
...^HAPPY READING^...
Maka disinilah mereka berada, didampingi Zia dan Xiever, mertua dan menantu itu benar-benar menikmati acara belanja mereka, tanpa mereka sadari kedua suami mereka diam-diam menjadi penguntit tapi dari jarak yang cukup jauh.
"Ayo kita ke toko pakaian dalam, agar nanti ketika kita pulang dua orang yang kita tinggal dirumah itu tidak ngambek sayang sebab kita sudah cukup lama meninggal kan mereka" ucap mama Taksa.
"Baik ma" Qiana menuruti apa yang ibu mertuanya inginkan, dan ia tau jika suaminya mengikuti mereka ke Mall ini, sebab sinyal Yuri melaporkan jika suaminya ada disekitar nya.
Beberapa saat Meraka sudah memasuki toko pakaian dalam, mereka sudah memilih sebagian model pakaian tembus pandang itu, sebenarnya Qiana tak menyukai pakaian seperti itu, karena bujukan si mama mertua, akhirnya Qiana satu model saja, tetapi bukan mama Taksa yang memiliki gen sedikit memaksa, mama Taksa memasukkan 10 model lingerie seksi keranjang menantunya, dengan sigap Zia membawanya ke kasir , tetapi sebelum barang itu di bawa ke kasir seseorang berteriak menghina Qiana.
"Rupanya toko barang branded ini saat ini menurunkan standar nya" ucap seorang wanita paruh baya yang memakai riasan glamor, seperti pergi kondangan saja, wanita itu juga di temani Sofia calon menantunya. "
"Maksud anda apa nyonya" ucap mama Taksa.
"ohh nyonya Wu rupanya, perkenalkan saya Sarah lu, maaf jika saya lancang, apakah wanita di samping anda ini salah satu pelayan dirumah anda nyonya" mantan mertua Qiana berusaha membuka kedok Qiana siapa tahu dengan dia memberi tahu tentang wanita itu derajat keluarga lu naik karena berteman dengan ibu Tuan muda Taksa itu.
"Aku tak pernah mendengar marga itu selama hidup di negara ini, kalau iya dia samaku emangnya kenapa???, aku yang membawanya ke sini, dan menurut ku selama setiap pintu butik tak menempelkan peraturan siapa saja yang boleh masuk dan keluar butik mereka, setiap orang berhak masuk ketempat ini untuk berbelanja, kau tak tau banyak di keluarga ternama lebih banyak menyuruh pelayannya berbelanja di keluar, jika butik tak menerima pembeli, aku jamin butik itu akan cepat bangkrut" ucap nyonya Wu tegas.
"hati-hati sama wanita miskin itu nyonya, dulu dia menjadi pembantu kami tapi ujung-ujungnya ia merayu mertua saya, ia mengincar harta kami dan kedudukan sebagai nyonya lu kami, tapi yang namanya orang rendahan sepertinya yang tak memiliki takdir menjadi orang kayak tak dapat memikat anak kami, anda harus hati-hati siapa tau ia mengincar tuan muda Taksa."
Mendengar wanita ini menghina menantunya, tangan mama Taksa itu ingin melayang tetapi tangan Qiana langsung menahannya sambil mengelus tangan lembut milik mertuanya agar tak terbawa emosi "Mama Qian tidak apa-apa, biar Qiana yang menangani wanita ini" bisik Qiana.
"Plak" satu tamparan membuat wanita itu langsung terhuyung kebelakang, sehingga tubuhnya jatuh ke boks tempat wadah CD dan BH yang berlabel kan Diskon 30% .
keributan yang di ciptakan oleh mantan mertua nya Qiana itu sedari tadi mengundang perhatian semua orang, bahkan banyak orang orang yang mengabil Video dari kejadian di toko ini, sedangkan manager mereka sedang di tahan oleh anak buah Qiana.
"Kau wanita kampung, dan miskin beraninya kau menampar ku, kelakuan mu yang seperti pereman ini sungguh sangat menjijikkan, aku tak salah bilang tadi, kau butuh bertahun-tahun untuk membeli barang-barang yang ada disini, dan aku yakin kau pun tak mampu membeli barang diskonan di tempat ini" Wanita itu memegang pipinya yang sangat sakit karna saat ini pipi wanita itu bengkak seperti telur bebek dengan warna biru kehitaman, semua orang saja sedikit menyunggingkan senyum.
__ADS_1
Qiana langsung mendekat pada kepala wanita itu lalu memegang lengan wanita paruh baya itu dengan kekuatan penuh "Jika aku bisa membeli semua barang diskonan di temapat ini kau mau apa" tantang Qiana.
"hahahaha... aku akan memakan barang di tempat ini, jika kau tak bisa membeli semua barang diskonan di tempat ini, kau harus pergi jauh dari tempat ini, dan jangan menampakkan wajahmu di hadapan putraku"
"ok ... Zia beli barang di tempat ini, sekalian tempat ini ," perintah Qiana.
tak butuh waktu lama struk pembelian butik itu sudah ditangan Qiana," lihatlah nyonya aku membelinya, dan buka matamu lebar-lebar nama siapa yang membeli tempat ini " tangan Qiana tetap memegang lengan wanita itu agar tidak kabur.
