Kehidupan Kedua Sang Putri

Kehidupan Kedua Sang Putri
Bayi Kecebong


__ADS_3

...* * * * * * * ^•^* * * * * * *...


...~•^HAPPY READING^•~...


...* * * * * * * ^•^* * * * * * *...


Taksa masuk kedalam kamar ia tercengang melihat sang istri sedang berpenampilan menggoda iman...



Entah sejak kapan istrinya berganti pakaian tembus pandang itu, sungguh sangat menggoda, apalagi akhir akhir ini tubuh sang Istri semakin padat dan berisi.


Si jeri berkepala botak pun langsung bangun dengan gagah berani, “Hubby kau tak ingin mendekati ku Semenjak tau aku mengandung” Ucap Qiana dengan raut wajah sedih....


“Ahhhh sayang, aku sangat merindukanmu” Taksa mendekat Qiana lalu memeluknya sayang, tak lupa membubuhkan ciumannya di kening sang istri...


“Hubby mandikan aku” Ucap Qiana bermanja ria, entah jin apa lagi yang merasuki wanita itu, padahal dari selama dialah yang tak mau dekat dekat Taksa, tadi malah menuduh Taksa menjauhinya.


Glukkk.... Taksa menelan air liur kering mendapatkan tawaran menggoda dari sang istri...


Ketika ia ingin mengangkat tubuh sang istri, ia mengingat jika di dalam perut Istrinya sudah ada bayi kecebong yang bersemayam di perut sang istri....


Taksa menggeleng kan kepalanya agar tersadar, lalu dengan hati hati ia mengangkat tubuh sang istri kekamar mandi.


Cup... Taksa mencium kening Qiana, lalu mendudukkan tubuh sang istri di atas keloset, lalu ia mengisi air dalam bathtub dan tak lupa mencampurkan aroma terapi bunga mawar kesukaan sang Istri.


Setelah mengatur suhu air yang pas untuk berendam, ia langsung mendekati sang istri yang tengah memandang nya tanpa berkedip, “Aku tau sayang jika aku tampan dan diriku ini miliki mu, Mari buka bajumu” Ucap Taksa siap membantu Istri nya menanggalkan pakaiannya.


“Dasar PD, aku mau membuka bajuku sendiri Hubby” Ucap Qiana.


“Menurut lah honny” Ucap Taksa membuat Qiana diam pasrah ketika satu persatu Taksa menanggalkannya.


Sekuat tenaga Taksa berusaha mengendalikan si Jery yang mintak di lepaskan. Lalu ia mengangkat tubuh sang istri ke dalam bathtub itu.


“Hubby sini masuk kedalam, aku ingin berendam dengan mu!!!. Sudah lama rasanya kita tak berendam berdua. Selama satu tahun kita menikah tak pernah menorehkan kenangan manis dalam pernikahan kita, aku ingin berkeluh kesah dengan mu” Ucap Qiana mengundang suaminya kedalam bathtub itu.


Sekarang giliran Taksa lah yang menanggalkan pakaiannya, jeri yang berdiri tegap terpampang jelas di depan wajah Qiana.


Wajah Qiana memerah melihat perwujudan senjata tempur sang suami, padahal ia sering melihat penampakan si Jeri yang menggoda iman, pesona sang Jery tak mengalahi sang pemilik.

__ADS_1


“Jangan meliahat nya sayang, hiraukan saja, kau kan tau jika iman si jery setebal rambut di kaki nya.”


Blusshhhh... Wajah Qiana makin memerah...


Taksa masuk kedalam bathtub, dari belakang ia memijat pundak dan punggung sang istri dengan lembut. Qiana bersandar di dada bidang suami, memasukan tangannya ke sela sela ketiak sang suami lalu mengendusnya tantangannya sendiri.


“Terimakasih hubby sudah sabar mencintai wanita kaku ini!!” Ucap Qiana memulai pembicaraan.


“Kau bicara apa sayang, kau cintaku apapun keinginan mu akan ku wujudkan selama kau tak meminta ku berpisah denganmu” Ucap Taksa mengecup kening sang istri, saat ini posisi mereka sudah berhadapan...


“Aku tau kau belum siap dengan kehadiran nya” Ucap Qiana tangan satunya mengelus perut nya yang mulai kencang.


“Siapa bilang aku belum siap sayang!!. Dari jauh hari aku sudah mempersiapkan hari ini, pada saat kita habis melakukan hubungan setelah pertemuan mu dengan Abraham” Ucap Taksa, mengelus perut sang Istri.


