Kehidupan Kedua Sang Putri

Kehidupan Kedua Sang Putri
Kolaborasi Zia dan Yumna


__ADS_3

...^HAPPY READING^...


Seorang pria paruh baya sedang duduk menikmati wine yang tersedia di kamar VIP hotel blue sea.


Laki-laki paruh baya itu baru selesai mandi, masih menggunakan Kimono.


Mata tertuju kepada gadis yang tertidur lelap, yang sedari tadi ia tunggu kesadarannya, tatapan lapar sangat jelas jika saat ini ia ingin menerkam gadis itu "mereka memberi obat tidur berapa banyak sih kepada gadis ini, sedari tadi aku menunggu sadarnya tak sadar-sadar, jika aku melakukan pada saat ia tak sadar diri itu sangat tidak menyenangkan, karena aku sangat menyukai *** aktif,"


Tuan Edgar 50 tahun pemilik HCL crop itu adalah seorang maniak **** yang aktif, ia bahkan mengoleksi beberapa artis atau model untuk sekedar ia panggil untuk memuaskan nafsunya, meski usia yang tak muda tapi seorang Edgar masih sangat menyukai kebebasan dalam berhubungan intim, dulu ia hanya seorang sopir di keluarga kaya, entah nasib baik apa terjadi padanya, sehingga ia menikah dengan putri bosnya.


Dan 18 tahun yang lalu istri dan putranya meninggal akibat kebakaran rumahnya, Setelah itu dialah yang mengambil alih HCL hingga saat ini ia tak memiliki istri lagi., menurutnya setiap wanita cantik yang rela membuka lebar ************ untuknya adalah istrinya.


Tuan Endar sudah merasa tak nyaman ia langsung naik ke atas tempat tidur yang, ia mengambil segenggam rambut Zia, ia mencium nya seperti menghirup ganja.


"Wangi mu enak sekali wanita"


Sedangkan Zia yang merasakan pelecehan hampir tak bisa menahan diri, ia ingin menghabisi laki-laki tua Bangka ini, pada saat wajah keriput itu hampir mencium wajahnya, pintu kamar hotel itu di buka tiba-tiba.


"Kau menganggu ku Will"


"Maaf tuan saya menganggu anda," ucap asisten pribadi Edgar dengan raut ketakutan.


"Ada apa ?" Tanya Edgar dengan sadis," aku harap informasi darimu benar-benar sangat penting" Edgar mengintimidasi laki-laki berusia 28 tahun itu.


"Begini tuan bisnis kita terancam bangkrut, entah siapa yang membawa kabur uang kita, sehingga banyak dana tertarik dari semua proyek, saya yakin dalam 2 jam, HCL crop tinggal cangkangnya saja tuan, esok hari siap-siap mengumumkan kebangkrutan,"


"Apa katamu, bagaimana bisa begini, apa yang kalian kerjakan selama ini, HAH, dan sana kau ke gudang pencucian uangku, ambil uang dari sana untuk memulihkan perusahaan"


"Maaf tuan gudang pencucian uang saat ini di geledah polisi, saya yakin kita akan di tangkap setelah ini" raut wajah sedih.


"Kita harus pergi dari negara ini tuan"


"Kau benar pikirkan solusi untuk kita,"


"Saya sudah Mecari orang untuk membeli perusahaan tuan dengan harga 500 M, mumpung belum ada kabar HCL bangkrut, kita jual saja untuk mendapatkan uang itu, lalu membuat bisnis baru di luar negeri tuan,"


"Kau pintar Wil, dimana orang itu kita harus bergegas menemui orang itu, lalu kita cepat-cepat meninggalkan tempat ini, jgn lupa bawa gadis itu, untuk menambah uang kita untuk keluar negeri Wil"


"Baik" ke dua orang itu langsung turun ke restoran hotel tempat pertemuan dadakan mereka"


"Maaf tuan Rafael dan tuan Tony kalian menunggu kami terlalu lama"

__ADS_1


"Tidak apa tuan Wiliam, kami baru sampai" jawab Rafael.


"Mengenai kesepakatan kita tadi, apa benar kalian ingin menjual HCL group kepada kami tuan" tanya Tony berbasa-basi.


"Benar soal itu sebab saya ingin pulang kampung menikmati masa tua saya, sambil mengenang keluarga saya tuan" akting laki-laki tua Bangka itu ber akting.


"Silahkan tanda tangani surat ini tuan, masalah harga kami sudah bernegosiasi dengan tuan Wiliam tadi"


Laki-laki tua Bangka itu langsung membaca surat ke pemindahan perusahaan dan menandatangani surat itu, lalu mengambil cek yang Tony sodorkan.


"Senang berkerja dengan anda tuan" Rafael menyodorkan tangannya kepada dua orang didepannya.


"Sama-sama tuan," pria paruh baya itu, bersorak gembira didalam hatinya.


*


*


*


Saat ini mobil yang dikendarai oleh Wiliam masa pelarian mereka sedang melaju cepat.


"Will kenapa kita lewat daerah ini, bukannya kalau kita lewat sini akan memerlukan waktu lama, dan jalan ini tak tersentuh warga."


"Baiklah" jawab laki-laki paruh baya itu.