"I.. itu dari mana kau mendapatkan uang itu... akik akik mana yang memelihara mu saat ini" ucap mantan mertua Qiana sedikit gugup ia tak menyangka mantan menantu nya memiliki uang untuk membeli satu butik penuh.
"akik akik yang memelihara itu perkasa tak seperti anakmu yang lemah itu" ucap Qiana langsung mengabil satu potong CD, ia memencet pipi wanita paruh baya itu tanpa belas kasih meski wanita itu berteriak, Qiana memasukkan barang itu ke mulut nyonya Lu.
(hahahaha emak Adrian bilang akik akik mana .. jika kau tau akik-akik milik Qiana kejer lah lu )
"jangan dikeluarkan, jika tidak maka kau harus menerima akibatnya" ancam Qiana, bak makan buah simalakama emaknya Adrian itu mulutnya tersumpal CD diskonan, masih untung itu CD baru GK bisa bayangkan jika yang Qiana jika CD bekas yang sudah jamuran di simpel ke mulut mantan mertua Qiana Yang bengis itu.
Sebelum tangan Sofia menyentuh kepala Qiana, seakan wanita itu memiliki mata di belakang kepalanya, dengan sekali gerakan Qiana memutar tubuhnya lalu ia Qmenarik tangan Sofia hingga berbunyi "KREK" tangan wanita itu patah.
"Plak ... Plak... Plak" Qiana mengamuk menampar dua wanita yang sudah menyinggung nya,
"Buk... buk... buk... ini balasan atas apa yang kalian lakukan kepadaku di masa lalu" Qiana membanting kedua orang itu sehingga toko itu berantakan.
"AHHHH.... TOLONG..." jerit Sofia, tapi tak satupun orang menolongnya.
bahkan saat ini ke dua wanita itu berada di tengah tumpukan barang dalaman wanita.
ke dua wanita ini sudah tak mencerminkan seorang sosialita.
__ADS_1
"Bangun... " teriak Qiana" Aku sudah bilang kepadamu agar tak menyinggung ku, tetapi kau masih menyinggung ku, dan untuk kau wanita tua, dulu aku menghormati nenek Rima tak membalas setiap pukulan dan hinaan mu, sekarang Qiana yang berada didepan kalian bukan Qiana yang yang sama seperti wanita yang kau perlakukan tak manusiawi, tetapi Qiana yang didepan kalian saat ini adalah wanita yang sudah m apa yang namanya kematian dan bangkit kembali, aku berjanji jika di masa depan aku melihat kalian berjalan di depanku maka aku tidak sungkan mematahkan salah satu tubuh kalian camkan itu" kedua tangan Qiana mencengkram rambut kedua wanita itu.
"Ampuni kami Qiana, lepaskan kami" ibu Adrian itu memohon kepada manatan menantunya itu.
"Bawa mereka keluar dari tempat ini... dan kalian berdua jika berani membuka mulut kalian kepada siapapun maka bersiap-siaplah aku akan menghantui kalian di manapun kalian berada" kedua anak buah Qiana menyeret kedua orang itu keluar dari mall, entah kenapa saat ini Mall sudah tak berpenghuni, hanya orang-orang yang berada dalam butik itu.
sedangkan Sofia hanya menangis merasakan tangannya yang patah.
"tunggu setelah ini aku akan mencari orang untuk membunuhmu Qiana" ucap Sofia dalam hati, ia takut dengan kebrutalan wanita ini.
"Aku tunggu waktu nya itu tiba Sofia" kata hati Qiana menjawab apa yang Sofia pikirkan .
"Barang siap yang berani menyebarkan Video dan apa yang kalian lihat saat ini, maka kalian semua berurusan dengan ku" Ucap Taksa yang sudah gak tahan bersembunyi dari penyamaran nya.
entah mulin muncul dari mana ia sudah menyiapkan uang pecahan satu koper besar, ia memberikan uang itu kepada saksi mata kejadian Itu, meski mereka orang orang kayak yang namanya uang ya mereka semua mau lah.
"Sayang kau sudah bermain-main sedari tadi, sudah waktunya kita pulang" Taksa langsung menggendong istrinya itu.
sedangkan kabar ibu mertua Qiana sedang menikmati kekejaman menantunya dengan santai bermesraan dengan ayah Taksa.
sepertinya menonton acara syuting saja.
"Menantu kita sungguh keren sayang" ucap ibu Taksa.
"Kau benar ... Taksa sebagai orang yang berkuasa dan memiliki saingan bisnis dimana-mana tidak akan khawatir, sebab istri yang kuat dan bersinar sangat cocok untuk nya... kita sebagai orang tua harus lebih mengenali menantu kita, sepertinya menantu kita ini melebihi ekspektasi yang kita pikirkan, Bakan kekayaanya yang dia miliki sangat berlimpah, sungguh orang dari keluarga Lu itu bodoh" ucap ayah Taksa lalu mengajak sang istri pulang sebab pertunjukan sudah berakhir.
^^^~To be continued^^^
__ADS_1