“Trus kenapa kau sampai pingsan saat mendengar kehamilan ku?” Tanya Qiana mendongak ke atas, ia memandang wajah suaminya dengan intimidasi.


“Ohhhh itu” Taksa menggaruk kepalanya yang tak gatal, “Itu karena aku kaget sayang.” Jawab Taksa apa adanya, jika ia berbohong sang istri pasti mengetahui nya karena kelebihan sang istri.


*(Jika Taksa selingkuh tak sampai sehari sudah ketahuan oleh sang istri 😂😂)


“Bayi kecebong kau harus berdamai dengan Dedy, Ok Deddy sayang kamu kok baby” tangan Taksa mengusap usap perut sang istri.


“Suka saja dengan panggilan itu honey, ayok sudahi mandinya, airnya mulai dingin” Ucap Taksa, sebenarnya ia tengah panas dingin karena bakpau sang istri menekan roti sobeknya....


“Hubby si Jery bangun tuh, dari tadi ia mengetuk pintu dapur ku diam diam” Ucap Qiana.


“Biarkan saja honny” Ucap Taksa dengan suara beratnya karena tangan istrinya sudah mulai nakal di bawah sana.


“Jagan Honey” Taksa merintih ketika sang istri hampir memasukkan ke dalam terowongan Kasablanka nya.


“Kenapa hubby, hubby tak mau berhubungan dengan ku karena aku hamil ya??” Tanya Qiana dengan nada sedih...


Cupp...


“Bukan itu honey, aku takut serudukan si Jery melukai bayi kecebong, aku takut akibat guncang dahsyat si bayi mabuk di dalam sana” Ucap Taksa menjelaskan.


“Aku ingin ditusuk jery hubby, dari yang aku tau berhubungan di perbolehkan asalkan muntahan si jeri kau tak masukkan ke dalam, dan laju kencang si jeri harus di perlambat” Ucap Qiana, langsung menyeruduk bibir Taksa, ia mengunyah bibir itu semakin rakus, Taksa yang ragu ragu sudah lupa daratan.


Bless... si jeri sudah ada di dalam terowongan, membuat Taksa kejang merasakan sempitnya terowongan pribadinya.

__ADS_1


“Ahhh....Sayang kekamar yuk, aku takut si kecebong kepalanya terbentur akibat tusukan terlalu dalam”


Qiana merasakan tusukan benda panjang itu merasakan sensasi nikmat sehingga matanya merem melek, “Aaahhh... diam hubby, percayalah padaku si cebong tidak kenapa Napa, anak kita ini kuat, kau tak ingat bayi kita pernah ku gencet di pegangan tangga mendiang hotelmu, apa lagi aku adalah ibunya, aku yang paling tau mana yang terbaik untuk sang suami,,, Aaaahhhh” Qiana merintih ketika bakpaonya disambar oleh mulut Taksa...


Qiana mengambilnya alih pengemudi, air di dalam bathtub terciprat keluar karena goyangan bumil itu, sehingga air di dalam Bathtub tinggal setengah.


“Ahhh honny aku mau sampai” De•sah Taksa.


Buru buru Qiana melepaskan penyatuan mereka, lalu mengocok arisan sehingga keluar lah lahar panas dari perut si Jery di tangan.


“Cuppp,,, terimakasih Sayang” Ucap Qiana mencium bibir sang suami.


...____________________________________...


Pasangan suami istri Tersohot itu sudah rapi, “Sayang bagaimana jika kita mengadakan upacara pernikahan kita, setelah melakukan konferensi pers tentang pengumuman pernikahan kita” Ucap Taksa memeluk pinggang istrinya dari belakang...


Qiana melepaskan pelukan Taksa, lalu mengalungkan tangannya di leher Abang Taksa “Cupppp....” Qiana mengecup bibir suaminya, “Baiklah hubby” Ucap Qiana...


Entah kenapa sedari tadi sifat mesum Taksa berpindah ke diri Qiana, emak otor aja Sampek kaget loh😂😂🤭🤭


“Mari kita temui Rana, aku yakin mereka sudah selesai melepaskan rindu” Ucap Qiana....


^^^~To be continued^^^


Terimakasih atas dukungan kalian di karya receh emak Liana 🙏🙏🙏


Jangan lupa


Like👍


komentar🗣️


Hadiah🎁🌹☕


Vote 🔥


Bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐ di rating pojok popularitas karya ini.


Favorit ♥️ agar kalian mendapatkan notifikasi update karya ini

__ADS_1


__ADS_2