Di jalan kampung mati ada seorang gadis duduk di tengah jalan menghadang mobil mereka.


"Stop Will, sedang apa gadis cantik duduk di tengah jalan hutan seperti ini" dasar si tua penggila wanita, di waktu genting masih tergoda oleh mahluk pemilik terowongan yang melemahkan iman para lelaki terutama hidung belang seperti Edgar ini.


Mobil itu berhenti.


"Biar aku saja menyapa gadis itu Wil" tanpa ba-bi-bu si tua Edgar langsung keluar meninggalkan Wiliam dan Kanzia di dalam mobil.


"Kau boleh bangun nona"


"Laki-laki itu sungguh penggila wanita tuan Wiliam" ucap Zia.


"Kau benar, dan biar di rasakan bagai mana jika hidupnya hidupnya di akhiri oleh mahluk namanya wanita nona Zia"


"Kau sangat membenci bos mu ini tuan Wiliam" Zia mengamati Wiliam.

__ADS_1


"Bajingan itu sangat aku sesalkan adalah ayahku, yang membunuh ibuku di depan mataku 18 Tahun yang lalu, dan mengurung ku di kamar beserta jasat ibu di kamar, dan dengan tega mengkremasi kami, bersyukur bibik pembantu rumah kami juga ada dikamar dan membawa ku, Melawati jalan rahasia,"


"Sudah 5 tahun aku menyamar menjadi asisten pribadinya, untuk mencari celah membalas orang itu, berkat nona kalian aku bisa mengambil apa yang ibuku miliki yaitu nyawanya, setelah itu aku akan hidup menjadi rakyat biasa di kampung halaman bibik pembantuku ". Ungkap laki-laki 28 tahun itu.


*


*


*


Sedangkan di luar mobil Edgar, ia bergaya memikat melihat gadis cantik dengan penampilan seksi, Edgar yang melihat pose hot Yumna, jiwa buaya daratnya meronta-ronta, air liurnya hampir menetes keluar, melihat yang bening-bening.


Ia sampai membayangkan main bertiga di dalam mobil dengan Zia, "Hay nona, kau sedang apa duduk di tengah jalan, kasian tubuh indah mu terkena debu jalanan, mari saya bantu berdiri" Edgar mengulurkan tangannya.


Dengan senang hati Yumna mengambil tangan yang Terulur kepadanya,


Sedangkan Edgar yang mendapat sambutan baik oleh gadis itu, hatinya bersorak gembira.


Kegembiraan Edgar cuma sesaat, sebab tangan yang di ulurkan di tarik oleh tangan kiri Yumna, dengan sekali tarikan tangan kanan Yumna mengambil samurai yang ia duduki langsung "cressh" Yumna memotong tangan edgar yang ia genggam dengan tangan kirinya itu dengan secepat kilat.


"Kau kau kau.... BUK " Edgar jatuh terduduk, ia syok melihat tangannya terpot*ng oleh gadis itu, dan dengan santai gadis didepannya memegang potongan telapak tangannya.


"Hey Zia, apakah tangan ini yang menyentuh tub*h mu" tanya Yumna santai.


"Kau tak sabaran Yum.. padahal sedari tadi tangan itu menjadi incaran ku," Zia melangkah anggun mendekati Edgar seperti buaya yang menemukan mangsanya." Buk..." Zia, menend*ng d*da Edgar dengan sekali tendangan .


"Uhuk... "Darah segar munc**t dari mulut akibat tendangan Zia," kau , kalian siapa, apa salah ku kepadamu, HAH, Will, kemana kau" Edgar marah, rasa takut bercampur aduk.


"Krek... Krek... AAAAAAAHHHHH" bunyi kesakitan yang memekik, Dua gadis itu tanpa memberi jeda pada sang musuh, bersamaan mengi**ak bet*s Edgar sampai patah.


"Kau tak punya salah kepada ku tuan, tetapi kau telah menyinggung tuan kami maka terimalah ini" dua wanita itu menyeret tubuh Edgar dan mengikatnya di pohon sebrang jalan, dan sekali tarikan celana Edgar terlepas.


"Apa yang kalian inginkan dari ku, dan siapa nona kalian itu hah!!" Dengan keadaan bergelantungan dan kedua tangan dan kakinya di ikat dari pohon ke pohon, dengan keadaan tak bisa melawan apapun.


"Cresss....AAAAAAAHHHHH" kemal*an edgar di potong oleh Zia , saat itulah Edgar pingsan akibat tak bisa menahan rasa sakit nya.


"Kau memotong bur*ng keriputnya Zia, sungguh mata ku tak suci lagi" gerutu Yumna,


"Nih buat lu Yum hitung hitung buat jimat.... hahahaha" Zia tertawa ib*lis


"kau benar aku memotong nya, dan aku paling benci penjahat kelam*n Yum, dia sudah berpikiran mes*m terhadap kita" kedua gadis pembuat ulah itu berdiri didepan tubuh Edgar yang terikat seperti sapi di Jagal, dengan darah bercucuran.

__ADS_1


Yumna mengambil sebuah suntik dari dalam sakunya, ia menyuntikkan obat ke tubuh Edgar, dalam sesaat pendarahan itu terhenti.


^^^~ NEXT~^^^


__ADS_2