siapa kau" ucap Qiana waspada, sambil memberikan tatapan intimidasi.
"Aura wanita ini sungguh sepesial, dan sungguh menarik" kata Abraham dalam hati.
"Siapa kau .." ulang Qiana.
"Aku adalah calon suamimu wanita" jawab X mantap.
"Cih... aku tak membuka lowongan pencarian suami dan wajahmu buka kriteria suami idamanku" ucap Qiana Dingin.
__ADS_1
"Wow baru kali ini ada seorang wanita menolak pesona seorang Abraham Xander" Ucap Abraham, semakin bertambah lah ketertarikan si Abraham kepada Qiana.
"Hey tuan Abraham dimanakah aku berada saat ini ?" otak Qiana sudah loading dengan jelas peristiwa yang menimpanya dua hari yang lalu.
"Kau di rumah ku nona Qiana, dan namaku Abraham Xander atau kau panggil aku X agar lebih dekat" rayu Abraham.
"cih .. kita tak sedekat itu tuan Abraham, dan aku sekarang ingat anak buah mu sudah melukaiku dua hari lalu, sekarang aku akan meminta kompensasi atas kecelakaan yang menimpa ku" Qiana berdiri sambil menyilang kan di perutnya.
"Duduklah wanita, kau baru sadar, apa lukamu tidak sakit" tanya Abraham.
"Luka kecil itu tak membuat ku mati, dan luka kecil itu tak ada apa apanya bagiku, mungkin aku tumbang karena selama 2 jam aku banyak kehilangan banyak darah" terang Qiana.
"Dan kali ini aku ceroboh akibat belaian Taksa di pagi hari, sehingga aku melupakan jam tanganku" kata hati Qiana merutuki kelengahan nya untuk pertama kali.
"Wow hanya kau wanita yang tak takut maut dan berani datang kemari dengan keadaan terluka, kau tak takut mati masuk ke kandang macan sendiri wanita"
"Kematian untuk ku hanya sebuah peristiwa hilangnya nyawa dari tubuh manusia, jika aku mati ya sudah mau di bagaimana lagi.. santai saja" ucap Qiana.
"Bahkan aku sudah pernah merasakan sebuah kematian itu seperti apa .. sekarang yang aku kawatir kan yaitu ke adaan Taksa di sana, apa dia bingung mencari ku" Qiana menggerutu dalam hatinya, ia juga sedikit resah memikirkan suami berlebihan nya itu.
"Plak... Plak.... Plak ...." Abraham bertepuk tangan melihat keberanian gadis kecil ini dihadapannya.
"Kau tak tau wanita, jika saat ini kau berada di kekuasaan mafia terbesar di Asia." ucap Abraham.
"Bagus lah jika aku ada di temapat ini, setidaknya aku tak sia sia terluka dan datang kesini" ucap Qiana.
"Aku tak memiliki rasa takut sama sekali, Bahakan jika aku ditantang membunuhmu maka saat ini juga aku akan membunuhmu" balas Qiana, memandang laki-laki kekar ini, bisa terlihat tato tengkorak di lengan kirinya.
"Jika aku mati maka anak buah ku akan membunuhmu wanita"
"Dengan senang hati aku akan membunuh mereka semua, kau tak pernah mendengar ada seorang wanita menaklukan kampung mati dan kota terbengkalai seorang diri" kata Qiana dingin.
Qiana langsung mendekati Abraham lalu membisikkan kata-kata di telinga Abraham "aku adalah wanita yang memiliki kemampuan itu, bahkan anak buah mu tak satupun bisa melawan ku". Lalu Qiana duduk di kursi seberang Xander menaikkan sebelah kakinya dengan santai.
"Wahhh kaulah wanita itu... Kau sungguh hebat" Abraham makin tertarik kepada wanita itu.
"Berhubung aku mendapatkan luka dari anak buah mu, maka aku meminta satu kompensasi kepadamu" ucap Qiana.
"Apa kau ingin meminta untuk menjadi wanita ku wanita" tanya Abraham, karena selama ini wanita lah yang menawarkan dirinya untuk Abraham.
"Dasar mesum... gue potong tuh si Otong Sampek ke akar akarnya tau rasa lu" ucap Qiana geram.
"Apa setiap peria tampan hanya memikirkan wik wik saja." rutuk Qiana dalam hati, Bahakan sekrangan Qiana ingin menendang pinggang Abraham Sampek encok dan tak bisa me-maju mundurkan pinggulnya di atas tubuh wanita.
__ADS_1
"Nasib memiliki kemampuan membaca pikiran orang kayak gini nih, jika ada tombolnya gue sudah pencet untuk sesaat jika bertemu dengan laki-laki mesum sekelas suaminya agar telinga gue gak mendengarkan pikiran mereka" ucap Qiana dalam hati, telinganya sepertinya kemasukan air satu gelas, mendengar pikiran mesum dari laki-laki di depannya.
"Kau mau apa wanita sebutkan aku akan memberikan kepada mu"
"Aku ingin kau membantuku di setiap aku dalam kesusahan, dan melawan organisasi H" ucap Qiana sarkas.
"Hemmmz apa yang akan aku dapatkan wanita" ucap Abraham, yang sebenarnya juga memiliki dendam pribadi dengan organisasi H itu.
"Aku yakin jika kau berkerja sama dengan ku maka dengan mudah kita menumpas kan jaringan itu, aku akan membatu mu jika kau butuh bantuan ku di masa depan" ucap Qiana.
"Baiklah" sanggup Abraham.
"Menyelam sambil minum air, aku akan membantumu, siapa tau jika aku membantu mu aku akan mendapatkan hatimu,"
"Dasar Casanova karatan, hati hati barangku habis karena selalu di asah"
"Tenang sayang barangku akan untuk mu seorang jika kau mau menjadi wanita ku" rayu Abraham.
"Cih... gak minat... aku lebih minat barang ORI bukan barang bekas yang sering muntah sembarangan.. sekarang kau pergi, aku ingin mandi, dan suruh orang mengantarkan baju ganti, dan makanan aku lapar.
"Kau baru sadar buat apa mandi, perlu ku bantu menyeka tubuhmu wanita" Tawar Abraham mencoba keberuntungan.
"Boleh" ucap Qiana.
"Benarkah .." wajah Abraham sumringah.
"tapi setelah itu aku akan mencincang mu menjadi 10 potong bagian, dan aku tidak bercanda."
"Cih" Wajah Abraham pucat karena melihat Qiana sudah menodongkan pisau buah kepadanya.
"jangan lupa siapkan supir untuk ku pulang nanti"
"Dasar tamu gak ada ahlak, tuan rumah nya di jadikan Babu" gerutu Abraham.
^^^~To be continued^^^
~Note
maaf kata cinta gue garing ya... mohon dimaklumi author kagak terlalu handal membuat kata kata cinta, sebab karakter aktor suka ngelawak di dunia nyata.🤣
terimakasih atas dukungan nya semuanya.
jangan lupa komen dan like nya.
__ADS_1
Vote nya jangan lupa ya, tumben Minggu ini miskin bgt nih 🤣
lope you deh buat kalian❤️